Warung Kapucino

Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda

Tuesday, April 17, 2007

Kami Adalah Putra Putri Terbaik Bangsa..

Heuhuehue… Ketawa dulu… :D

Pertama-tama, label diatas adalah sumber inspirasi gue dari blog IPDNMania . Namun kemudian gue tersadar, ternyata gue mendapat 2 kali label yang sama selama gue hidup :)

Pertama, doktrin di SMU gue, mengatakan bahwa gue, dan temen2 almameter SMU gw adalah Putra Putri Terbaik Bangsa.

Kedua, di Kampus Gajah duduk ini. Lebih seram lagi doktrin nya. “Selamat Datang Putra Putri Terbaik Bangsa”, terpampang jelas ketika gue mendaftar di ITB. Dengan latar putih dan tulisan merah. Heuheuehu…

Ga tahu gue apakah semua almameter anda2 juga mendoktrin-kan seperti ini? Arogansi? Atau semacam Spirit Building?

Kembali kepada Blog IPDNMania . Gue ga tahu siapa pembuat dan pemilik blog ini. Namun dari postingan2 di dalamnya, sepertinya emang dibuat oleh kalangan IPDN sendiri, atau kalau gue boleh berasumsi dibuat oleh alumni mereka. Kenapa alumni? Karena postingan2 yang muncul cenderung surat menyurat, email atau diskusi yang SEPERTINYA terjadi dalam komunitas alumni. :)

Terlepas siapa pembuatnya, dan itu bukanlah hal penting bagi gw, gw sekedar menyorot postingan2 yang menggambarkan emosi dari komunitas IPDN/STPDN. Dari setiap postingan disana mengambarkan kekecewaan mereka terhadap judgement masyarakat terhadap institusi mereka. JUJUR saja, gue sendiri melihat media memang sangat gencar mengeruk semua berita, samapi sedetil2nya apa yang terjadi di IPDN/STPDN. Sejak kasus Wahyu Hidayat, media sarat terhadap kritik untuk istitusi ini. JUJUR sekali lagi, salah seorang terpidana juga adalah sahabat gue. Tanpa menafikkan apa yang terjadi, fakta yang terjadi, penyelidikan kasus, dan hingga hukuman yang jatuh terhadap temen gue tersebut, tetapi gue mengakui beliau sahabat gue. Seseorang yang gue kenal TOP dan baik hati. Dan JUJUR juga gue tidak menafikkan bahwa di dunia ini hanya SATU hal yg kekal, yaitu “perubahan”. So,. gue ga tahu apa yang terjadi dilingkungan barunya dia sehingga nasibnya seperti saat ini, dan semakin meyakinkan gue bahwa, “Manusia bisa berubah”. :)

Itu adalah sekedar kata2 bijak gue menanggapi kejadian di IPDN. :) Pandangan Personaly. Because i see it personally for each head there .

Pendapat gue terhadap sistem? Ya, jelas ada yang salah dengan sistem disini. Dan gue tidak bisa menafikkan hal tersebut. Harus diakui sebuah sistem feodal memang mengundang musuh di tataran dunia yang semakin liberal dan pluralistik. Gue mengatakan feodal? Benar, karena hirarki yang dianut bagi seorang pamong disana terkesan feodal. Jika taat aturan diartikan taat hukum, itu adalah demokrasi. Tetapi jika taat aturan diasumsikan taat pada kehendak hirarki, itu adalah budaya feodal. Memang cara pandang yang gue simplifikasi.

Sebenarnya gue jenuh dengan sekolah2 kedinasan seperti ini. Entah berapa banyak sekolah gini mengundang kualifikasi terbaik mereka untuk bergabung. Namun, telinga kepala gue sendiri mengdengar proses seleksi yang MAEN DUIT misalnya, terserah tanggapan gue ini dianggap bluffing, flamming atau isu. Tetapi SILAHKAN ANDA SENDIRI, DI DIRI ANDA MASING2 RENUNGKAN, pernah tidak mengetahui hal tersebut? Adik2 anda mungkin?Saudara anda? Teman2 anda?

