Melirik kembali ke soal plastik. Sebenarnya ini adalah antrian post-post saya yang didahulukan. Jadi mohon maaf kalo flow ngeblog-nya seperti “tari poco-poco”.
Begini, dalam komentar di postingan mengenai BAHASA KAMPANYE kantung - tas plastik, Mas Veta yang baik hati itu mengingatkan saya, bahwa sebenarnya Mbok-mbok di pasar itu malah lebih mengerti arti menjaga lingkungan dibandingkan saya dan mungkin anda-anda yang suka belanja di Supermarket. Kenapa?
Sederhana saja. Karena hal ini mengingatkan saya dengan nenek saya, ibu saya dan ibu-ibu di kampung saya nun jauh di sana. Beliau-beliau senang sekali mengumpulkan tas-kantung plastik yang diperoleh dari belanjaan. Apalagi kalau plastiknya besar-besar. Dan setiap berangkat ke pasar, mereka selalu membawa segulung tas-kantung plastik, selain uang dalam dompet kecil khas oleh-oleh dari toko emas.
Coba bandingkan dengan saya. Seorang lelaki yang sok berlaku metrosexual mandiri, belanja di supermarket atau minimarket untuk kebutuhan sehari-hari. Datang dengan tangan kosong, peleh di peleh barang sambil mata menerawang gadis-gadis single, kemudian menuju kasir, dibungkus oleh mbak kasir yang manis, dan pulang ke kontrakan. Sesampai di kontrakan, plastik dibuka, barang diatur-atur, dan kantung plastik diremes-remes, ambil posisi three point shot, lempar, dan mendarat ke box sampah saya.
Jangankan mengumpulkan kantung-kantung plastik itu. Segala sampah termasuk tisu basah juga kondom kadaluarsa, mau tidak mau saya harus ngedump segalanya ke tempat sampah besar di sekitar kontrakan.
Ini sih masalah budaya dan duit, Om. Saya juga berpikir demikian awalnya. Terbayang kalau setiap tante-tante dan manusia kelas sosial atas kita berbelanja di Mal membawa kantung-kantung plastik sendiri. Bagaimana memalukannya. Dandan cantik-cantik dan ganteng-ganteng, lha kok bawaannya kantung plastik yang dikepit di ketiak? Lebih baik rugi 50 perak daripada menanggung malu bukan? 50 perak yang sudah dihitung dari belanjaan, makanya diberikan gratis di meja kasir.
Suatu malam saya sedang ngobrol gila-gilaan dengan seorang teman (wanita pastinya..) yang kebetulan beliau sedang berada di Como. Sebuah daerah kecil di belahan negara Italia, negara tujuan saya mengungsi nantinya kalau-kalau Indonesia berdarah-darah lagi ala mafia. Dalam obrolan itu, Mbak Cyn, begitu saya memanggilnya, bercerita sesuatu yang justru terdengar hebat oleh saya yang kampungan ini.
Di Como sana, tidak ada pasar-pasar rakyat ala Indonesia. Wah,.. kecewa saya. Padahal salah satu hobi saya yaa nongkrong di sekitar sana pagi-pagi buta, ketika penjual sayur sibuk ngurusi dagangan. Mereka di Como sana sudah maju, pasar nya juga supermarket. Kalau mau belanja, sagala aya dalam satu atap. Begitu juga dengan minimarket nya.
Tapi sayangnya, di sana itu jangan harap anda bisa menemukan kantung plastik gratis di meja kasir. Karena kantung plastik juga dijual di meja kasirnya. Ya harus bayar, enak saja gratis, memangnya plastik diproduksi pakai dengkul doang apa?
Di supermarket-minimarket disana, kantung-kantung belanjaan itu ditawarkan beberapa model. Ada yang kantung plastik, ada yang kantung kertas, ada juga kantung sejenis plastik yang biogradable. Dan bagusnya lagi, warga sekitar minimarketnya lebih tahu diri, mereka lebih memilih membawa kantung belanjaan mereka sendiri. Dan itu tidak dilarang, tidak memalukan dan biasa saja bagi mereka.
Saya mendengar cerita itu, malah terbayang - ngimpi pengen bikin supermarket sekelas Carefour atau Hypermart. Dimana saya bisa sediakan berbagai model kantung-kantung belanjaan, yang bisa dipilih-pilih pembeli. Cukup 3 model seperti di Como saja juga tidak apa-apa, tentu dengan harga bervariasi. Yang jelas tidak gratis!! (enak saja..). Dari kantung-kantung belanjaan itu,.. kira-kira bisa dapat 500 rupiah, dikali ratusan pengunjung sehari, omzet perbulan… Wahh.. cukup itu buat ngebayar orang misah-misahin sampah organik dan nonorganik dari supermarket saya.
Thx to : Cynthia
Saya search di Gugel dulu (karena lebih dipercaya ketimbang wiki) mengenai mbok-mbok di pasar.
