Terbakar Juga Saudara-saudara…

Gue memilih diam dan cenderung untuk otokritik dalam permasalahan Indonesia – Malaysia.Tapi hati ini tetap riweuh dan terbakar setelah gue mencari-cari tahu lebih lanjut (sampai buka buku-buku sejarah Pra – Pasca konfrontasi dengan Malay). Entah itu adalah setingan dari zaman dahulu untuk menghancurkan negara ini, dan juga mungkin di masa kini.

Didukung pemerintahan masa orde baru yang buruk dalam memanage negeri ini, wajar saja jika infiltrasi tersirat pihak asing mudah menguasai dan mengontrol negeri ini. Gue ambil sebuah ilustrasi – kasar. Jika gue memainkan Game Earth [si Rime bawel, jd di edit] Age of Empire, DOTA, atau game strategi lainnya, strategi awal adalah dengan mengeksplorasi semua kemungkinan untuk pemasukan negara. Dan tidak lupa, mengecek tapal batas dengan negara tetangga, jika ada sumber pemasukan negara yang berada di tapal batas, maka dengan segera gue ke sana dan menklaimnya duluan sebelum sang tetangga mengambilnya jadi miliknya (beberapa game strategi ada yang memiliki feature ini-harus eksplorasi dulu untuk mendapat kan resource).

Lalu apa hubungannya dengan Malaysia? Read more aja dah, soalnya banyak “BAKAR2AN” hihii..

Continue reading →

Mikir Jorok…

Kemarin tengah malam gw terjaga..!! Karena pengen b***r..

Sambil b***r,.. sebuah pikiran busuk mengganggu otak gw…gara-gara “panas dingin” opini2 untuk si “Pesta”.

…..

Astofirulloohhh,..Apakah ITU adalah begitu..??!!Doohh,.. jangan2 gue juga bagian dari ITU selama ini..!!

semoga gue salahh…

….

Jika benar ITU adalah begitu, sepertinya gue bakal memilih hiatus dari ITU..

hmm..ahh.. paling cuman pikiran jorok gue karena b***r

au ah glap,… langsung lelap lagi sambil mikir si “dia”..

Eh,..  udah ce**k blom yah..?? ahh…Grookk…

——-

———

“Apakah Blogger (red-ITU) menjadi sebuah KELAS (red-Begitu) baru dalam masyarakat kita? “

Ternyata masih ada Adrenalin di badan gue…

Setelah ber-poesing2 ria dengan diskusi PB2007, riweuh2 pemilu IA-ITB (btw, 2 calon yg gue tau tetep make blog sebagai media info dan kampanye.. hay hay hay :p), ditambah temen yang lieur karena berkasus perdata polisi karena kasus pencemaran nama baik (hope you okey bro..), hingga sumpek sama maki2an ala Indonesia – Malaysia.

Hmff…

Tapi senengya diantara seliweran diskusi konsultasi sok berbobot itu, sebuah SMS masuk menanyakan

“Tiket bandung – yogya berapa?”

What The F***t™!!! (minjem istilah zazi hihi..)

Setelah beberapa balesan SMS sok2an, nanye2 alesan ga mutu teunan,.. balesan What The F***t™ kedua muncul

“Kan lo g bs k bdg :p”

Eniwei, btw , dan bussway..sendok garpu makan malam terpaksa diletakkan, dan nomor SMS di call untuk kepastian…

bla..bla… na..na..kresekk..sekk…. Ah,..loe mah bisa nya bikin geer doang..!!”, umpatan bernada kecewa dan sedikit bingung keluar dari mulut gue yang penuh ati ampela bakar…

Yaaa..

post aneh ga mutu ini.. Dont tek serius if yu don andersten..

But its for sure, for a while my adrenalin came close to the head because of it..

Thanks for remembering me that i have it,..

——-

*Pesan Sponsor : Blog dapat berefek buruk bila digunakan sebagai boosting, flamming, killing, campaigning, curhating, ceting dan keriting…

So, this post categorized as CAMPAIGNING..

tik tok..tik tok..

Memeriahkan Hari Blogger Nasional??

