Tambang Batu Bara Kecil, Mungkin Ga Yaaa??

Apa yang menarik sebagai seorang lelaki muda? Pulang malam? bergadang? Minum-minum bersama teman? Pacaran? atau yang lain?

Heuhue.. sepertinya kesenangan yang seperti itu sudah harus gw tinggalkan. Berhubung kost yang sekarang punya jam malam sampai jam 11! Wew.. Tetapi ga papa lah.. Wong emang udah diniatkan untuk membenahi rencana-rencana masa depan yang tertunda. Mungkin Tuhan sengaja ngasih kayak gini buat membantu rencana-rencana gw. Walaupunnn,..walaupun sebenarnya banyak cara ngakalin si bapak kost. Tadi aja gue cerita ke dia kalo gue emang terkadang butuh OL malam2 buat kerjaan, jadi harus ke warnet karena sementara belom masang koneksi di kost-an. Ehh.. si bapak malah bilang

“Anak muda kan terkadang suka ga perhitungan, Mas. Ga sadarkelakuan e malah mengganggu ketertiban..Tapi saya percaya sama, Mas. Kan situ juga yang paling “TUA” disini. Wong emang susah juga kalau mengatur waktu bagi yang bekerja… Nanti khusus buat mas saya kasih-kan kunci gerbang depan.”

Busett dahhh,.. ga di Bandung atau di sini tetep aja gue dianggap orang Tua (Paakk,..KTM saya masih 2007, lhoo… ). Atau emang tampang gue udah cocok ber-anak 2 kali yee..Arghh..

Hmm.. itu obrolan2 tadi pas pindah2. Sekarang bukan mau omongin tentang kepindahan gw. Kita membahas hal yg agak serius sekarang (yaeelaahh…). Sedikit menyinggung ke-ilmuan kuliah gw (huahahaha…). Biar gw ga terlalu dianggap durhaka ama profesi pertambangan.

Beberapa hari lalu, temen nya gue disini, kebetulan punya kenalan yang sedang mencari info tentang klasifikasi batubara. Karena dia jurusan perminyakan, jadilah ia menghubungi gw. Pas banget karena gue lagi di sini ngurus2 kuliah.

Berbekal pengetahuan yang cuman se-empil biji jagung, gue coba bantu. Si Mas tersebut (sebenarnya lebih cucok dipanggil Bapak sih..) memberikan saya hasil analisa sampling dari sebuah kontraktor penambangan yang lumayan punya nama di negeri ini. Selembar Report analysis dari analisa batu bara.

Ini bukan pertama kali gue dapet hasil sampling batu bara. Praktikum dan ujian2 kuliah dulu juga pernah menyajikan data yang sama dengan persoalan yang sama seperti diminta si Bapak. Pertanyaannya “Batu bara ini bagus apa tidak?” Kalo dalam istilah tekniknya digolongkan dalam Rank apa dan kemudian diturunkan menjadi keputusan layak tambang atau tidak.

Gw mencoba memperkirakan kasar data-data tersebut. Termasuk bagus sih. Dengan Kalori di atas 7000 KKal/Kg, bisa dikatakan termasuk bagus mengingat rataan batu bara Indonesia pada kisaran 6000 KKal/Kg. Tetapi untuk mengklasifikasi juga masih dibutuhkan data-data kualitas lainnya yaitu :

  1. Data Kualitas Analisis Proximat : jumlah air (moisture), zat terbang (volatile matter), karbon padat (fixed carbon), dan kadar abu (ash)
  2. Data Kualitas Analisis Ultimat : kandungan unsur kimia pada batubara seperti karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur jarang.

Selain itu juga digunakan Formula Parr dalam penentuan British Thermal Units (BTU). Yang nantinya akan memberikan angka limits BTU per Pound nya (Dry, Mineral Matter Free) :

Ke semua data tersebut biasanya dihitung dalam sebuah tabel standard, yang biasanya di pakai adalah ASTM, 1981, op cit Wood et al., 1983.