Comment by Goen from
—
Opera 9.24 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 5:57 am
Using
Gimana kalau mulai usaha jualan plastik di deket kasir supermarket?
Seru tuh kayaknya
Comment by sandal from
—
Opera 9.24 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 7:58 am
Using
Segala sampah termasuk tisu basah juga kondom kadaluarsa,
masih aje belum kepakai hadiah dari gw?
set dah..hari gini =p
Comment by benx from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 8:34 am
Using
susah bener pengen ‘hijau’ ya?
Comment by venus from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 9:09 am
Using
please describe…sedang ngobrol gila-gilaan dengan seorang teman (wanita pastinya..) yang kebetulan beliau sedang berada di Como.
Comment by iman brotoseno from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Mac OS X
February 2, 2008 @ 11:11 am
Using
@sandal
lha klo di supermarket indonesia, plastiknya sudah gratis (include di belanjaan ), jualan plastik yo ndak lucu noch. . .
Comment by funkshit from
—
Opera 9.21 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 12:10 pm
Using
Eh apakah kalo disini, bawa kantung plastik sendiri, terus masuk ke supermarket tidak akan dicurigai??
ntar dikira mo klepto… blaiikkkk
Comment by Goop from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 5:03 pm
Using
“peleh di peleh barang sambil mata menerawang gadis-gadis single”
spg nganggur maksudnya??
*lirik funkshit & annots cs.*
Comment by fajarkucerah from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.9 on
Windows Vista
February 2, 2008 @ 5:34 pm
Using
di superindo udah ada kek gitu tuh. tas belanjaan dari kain yang bisa dipakai ulang. gak gratis tentunya… :mrgreen:
Comment by tukangkopi from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 9:25 pm
Using
tapi sekarang posisi plastik belanjaan udah mulai kegeser di mall-mall gede. soale banyak toko yang ngasi tas daur ulang, katanya sih untuk mencegah global warming… :roll:
Comment by cK from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 9:30 pm
Using
beh…lupa kalo ini bukan wp…
Comment by cK from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 2, 2008 @ 9:31 pm
Using
walaupun saya bukan ibu-ibu ataupun nenek2, tapi saya juga ngumpulin plastik bekas belanjaan lhoo. Ini gara2 ngikut ibu saja tapi jadi kebiasaan. Lumayan berguna juga loh.
Comment by yanworks from
—
Opera 9.24 on
Linux
February 2, 2008 @ 10:31 pm
Using
gimana kalo kita berpatner bikin Pertamart?

ato… bloggermart? gimana? gimana? gimana?
Comment by chiw from
—
Safari 523.12.9 on
Mac OS X
February 2, 2008 @ 11:02 pm
Using
@ sandal ; yg dijual tuh tas reuse atawa tas kain kayak yg pernah dipampang mas leksa no..
@ goop ; plastiknya dilipat yg rapih, selipin kantong, kluarinnya pas di kasir aja, jgn keluarin pas milih belanjaan.. hihi..
hm.. emang rada susah.. ngomong2 yg sibuk kampanye udah make tas gituan blom..? jgn pada ngomong doank.. huhu.. action! action!
Comment by falltara from
—
Mozilla Firefox 1.5.0.6 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 12:21 am
Using
@ leksa; akuw juga koleksi kantong plastik2 itu lho.. ga cuma nenek2 atawa ibu2.. cewe2 juga seneng lakuin ini.. dari plastik kecil [ada saatnya BUTUH bgt, hehe] ampe yg gede..
Comment by falltara from
—
Mozilla Firefox 1.5.0.6 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 1:14 am
Using
[…] kantong plastik! postingan ini hanya ingin m’blow-up tema yg diangkat teman2 lain yg juga lagi […]
Pingback by STOP kantong plastik! « faLLtaRa poenja Tjeritera from
—
WordPress MU
February 3, 2008 @ 1:38 am
Using
[…] comment disini, trus waktu disini, yang terakhir disana. Lha setelah saya sadar, comment saya yang ditempat ini juga gak […]
Pingback by YANWORKS.WEB.ID/blog » Blog Archive » bukan gara2 akismet from
—
WordPress 2.2.2
February 3, 2008 @ 2:14 am
Using
mulai besok saya coba bawa kantong plastik sendiri deh… smoga gak lupa
Comment by Totok Sugianto from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 2:28 am
Using
@Gun : domain wikugle.com dah ada blom ya
@ Sandal : ide menarik dan pasti ga laku, Kang..
@Benx : jangan buka2 rahasia disini!!
@venus : bisa mbok kalo di usahakeun
@iman brotoseno : waduh mas… Pokoknya gila2an ajah.. susah jelasinnya
@goop : kalo tampang nya kayak saya sih bisa aja terjadi demikian
@fajar : saya ga hobi SPG,.. mending tamu Mall nya saja
@ck : iya apa? waduh saya salah masuk supermarket kalo gitu
@chiw : hayuk chiw
ditunggu kamu jadi Ibu Kakwarnas .. 