Blonjo KupatSebenarnya mau review banyak hal disini. Tetapi karena bingung juga mau bagaimana me-review-nya, ditambah saya yang menuju lokasi kemarin dengan modal ASLI CAP FEKIR BENWIT™, maka no photo apalagi tiga grepe-nya.

 

Sebenarnya saya kemarin itu sedang ada kuliah tambahan sabtu. Dateng seperti yang saya janjikan ke mas Anto, sebelum acara dimulai dan TANPA KAPUCINO SEKARDUS . Saya sampai di sekitaran Puskom UPN jam 9-an. Ketemu ama Mas Annots, Ariz (kalo ga salah sebut, maaf..) dan Hardi (maaf jg kalo salah sebut nama, tapi tahunya si Mas ini dari UMY).

Setelah kuliah yang bikin ngantuk selesai, langsung berger ke … ATM dan mengambil duit, dan sarapan kesiangan karena emang blom makan dari Pagi. Hahaha.. sorry telat ..

Setelah itu baru ke Puskom UPN, sempat bingung juga, karena di peta awalnya hajatan bakal berupa pesta kebonn kitahh dihalaman depan tempat saya dulu ngedaftar masuk dan “jumpa pertama” dengan Mas Annots (halahh..kek judul lagu aja). [singlepic=12,320,240,watermark,right]Ternyata tidak di situ acaranya saudara2. Karena acara bergeser di ruang hotspot area puskom, bawah tangga deket kolam ikan (untung rencana Mas Kai mancing di kolam batal.. kalo ga kasian Mas Annots :( ..di DO rektor ntar.. ckaka…).

Disana saya ketemu sama orang2 yang mungkin sempat saya singgahi blog-nya untuk numpang baca2, melihat aksi – reaksi blogosphere™ akan kasus2 dunia *tsahhh… Mengingat saya yang kurang gaul dan bukan tukang ronda ngelilingin blog tengah malem jadi ga semua temen di sana saya tau blog-nya. Tapi sepertinya kedepan bakal jadi tukang ronda beneran. Mau gimana lagi coba, kerjaan malam mulu siahh.. sighh… T_T.. .Tapi setelah mencoba 2 – 3 bulan ini, emang paling sehat itu ol malam sambil blogwalking! (lha iya tho, dari pada, muter2 nyari link bokep, .. mending ngejunk sehat! kekeke… <— tafsirkan sendiri..).

Jujur saja, saya orang yang suka lupa ama orang, jangan kan nama, wajah pun suka lupa kalo sekedar lewat ketemu sebentar. Kecuali kalo ama model Mas Annots, yang tiap hari bisa ketemu kalo numpang ngenet di warnet Puskom. Jadi buat rekan2 di Blonjo Kupat™, maaf kalo2 lupa nyapa pas ketemu di tengah jalan.

Tapi ada wajah2 yang akrab buat saya. Zam, megingatkan saya pada Ahmadinejad. Zazi, ini pasti inget karena paling imut diantara muka2 mesum tua. Mas Anto,..hmm sepertinya pernah liat disalah satu sinetron TV, lupa saya Mas. Mas Pepeng, wah kalo ini suhu mah, dari gelangnya juga udah pasti wajib diinget. Nico, nah blog ijo yang sering datengin blog nya rime, avatar blogspotnya itu lhoo,.. ganteng sekalee.. tak heran isi koment nya banyak awewe..ckaka.., jadi saya juga pasti inget. [singlepic=6,320,240,watermark,left]Kailani, wah link blog nya belum terdeteksi ama saya, tapi mudah dikenal dari kaos IGO-nya..huehue, semoga kaos itu terus dipake kalo ketemu2 saya lagi.

Buat yang lain maaf,.. mungkin bisa dengan dimulai nyampah di komentar blog saya, dan sukur2 saya bisa lacak anda sampai ke Prenster™. Kalo ngga, ya kita ketemu lagi di session berikutnya :D .

Dan tentang Pesta Blogger 2007 di Jakarta, no comment deh. Cukup obrolan saya di posting sebelumnya menjawab apa dan bagaimana pendapat saya tentang acara itu. Walaupun setelah mendengar report dari beberapa teman yang hadir, sepertinya memang begitu adanya anekdot acara PB2007 terjadi.