Coal Rank

Gambar dari http://steel.org

Namun terpenting diketahui oleh para awam yang ingin mengelola batu bara, bahwa sample yang dianalisis tidak bisa hanya berasal dari satu log bor core saja. Dibutuhkan beberapa sample untuk memberikan data keseluruhan kualitas batubara tersebut. Karena dari sini juga lahir nilai rata2 kualitas batubara dari keseluruhan seam yang ada. Mungkin data yang diharapkan akan tampil seperti ini :

Contoh Data Rataan

Sumber Ilmu Batu Bara

Bagi beberapa pertambangan besar, mereka dengan mudah (karena dana yang banyak) bisa mengklasifikasi per-blok-nya untuk kualitas tertentu. Sehingga bisa mensuplai ke semua industri yang memerlukan batu bara sebagai sumber energinya. Karena memang setiap industri membutuhkan kualitas batu bara yang berbeda. Dan jelas harga batu bara tersebut juga berbeda.

  • Hardcoal, adalah batubara yang mempunyai nilai kalori diatas 5700 kcal/kg (23,26 MJ/kg). Hardcoal terdiri dari batubara steam, batubara coking, bituminous dan antrasit

 

    • Batubara Steam adalah batubara yang dipakai di ketel uap (boiler/steam generator) dan tungku pemanas. Yang termasuk dalam kategori ini adalah batubara antrasit dan bituminous. Nilai kalor bruto (Gross Calorific value) nya lebih besar dari 23.865,0 kJ/kg (5700 kcal/kg) dan dibawah batubara cooking.
    • Batubara Coking adalah batubara yang bisa dipakai untuk membuat kokas untuk bahan reduktor di tungku peleburan baja (blast furnace). Nilai kalor bruto (Gross Calorific value) nya lebih besar dari 23.865,0 kJ/kg (5700 kcal/kg) yang bebas debu.
    • Batubara Subbituminous, adalah batubara yang mempunyai nilai kalor bruto (Gross Calorific value) antara 17.435,0 kJ/kg (4165 kcal/kg) dan 23.860,0 kJ/kg (5700 kcal/kg)
    • Batubara Anthrasit, batubara yang mempunyai sifat-sifat seperti batubara steam
    • Batubara Lignit, adalah batubara yang mempunyai nilai kalor bruto (Gross Calorific value) dibawah 4.165 kcal/kg (17,44 MJ/kg) yang mempunyai abu terbang (volatile matter) diatas 31% dalam keadaan kering. Batubara lignit sering disebut sebagai batubara kelas rendah (Low Rank Coal), batubara jenis ini sering juga disebut sebagai Brown Coal.
    • Kokas, adalah hasil karbonisasi dari batubara steam pada temperatur tinggi. Produk ini dipakai sebagai reduktor pada peleburan baja.
    • Gambut, gambut adalah bahan bakar yang berasal dari tumpukan zat-zat organik dari tumbuhan yang terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Mempunyai kadar air tinggi (sampai 90%) mudah diambil, berwarna terang sampai coklat muda.
    • Briket, briket adalah komposisi bahan bakar yang dibuat dengan briketisasi batubara sub-bitumious, lignit atau gambut melalui karbonisasi atau bubuk. Briket lebih mudah digunakan dan mempunyai kualitas yang lebih baik daripada bahan bakunya.

    Kenapa kok gue malah memberikan posting seperti ini? Mungkin itu pertanyaan dari beberapa rekan blogger yang biasanya maen kesini.

    Begini, si Mas yang datang ke saya tersebut adalah cerita ke-sekian kalinya dari para penambang kecil batu bara. Dimana mereka masih buta dalam pengelolaan sumber daya energi ini. Ada kejadian seorang yang baru memulai bisnis batu bara kecil2an malah rugi besar, ada juga yang malah dananya habis untuk pembukaan lahan saja padahal belum memulai menambang. Bagi perusahaan sekelas PT Batu Bara Bukit Asam atau Kaltim Prima Coal, mungkin kejadian seperti ini nothing-lah buat mereka. Wong bisa produksi dalam ukuran lebih 2400 ton per-jam-nya.

    Bandingkan dengan pengusaha batu bara kecil yang rata-rata bermain dalam kisaran 50 – 200 ton perminggunya. Seperti beberapa lokasi tambang daerah lokal di Pulau Jawa dan Sumatra. Tetapi tetap potensi tersebut bukan berarti harus disia-siakan, karena kebutuhan batu bara bukan hanya untuk sebuah pembangkit listrik atau industri pengecoran sebesar Krakatau Steel. Masih banyak kebutuhan industri kecil dan bahkan industri rumah tangga yang juga dapat menggunakan batu bara sebagai sumber energinya. Belum lagi jika dimasukkan dalam program briket yang dulu sempat di genjot oleh pemerintah.

