Oh My-Indonesia … Oh My-God

 

My-Indonesia Website
Ngga habis pikir. Masih aja ada yang kejam dengan kondisi Bangsa yang semakin sulit.

Pantaskah situs ini berbudget 17.5 Miliar ?

 

Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik Direktorat Sarana Promosi Depbudpar mengatakan dana untuk pengembangan situs ini pada 2006 mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan pada 2007, dana yang disiapkan mencapai Rp 5,5 miliar.

“Untuk 2008 disiapkan investasi Rp 10 miliar. Itu dana untuk pengembangan situs dan promosi. Dana itu didapatkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-red),” ujar Ratna.

Mahal dimananya? Design? Server? Aplikasi? atau Promosinya?

 

“Konten yang dijagokan dalam situs ini, ujar Ratna, mencakup beragam tempat tujuan wisata. “Kekuatannya adalah database tujuan yang beragam,” Ratna menambahkan.”

Databasenya belum lengkap lengkap lengkap lengkap sampai sekarang (katanya sampai 2007 udah berbudget 7.5M??). Mungkin untuk server, aplikasi dan design sahaja butuh waktu 2 tahun kali yak?

 

“Situs ini didukung oleh empat server yang berlokasi di empat benua, yaitu di Amerika Serikat (Benua Amerika), Singapura (Asia), Eropa, dan Australia. Lokasi server di empat benua itu dimaksudkan agar pengguna internet mancanegara yang mengakses situs ini secara otomatis dilayani oleh server terdekat.”

Emang harga Dedicated Server termahal saat ini dunia berapa sih?

 

“Selain itu, My-Indonesia.info menurut Ratna telah dioptimalkan sehingga pencarian kata kunci ‘indonesia info’ atau ‘indonesia tourism’ di mesin cari Google akan menempatkan situs itu pada posisi atas. Ratna mengatakan, pada 2006, 56 persen wisatawan yang datang ke Indonesia mencari informasi tujuan wisata dari internet. “

Yakin telah optimal? untuk KW “Indonesia Info” masih kalah ama situs Profil artis. Untuk KW “Indonesia Tourism” masih kalah ama situs pariwisata Jogja.com.

 

Dari sisi design sendiri, jujur gue berani bilang Katrok. Kenapa ga ngikutin trend style Web yang Glossy ala web2.0 yang lagi berkembang sekarang? (coba deh si Mbak Ratna jalan-jalan ke sini atau sini).

Untuk Aplikasi, seharusnya bisa pakai fitur-fitur dynamic dari layanan Google Maps kek (ini malah make peta dari flash yang cuman bisa lihat titik-titik merah doang..), atau aplikasi-aplikasi dengan genre web 2.0 dan social networking site. Nah ini,… RSS Feed aja gue ngga nemuin! Selain logo-logo Bookmark ini itu yang entah ada feednya atau tidak.

Untuk google map sendiri, sebenarnya gue rada geuleuh, kapan kita bisa bikin layer dan marker peta yang komplit kayak US ituh :( ? Seharusnya ada yang memulai dari sekian banyak developer di Indonesia rayah ini. Mumpung ada budget segitu, kenapa ga coba dimulai, menjadi perintis. Pasti juga akan mendapat sambutan meriah di kalangan developer website lainnya.

Sebagai tandingan situs sejenis dari negara tetangga, gue suka ama situs pariwisata Thailand nih. Cocok ama selera gue. :x

Review lainnya yang sangat menarik dari sisi design dan content bisa dilihat di blog ini . Thanks Om Ray buat reviewnya.

UPDATE :

Opini dari sisi server dan mesin belakang website ini ada di blog Mas Andri.

Opini dari sisi Internet Marketing, SEOKita, Brokencode dan Dexno.

Komentar menarik dari yang pengalaman mbikin situs pemerintah Mas Edo.

Supaya adil, ini tanggapan dari pemilik-pengelola situs tersebut. Namun tetap belum rinci menurut gue. :-w

Jawaban menarik dari salah seorang developer situs tsb, patut dinikmati dengan secangkir kapucino dari Mas Ardi (selamat bekerja Mas.. :beer: ).

KESIMPULAN sementara :

Tentu ini harus diusut,.. terutama angka 7.5M tersebut. Karena duit tersebut untuk 2 tahun mengembangkan web dengan hasil seperti ini. Harus dikritisi dimana efisiensinya. Karena duit segitu besar.. apalagi buat saya ..

Dan tentunya untuk kedepan, dengan semakin banyaknya pakar, praktisi yang melirik dan membicarakan ini di blog, forum, milist, dan media-media lain, harapan saya sih pemerintah jadi mawas diri. Dan developer web ini sendiri makin serius memberikan hasil terbaik. Semogaaaaa……. (padahal developer web-nya ndiri cuma kuli, yang bandit noh Broker-nya.. [-( ).

