“Pokoknya putus..!!”
Njleb! Bibirku termangu dan otakku terus berputar. Apalagi alasan yang harus aku berikan? Lagu-lagu yang mengalun indah dari dentingan gitar Sawung Jabo pun tidak bisa mendamaikan hatimu malam ini. Bahkan sepanjang perjalanan menurun dari Selasar Sunaryo, puncak atas Dago Pakar, kau terus mengulang pernyataan itu tanpa henti. Dan sekarang aku hanya bisa mendesah perlahan, menselonjorkan kaki di kursi teras ini menghadapi mata mu yang penuh amarah dan air mata – sambil mengulang sisa-sisa nada sumbang musik tadi yang sempat ku tangkap satu dua. Aku tersenyum kecil, tetapi kecut dan pahit. Membayangkan lagu-lagu sang Sawung tadi seharusnya menjadikan malam ini sangat romantis.
Monthly Archives: February 2008
Label Blog Lagi?
Sabtu kemarin di Kafe Djendelo, saya ngga sengaja malah mengulik hal “kemana aja lu, Mon!” bersama seorang teman. Ya kembali masalah label, terutama label blog. Apa pentingnya ngebahas itu? Pertanyaan sederhana saja, label apa yang anda sosorkan ke blog ini ketika mulai membaca dan mengenal blog ini? Semoga saja bukan label kalau si penulis adalah seorang residivis .. hahaha….
JANGAN SOMBONG!!

Kau yang merasa paling mulia
Kau yang merasa paling suci
Diatas langit ada langit
Diatas langit ada lagi
…
Jangan Sombong… Jangan Sombong..
Continue reading
Lesehan Mewah ala Bloger Yogya
Ketika sekelompok bloger berkumpul, bisa dipastikan bagaimana Total Kerusakan yang terjadi. Bahkan sebuah lobi hotel indah nan klasik pun bisa dijadikan lesehan!
Semua berawal dari ketidakkenyang-an atas kopdar di malam sebelumnya (Sesungguhnya saya sangat kenyang malam itu..Gudeg Berporsi-porsi!). Dan dengan inisiatif tinggi, siang ituh™…, Mbak Tika pun menjadi Menkopul Kebangetan dadakan, menggantikan Pejabat sebenarnya yang sedang mencoba pertaruhan menjadi bintang film JAV terbaru di Ujung Kulon.
Ketololan
Tidak saya pungkiri, sejak SMU saya menggemari segala sesuatu berbau sosial budaya dan sejarah. Selepas SMU, saya nekat mengambil sebuah formulir masuk untuk kelas Seni, tanpa kursus-kursus persiapan, hanya dengan tekad “ah apa salahnya dicoba”, dan parahnya lagi hanya bermodal bisa menggambar seorang anak TK dengan dua gunung dan pematang sawah. Mimpi sih tidak bulat untuk kesana, juga disusupi sifat standar seorang lulusan SMU, “Segala kesempatan dicoba”. Sayangnya karena “manut” terhadap permintaan ibu yang saya cinta, formulir tersebut tidak pernah saya kembalikan dan test masuk juga tidak pernah saya lakukan.
Fly Me To The Moon
Apakah salah jika seorang bloger menulis atau memposting sesuatu yang renyah-renyah? Cap menjadi seorang penulis serius? Ah.. saya tidak hidup dengan label-label. Apalagi dilabelkan oleh orang lain.
Seperti lagu ini, membawa saya pada nuansa rileks dan santai, tanpa perlu “Fly” dengan mariyuana.
[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/vVFa2iuKmFw" width="290" height="250" wmode="transparent" /]
Saya percaya postingan blog yang renyah juga dapat berefek sama.
Happily After
“Bersamaku kau tidak mendapatkan apa yang dinamakan bahagia. Dan bersamanya, impian bahagia-mu itu dapat tercipta… Itu sudah cukup.
Dan seketika bahagia-ku terlengkapi, melihat mu tersenyum lepas disana”
Menggurat asa seperti itu mungkin sudah pernah anda-anda lakukan. Saya percaya kok.
Selamat Hari Kasih Sayang bagi yang merayakan.
*teruntuk yang di sana sedang menjelang Ulang Tahun di bulan Kasih Sayang ini. Glad to see you happily after.