    Mungkin sekarang masih hangat pembicaraan seputar pengalihan kebutuhan energi dari penggunaan minyak tanah ke gas LPG. Memang batu bara dan briket-nya belum cocok digunakan di rumah tangga mengingat pengoperasiannya yang rumit. Tetapi bagaimana dengan industri rumah tangga, seperti konveksi/tekstil skala kecil, peternakan, makanan jadi atau mungkin sekalian warung makan padang misalnya. Gw yakin masih mungkin menggunakan sumber energi tersebut.

    Kembali kepada penambang kecil batu bara lokal. Bagi beberapa orang yang kaya akan pengalaman di dunia ini, mungkin pembicaraan kita sedikit bertele-tele. Dan gue sendiri juga ngerti, karena jujur saja terkadang jika dilapangan, intuisi “mereka” yang kaya akan pengalaman lebih manjur dari sebuah selembar data yang butuh proses bulanan untuk mendapatkannya. Tetapi bagi para pengusaha yang mau terjun ke dunia ini sangat penting untuk memahami kapan dan bagaimana mengelola teknologi dan pengalaman untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan kisaran harga batu bara dunia saat ini pada $40 -$45 per ton nya, sangat mungkin untuk mendulang profit di wilayah ini. Tentunya dengan memperkirakan strategi dan perencanaan yang matang.

    Seperti si Mas yang saya ceritakan, mereka sendiri belum tahu luasan area keseluruhan yang dapat dijadikan objek eksploitasi. Sampel batu bara pun hanya dikirim sebongkah untuk dianalisis. Padahal sangat penting untuk dapat memperkirakan besarnya cadangan karena ini pula yang dapat menjadi perhitungan berapa modal dan waktu yang dibutuhkan untuk memulai usaha di dunia ini. Belum lagi jika dimasukkan parameter kualitas rata-rata seluruh area penambangan karena setiap blok bisa memberikan kualitas yang berbeda. Dan sangat teramat penting adalah memngenal karakter lapisan batu bara tersebut, karena ini akan sangat berpengaruh pada besarnya modal dan waktu untuk mendapatkan si emas hitam tersebut.

    Perlu juga gw sedikit mengkritisi permasalahan birokrasi dan premanisme di dunia ini (ampuunn Om, sayah emang minim pengalaman dan bekingan..hehehe..). Bisa kebayang ga kalo ada cerita begini : Seseorang mengetahui secara kasar ada outcrop (lapisan batu bara / mineral yang muncul ke atas permukaan tanah) batu bara di area tanah nya. Lalu dia mulai menjajaki dengan teman terdekatnya. Si teman menawarkan bantuan dengan kongsiniasi sekian persen. lalu si teman itu menjajaki ke kenalan nya yang udah lama bermain di batu bara, di situ juga ada kongsiniasi sekian persen. Lalu si pemain batu bara mulai masuk pada level analisa sampling dan kontak-kontak ke teman-temannya di kontraktor, dan terpotong lagi kongsiniasi sekian persen. Terus Pengolahan data di kontraktor ada charge plus plus dengan kongsiniasi sekian persen. Lalu untuk memudah kan jalan di level kontrak butuh teman lagi, kongsiniasi sekian persen. Lalu mempermudah sewa ini itu untuk pembongkaran dan pengangkutan, kongsiniasi sekian persen. Lalu ijin ke Pemda dan pajak ini itu, kalo mau dimudahkan kongsiniasi sekian persen. Terus..terus.. pas mulai jalan, syukuran dulu dan undang aparat dan pejabat dengan kongsiniasi sekian persen. Terakhir jangan lupa centeng dan dukun juga harus dibayar sekian persen supaya produksi aman dari para pengacau, baik jin dan manusia. Hmmffhhh…. Pertanyaannya,.. berapa persen yang dapat di kelola menguntungkan?? Walau sampai sekarang dengan kondisi tersebut masih banyak tambang batu bara kecil yang bisa berjalan. Tetapi jika cost-cost tersebut masuk dalam analisis investasi penambangannya, tentunya itu mempengaruhi perhitungan apakah sumberdaya tersebut layak tambang atau tidak.