Dan semoga juga, broker-broker proyek IT serupa tapi tak sama, diwaktu akan datang makin pinter untuk membuat proposal yang make a sense. Pemerintah mungkin GuoBlookk, tetapi yaa kita-kita ini toh yang harusnya mencerdaskan pemerintah. Jangan malah memanfaatkan kebodohan pemerintah tersebut, akhirnya sama-sama masa bodoh.

Perkembangan selanjutnya, ntar di post-post yang lain.

Saya sendiri mau kerja dulu, beresin proyek orang yang ga beres-beres, sambil bermimpi kapan ketiban proyek pemerintah...

 

 

PS : Ini bukan karena gue sirik ga kebagian Job Lhoo.. Suerr..huekekee..!! Dan Opini-opini diatas adalah tanggung jawab pemiliknya masing-masing.

79 thoughts on “Oh My-Indonesia … Oh My-God

  1. » Menanggapi Soal Comments Para Kawan2 Pemerhati IT tentang www.my-indonesia.info [BETA] Pratomo Ardianto’s Personal Stuff: This stuff it’s just about…me, nothin’ more.

  2. Pandi Nurdiansyah » Blog Archive » Entah, Pengakuan dosa atau Naik banding!

  3. Axlarry » Blog Archive » my indonesia dot info : alah bisa karena biasa?

  4. Tidak Boleh Mahal! Tidak Boleh! « Hariadhi

  5. Mas, post gw soal foto2 itu mau dirombak. Sorry kalau yang kemarin rada ga enak dan sok tahu. Salah ambil posisi. Mau pulang dulu bikin tulisan baru. Kalau komentar yang tadi mau dihapus bilang aja yah. (soalnya nanti pasti jadi ga nyambung)

  6. Hello Indonesian Blogger,

    Perlu bantuan untuk mengembangkan content pada website GoingToIndonesia.com, dalam situs GoingToIndonesia.com ini, user dipersilahkan untuk menambahkan sendiri objek-objek pariwisata
    yang Anda ketahui dan belum terdaftar di situs GoingtoIndonesia.com ,

    Anda juga dapat menulis artikel tentang objek pariwisata pada SITUS ANDA SENDIRI !!!, ya pada SITUS ANDA SENDIRI, tidak perlu menuliskannya pada situs GoingToIndonesia.com , karena dengan teknologi Web Mash-up Application , Tulisan anda tentang objek Pariwisata dapat kami refer secara automatis dari situs GoingToIndonesia.com (dengan catatan, blog anda dapat terindex dari google dan menggunakan kata kunci nama objek pariwisata tersebut)

    Cara Berpartisipasi

    1. Daftar ke GoingToIndonesia.com (proses pendaftaran mudah, tidak ditanya macam-macam, hanya tuliskan saka email anda, lalu akan dikirim password untuk masuk)

    2. Setelah memiliki Account, anda dapat memilih nama kota tempat anda tinggal dan Anda dapat menambahkan objek pariwisata pada kota tempat anda tinggal

    3. Anda dapat menulis artikel Pada BLOG ANDA SENDIRI, biarkan Google yang mengatur agar Summary Artikel anda Muncul pada website Kami, dan apabila Pembaca tertarik, Mereka akan mampir ke Blog Anda. Win-Win Solution , Right ?

    Terima Kasih Atas Perhatiannya

    Kukuh TW
    http://GoingToIndonesia.com

  7. baru baca di detikinet,
    “Nggak mungkin itu. Itu kan hanya katanya-katanya. Masa’ situs sampai segitu. Nggak sampai mil…milan lah,” kata Jero Wacik usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2007).

    Ternyata yang bener yang mana yah?

  8. Nenek bilang jangan ditelan mentah-mentah tulisan di media yang salah melulu. (Dan seperti biasanya di Indonesia, nothing is the way it seems – orang Medan bilang, ada udang dibalik kuetiaw.)

    First, anggaran yang bener itu Rp 5.5 milyar untuk 2007, bukan 17 milyar. 17M itu kalo dijumlahkan dari tahun 2006 dan 2007 yang sudah direalisasi, dan 2008 yang paling banyak, 10 milyar, yang masih rencana. (Kenapa gak sekalian dijumlahin dari tahun 1945, inflation adjusted, sampai tahun 2050?)

    Second, anggaran yang tahun 2007, dari 5.5 milyar, potong pajak jadi efektif 4.65 milyar, itu porsi terbesarnya dipakai untuk promosi online, di Google, Yahoo, portal wisata internasional seperti Travelocity, dan juga portal domestic seperti Kompas, Bisnis, Media dsb (hint: apa yang tidak disebut?) Porsi kedua dialokasikan untuk memberdayakan hotel-hotel kecil, biar bisa ikut belajar promosi dan bertransaksi online. Kita bikin workshop di 3 kota – Jogja, Lombok, Manado – dihadiri 400-an orang/hotel, iklankan, talk show, masukkan 100-an lebih hotel ke my-indonesia.info dan system reservasi indo.com, dan ketika terjadi transaksi, membimbing mereka.