@yanworks : wah situ anak yg baek
saya ga segitunya 
@falltara : dinaa.. maen kesini juga… bikin post juga malah …
adek yg baekkk…
@totok : mantapss… kalo om mau mulai,.. sepertinya menarik ..
biar saja orang2 sekitar bingung… tapi mana tahu menjadi sebuah hal menarik 
@
Comment by Leksa from
—
Windows XP
February 3, 2008 @ 2:57 am
Using Flock 1.0.3 on
iya, memang ibuk ibuk suka ngumpulin plastik belanjaan, bisa dipakai lagi soalnya. jadi pingin bikin tas belanjaan ah. ngebayangin kalo di supermarket (sori belum pernah ke kerfor) bilang, maaf mbak udah bawa tas sendiri. *saya termasuk golongan om-om yang ngeliatin cewek single pa ya?*
Comment by veta from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 5:09 am
Using
tas (belanjaan) kresek makin rame dengan model dan gaya desainnya. mall-mall gede kayak giant, kerfur,hipermat,dll. justru berlomba gede-gedean bikin logo /brand.nampaknya beriklan dengan tas kresek menjadi alternatif bagi mereka. jaman bergulir. mbok-mbok pasar, penjual warteg, nasi bungkus padang, bungkus tempe;ogah lagi pake pembungkus ramah lingkungan.bahkan biaya pembungkus (plastik) masuk dalam biaya produksi. kita ga bisa nolak..
. ada cara utk memulainya salah satunya dengan kampanye bahaya tas kresek.. (hampir) sama halnya dengan kampanye pupuk organik vs pupuk urea.. kampanye bahaya tas kresek juga hampir senasib. ayo berbuat sesuatu……..
Comment by HSPtravels from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 6:14 am
Using
saya kalo beli barang cuma seiprit, biasanya nolak plastik.. mending masukin tas..
save earth! starting from ourself!!
Comment by zam from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 12:04 pm
Using
untung saya tidak suka belanja ……
boleh juga tuh idenya utk alternatif pembungkus barang ditoko bos saya.
-BrB- bikin PO kertas pembungkus Non Plastik.
Btw, ada saran utk pembungkus alat-alat wireless (yg kuat berat max 5Kg + tahan air) make apa?
.::he509x™::.
Comment by MaNongAN from
—
Mozilla 1.9b3pre on
Windows XP
February 3, 2008 @ 12:53 pm
Using
Tekonologi nya belum ada untuk mengganti plastik sebagai kantung belanjaan masyarakat
Comment by Dedek Mustafa Syahri from
—
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP
February 3, 2008 @ 4:59 pm
Using
pengen tidak tergantung dengan plastik, tapi masih belum bisa sepenuhnya..gimana ya?
Comment by stey from
—
Internet Explorer 6.0 on
Windows XP
February 4, 2008 @ 4:51 pm
Using
# stey: kalo belon bisa seluruhnya ya setngahnya aja dulu
Comment by didut from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 5, 2008 @ 6:16 pm
Using
Masih repot sekali ya gantikan plastik ini
Diperlukan kesadaran yang tinggi sekali
Comment by rumahkayubekas from
—
Camino 1.5.3 on
Mac OS X
February 11, 2008 @ 8:02 am
Using
Wahahahah…. jadi inget waktu di c-key. aku gak mau make kantong plastik. terus si ridwan malah ngomel2 karena dia yang akhirnya bawain barang belanjaan…
“Save the planet not save the boyfriend”
Walaupun akhirnya aku sok2 masukin barang belanjaan ke tas dan dia yang gak tega dan bawain….
Comment by Difa Kusumadewi Priraharjo from
—
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
February 24, 2008 @ 4:59 pm
Using
sebenernya di C*******R [tanda bintangnya kebanyakan gak ya??] udah ada program buat menghemat plastik itu. Yaitu dengan nyediain tas-tas yang warnanya ijo itu.
Tapi sayang, kita masih musti bayar biar bisa pake tu tas…
Comment by wennyaulia from
—
Mozilla Firefox 2.0.0.11 on
Windows XP
February 28, 2008 @ 10:21 pm
Using
hehhehe…kalo ke mall bawa tas belanjaan sendiri dari rumah kenapa harus malu om? tas belanja kan gak harus tas kresek hitam yang mungkin oleh sebagian orang dianggap gak gaul dan gak fashionable ya? saya dah dari dulu kalo belanja bulanan di supermarket bawa tas gede dari rumah kok om, dan gak malu tuh, apalagi tas itu saya jahit sendiri dan tau gak bahannya apa? sampah plastik bekas kemasan makanan ato minuman om…jadi tas belanjaan saya adalah hasil kreatifitas dari sampah plastik loh…selain gak bakal ada yang nyamain juga ikutan mengurangi sampah plastik kan??
Comment by tuti from
—
Opera 9.25 on
Windows XP
March 1, 2008 @ 6:46 pm
Using