Dengan ditetapkannya Hari Blogger Nasional sehari sebelum Sumpah Pemuda, semoga bisa mejadi hajatan kita BERSAMA menuju Indonesia yang lebih baik dalam memajukan Media Internet sebagai salah satu kekuatan Pembangunan negeri Indonesia Raya. BERSAMA disini dalam arti untuk semua onliner, entah itu blogger, forumer, miliser, gamer, geekser, Adminer, cetinger, dan semua er er lain yang menggunakan media Internet.

Dan bagi blogger khususnya, semoga kita semua bisa menjadi blogger yang berguna dalam hidup kita sendiri, teman, lingkungan, masyarakat, dan bangsa ini.

Untuk photo2, saya copaste dari Annots dan Anto. Segera nanti dibikinkan Gallery (karena saya juga mau bikin..lumayan jadi ujicoba). So, stay chun on this Warung. Ohya, kelupaan, kalo mau liat review dari beberapa pendatang laen, silahkan ke link2 diatas. Lebih Seru review-nya!! :)

–UPDATE PHOTO– (..klik read more)

Continue reading →

"Rethinking"

RETHINKING…

 

Banner Plesetan Malaysia as MalingsiaSaya meminjam kata di atas dari sebuah post di blog yang rutin saya kunjungi dalam melihat perspektif berbeda untuk permasalahan yang terjadi di negeri ini. Terlepas apapun dan siapapun blog berlabel Intel itu hadir, tetapi saya menyukai tulisan-tulisan dan perspektif yang disampaikan penulisnya.

Namun di sini “rethinking” yang akan saya coba ungkapkan adalah persepsi saya terhadap ramainya cacian dan makian yang terjadi saat ini di antara 2 negara tetangga, Indonesia dan Malaysia.

Sejujurnya saya sumpek dengan komentar-komentar, baik itu dalam forum online, obrolan bersama teman-teman saya dan juga ramainya media massa yang mengangkat konflik “riweuh” ini karena isinya cuman buah menjelek-jelekan dan memancing emosi serta makian.

Saya berani mengungkapkan rasa “sumpek” ini kepada rekan-rekan yang membaca. Benar-benar sumpek. Apakah saya sendiri tidak cinta dengan negeri ini? Indonesia? Justru karena saya mencintainya saya mencoba rekan-rekan untuk me“rethingking” ulang pemahaman anda terhadap konflik kita dengan negara tetangga Malaysia, maupun konflik batin dengan negara-negara lainnya.

Dalam persepsi kita bangsa Indonesia, Malaysia mencuri lagu dan beberapa objek budaya kita. Jika boleh saya katakan atribut budaya yang kita ributkan dengan Malaysia adalah sebagai objek. Karena kita manusia yang menggunakan atributnya adalah subjek-nya. Seberapa patut si subyek memanfaatkan ke-maha-an objek tersebut? Terlepas dari nilai kebenaran mutlak siapa pemilik yang “haq” dari berbagai objek budaya tersebut, karena jika bicara penelusuran hak milik, maka yang bermain adalah persepsi kita terhadap nilai kebenaran yang absurd oleh sejarah manusia.

Indonesia sendiri sudah dari dulu memliki ahli-ahli sejarah dan budaya yang memetakan berbagai atribut sosial kebudayaan dan kekayaan adat istiadat di seluruh pelosok negeri ini. Sebut saja Prof. T. Jacob, seorang Guru Besar Antropolog Ragawi dan juga ahli ilmu sosial dan perdamaian di negeri ini (“Selamat jalan, Pak.. Semoga harum pemikiran anda tetap hidup di hati negeri ini…”) atau K.R.T. Hardjonagoro yang didaulat sebagai pelopor batik Indonesia di masa Bung Karno.

Apakah saya tahu tentang 2 ahli sejarah dan budaya tersebut? Apakah saya pernah membaca buku-buku mereka tentang kekayaan budaya negeri ini? Padahal mereka hanya sebagian kecil dari banyaknya ahli yang berkontribusi menyumbangkan pemikiran atas pembangunan sosial budaya di negeri ini. Saya TIDAK mengenal banyak dari karya-karya mereka dan pemikiran mereka. Hanya sedikit kepedulian saya hingga tiba waktunya sekarang saya semakin sumpek dengan ramainya maki-makian yang berseliweran saat ini.