    Intinya, kegiatan e-marketing ini tentang promosi online, bukan tentang bikin web site. Hasil apa yang didapat? Iklan pariwisata Indonesia ditayangkan sekitar 90 juta kali, kepada pengguna Internet yang senang berwisata atau bahkan sudah mencari informasi tentang berwisata ke Indonesia melalui situs pencari. Berarti efektif biaya menjangkau satu orang ini hanya Rp 50an. Pengunjung yang sudah dilayani tahun ini 230 ribu orang. Berarti biaya melayani satu orang calon wisatawan ke Indonesia, kalau dilakukan secara virtual via Internet, biayanya hanya Rp 20 ribuan. Sangat cost efektif.

    Belum lagi waktu sebelum promosi, kalau coba cari “indonesia info” di Google, situs paling atas adalah punyanya CIA. Jadi perspektif yang didapat orang adalah perspektif CIA. (Coba search “president indonesia” sekarang di Google, situs siapa yang paling atas?) Punya Pemerintah dulu tidak kelihatan. Sekarang, untuk kata-kata kunci seperti itu, “tourism indonesia” dan hampir 2000 kata lainnya, situs Pemerintah sudah muncul, bahkan pada posisi-posisi terdepan.

    Jadi lihatlah kegiatan e-marketing ini dalam konteks strategi pemasaran pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kalau tahun 2008 dianggarkan Rp 10 milyar, dari total anggaran promosi pariwisata, yang kalau saya tidak salah sekitar Rp 280 milyar, optimalkah kalau hanya 3-4% yang dialokasikan untuk pemasaran via Internet? Survey BudPar sendiri menunjukkan sudah 56% wisatawan ke Indonesia yang mencari informasi tentang wisata ke Indonesia via Internet. Kalau kita mau book Yahoo Singapore untuk 1 HARI saja – supaya setiap orang yang buka pasti lihat iklan kita, seperti blocking time di TV – biayanya bisa sekitar SGD 1 juta – atau Rp 6 Milyar sendiri!

    Negara tetangga kita juga mengetahui ini dan berpromosi via Internet dengan agresif. Kita dapat info bahwa mereka di Google dan Yahoo saja bisa belanja iklannya sekitar USD 1-2 juta (Rp 9-18 Milyar)per tahun di masing-masing portal. Belum portal-portal lainnya dan kegiatan online promotion lainnya (Singapore Tourism Board pernah beriklan via newsletter broadcast menggunakan indo.com.) Untuk mengajak industri pariwisata berteknologi saja (seperti yang kita lakukan dengan hotel-hotel kecil ini), Singapore alokasikan dana SGD 10 juta (bisa lihat di situs Singapore Tourism Board).

    Yang jelas, promosi pariwisata sekarang ini, oleh pemerintah maupun swasta, mau tak mau sudah harus melibatkan Internet – karena wisatawan adanya di situ.

    Komentar lebih lanjut, silahkan email ke saran@indo.com

    Salam

    Adeline Djelita
    http://www.indo.com

  9. Quickie Express Needs a Publicity

  10. buat yang nulis “ihateindon”;
    “jgn salahin kita klo kita keluarin jurus pamungkas kita,truz jangan ngadu ke ‘mami’ kalau lo nangis ntarnya”:-w:-w dan kita kaya na susah damai dech[-([-(

  11. BENER BGTTTTTTTTTTTTTTTTTtt,,,,,,,,,W tuh dah muak dengan para MENTERI,PEJABAT,DSBG….mrka gampang bGT ngamburin uang miLYARANN….HANYA UNTUK NGEBAYAR INVESTASI SESEORANG YANG g begt pentingnya…..W JYGA BT bGT sama para artis and sELEB….mrka dibayar bnr…”"”" MAHAL…se-episod bisa puluhan juta ataw bahkan ada yang smpe ratusan aatuw milyaran….khan ga lu cu……………………………………………………………………………………………………………………PANTES AJA INDONESIA MAKIN miskin

  12. duh…mbok ya mikir panjang gitu loh buat bikin beginian pake duit ampe M – M an… mang duitnya mo di abisin buat beginian doang… ???? aneh….mending ada hasil dari beginian… bapak – bapak ibu – ibu pejabat yang terhormat, mbok ya pikir – pikir ratusan x buat bikin beginian….

  13. Sebetulnya, sejak awal taun 2009 saya juga lagi ngembangin situs pariwisata indonesia dengan gaya yg gak terlalu formil, namanya http://www.ngaprak.com , sebetulnya website ini sebagai media komunitas yang bisa dikembangin oleh orang2 yg peduli ttg pariwisata indonesia.

    Pas saya lagi serch ttg website pariwisata indonesia, ternyata menemukan topik ttg web 17,5 m ini. Sayang sekali kalau dana tersebut ternyata gak bisa dimaksimalkan, dibanding dengan website2 pariwisata negeri tetangga yg jauh lebih propesiional.

  14. Website my-indonesia.info Seharga 17 Miliar | ikads.net

Leave a Reply