Well,..
Gue punya cerita nih. Belakangan hari ini kebetulan ada kerjaan offline. Bukan kerjaan sih. Kerjaan gue jelas depan kompi weks. Sebenarnya ada urusan offfline, gue ga tahu mau bilang ini sebagai apa. Menolong atau bisnis… tapi yang pasti this Woman is such of my GURU.. yeah.. dia emang cewe hebat!
Kakak gue satu ini emang damn so good dalam urusan nyari bisnis. Beberapa kali gue sepet “Ayo lahh kak,.. masak adek mu tak kau bagi2 rejeki..” Dan sekarang gue ketiban rejeki dari die,. gubrakss… sangat amat rejeki…
Kayak kata spiderman : “More power you have, more responbility you got” Yeah.. thats me right now. Gue bener2 diuji ngurusin titipan dia ini.
Ceritanya gue diminta bantuin ngontrol suply konveksi dia di bandung. Bujubuneng ga ketulungan jumlah perbulannya. Jujur ajah karena pertama kali, gelagapan sendiri. Dan terpaksa deh gue butuh tutorial dari dia dulu. Ya, tapak demi setapak lah.. namanya juga belajar. Gue mulai usaha web developer ini juga dari null, ga ngerti sama sekali… Sepertinya urusan offline ddah merambah kehidupan gue (lhaa.. kul gue gimana.. ampoeen mamaaaa…
)
Yang menarik ada disini, sesuai judul. Semua dari kita sadar akan kekuatan home industry. Sektor usaha kecil yang justru menjadi pondasi ekonomi di banyak negara. Coba sebutin apa aja home industry? gue juga bingung apa ajah. Tapi yang pasti dengan sekian banyak bisnis capital market yang bertebaran, justru pondasi mereka adalah di kekuatan home industri nya. Itu hasil percakapan gue ama Ivan. Sok ajah coba pikirkan, gimana anda mau berdagang index atau komoditi kalo tidak ada sektor riil bermain di level bawah? Bagaimana mau ada toko2 sebesar Giant dan Indomaret kalau tidak ada suplier buat dagangan mereka. Yeah,.. thats a power of the micro economic.
heheh.. itu teori yang dicekokin ama kakak gue. Partner nya jg cerita sama. . ya intinya gue dikuliahin, bagaiman idealisme Membangun Ekonomi Bangsa ini harus dimulai dari level bawah. Dari home industry kita! Hmmm.. otak gue sih ga kuku nerima asuman ilmu ideal kayak gini. Dah banyak gue telan pidato2 idealis dan ber-api2 dari kalangan2 kayak mereka. Apalgi pas pemilu kan? Padahal mereka yang berdasi dan berduit. Namun begitu sampai tataran teknis, semua jadi blunder , ngaco dan hidup masyarakat kita tetep aja melarat… Heheh… yang berdasi yang bicara, yang berjaket yang teriak2,… Dan yang miskin siapa? Tetep aja ada dan pasti bukan mereka.
SO,, sebelom pembicaraan lebih lanjut,.. si kakak dah sadar nih otak gue mumet dengan segala cerita ideal dari temennya. Hhehe.. iya secara dia ngerti gimana isi kepala gue. Well, dia ngebelokin deh pembicaraan ke arah lebih teknis mengenai bisnis ini.
Setelah diakhir2 pembicaraan teknikal, akhir nya gue nyeplos ajah dengan santai dan ga tahu malu…”Hmm… jadi sebenarnya , intinya, kita make level home industri dan bukan fix order ke perusahaan karena harga mereka lebih murah ya, Pak….”
Dan si Om gelagapan….
Dan gue di semprull ama si kakak setelah pertemuan… huahahahah…
Otak gue emang harus di cuci…
The real live really hard, Men..Its really Hard to play…