Memang kepedulian terhadap sesuatu hal baru muncul ketika sesuatu yang buruk terjadi terhadap hal tersebut. Kita baru berkoar-koar memiliki dan marah ketika salah satu lagu kita dicuri. Kita baru teriak lantang ketika budaya kita diambil. Berkoar, marah dan teriak lantang menyalahkan pihak pencuri.

Tetapi pernah kah berpikir, kemana saja kita selama ini? Apakah kita sudah menjaga apa yang kita punya dengan baik? Apakah kita sudah merawat apa yang kita miliki dengan layak?

Saya terenyuh jika mereview bagaimana saya sendiri juga masih terkontaminasi dengan budaya barat dalam keseharian saya. Tetapi saya memahami itu sebagai sebuah kewajaran, sebagai human being yang berakulturasi dan berkontemplasi dengan sosial budaya di dalam kehidupan harfiahnya. Dan syukurlah saya tidak pernah menklaim bahwa budaya barat yang ada di bagian diri saya adalah jatidiri saya pribadi, apalagi sampai menklaimnya sebagai budaya sendiri.

Dalam dunia yang terus berkembang ke arah globalisasi saat ini, bukanlah waktunya berpikir manja untuk disuapi. Maksudnya adalah sudah sepatutnya kita sendiri merawat apa yang kita punya sebelum diambil oleh tangan-tangan asing. Bukan sekonyong-konyong malah bermental busuk untuk berkolaborasi memberikannya ke tangan asing. Ini berlaku untuk beberapa situasi dan kondisi di negeri ini .

Tidak perlu saya detailkan ungkapan kalimat tersebut diatas. Saya rasa rekan-rekan yang disini bisa memahami apa yang saya maksud.

Kemudian untuk kondisi yang lain lagi, ketika sudah tercuri baru berkoar teriak lantang dan memaki orang lain pencuri. Hey bung, selama ini kita kemana saja?! Apakah kita sendiri sudah cukup menjaga agar tidak tercuri?

Dunia semakin mengarah pada kehidupan persaingan bebas. Semua negara tentunya bersaing untuk semakin maju ke depan. Dan ini konsekuensi alami jika banyak kepentingan negara-negara yang semakin saling berpotongan satu sama lain.

Jepang mengembangkan teknologi Bioindustri yang luar biasa, bahkan terakhir mereka bisa mengembangkan industri Tempe dengan cara lebih advance, terus kita teriak bahwa kita kecurian lagi??!! memang kita kemana selama ini? Apakah kita telah menempatkan perhatian terhadap makanan lokal bergizi kita itu? Simpel nya lagi – Sudah layakkah perhatian pemerintah terhadap penelitian-penelitian anak bangsa ini?

Uncle Sam punya kepentingan terhadap negeri kita, jelas itu mah. Terus solusinya apakah dengan memaki USA karena mereka seenak perut begitu masuk-masuk dalam kebijakan ekonomi negeri kita? Yaa,.. justru sekarang seharusnya berpikir bagaimana kita membentengi diri agar tidak mudah dipotong-potong oleh mereka. Simpel kan?

Saya tidak menjelekkan rekan-rekan yang menjiwai budaya barat dalam kesehariannya. Saya tidak memaki rekan-rekan yang mengharu biru dengan dorama Korea atau anime-anime Jepang. Karena itu adalah kontemplasi teman-teman dalam memahami akulturasi budaya di era global sekarang. Sekonyong-konyong tidak juga mediskreditkan rekan-rekan yang sekedar pragmatis berlabel budaya lokal walau tidak paham maknanya.

Saya hanya berkeluh kesah untuk kita yang semakin lupa dengan cara menjaga apa yang kita miliki. Saya hanya bersedih terhadap mental kita yang tidak mau mengembangkan apa yang kita punya.

 

Ini adalah tulisan curahan hati disertai sedikit sekali fakta, “cuma segelas kopi dengan rasa berbeda”.

Sebuah opini lain tentang konflik Indonesia – Malaysia yang saya pilih untuk rekan-rekan simak adalah milik Mas Iman.

Selamat me”rethinking” untuk kita semua.

 

**Image ilustrasi diambil dari http://malingsia.blogspot.com, edited by Leksa