2 postingan saya sebelumnya ( iyahh.. gw lebih bangga ngelink tulisan gw sendiri ketimbang ngelink tulisan orang… huahaha), saya mengatakan kalau kita-kita yang di online ini, termasuk para blogger yang mungkin termasuk anda, adalah beberapa masyarakat Indonesia yang beruntung mendapat sedikit kelebihan. Kelebihan yang dimaksud adalah menjadi bagian 9% dari penduduk Indonesia yang menikmati fasilitas Internet. Dan saya yakin 9% ini pun adalah orang-orang berpendidikan, terdidik diantara jutaan masyarakat kita yang sama sekali tidak memperoleh pendidikan. Dan biasanya orang berpendidikan itu banyak membaca, mampu berdebat dan memiliki pandangan atau pendapat dari pemikiran-pemikirannya. Bandingkan dengan tetangga-tetangga kita lainnya yang tidak mendapat pendidikan. Belum lagi jika ditanya mengenai internet, sekedar mencari sumber inspirasi opini saja tidak semudah saya yang hanya tinggal klik Google. Ah,.. terkadang saya merasa masih kurang bersyukur kalau menyadari ini.
Kakak saya nun jauh di kampung sana, tidak mengerti bagaimana membuat email, dan baru saja ribut-ribut kepanikan karena buat ngedaftar CPNS belakangan ini kebanyakan informasinya terpusat di Ibu Kota Negara dan pengumumannya kebanyakan di internet. Adik saya yang baru saja masuk sekolah komputer, kemarin menanyakan kepada saya bagaimana caranya konek internet dari telepon rumah. Dan jangan tanyakan bagaimana Ibu saya, sekedar sms saja masih meminta bantuan adik saya. Hehehe,.. sekali lagi serasa saya jadi orang paling beruntung jika mengingat itu.
Sementara itu buat saya, internet sudah menjadi “rumah persinggahan ke-2″. (Lha iya,.. karena kalo “rumah ke-2″, gw mending milih rumah pacar gw lahh..). Yah, blog mungkin salah satu rumah persinggahan itu. Friendster? ya ini juga bisa dibilang begitu (sorry guys, buat yang ga suka ama nih Situs,..tapi gw masih dapet manfaat berkali2 make nih situs). Dan masih banyak yang lainnya. Dan bahkan untuk ngisi perut, saya harus menggunakan Internet. Ketimpangan yang jauh sekali dengan kondisi keluarga saya di kampung sana.
Memang internet itu luar biasa. Jika dulu jamannya diskusi tentang realita sosial berlangsung biasa di pojok-pojok kampus, komunitas-komunitas sudut kota, sekarang sudah beralih di dalam blog dan mungkin forum-forum, serta milist-milist. Tapi bukan berarti ruang interaksi di luar internet tersebut mati, masih banyak ruang-ruang diskusi terhampar di setiap penjuru Indonesia Raya. Saya masih percaya itu.
Diskusi-diskusi pun mengalir di dalam seliweran bandwith. Dan saya sekali lagi seperti postingan saya sebelumnya (hahahaha….lagi!) tetap berpendapat sama, bahwa apapun hadirnya saya dalam media Internet, entah berupa blog, member forum, milist atau bahkan akun Friendster sekalipun adalah bentuk pengwajantahan (bener ga tulisannya, Kram?..) saya dari dunia nyata. “What i think thats i said , what I see thats i share, what I feel thats i wrote”.
Menunjukkan jati diri dalam dunia maya tidak harus selalu dengan menunjukkan siapa nama saya, ibu saya, sekolah saya, maupun pacar saya. Sekedar ide kecil njelimet saya pun bisa saja menjadi identitas saya yang kemudian lahir sebagai asumsi di kepala-kepala yang mengenal saya di dunia maya. Saya bisa menjadi apapun, mencitrakan diri saya apapun kepada khalayak online. Ketika saya berada di IGO Kaskus, maka identitas saya adalah seorang penggemar sensualitas wanita-wanita lokal negeri ini. Ketika saya berada di forum manga, maka identitas saya adalah seorang maniak komik-manga Jepang. Ketika saya berkomentar di situs programming, maka saya menjadi seorang programmer. Ketika saya menulis postingan kritik pedas terhadap Presiden, bisa jadi seketika saya dituding sebagai seorang Residivis.
Begitupun jati diri di dunia nyata. Tidak ada bedanya dengan ketika saya memilih komunitas di dalam dunia maya. Dimana saya sering nongkrong, maka itulah asumsi yang muncul di kepala orang-orang yang baru mengenal saya. Saya bisa bersembunyi dengan label apapun dalam komunitas saya. Menciptakan citra diri yang saya inginkan di pemahaman mereka. Kalau memang saya merasa nyaman untuk membohongi diri saya dan mereka, berperan sebagai orang lain bisa saja saya lakukan. Siapa yang menjamin teman-teman Cahandong yang baru bertemu saya sekali dalam kopdar kemarin benar-benar telah mengenal saya?