    Bukan tidak mungkin mengelola sebuah tambang batu bara kecil. Tetapi perhitungan dan perencanaan yang baik di awal akan sangat membantu dalam memperoleh hasil maksimal dan menguntungkan.

    Selesaaaiiiiiii curhat guee…..

    Ini adalah post pertama gue di Kategori Mining and Energy, semoga awet dan masih terus menulis seputaran masalah ini (Itung2 supaya gue ga terlalu jauh meninggalkan keilmuan gw…. dan segera lulusss.. malu ama mahasiswa baru .. :p )

    18 Comments

    1. hehehhe…

      ijal..

      Reply

    2. jadi udah masuk kuliah critanya neh….

      Reply

    3. beuh.. udah masuk kuliah, begini deh jadinya..

      Reply

    4. Pjelasannya sgt MudaH dimengerti

      ^-^

      Reply

    5. Mas,kalo masih ada cerita2 dan ilmu2 mengenai tambang batubara skala kecil tulis lg ya di blog atau sy minta tlg dikirim ke e mail sy..he2. Saya pengen meneliti tambang batubara skala kecil truz pengen ngasi sumbangsih (paling tidak) pemikiran dr penelitian itu ke penambang2 kecil. rencana sih sekalian buat di jadiin skripsi… Tp sy jg masih blm th mslh apa yg tepat diteliti ditambang kecil…

      ma kasih ya mas sebelumnya..
      saya bs panggil mas ap? btw,mas kuliah di mn?

      salam kenal ya mas :)
      _Waliz_

      Reply

    6. oia mas,minta alamat e mailny ya:)! thanks..

      Reply

    7. Brur, bagus juga…ceritain sampilng machine en washing plant donk!!! oia, minta alamat e mailny ya:)! thanks..

      Reply

    8. kami menjual ANFO Truck dengan kapasitas 8Ton (+- 700 Jt), 12 Ton (+- 800 Jt) belum termasuk Truck dan PTO serta pengiriman.
      Juga kapasitas dan mesin lain sesuai pesanan.

      Reply

    9. bobby kurniawan March 31, 2009 at 5:49 pm

      thanks bwt info nya cozt…biza q jadikan bahan tugas…. mksh ya…

      Reply

    10. mas kl mw ngitung konsentrasi debu tambang caranya gimana?

      Reply

    11. Apakah bisa menghitung gross calorific value dari nilai specific grafity, tanpa menggunakan bomb calorimeter?Bila ada tolong berikan rumusnya dan darimana referensinya. Terima kasih atas jawabannya.

      Reply

    12. Teuku Nagor Haru June 28, 2009 at 8:05 pm

      bagi siapa yang yang ingin membeli batu bara tolong hubungi saya di haru_shnrestbali.co.jp kami siap utk bersaing di pasar. kami punya lahan di Kalimantan yang mana siap stok selalu dapat di beli secara partai besar ataupun kecil. Bila berminat tolong hubungi e-mail addr ini,dan kita dapat ber negosiasi mengenai usaha ini trima kasih..!

      Note: kami suatu perusahaan trading (Legal)

      Teuku Nagor Haru

      08123853771
      03617925711
      haru_shinrestbali@yaho.co.jp

      Reply

    13. Boleh juga tuh, ada tambang batu bara kecil, biar orang kecil kebagian, habis yang punya KP biasanya orang2 gede terus

      Reply

    14. saya pengen menjadi org sukses tpi lkah prtama yg hrus sya jlanin ap yaa ??????????????????????

      Reply

    15. saya mnta dri mas or yg om buat ngsh tau gmn cra x lngkah sya spaya sukses
      SAYA ASli orang kalimantan syapa tau kta bsa brkrja sma …..
      d sni msh bnyk sh lhan yg kosong
      wn batu x sni tua2 jd bguz tok d krm

      Reply

    16. Mas mint alamat emailnya donk, kebetulan saya ngambil Tugas Akhir ttg kualitas batubara,

      Reply

    17. no hp atau pin BB nya ada mas? mau nanya secara pribadi ini kalau boleh ;D maklum mas minim ilmu prtambangan

      Reply

    18. bisa minta info untuk pabrik semen dan pabrik peleburan baja apakah bisa memakai batu bara dengan Gar rendah seperti gar 35 – 37? thanks

      Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>