Dari proses penerimaan saja sudah di asup oleh praktik kotor, korupsi dan kolusi. Gue kutip istilah Pak Susilo, sang Rektor UNDIP di posting sebelumnya (Kalau Masukannya Sampah, Maka Yang Keluar Juga Sampah) , sepertinya istilah ini sedikit bisa dipakai. :) Bayangkan saja, secara psikis, dan mental para calon mahasiswa sekolah dinas ini sudah harus memahami, “Nak, beginilah sistemnya. You harus ngerti ini..” Mental seperti apa yang bakal dibentuk jika start nya sudah begitu?

Sekolah kedinasan2 di Indonesia menyedot anggaran besar dari setiap departemen. Selain ada asupan juga dari Departemen Pendidikan. Namun ongkos terbesar di tanggung departemen bersangkutan. Dan gue sekedar miris saja, uang yang banyak jika digunakan oleh sistem yang salah, sama aja dengan mubazir.

Saat ini Blog IPDNMania membahas dan berusaha mendiskusikan sendiri, apa yang salah. Sayangnya komentar yang muncul bukanlah mengarah pada pencarian, diskusi yang sehat berpikir bersama APA YANG SALAH?? Namun yang muncul adalah maki2an, hujatan dan selentingan. Setiap postingan bisa dikomentari hingga 20 - 40 komentar. dan gue MERASA LUCU,..lucu sekaliii… Seperti masuk pada panggung negeri dagelan. Sang Dipersalahkan berbuat salah dan berbuat kejam, kemudian jurinya berlaku anarkis tak jauh beda dari penjahatnya… Memang, dunia kekerasan bukan hanya milik IPDN saja, kita semua ada didalam sistem yang Ndablek ini…

Berbagai opini dari pihak IPDNMania muncul mengangkat suara membela hak mereka. Bahkan ada yang mulai berpikir bahwa sebenarnya semua ini adalah flamming,setingan untuk membunuh institusi ini. Lebih ekstrim lagi ada pendapat yg mengkaitkan kasus booming nya kekerasan IPDN sebagai agenda komunis. Gilak!! Kalo dari gue, simple saja menyikapi isu2 tersebut… Meminjam salah satu tagsline iklan rokok,.. “Tanya Kenapa?? ” :)

IPDN adalah salah satu sekolah dinas di Indonesia. Masih banyak sekolah dinas2 lain yang kita tidak tahu apa dan bagaimana di dalamnya proses yang terjadi. Dan gue selalu berpendapat : “Kita ini adalah korban sebuah sistem yang salah, kita kaya dan miskin juga korban sistem yang salah, kita berperang dan membunuh juga korban dari sistem yang salah, bahkan ketika kita menjadi pemenang pun kita adalah KORBAN dari sistem yang salah…”

….

…..

Tulisan ini adalah opini pribadi, bersumber pada bacaan, pandangan, pengalaman yang terekstrak pada segelas kapucino. Sekedar kopi dengan rasa yang berbeda.

Dedicated to the Systems Victim in IPDN. The Dead Young Men, the Prisoner and all The Survivor at IPDN, especially Hendi Setyadi. I’m back of you Brother :)

posted by Leksa at 8:58 pm  
 

9 Comments »

  1. orang baik mati muda.

    Comment by benx from INDONESIA
    April 18, 2007 @ 4:08 am
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.3 on Windows Windows XP

  2. Selalu waktu yang disalahkan jika terjadi sebuah perubahan, ini bisa kita lihat bagaimana banyak orang sering mengatakan bahwa sekarang zamannya sudah edan atau zaman mau kiamat… another excuse. Sehingga semua dijadikan permakluman bahwa semua tingkah laku manusia berubah hanya karena waktu. Bagaimana dengan kata bijak berikut ini ” semakin tua semakin bijaksana”… nyatanya banyak juga yg semakin tua semakin bejat.

