Sebenarnya gue ga tahu banyak apa saja yang telah dirugikan dengan kedatangan RI02 ini di kampus ITB. Namun setelah membaca dari Forum Internal Kampus (rileks.comlabs.itb.ac.id) dan www.itb.ac.id, gw baru nyadar ternyata kerugian secara lokal institusi di ITB cukup besar.
Sebagaimana posting gw sebelomnya (Dimana dan Kapan Teman2 Muda?), JK datang untuk memberi kuliah Umum. Gue koreksi, bahwa judul kuliah umum tersebut adalah “Penyelesaian Konflik secara Damai di Indonesia” bukan tentang Studi Pembangunan. Walaupun gue tetep yakin bahwa inti dari kedatangan tersebut adalah mengenai agenda SBY-JK dalam akselerasi pembangunan jangka panjang dan menengah yang gue tuturkan di posting sebelomnya.
Jika dalam posting sebelumnya gue lebih melihat pada agenda JK di kampus ITB, di posting saat ini gue menlihat pada kerugian secara lokal yang dialami Kampus ITB. Ternyata seorang JK bisa membuat kebesaran kampus Gajah Duduk menjadi “Tiarap”
Kegiatan kampus mulus hancur total. Benar adanya! Gue sebagai saksi didalam kampus saat itu melihat sendiri kemegahan kampus yang biasanya meriah 24 jam ini, MATI TOTAL. Walaupun memang seharusnya di hari Sabtu tidak ada kegiatan akademis, tetapi justru berbagai kegiatan ekstrakurikuler, penelitian dan non-akademik lainnya sebagian besar berlangsung di hari Sabtu.
Pada saat itu gue bisa dibilang berada di Ring 1 – 2 dari pengamanan Jusuf Kalla. Kok ngga diusir?
Ya,.. gue bukan teroris yang menenteng ransel dengan bom, kenapa harus takut.
Ada kegiatan ujian yang harus tertunda, kegiatan penelitian dari Dosen dan mahasiswa yang membutuhkan konsekuensi waktu 24 jam juga harus tertunda (kebayang gue kalo semacam penelitian kayak ngukur batu2an di lab gue). Seandainya terlewat 1 hari bisa berakibat fatal, malah mungkin akibatnya percobaan harus diulang..hueks.. Jangan deh, semoga ga ada yang kayak gini.
Ada juga pihak2 internal di kampus yang memiliki janji meeting dengan pihak ekstra kampus. Seperti salah satu unit mahasiswa U-Green yang memiliki jadwal pertemuan dengan Duta dari UNESCO. Dan ada pula yang memiliki janji teleconference dengan Universitas2 asing di Comlabs ITB. Dan gue rasa juga ada beberapa kegiatan serupa di hari itu, bisa dosen, karyawan, Unit-unit teknis ITB, atau pun unit-unit kegiatan mahasiswa. Waduh,.. ini kan nama baik kampus Gajah Duduk.
Memang tidak bisa di hitung secara tangible besarnya kerugian tersebut. Namun tentunya kerugian besar bagi ITB umumnya dan pihak-pihak terkait khususnya. Lalu siapakah yang harus disalahkan atas kejadian ini? Jusuf Kalla kah? atau pihak ITB? Yah,.. tidak mungkin menyalahkan kedua pihak ini, karena satu sama lain saling terkait dan saling membutuhkan.
Dalam salah satu jawaban di forum rileks, ada yang menyarankan bisa saja pihak-pihak yang dirugikan memberikan gugatan class action kepada JK. Hmm,.. tapi gue yakin bukan semudah itu memberikan gugatan kepada RI02. Jika tidak bijak dalam menganalisa kejadian ini, bisa-bisa malah masuk dalam lobang yang kita gali sendiri.
Terlepas dari saling menyalahkan, seharusnya ada sebuh follow up ke depan untuk menyikapinya. Itu harus dalam pandangan gue. Seperti misalnya tentang masalah persiapan, dan terutama SOSIALISASI. Ya.. SOSIALISASI., atau istilah enaknya KOMUNIKASI.
Kenapa gue menitikberatkan pada SOSIALISASI a.k.a KOMUNIKASI? Karena hal ini pula yang sudah sering terjadi di kampus ini. Enam tahun gue berada disini dengan 3 kepimpinan Rektor yang berbeda, masalah komunikasi lah yang sering menjadikan berbagai kasus blunder di kampus ini pada final execution-nya. Apakah itu antara sesama Rektorat, Rektorat – Dosen ataupun Rektorat – Dosen – Mahasiswa. Bahkan,.. sesama MAHASISWA pun bisa terjadi komunikasi yang buruk, nah lho..
Kalo tentang buruknya komunikasi sesama mahasiswa ini, gue rasa mahasiswa ITB yang udah cukup lama berdiam di kampus ini tahu apa maksud gue.
Ya, begitulah kisah di hari Sabtu lalu. Seperti yang gue katakan diatas, ternyata seorang JUSUF KALLA bisa Membuat kebesaran “KAMPUS GAJAH DUDUK” bisa menjadi “TIARAP”.
————–
Link terkait kronologis kejadian ini di :
Jusuf Kalla Datang, Kampus ITB Steril
Jusuf Kalla: Kompromi itu Penting!
huhahahaha, centil amat desain blog lu…hahahhahaha
=)
btw lu ulang taun tem? kok ga ngajak gw makan makan sih =(
[Reply]
hihihi.. JK exclusive?? dari mananya??
hehhee..
btw, pasti waktu bikin theme, desain img-nya irit.. hahaha..
bikin sndiri kan?
[Reply]
iya neyh.. desainnya bagus.. mau kah Anda berbaik hati untuk membuat saya? satuuuu ajah! Lho? kok jd ikut2an benx sama bodhi komen2 soal theme? heuheuheu xD
btw, soal JK.. ummbbbb.. kapan ya JK main ke kampus Reformasi? kalo kejadiannya begini mending jangan ngarep2 deh Ke’.. hehehe xP apa udah pernah ya, cuman karena saya menderita penyakit sukagangehsamakeadaansekitarkampussayadansukatelatnyimakbrita2seputarkampus, jg ga tau. ahah xP
tp saya masih ga mudheng nih mas.. sebenernya mas kapucino ini kuliahnya diITB apa di kampus gajah tiarap, eh, gajah duduk???
[Reply]
Apa kabar ITB??? Emang kumis dah boleh masuk kampus sekarang??
[Reply]
Sabtu seru deh pokoknya
[Reply]
Kampus Reoformasi = Trisakti
tapiiiiiiii, theme nya bagus bangeddd yaaaa… yummeee… x9
[Reply]
Iya, gua di dalem. Tapi nggak ikut ketawa pas dia melawak. Nggak lucu, apa boleh buat.
[Reply]
Pingback: Warung Kapucino » Sebuah Kisah Tentang Mengajar