Evolusi Kota

Saya bukan seorang “The Jak Mania”. Hanya seorang fans sepak bola dengan klub favorit tidak tetap, sekedar menikmati indahnya menunggu detik-detik gol terjadi. Juga mencintai tim nasional negeri ini dengan setulus hati. Walaupun manajemen dari PSSI yang “ngaco” itu terus bikin saya makan hati sebelah.
Saya tidak bicara mengenai PSSI yang amburadul itu. Cuma secara tidak sengaja, diantara blogwalking malam sabtu lalu, terdengar kabar sebuah perlehatan akbar di Taman Menteng Jakarta. Nama Menteng memutar sedikit kenangan manis saya di awal tahun 2002 ketika menunggu seseorang disana. Waktu itu tidak ada yang namanya Taman Menteng nan indah dan classy itu. Hanya Stadion Menteng milik PERSIJA saja, dan saya saat itu cuma “mencari aman” menunggu di salah satu warung kaki lima terdekat.
Plastik Itu Tidak Gratis!
Melirik kembali ke soal plastik. Sebenarnya ini adalah antrian post-post saya yang didahulukan. Jadi mohon maaf kalo flow ngeblog-nya seperti “tari poco-poco”.
Begini, dalam komentar di postingan mengenai BAHASA KAMPANYE kantung – tas plastik, Mas Veta yang baik hati itu mengingatkan saya, bahwa sebenarnya Mbok-mbok di pasar itu malah lebih mengerti arti menjaga lingkungan dibandingkan saya dan mungkin anda-anda yang suka belanja di Supermarket. Kenapa?
Soeharto Lagi..??
Memang Bapak Pembangunan satu ini mengundang banyak cerita dan kontroversi. Dari sejak beliau masih menjadi kadet TKR, hingga sudah berakhir di alam kubur. Saya membahas beliau 2 post belakang, dan komentar yang muncul pun cenderung muales ngebahas beliau. Kenapa males? Apa karena kasus beliau lebih tidak menarik dibanding menggilanya gosip bahwa Dian Sastro ngeblog? (hee.. ini bukan gosip! Saya udah ninggalin koment 10 kali disana .. huahahahahah)
Lucu memang. Bloger yang notabene diharapkan menjadi “Suara Baru Indonesia”, malah lebih suka kisruh dengan ramai-ramai dunia mereka sendiri. Seleb – nonseleb jadi gunjingan trekbek bersama, anonim yang menyerang saja diributin, bloger palsu juga dipermasalahkan, komentar bloger ngeyel juga dilempari bareng-bareng, style ngeblog curhat atau agamis atau atheis atau ngesex bisa berujung bunuh diri, dan seringnya nyampah dimana-mana dengan komentar pertamax – keduax – pertamina – minyak tanah.
Lha terus bloger itu bagaimana dong, Mas? Hahaha.. ndak tahu saya. Saya bukan dewa-dewinya alam per-bloger-an. Wong saya juga masih suka nganu-nganu seperti yang tertulis diatas itu kok. Tapi “paling tidak” saya punya mimpi bloger itu tidak menjadi Suara Baru sahaja seperti didengung-dengungkan dahulu kala di Oktober 2007 oleh bapak Menteri kita. Tetapi juga bersuara dengan NURANI.
Nurani situ teriak apa ya monggo tuliskan. Nurani situ bergundah-gulana dengan harga tempe, ya hayuk kita kita ngeblog di angkringan. Nurani situ patah hati, ya sinih sharing-sharing bersama ngurangi beban (eh ini curhat juga ya namanya..??
) ). Terlebih lagi sangat bersyukur kalau nurani situ semua gatel pengen bikin sesuatu yang keliatan – bukan cuma nulis menghabiskan bandwith Indonesia Raya ini.
Lha saya kok jadi seperti bloger-bloger curhat yak.. ??
) Ga papalah, saya bukan sedang sedih, atau bete ini. Curhat kan ga selalu pas lagi bete atau patah hati. Atau jangan-jangan karena SMS saya ndak pernah dibales-bales (huss.. itu bukan urusan situ!!). Sekarang ini saya curhat sambil ber-du-di-dam-dam dengan hati senang. Kok bisa??
