Dulu sekali, pernah ada istilah beken “Shot The Message, Not The Messenger”. Bagaimana ngeshot message yang benar? Atau minimal coba-coba menilai secara objektif? Atau lebih ekstrim lagi - Belajar cuci otak??
Mungkin menonton film “Ayat Ayat Cinta” (AAC) bisa menjadi ajang latihan.
Tokoh Aisha yang islami, arab turki jerman tulen, kemayu, sopan, pendiem, akhlaqul qarimah dan istri yang sangat soleha impian semua pria muslim, diperankan oleh Rianti sang VJ MTV cantik, friendly, hip hip hura, juga terkadang seksi.
Tokoh Maria yang introvert, baik dan rendah hati, simpatik dengan kecintaannya terhadap Islam, walau bukan muslimah. Sosok wanita penuh luka cinta yang bisa menggugah pria-pria yang membaca novel AAC untuk memilikinya (termasuk saya). Diperankan oleh Carissa si antagonis sinetron-sinetron Indoonesia yang bengis, tak kenal ampun, suka teriak-teriak dan membuat ibu-ibu di mall bisa memaki-maki dirinya bila bertemu.
Tokoh Nurul yang putri pesantren, anak seorang Kyai ternama, baik budi, cerdas menggugah intelektual, kaffah dalam islam Indonesianya, mengingatkan saya pada ustadzah-ustadzah di mesjid kampung saya. Pemerannya adalah Melanie Putria yang mantan putri Indonesia, dengan keglamoran dan aktivitas selebnya yang macem-macem tanpa pakem.
Noura sang wanita penuh tekanan batin, terhimpit dalam penderitaan sehingga mengubahnya menjadi tukang fitnah yang keji. Dan Zaskia Mecca idola para lelaki “baik-baik” ketiban peran ini, model sekaligus aktris yang dianggap mumpuni dengan popularitas dan keteguhan budi muslimahnya. (Kenapa impian liar saya selalu membayangkan Zaskia sebagai BCL ditutupi kerudung??
)
Fedi Nuril?? Kalau ini saya ga kenal.
Hanung Bramantyo, sang sutradara. Wah ini sih Mas Rumputeki lebih kenal.
Mumpung belum tayang, jadi persiapkan diri anda untuk berlatih seperti yang saya ungkapkan diatas. Menjadi objektif bukanlah tuntutan, toh ini cuma hiburan bagi penonton, duit bagi produser dan idealisme bagi sang Sutradara.
*sedikit hadiah yang keren dari Blog Mas Hanung :

Mas, aku baca blognya Hanung yg nyeritain proses pembuatan AAC yg berat bgt. Dari situ aku jadi simpatik (tapi g tau ya.. dia nulis itu emg jujur atau cuma mau bikin org kasian ama dia). Disitu dia cerita, untuk milih pemeran, dia dan Kang Abik (penulis AAC) mencasting bareng pemain2 AAC. Dari hasil casting itu ga ada yg lolos. Masalah pun bermunculan sehingga akhirnya terpilihlah Ryanti, Carissa dan Fedi. Hanung pun sebenernya ga sreg dengan Ryanti, kata dia perannya jadi keteter banget. Tapi apa kata, produser udah bilang seperti itu. Produser ini emang punya power yg gede bgt. Sampe2 produser sempet mau membuat AAC jadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai. Ya ampuuunnn…. Mungkin supaya jelas bisa dibaca di http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/8. *Maaf g tau cara ngelink disini…
*
Comment by ratie
—
Mozilla Firefox 1.5.0.12 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 9:37 am
Using
di cibubur masih ‘coming soon’. bagus gak sih? aku kok ragu2 mau nonton, ya?
Comment by venus
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 10:56 am
Using
Tokoh Nurul yang putri pesantren, anak seorang Kyai ternama, baik budi, cerdas menggugah intelektual…
dimana2 yang namanya BUDI itu baik, sih.. huayahauayha..
Comment by bodhi
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 12:23 pm
Using
Premiere nya kapan seh?
Comment by Praditya
—
Internet Explorer 7.0 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 1:15 pm
Using
@ratie : huuh.. aku udah baca… itu juga aku link ke sana, Idealisme sang sutradara
@venus : Mbok, tonton aja.. ga ada ruginya juga kalo ditonton
@bodhi : nama maneh BODHI , bukan budi… beda ahh
@praditya : diundur2 terus.. apa untuk premiere aja ada masalah lagi? teuing ah..
Comment by leksa
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 5:07 pm
Using
Comment by gue
—
Mozilla Firefox 2.0.0.7 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 6:06 pm
Using
hum, masih belum pengen ntn film indonesia

