Ngegosip Sepak Bola Indonesia Setelah Kalah… +

Timnas Jaman Baheula, Piala Dunia 1938

Photo diatas dari Timnas Jaman Baheula, Piala Dunia 1938. Ternyata muka pribumi semua kan? :p

Tulisan ini bukan hinaan. Apalagi cacimaki buat Timnas Indonesia AFC 2007. Melainkan ungkapan kebanggan dan salut buat kalian. Kekalahan bukan segala-galanya. Kemenangan juga demikian. Tetapi semangat juang untuk menunjukkan bahwa kita memang bisa dan sepadan dengan sepak bola dunia, itulah yang terpenting saat ini.


Halaah… Idealis banget ya kedengarannya. Hehehe.. Biarlah, ga papa. Karena memang itu yang gue rasakan. Timnas kita udah menunjukkan performa maksimal mereka. Maksimal dalam pandangan gue karena dengan dukungan tim yang terbatas dan cedera, tetapi dengan olahan taktik Kolev dan semangat yang baik bisa memberikan pertandingan menarik. Sudah 10 tahun gue ga lihat Timnas seperti ini seperti layaknya dulu ketika tendangan “Bicycle Kick” Widodo menggemparkan Asia.

Gue bukan komentator sepak bola, tetapi gue sepakat dengan kebanyakan orang bahwa Timnas bermain bagus. Sedikit sorotan dari gue dari permainan Indonesia di Final AFC 2007 (sedikitnya gue berarti….).

Dari segi pertahanan, Indonesia sudah memiliki kualitas yang baik, baik dari kemampuan personal maupun organisasi lini pertahanan. Hampir dalam setiap serangan (Bahrain, Arab dan Korsel) Charis cs bisa men-counter serangan lawan. Tackle yang bersih, intercept striker lawan dengan timing yang bagus dan organisasi bola blunder yang baik. Ditambah kiper yang berpenampilan memuaskan. TOP lah….

Di lini tengah ada Budi Sudarsono dan si Syamsul, gue ga pernah ragu ama 2 pilar gelandang ini. Favorit gue tuh dua orang. Sayangnya dalam mengatur serangan, pemain kita masih ketinggalan dari negara2 besar layaknya Arab dan Korea. Terkadang telat dalam mengambil keputusan kapan run off the ball, drible atau passing, membuat serangan sedikit tumpul. Padahal sekalinya timing keputusan yang diambil tepat, serangan bisa menusuk dan membahayakan gawang lawan.

Jadi gue optimis, selama performa ini ditingkatkan, bukan tidak mungkin Timnas bisa bersaing di laga dunia lainnya.

Terus ada ungkapan pesimis, “aahh.. ini kan karena maen di kandang..emang jago kandang Indonesia tuu..”. Bisa benar bisa salah. Tetapi itu ga bisajadi alasan. Kenapa? Kalo dikandang kita bisa maen bagus, kenapa ga mungkin di kandang lain? Bener ga? Cuma masalah mental saja kan? Berarti mental juaranya ini juga harus dipupuk. Setelah sekian lama dicela dan dilecehkan insan bola Indonesia karena mental buruk permainan Timnas kita, sudah waktunya dukungan dan dukungan kembali di pupuk untuk Wakil-wakil bangsa ini.

Ada lagi yang menjadi kritik. Yaitu masalah stamina. Rata-rata permainan Indonesia bagus dalam durasi kurang lebih 70 menit. Jika performa ini bisa ditingkatkan, justru akan lebih baik.

Terus apa lagi yah…

Ohyaaa,.. tidak kalah penting semangat dan dukungan Fans, pendukung, dan insan sepakbola Indonesia. Sebagai pemain ke -12, setiap tepuk tangan, setiap alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, adalah bahan bakar tambahan bagi Timnas kita. Gue ga pungkiri ini. Karena teman2 gue yang hadir di Senayan cerita yang sama (huks.. ga bisa nonton langsung..) . Bagaimana menggemanya Senayan oleh lagu Indonesia Raya seperti ada energi tambahan yang membuat semangat juang berlipat-lipat. Kadang menjadi haru biru, kadang membuat bulu kuduk berdiri. Jelas bahwa dukungan dari setiap rakyat Indonesia adalah kekuatan tambahan untuk Sepak Bola Nasional kita.

Terusss… Hmm masalah yang mungkin masih jadi PR bagi sepakbola Indonesia. Masalah kompetisi dan liga nasional. Iya,.. ini hal yang penting dan sangat mendukung sepak bola kita ke depan. Coba bayangkan kalo Liga masih dipenuhi nuansa pembinaan prematur, atau perang fans yang merusak.Harus disadari hal ini membunuh regenerasi Timnas kita. Karena kalau bicara bibit pemain bagus, Indonesia tidak jelek lho… Lihat saja Timnas U-12 kita yang mampu menjadi semifinalis tahun lalu dalam Danone Cup 2006. Mengalahkan Italia, Rusia dan beberapa tim Eropa yang notabene kelas dunia. Bukti bahwa Indonesia juga memiliki bibit-bibit top. Hanya saja, ketika memasuki masa pembinaan lanjutan, baik di kompetisi dan liga, semua bibit itu hancur. Karena tidak adanya pembinaan kompetisi yang sehat. Gue jadi inget sebuah pesan dari teman dari Komunitas Hattrick Indonesia :

