Romantika Kota-Kota

City memoryAdakah di antara rekan-rekan yang merindukan sebuah kota tertentu? Saya yakin sekali pasti ada. Apalagi bagi seseorang yang doyan jalan-jalan atau memang kerjaannya membutuhkan jalan-jalan dari satu kota ke kota lainnya.

Dulu, ketika saya masih tinggal di Banda Aceh, saya sangat merindukan romantika kota Lhokseumawe, tepatnya di kampung halaman kakek saya di “Desa Kandang”. Di sana ketika masih kecil, saya sempat beberapa kali mengikuti acara keluarga. Kami, para anak-anak, menikmati kenakalan dengan naik bukit, jalan-jalan ke hutan, mandi di sungai, memasang perangkap burung puyuh dan bakar-bakar ikan serta burung puyuh. Ada juga pengalaman lainnya tidak terlupakan ketika dikejar anak babi hutan. Sebuah kejadian yang sampai sekarang tidak pernah kami ceritakan kepada orang tua-orang tua kami.

Kota-kota lain di Sumatra juga menjadi kunjungan resmi dan tidak resmi saya di masa-masa itu. Dari Padang hingga Tebing, Sumatra Utara. Semua kota tersebut memliki nuansa yang masih terngiang-ngiang di kepala, seperti tidak rela jika terlupakan sedikit saja momen-momen indah ketika berada disana.

Lalu ketika SMU di Magelang, saya merindukan kota Banda Aceh dengan segala kenangannya di masa-masa SMP. Padahal dari awal menginjak Pulau Jawa, saya sudah berniat untuk menjelajah Jawa lebih jauh lagi. Dan jadinya Pekalongan, Semarang, Yogya, Pati, Bandung menjadi persinggahan di saat-saat liburan sekolah.

Ketika kuliah di Bandung, walaupun kota ini awalnya dirindukan ketika liburan masa SMU, kesan tersebut menjadi hilang ketika kota ini mejadi tempat saya berteduh selama bertahun-tahun. Dan seperti biasa saya tidak menyia-nyiakan untuk mengarungi kota-kota Jawa Barat lainnya selama saya hidup di Bandung. Terkadang juga sesempatnya kembali ke kota-kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan Sumatra. Kesan yang muncul dalam setiap perjalanan memang luar biasa. Mengunjungi Yogyakarta dengan rasa romantis, atau kembali ke Sumatra dengan kangen yang bergelut di hati.

Setiap kota punya cerita pendek tersendiri buat saya. Ada kisah-kisahnya yang khusus dengan teman yang berbeda-beda. Bukan hanya urusan dengan wanita yang lantas berkenalan atau sejenisnya, walau itu juga kadang menghias memori, tetapi lebih pada menikmati udara, suasana, asesoris dan tata laku masyarakat nya. Sepertinya itu lebih ter”cap” di kepala saya.

Mungkin sudah jadi kodrat manusia untuk mencari kesan di dalam memori. Bagi saya sendiri menikmati perjalanan antar kota tersebut juga memiliki nuansa tersendiri. Entah itu dengan berganti-ganti bus, kereta malam, kapal laut ataupun pesawat. Momen-momen menunggu di stasiun, pelabuhan, bandara dan bahkan terminal sekalipun, apalagi di kala malam hari hingga subuh tiba adalah puncak kenikmatan tersendiri. Geliat hidup yang berbeda dari normalnya perjalanan waktu di dalam kota-kota besar dan desa-desa.

Namun uniknya sebuah kota yang menjadi tujuan romantis berlibur tersebut, justru menjadi biasa dan mengalir saja ketika saya sudah berteduh di dalamnya. Saya kangen dengan segala nuansa adem Yogya dan Magelang ketika saya berada di Bandung dulu. Tetapi saat ini ketika telah berada di Yogya, kota ini menjadi ruh tersendiri buat saya, dan saya malah merindukan nuansa Bandung yang dulu membuat saya sumpek.

Romantika antar kota, memang menjadi luar biasa buat saya. Tetapi saya malah berpikir kemudian, tidak satu kota pun akhirnya yang menjadi lebih berkesan. Terlalu subjektif, dipengaruhi waktu dan momen, bercampur gelisah di hati. Rasa yang sangat manusiawi memang. Sebuah paradoks saja dimana ketika saya kangen akan kesan sebuah kota, maka kesan itu menjadi hilang ketika saya menetap disana. Dan akhirnya malah menjadi pertanyaan buat saya, lalu apakah pantas kita meributkan kota mana yang lebih berkesan antara satu dengan yang lainnya?