yang jelas, kalo film yg diangkat dari buku, saya pengen nonton “the namesake” garapan mira nair yang dari novelnya jhumpa lahiri
Comment by arya
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 8:57 pm
Using
Menjadi objektif bukanlah tuntutan, toh ini cuma hiburan bagi penonton, duit bagi produser dan idealisme bagi sang Sutradara.
*tertawa keras-keras*
Comment by STR
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 9:35 pm
Using
masuk waiting list deh
Comment by didut
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 5, 2008 @ 10:18 pm
Using
sebagai kutu buku sejati, saia lebih suka bukunya, karena imajinasi jauh lebih asli…
Comment by Hoek SOegirang
—
Mozilla Firefox 2.0.0.6 on
Ubuntu Linux
January 6, 2008 @ 1:24 am
Using
oh belom diputer toh ternyata..pdhl katanya bakal diputer pas lebaran idul adha kemaren
Comment by icha 41.205.122.157 not found —
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP
January 6, 2008 @ 3:19 am
Using
*mencium bau-bau sesuatu yang tersirat di balik tulisan ini*
Ah, selamattt!! Anda terbukti lelaki normal karena tidak membahas pemeran laki-lakiii!!
Comment by Chow Gun Fat
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
January 6, 2008 @ 3:44 am
Using
Oiya… haha.. Maaf ya mas kurang teliti!
Comment by ratie
—
Mozilla Firefox 1.5.0.12 on
Windows XP
January 6, 2008 @ 2:23 pm
Using
saya nunggu repyu dari mas eko juragan filem dan musik itu sajah *dasar saya ndak suka nongkrong di bioskop*
Comment by annots
—
Opera 9.25 on
Windows XP
January 7, 2008 @ 5:21 pm
Using
Film wajib tonton. Apapun hasilnya kelak
/
Comment by ikram
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 8, 2008 @ 3:27 am
Using
aduh jal…celakanya gw agak gak suka tokoh utama yg seolah-olah dia itu…agak2 narsis, novel yg laen karangan dia juga. fiuh… tapi bolehlah, namanya juga entertainment… hehehe… februari kayanya gw ke jogja lagi… hihi, tar gw sms de ya…
Comment by dati
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
January 9, 2008 @ 10:40 pm
Using
saya sengaja ga baca bukunya karena nunggu filem nya

semoga saja memang sedahsyat yang diharapkan. tapi klo berharap sedahsyat buku, keknya mustahil kali yah, khan ga mungkin semua detail yang dicatatkan akan di film kan, kan? eh, itu kalir eview ditambah satu lagi bang, harus obyektif dnegan mengesampingkan buku
Comment by dewi
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 11, 2008 @ 8:52 am
Using
Iyaaa!! saya juga selalu mikir kalo Zaskia-meka2-aduh-sapa-namanya-itu kayak BCL dikerudungin!! tiap bilang sama temen2 selalu dibilang “Elunya aja yg fantasinya terlalu liar cinteee!!”
Comment by titiw
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
January 11, 2008 @ 10:57 am
Using
jahat!! masak fedi nuril ga kenal
mas, dia kan yg tjakeb buanged ituh 
Comment by puput
—
Mozilla Firefox 2.0.0.3 on
Windows XP
January 17, 2008 @ 10:30 pm
Using
[…] Tokoh Maria yang introvert, baik dan rendah hati, simpatik dengan kecintaannya terhadap Islam, walau bukan muslimah. Sosok wanita penuh luka cinta yang bisa menggugah pria-pria yang membaca novel AAC untuk memilikinya (termasuk saya)… More.. […]
Pingback by Planet dot Qwords.com » Blog Archive » Objektif
—
WordPress 2.3.2
January 28, 2008 @ 7:01 am
Using
aku kok ga tertarik sama film ini ya. sama dg bukunya, kok ga ada feeling. ga tertarik aja. lha, kok ada yg punya feeling sama, tp dia bisa cerita lbh baik. intip deh blognya harry mardian. disitu ada reviewnya dia ttg buku ini. begitu baca sinopsisnya, wah, bener deh, ga tertarik.
sempet bertanya2 pula, knp riyanti yg dipilih ??? ah pasti krn secara fisik, dia begitu cantik. palagi liat posternya. dia begitu seksi dan eksotis, cuma dr mata aja !!!!^^
hmmmmmmm kayaknya ni film jd berasa sinetron tp dg budget gede. konon sampe mesir kan ???
Comment by restlessangel
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows XP
January 29, 2008 @ 1:07 am
Using
sebenarnya ada ga si cerita aslinya? ko mirip banget dengan pengalaman orang yang saya kenal ga sama 100% si tapi ko mirip ya
Comment by de
—
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP
March 18, 2008 @ 9:37 am
Using