Mengenai SSB betul apa yang anda sebutkan tadi bung Leksanadra,SSB memang mandiri.Baik dari segi financial maupun perlengkapan yang lainnya.Biasanya seh ada yang mensponsori gt,tp sponsornya personal (pribadi).Aku ambil contoh salah satu SSB yang berada di kota Cirebon (t4 aku lahir) yang kebetulan dulu juga tempat ku belajar maen bola adalah murni bentukan beberapa orang yang notabene gila bola dan juga menaruh perhatian yang tinggi ke sepakbola.Dulu yang aku inget,kita kadang kesulitan ketika akan bertanding ke luar kota Cirebon dikarenakan biaya yang ga ada (harap maklum).
Dan pendidikan atau pembibitan model SSB inilah yang selama ini menjadi jantung perkembangan sepakbola di tanah air.Di beberapa kota besar semisal Jogjakarta,ada beberapa SSB yang berafiliasi dengan klub2 lokal amatir yang tergabung dalam kompetisi PSS (misalnya),dan bbrapa klub lokal amatir di Sleman yang selama ini menyumbangkan pemainnya ke PSS ada nama seperti AMS Seyegan yang juga sebagai klub pertama Agus Purwoko (bek kiri PSS) serta beberapa pemaen PSS lainnya.Di Bandung juga demikian,beberapa klub amatir bergabung ke dalam kompetisi Persib Bandung dan satu klub amatir yang paling terkenal yang tergabung dalam kompetisi tsb adalah PS Uni yang juga pernah membina Atep (gelandang Timnas).Namun berbeda dengan apa yang dilakukan Persela Lamongan dan Pemkot Lamongan.Disana secara regular,Pemkot Lamongan akan mengadakan kompetisi berjenjang di kota tsb.Dimulai dari seleksi tingkat desa,kompetisi di tingkat kecamatan yang melibatkan beberapa tim desa,yang kemudian menuju tingkat Kota Lamonga.Nah di kompetisi tingkat Kota Lamongan inilah,bebera talent scout (bhs kerennya pemandu bakat) dari tim Persela Lamongan akan memantau beberapa pemain yang dianggap berbakat di kompetisi tsb.Setelah dibuat daftar oleh talent scout tsb maka pemain2 tsb akan diseleksi di Persela.Dan beberapa nama yng pernah hadir dari kompetisi tsb adalah Taufiq Kasrun (Bek Persela) dan juga Gery Setia Adhi (Striker U-23,klo ga salah).
Moga info ini bs bermanfaat bagi leksa dan semua kawan2 di HT ini.Yang disayangkan adalah tidak adanya kompetisi nasional antar SD,SMP dan SMU seperti yang terjadi di Jepang misalnya.Ataupun kompetisi di tingkat junior bagi peserta2 Liga Indonesia.Yang ada cuma Piala Suratin yg notabene adalah kompetisi U-18 yg melibatkan klub2 liga Indonesia dengan tim U-18 nya.Klo PSSI mau serius seharusnya dibuat secara berjenjang mulai dari kompetisi U-10,U-12,U-15,U-18 dan juga U-20.Serta dibukanya school of Excellent bagi pemain2 muda berbakat u/ lbh mengasah kemampuannya di sekolah tsb,sprt apa yang terjadi di Inggris,yang bbrp jebolan school of excellent Inggris diantaranya adalah Jhon Terry dan bek kiri Chelsea Ashley Cole dan masih bnyk lainnya.
Salam olahraga!!

Jadi pihak yang paling vital untuk direvolusi lebih lanjut adalah PSSI!! Iya PSSI.. Kenapa?? Layaknya dalam sebuah pasukan perang, walau prajurit2 nya sudah skill full, udah keren banget lah…, tapi kalo Komandan Batalyon-nya ngaco, ya tetep aja satu batalyon tersebut siap-siap mampuss… Apa yang salah di PSSI?? sepertinya kalau masalah ini terlalu panjang list-nya.. Eforia gue dengan Timnas yang oke bisa rusak lagi kalo inget2 PSSI yang macam ‘eek…

So, akhir kata, REVOLUSI PSSI..!!! (lha .. kok.. )

9 Responses to “Ngegosip Sepak Bola Indonesia Setelah Kalah…”

  1. setuju gw. kita pemain udah bagus, pelatih kelas dunia, tapi organisasinya acak-acakan. susah juga. yang penting organisasi harus bener dulu. :D

    -IT-

  2. ada seorang yang harus disingkirin dari PSSI; nugraha besoes. ni orang macem kutu loncat n sebenarnya biang keladi semua kekacauan di PSSI, bukan ketuanya.

  3. ranking FIFA naik 16 peringkat ceunah.. bener ga?

  4. @Ridwan : awa ga berani koment soal si basus… tapi ya setali tiga uang lah ama si Nurdin… -_-

    @bodhi :
    iya bokk, timnas eike naek nih,.. sayang masih belom peringkat 79 kayak dulu (September 1998)..

  5. hidup Endonesah….!!!

  6. sama, gw juga dah bangga, apalagi bisa nonton langsung kemaren. bagi gw ada beberapa hal bisa dikatakan bahwa Indonesia Menan !g, tentunya bukan pengurus PSSI-nya :D . Tentang kegagalan timnas untuk lolos atau jadi Juara, mungkin bukan kali ini, mungkin bukan di Kandang kita…. tapi kita sudah bisa menantikanya, bukan hanya memimpikannya…. Hidup INDONESIA !

  7. berapa sih perputaran uang di pssi 1 musim pertandingan, sampe rela jual harga diri dan korban kan nama bangsa. Dasar mata duitan…………

    ganyang PSSI lho maksud saya renovasi..halah maksudnya reformasi PSSI

  8. dapet poto dari mana nih??

  9. […] ada Belanda. Yap, negeri “Londo” yang pernah menjajah Indonesia. Bukan karena saya anti Timnas Indonesia dan PSSI-nya. Tetapi memang permainan generasi muda Belanda yang luar biasa buat […]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>