Detail Dagelan disingkat DD +

Saya pernah diminta seorang client untuk Dumping (menumpahkan) data ke dalam sebuah account hosting. Accountnya sendiri cuman shared hosting (akun bagi-bagi dalam satu server). Dan begitu tahu task nya harus men-dumping 7GB data dalam bentuk CSV (data dalam bentuk text berasal dari excel), mata saya pun muter2 seperti ikon smiley YM. Bayangkan, satu file notepad 100 baris itu cuma berapa KB? Lha ini, Tujuh Giga bok! Mana server abal-abal pula. Saya jelaskan kalau dia butuh resources yang lebih untuk kebutuhan ini. Malah keras kepala, dan dia minta saya tidak usah ikut campur dalam aplikasi web atau apapun yang direncanakan. Akhirnya saya tegaskan kerjaan saya cuma dumping saja - ngga lebih. Dan dia sepakat, masalah aplikasi gampang bisa dia buat sendiri, katanya.

Untungnya si admin server memberikan koneksi SSH, akses khusus server yang memberi hak akses lebih ke dalam server. Mulailah kerjaan saya membuat file eksekusi untuk men-dumping data tersebut. Eksekusi file dijalankan di malam hari, sambil berharap si server di US itu ngga matek karena kerjaan aneh ini.

Kalau bicara masalah detail sebuah kontrak pekerjaan, sepertinya memang sering berada dalam ranah diam-diam. Kalau menerima pekerjaan yang saya sendiri sebagai Bos di dalamnya, saya tidak lupa selalu meminta detail dari client hingga sekecil-kecilnya. Sampai termasuk bagian-bagian yang butuh improvisasi dari saya sendiri. Karena tidak mau dibelakang hari malah menerima komplain karena kurang ini itu.

Itu baru posisi subcon atau outsource. Belum lagi kalau sebuah detail project yang ditangani secara kasak kusuk oleh tangan pertama dan pemerintah. Sering tidak jelas detailnya apa, tidak jarang salah asuhan terjadi disini. Si pembeli mintanya apa, si broker persepsi nya entah gimana. Walhasil, jika ada masalah, sering yang menjadi korban adalah si eksekutor project sendiri. Mungkin karena itu muncul namanya jasa konsultan, supaya ada pihak yang selalu memonitoring dan memberi masukan terhadap kelangsungan pekerjaan.

Kasus serupa tapi tak sama mungkin terjadi dalam sepekan ini. Sebagai developer yang dikontrak, mereka itu cuma mengerjakan sesuai dengan pesanan. Mengenai diskusi-diskusi si broker dan pembeli a.k.a pemerintah, itu bukan urusan mereka. Tetapi kondisinya jadi berbeda ketika muncul sorotan publik, si developer-lah yang menjadi kambing hitam pertama karena mereka langsung yang terlibat dengan product yang dipermasalahkan.

Tidak ada yang tahu sebenarnya dana gemuk itu benar-benar sebuah kegemukan yang sehat, atau malah kegemukan dengan cacing dan angin. Hanya si pembuat anggaran yang tahu, dan tentunya Yang Maha Kuasa. Rakyat sendiri akhirnya hanya menjadi penonton yang menikmati dagelan (lagi dan lagi) dari pemerintah.

Akhirnya saya mengucapkan selamat bekerja buat Mas Ardi dan rekan-rekan. Semoga semangat anda-anda tetap ada untuk hasil terbaik bagi kemajuan pariwisata Indonesia.

 

Oh ya lanjutan kisah saya diatas. Setelah data selesai didumping semua, gantian yang mumet adalah si empunya web geblek itu. Karena kelihatannya dia mau membuat semacam business directory list kalau melihat data-datanya. Istilah awamnya menuliskan sekian ribu juta data dalam kategori-kategori dalam selembar halaman web. Ya ngga masalah sih - mungkin saja dibuat. Tetapi ini dalam kelas shared hosting abal-abal dengan memori limited edition.

Pokoknya tugas saya selesai, tak tinggal tidur nyenyak ngebayangin si empunya maki-maki sendiri…

15 Responses to “Detail Dagelan disingkat DD”

  1. keke~ lagi curhat lagi rupanya

  2. duit apa sih? yg 17,5 itu lagi ya? ah, gak mungkin sampe milyaran gitu. memangnya depbudpar udah kaya raya? :))

  3. Resiko kerjaan gituh lah kang… Pembeli adalah raja… :D wes leren sek…
    *Bikin teh tubruk + susu cap nona buat Kang Leksa…

  4. Hihihi… ;))
    Kasus sebelumnya masih dibahas juga…

  5. nambahin dikit. lha budgetnya cuma 1 M, pantesan ada adsensenya yak :))

  6. hooo….
    ternyata benul-benul curhadh..
    refod juga kang?
    *elus-elus fundak*
    smangadh!!!!:d

  7. Masih tentang itu ya? /:) ambil alih sama situ aja bro!!

  8. kepusingan nya di lempar2 nich. . .
    tar klo udah jalan programnya, operatornya yang kepusingan

  9. curhat colongan ini :d/

  10. weleh,.. ini yag koment2 udah baca link2 yang dikasihblom sih..
    ga ada curhat pribadi inih :-w

  11. oh putus cinta ya leks? :-\” *skip-skip bacanya*

  12. ampuunnn … :((

    ga da curhatan masalah hati disini [-(

    pensiun dulu menyambut tahun baru :(

  13. “weleh,.. ini yag koment2 udah baca link2 yang dikasihblom sih..”
    hmm….lha wong yang komeng fada sfeed riding… :mrgreen:

  14. hehe, jadi inget garapan kemarin..

    cuma ngopi 2 tabel aja langsung habis 7 GB hardisk.. padahal masih ada 12 tabel sejenis yang perlu dikupi.. ;))

    wakakakaka…

  15. @hoek : hooh kek nya :( mungkin aku harus pake strategi supaya mereka ga baca sfeed ajah :-w

    @zam : walah zam, nasib mu lebih jelek dari aku hahha :))

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>