Kalau Ndoro bilang blog ini cuma trend sesaat, mungkin untuk sekedar blog numpang nyeleb benar adanya. Tetapi justru di ruang-ruang publik internet lain adalah sebaliknya. Sejumlah diskusi panas di beberapa forum-forum internasional dan situs social network sudah melebar kemana-mana. Gesekan-gesekan di level masyarakat dan grassroot kedua negara sudah bukan lagi diskusi sehat tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi sudah pada saling memaki, merendahkan harkat martabat masing-masing negara, resolusi dengan berperang, hingga mengancam untuk saling menyabotase tahun kunjungan wisata 2008 kedua negara, entah secara opini atau dalam bentuk fisik. Apakah kelakuan seperti ini sudah termasuk bentuk kejahatan intercontinental/international?
Coba kita lihat kondisi Malaysia sendiri, yang kini diliputi kecemasan akan Ethnic Cleansing setelah demo yang dilakukan sebagian komunitas India di Malaysia (HINDRAF) beberapa waktu lalu. Dan sampai sekarang isu-nya terus berkembang mengarah ke berbagai sentimen lainnya. Memang situasi ini sangat kental oleh unsur politik. Membuat saya teringat juga kalau kondisi politik internal yang sama tidak jauh berbeda terjadi di Indonesia dalam kilasan-kilasan suram sejarah bangsa ini. Sebut saja setiap masa-masa peralihan kekuasaan yang punya daftar hitam. Dan sampai sekarang pun masih ada sedikit intrik berupa sentimen agama, dibasuh oleh berita-berita ajaran sesat dan Islam Garis Keras. Tidak lupa pula memasukan konflik vertikal disintegrasi yang tak kunjung selesai.
Memang ada usaha kedua negara untuk me-rekonsiliasi dan membentuk tim kerja mengurusi masalah ribut-ribut budaya ini. Tetapi yang terbayang di kepala saya adalah para petinggi-petinggi cuma duduk-duduk saja di tiap rapat pertemuan berganti-ganti di kedua hotel megah kedua negara. Menghabiskan biaya setiap rapat untuk menentukan jadwal rapat lainnya.
Semoga negative thinking saya di atas salah. Tolong buktikan bahwa saya salah.
Saya tidak bicara Malaysia sebagai “Malingsia. Apalagi mengatai orang-orang Indonesia sebagai Mat-Minah Indon. Karena jika berpikir dalam posisi saya dengan KTP Indonesia, malah saya lebih cenderung berpihak pada Indonesia. Tetapi coba kita meletakkan permasalahan secara tepat dalam ruang hubungan 2 negara yang seharusnya. Kalau perlu dalam kerangka sebagai sesama manusia. Serupa dengan seharusnya Indonesia bisa meletakkan masalah-masalah disintegrasi bangsa dan konflik horizontal dalam kerangka kemanusiaan secara utuh.
Sekedar mengingatkan kembali kepada kita sebagai warga Indonesia Raya. Bahwa jangan pernah berpikir bahwa negara lain adalah salah adanya sebelum kita berpikir apa yang salah pada diri kita. Mengutip sebuah pemikiran dari Senopati Wirang, “Self Awarness negara kita ini yang kurang”. Bullshit kalau kepala kita men-dogma-kan hidup dalam berhubungan antar negara adalah aman-aman saja. Harus disadari bahwa sudah kodratnya manusia untuk saling memiliki kepentingan satu sama lain. Begitu pun dalam ukuran negara-negara. Sudah kodratnya dalam hubungan antar negara, suatu negara memiliki kepentingan terhadap negara lainnya. Jika negara lain mengatur segala cara untuk bisa memaksakan kepentingannya itu kepada negara kita, itu adalah memang tugas mereka, kepentingan mereka, politik mereka. Pertanyaannya, seberapa besar kita waspada? Dan seberapa besar kita bisa mengedepankan kepentingan kita dalam berhubungan antar negara-negara dunia? Dan itulah tugas kita, saya dan siapapun yang mengaku merah putih di dadanya.
Kembali kepada ribut-ribut kusir maling budaya yang terjadi. Saya jadi berpikir yang ribut-ribut diberbagai media forum, social network dan portal online tersebut bukan lagi cendikia-cendikia kedua negara, bukan lagi orang-orang pintar, apalagi pejabat-pejabat negaranya. Mungkin kelompok-kelompok sosial menengah keatas ini sudah tidak peduli lagi dengan masalah ecek-ecek seperti ini, dan lebih baik memikirkan prestige dan gaya sosial hidup masing-masing di keseharian. Mungkin saja seperti anda? Dan mungkin juga saya…
ehmmm, mikirin yang ruwet itu bikin mumet. mending berbuat di hal2 yang sepele dan kecil dulu…tapi klo petinggi2 itu duduk doank dan nggak nyelesein apa2, gw setuju deh….(semoga aja ini g bener
….
Comment by cewektulen
—
Mozilla Firefox 2.0.0.8 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 10:25 am
Using
Bu wartawan ol pagi2…

ayyoo jualan koran dulu sonohhh…
Comment by Leksa
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 10:39 am
Using
Wow, blognya mantaap! Salam kenal donk.