    So… I’m with you bro. Sistem yang merubah segalanya. Hanya sistem yang bagus yang akan menghasilkan komunitas yang bagus.

    Comment by yunita from INDONESIA
    April 18, 2007 @ 7:36 am
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

  3. tapi gw rada kurang setuju sama lu tentang manusia berubah. “personality manusia” yang berubah, karena manusia sebenernya tetap dan ga berubah, itu kalo lu tau siapa diri lu sebenarnya. Kalo ada yang bilang ke gw.. “gila bod, sekarang lu berubah, ya..” maka reaksi gw adalah senyum simpul setipis talas.. “nggak kok, cuma bulu idung gw rada panjangan dikit..”

    SETUJU, BENX! ALL HAIL PLANKTON!

    Comment by bodhi from INDONESIA
    April 18, 2007 @ 3:41 pm
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.3 on Windows Windows XP

  4. gadjahmada ga ada thu slogan bgtuan.
    ntahlah terkadang spirit spt itu dibutuhkan.

    Comment by anonymous from HONG KONG
    April 18, 2007 @ 4:00 pm
    Using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

  5. @mbak Yunita
    Makasi da mampir mbak.. :)
    Bener juga,..waktu ngga bisa merubah kita..
    Tapi saya tetep percaya lingkungan bisa merubah kita..
    Tergantung seberapa besar jiwa kita, dan daya filter kita :)

    @bodhi
    Heheh..gue si pernah juga di katain. “Lu dag berubah Jal, ga kayak dulu..”.. Subjektif memang, makanya gue terima diputusin ama yg ngomong gitu.. :hallaahh malah curhattt… :

    @benx
    mati muda? Sorry mmennn…
    Gue mau umur panjang,.. tapi tetep baik hati.. :ngarepp: :P

    Comment by Leksa from INDONESIA
    April 18, 2007 @ 4:01 pm
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.11 on Windows Windows XP

  6. siswa ato alumni tidak ada yang salah… yang salah adalah yang membuat sistem yang berlaku di sana.. bisa saja kan acara perkenalan ato apa istilahnya.. memakai lembaga seperti miliknya Ari Agustian Ginanjar kan.. hasilnya lebih bagus.. lebih mendewasakan.. dari pada diserahkan kepada kakak tingkatnya yang stabilitas emosinya masih dipertanyakan

    Comment by Yusuf sOLo from HONG KONG
    April 18, 2007 @ 4:22 pm
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows Windows XP

  7. yaaa.. kita kan masih satu almamater bang..
    emank sih sistem kita disini udah salah, dan gw juga sadar..
    tp apa daya kalo yg ingin ngerubah cuma 1 atau 2 orang mahasiswa..
    yg ada malah kena surat sakti dr rektorat ke**rat..
    dsensor dikit tulisannya :D

    http://gredinov.blogspot.com

    Comment by gredinov from INDONESIA
    April 18, 2007 @ 8:23 pm
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.11 on Windows Windows XP

  8. ah,, kalo kata sayah mah bebas-bebas aja orang mau narsis ngomong ini ngomong itu…

    alah.. orang2 ITB juga pada kenyataannya bukan putra-putri terbaik bangsa kok, heheheh…

    pis ah..

    Comment by rime from INDONESIA
    April 19, 2007 @ 6:30 am
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.11 on Windows Windows XP

  9. […] terhadap kecaman masyarakat terhadap kasus-kasus kekerasan di IPDN. Dalam postingan sebelomnya (Kami Adalah Putra Putri Terbaik Bangsa.. ), saya berpendapat bahwa blog tersebut berasal dari pihak IPDN sendiri. Entah itu pradja aktif, […]

    Pingback by kapucino.org » Blog Archive » IPDNMania.wordpress.com, Rekayasa atau bukan? from UNITED STATES
    April 20, 2007 @ 12:19 am
    Using WordPress WordPress 2.1.2

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float