Saya pernah menjadi ABG. Anda mungkin juga mengalami masa ABG. Mungkin juga yang membaca ini ada anak-anak ABG. Sepertinya berat menjadi ABG di zaman komersial dan bertajuk B’Gaol seperti saat-saat ini. Tuntutannya harus gaol begini begitu. Tidak gaol sedikit, maka ditinggali temen-temen. Memilih tidak gaol, jadi makhluk cupu yang direndahkan komunitas ABG-nya. Ya, mungkin terlalu berlebihan. Tapi itu ada dan menjadi realita sosial di lingkungan kita. Bukan kapasitas saya mengatakan itu salah atau benar, tetapi perlu dipahami, lahirnya kondisi ini tidak terlepas dari kebutuhan dasar manusia untuk mendapatkan pengakuan dinyatakan ada. Dan ketika di dunia maya pun, kebutuhan dasar manusia yang satu ini masih berlaku bagi setiap onliner, apalagi seorang blogger. B’gaol itu ternyata penting jika tidak ingin dianggap sekedar ada.
Bagi blogger kurang gaol seperti saya (bukan tidak gaol, cuma kurang..hahaha..), bergaul online cukup berperilaku layaknya hidup sehari-hari menginjak bumi. Berperilaku sesosial mungkin, atau se-Gaol mungkin. Saya bisa menjadi alim, menjadi marah, menjadi cemburu, berlaku kasar, suka bersedekah, berdebat, tidak mau kalah dan lain-lain sebagainya yang saya sering lakukan di dunia nyata.
Lalu apalah pentingnya bagi saya menjadi seorang Blogger kalau begitu?
Tidak berarti apa-apa bagi saya. Karena pada akhirnya ketika saya dicap menjadi blogger, maka saya paham.. saya juga menjadi manusia.
Post credited to :
Nilla, yang mengaku tidak B’gaol sampai subuh tiba
Mbak Hanum, yang mau adu keras kepala dengan saya.
bentuk kenarsisan yang amat sangat nyata.
”
mentrackbcak ke postingan sendiri
oia bro, selasa malam sediakan waktu, ada invasi manusiasuper ke jogja! lokasi mesum di angkringan kali code, nanti kontak lagi via YM.
Comment by antobilang
—
Mozilla Firefox 2.0.0.7 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 10:34 am
Using
Blogger juga manusia yo Leks?
Sip…(ini sumpah gak ditanyain lagi deh artinya)
pertanyaannya, kepala siapa yang benjol di adu2 gitu Leks?
Comment by hanum
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 1:55 pm
Using
ada istilah baru lagi “Blogger gaol”
Comment by annots
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 5:28 pm
Using
@anto : Ya.. i love narcism..
@hanum : huahaha.. kepala sapa? saya yakin kedua kepala pasti benjol2
@annots : Apa perlu make ini mas “Blogger Gaol™ ”
/
Comment by leksa
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 7:41 pm
Using
huuuuuuuuu… kenapa ada nama gw-nya di sana?


*
Gw tau kalo gw itu ga B’gaol *heh, bahasa apa seh ini?*, tp ga usah diksh pengumuman segala dunkz!
btw…
Bang Ojek… nanya dunkz!
Jd inti postinganmu ini apa?
*dudulznya lg keluar!
Comment by Juminten a.k.a Nilla
—
Mozilla Firefox 1.5.0.12 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 8:38 pm
Using
@juminten a.k.a Nilla : YAP, gue tahu loe
emangga dudulz…Comment by leksa
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
November 12, 2007 @ 8:51 pm
Using
semoga kedepan masyarakat Indonesia paham akan teknologi juga blogger..
Comment by andi bagus
—
Mozilla Firefox 2.0.0.7 on
Windows XP
November 13, 2007 @ 6:53 am
Using
9% bukanya 3% ?
Udah naik yah, btw salam kenal ya
Comment by Raffaell
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
November 13, 2007 @ 10:49 am
Using
dr 3% jd 9% diantaranya ada aq tuh..yg br aktip kembali berblogging ria..
Comment by stey
—
Internet Explorer 6.0 on
Dopod D810
November 13, 2007 @ 5:49 pm
Using
@andi : amiinnn
@Raffael : 9% yang melek internet mas
, ga tahu deh persen yang ngeblog
@stey : eh met kembali, Mbak.. situ bagi2 editing dari assylum yg terbaru donk
Comment by Leksa
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
November 14, 2007 @ 3:15 am
Using
mEMANG LEBIH SUSAH MEMPEROLEH PENGUASAAN ILMU TEKNOLOGI
Comment by thedeck
—
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP
February 6, 2008 @ 7:07 pm
Using
[…] Gambar diambil dari sini […]
Pingback by Blogger Itu Impoten? | Blog Dokter
—
WordPress 2.3.2
March 9, 2008 @ 10:08 am
Using