24 Comments

  1. wuah saya cinta semarang, meski panas tetapi tentrem, eh tp saya juga suka jogja ding :-?

    Reply

  2. Cieehhh, yang habis ketemu calon bini di Bandung, mana oleh-olehnya? *dapet calon bini buat saya juga gpp deh…*

    Reply

  3. aprikot : semarang opo yogya? hayooo… konsisten atuuhh :D
    annots : Masya Allahhhh,… calon bini? NPWP dulu Mas :((

    Reply

  4. setuju, dab!

    setiap kota punya kenangan, sejarah, karakteristik, dan cerita masing-masing..

    tapi untuk sekarang, saya masih cinta Jogja.. :D

    Reply

  5. yakin jogja adem?! *kipas-kipas sambil buka baju*
    :((

    betewe, saya kangeeen banget sama bandung…
    sempet tinggal disana 2 minggu dan ketagihan pengen tinggal terus.

    tapi, saya cinta mati sama bali, yah kampung halaman saya jeh…

    betewe met kenal, saya suka nih, sama lay out nya ^^

    Reply

  6. @zam : ndoyok trip selanjutnya yak , Zam :x
    @iphan : yogya emang puanas :(.. iku adem maksudnya lebih ke suasananya :x

    Reply

  7. saya cinta kota manapun yang banyak makhluk manisnya

    Reply

  8. kota yang paling nyaman :-? ya emang jogja berhati nyaman ;)

    Reply

  9. yang banyak cowok manisnya nto…??? :-\”

    ahh saya jadi kangen sorong :d

    Reply

  10. jagjo eh jogja!!! aku selalu kangen jogja…

    Reply

  11. Terlalu subjektif, dipengaruhi waktu dan momen, bercampur gelisah di hati.

    tsssssahhhhh……keren juga bahasanya! puitis euy…..!!! xixixixixixixi

    enak ya dah bisa jalan kemana mana, kapan saya diajak ke banda aceh?

    @venus: mrene nek wani!

    Reply

  12. hooh saya masih cinta jogja…

    Reply

  13. @anto : halah2 nto,.. kayak cowo ga laku aja kamu :))
    @anapalis : hoho bener mas..
    @celoteh : hmm.. itu tuh kota2 timur Indonesia, belum terjajaki ma saya..
    @Venus : jadi,..kapan ke jogja Mbak :-/
    @didit : situ lulus dulu, ntar nge jobs aja di aceh.. mosok jawa terus .. :D
    @ekowanz : hehehe… saya sih belum, tapi sepertinya akan.. :”>

    Reply

  14. hola bro leksa,,salam kenal,,,tks buat sarannya, cuman ya itu bro, saking katrokna saya ya ndak mudeng,,hehe :d:d

    Reply

  15. ah manusia.. selalu merindukan sesuatu yang jauh disana. . .merindukan hal2 yang tidak lagi ada. . ..

    saya ngga rindu suasana jakarta yang sumpek. .
    saya ngga rindu suasana pontianak yang puanas puollll ..

    saya cinta jogja lah pokoknya. . .

    Reply

  16. rindu jakarta ….:((:((:((

    Reply

  17. *saya udah dari ujung timur ampe ujung barat*

    :d/

    *nggaya mode on*

    Reply

  18. Saya cinta Riau titik!
    sama Padang juga tentunya ^:)^
    eh, ga ada yg nanya saya, ya? :d

    Reply

  19. dulu saya cinta jogja. sekarang? cinta banget :d/

    Reply

  20. @ika : di bantuin mbak? :”>
    @funkshit : sama! Jakarta bukan bagian dari kota yang saya kangenin
    @puputs : tuhkan, yang ini malah kangen jkt :))
    @celo : waaa pengen :((
    @nieke : ga ada yg nanya?? gue selalu mendengarkan elu kok, Niek :”>
    @ndoro : jadi kapan ngajak si Buanadara ke Yogya, Ndoro .. :D
    @mitra : hehuehue.. Malang? hmm.. cuman bisa ketawa :D

    Reply

  21. Setiap kota pasti punya keunikan sendiri.
    Kita merindukan kehidupan sebuah kota jika kita tak lagi berada dikota tersebut…benar juga.
    Tapi sebegitu sumpeknya Jakarta, saya tetap cinta Jakarta, kotaku yang kedua setelah kota kelahiranku. Kalau tugas ke luar kota lebih dari seminggu, udah pasti ingat Jakarta.

    Reply

  22. Setiap kota adalah unik.
    Dan tentu saja selalu menyisakan kenangan tersendiri.

    Reply

Leave a Reply