Comment by bangbadi
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 12:55 pm
Using
just start from ourself, that’s it
Comment by didut
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 1:35 pm
Using
opini yg menarik bro
Comment by detnot
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 3:17 pm
Using
tajam sekali tulisanmu bro
btw tadi pagi gw komen 2 kali ke blog lo kok gak bisa masuk ya? 
Comment by tukangkopi
—
Mozilla Firefox 2.0.0.3 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 9:03 pm
Using
mungkin yang ‘malingsia’ butuh pengakuan, biar dikata ‘truly asia’..
Comment by ireng
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 8, 2007 @ 10:35 pm
Using
@bangadi : salam kenal juga bang




@didut : nah.. itu yg susah Om
@detnot : makasih Bos..opini situ yg serupa juga menarik
@tukang kopi : ini cuman tulisan, bukan silet
@ireng : wala Nduk, tumben ke warung ku.. TA DULU SONOH!!
Comment by Leksa
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 9, 2007 @ 5:35 am
Using
emang, kyknya ribut2 di forum2 internet itu cuma bahan chit-chat aja.. nggak merepresentasikan polemik skala negara, iya gak?? ya.. kyk kita2 gini, itung2 bwt bahan obrolan =D
klo masalah hambur2in biaya mah.. udah wajar di pemerintah, bikin ga bikin tim, kyknya duit akan hilang juga.. karena sistem..
Comment by yayan
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 9, 2007 @ 1:06 pm
Using
lagi2 soal malesia. . .
“
moga2 masalah ini bisa selesai sendiri
Comment by funkshit
—
Opera 9.21 on
Windows XP
December 9, 2007 @ 3:49 pm
Using
wodoh, tulisane abooot
Btw, asal daerah sampeyan kan lebih dekat dg malesia ya, gmn tuh rasanya *hambarrrr*
Comment by annots
—
Opera 9.24 on
Windows XP
December 9, 2007 @ 6:08 pm
Using
asline sing ribut ki yo cah2 kalangan grass root kok…wes ahh..abooot tenan cah tulisanmu
wis uripku ki aboot ditambah abooot 
Comment by ekowanz
—
Opera 9.10 on
Windows XP
December 9, 2007 @ 10:17 pm
Using
Menurut-ku, ke-timbang kita sakit kepala dengan semua ke-ribut-an ini tapi bukan berarti tidak nasionalis lho
. Apakah tidak lebih baik kita memulai untuk men-cintai budaya kita ter-lebih dahulu, dan men-jaga kelestarian-nya? 
Comment by extremusmilitis
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 10, 2007 @ 1:52 am
Using
buat koment2 yang diatas :
lhaa ini..
apa situ udah nyaman dengan kursi duduk situ skrg?
bentuk apa agar urusan ini bisa selesai? ngeblog? bikin website database budaya? opo demo? hayo pilih..
atau kembali ke diri sendiri katanya, seperti setiap hari make batik-blankon, acara tv ne ganti wayang, acara MTV diganti musik daerah, mendongeng ke anak2 kita cerita gatotkoco?
terkadang kita lupa apa yang dimaksud dengan “mulai dari diri kita sendiri..”
@mas annots : Ndak hambar Mas.. ga ada hubungan aceh dan Malay seutuhnya, selain prasangka GAM disupport oleh Malaysia ampe skrg..
Comment by Leksa
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 10, 2007 @ 2:15 am
Using
saya mau bilang apa, saya juga tidak tahu. mau ikut2. kok sepertinya tidak penting, tidak ikut, kok jiwa saya ingin menyuarakan rasa nasionalisme dan cinta damai saya.
– cuma berusaha
Comment by yanworks
—
Opera 9.24 on
Linux
December 10, 2007 @ 3:12 am
Using
seperti ketika kita menunjuk seseorang, satu jari telunjuk mengarah ke seseorang bukankah justru 4 jari yang terkepal itu malah menunjuk ke diri sendir?
Comment by aprikot
—
Mozilla Firefox 2.0.0.8 on
Windows XP
December 10, 2007 @ 8:35 am
Using
self awareness kita yang kurang, ya? hmm…iya juga ya? menarik ini…
Comment by venus
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 10, 2007 @ 8:44 am
Using
tem…
lupakan dulu urusan beginian
lu jamu dulu gw weekend ini di Yogya, okeh
see u, boyz
Comment by benx
—
Mozilla Firefox 2.0.0.6 on
Mac OS X
December 10, 2007 @ 12:13 pm
Using
aihhh..ternyat rumidh sangadh jugak yakk….
Comment by Hoek Soegirang
—
Mozilla Firefox 2.0.0.6 on
Ubuntu Linux
December 10, 2007 @ 1:59 pm
Using
re-thinking..
and i am re-thinking about my life, about what had happened these years
so many things i want to change but couldn’t do it
Comment by rara
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
December 11, 2007 @ 1:05 am
Using