Ketololan

ijal

Tidak saya pungkiri, sejak SMU saya menggemari segala sesuatu berbau sosial budaya dan sejarah. Selepas SMU, saya nekat mengambil sebuah formulir masuk untuk kelas Seni, tanpa kursus-kursus persiapan, hanya dengan tekad “ah apa salahnya dicoba”, dan parahnya lagi hanya bermodal bisa menggambar seorang anak TK dengan dua gunung dan pematang sawah. Mimpi sih tidak bulat untuk kesana, juga disusupi sifat standar seorang lulusan SMU, “Segala kesempatan dicoba”. Sayangnya karena “manut” terhadap permintaan ibu yang saya cinta, formulir tersebut tidak pernah saya kembalikan dan test masuk juga tidak pernah saya lakukan.

Dasar memang angin “kepengen” masih berkibar halus di sekitar aura saya, hari berjalan bulan dan bertambah tahun, saya semakin terlibat dengan kegiatan yang ngga ada hubungannya dengan pelajaran kuliah. Semakin menjauhi kodrat saya untuk menyelesaikan satu kursi sekolah teknik yang notabene saya yakin diidam-idamkan ribuan peminat. Dan sukses, satu kursi itu pun tidak pernah terisi di gedung wisuda.

Namun jujur saya nikmati “angin kepengen” itu. Selain saya yang nakal-kurang ajar tidak sadar profesi, juga banyaknya kesempatan melimpah di depan mata di masa-masa itu untuk ngurusi hal yang ngga penting, sampai-sampai ngebelain melaut ke Aceh hanya untuk mendongeng ke anak-anak. Sementara teman sekelas kuliah saya, di waktu yang sama berangkat ke Australia untuk presentasi membanggakan bangsa mewakili profesi yang kita pelajari setiap harinya.

Ohh.. jelas saya masih ngampus kok waktu itu. Saya rajin di kampus hingga jarang pulang ke kosan. Duduk-duduk sore hari ngga penting. Bodohnya saya ngobrol ngurusi negara dengan modal nongkrong. Padahal sudah reformasi. Diktatornya udah turun. Negara makin makmur. Terbukti kampus itu makin besar dan ternama, disusul perbaikan ekonomi mahasiswanya, terlihat parkir diisi kebanyakan mobil daripada motor astuti.

Kok sekarang saya tersadar menjadi orang tolol melakukan yang ngga guna dulunya? Menyesal? Sudah lewat. Umur juga sudah hampir seperempat abad. Sejarah sudah tercipta. Dan sialnya junior saya malah sudah lulus semua.

Met lulus Moth. Hari Wisuda-mu tiba, aku akan datang lagi ke kampus penuh sejarah ketololanku dulu.

35 Comments

  1. Wah mas, ini masalah memantapkan pilihan dan ngejalanin. Menjalanipun kalau hanya seteng-seteng ujungnya hanya penyesalan. Jalan orang juga laen-laen kan mas.. saya juga enggak kerja di BPLHD dan ngurusin lingkungan Jabar, tapi masih bisa cengar cengir baca postingan blog mas.

    “mas, saya wisuda bareng pantat item loh!! mosok gak diselametin??”

    Reply

  2. iya, kadang2 saya juga merasa begitu mas. merasa tolol atas apa yang diperbuat di masa lalu. tapi bagaimana lagi. Saya mikir, gimana caranya saya melakukan yang bener mulai sekarang. tapi ternyata tak semudah yang diinginkan. Mari Berusaha Bersama kawan.

    Reply

  3. kadang yang keberhasilan versi kita emang ga sejalan dengan apa yang orang lain lihat sebagai keberhasilan versi mereka..nikmati aja Bro..

    Reply

  4. plaks!!!!… serasa ditampar…

    Reply

  5. singsingkan lengan bajumu, berbuat mulai dari sekarang :p

    Reply

  6. Saya sering merasa begitu. Untuk mengobatinya saya bilang “yang tidak berguna sekarang, mungkin sangat berguna besok”. Lumayan membantu saya rileks dan kembali melakukan hal-hal yang tidak berguna.

    Reply

  7. wuih…
    semua memang kudu dinikmati…
    hohoho…
    -selamat menikmati-

    Reply

  8. kebodohan klo sesekali sich msih oke oke, lha tp klo brulangkali apa namanya? ๐Ÿ˜€

    yo wess keep the good work ae truss

    Reply

  9. saya sudah ambil Dancing Out sya la la la la…. persis di usia seperempat abad!

    Reply

  10. Sa, ayo buat keputusan baru sebelum nanti kembali menyesal!!! Saya juga nyesel kenapa dulu ga sekolah manajemen bisnis aja yg saya suka dan saya yakin saya punya bakat disitu.. Alih2 kesana, saya terdampar di jurusan teknik yg ngurusin sampah…. Hehehehe…..

    Reply

  11. anjrit dalem pisan. but life must go on, right? look forward, there lays your beautiful wife with five kids to love.

    Reply

  12. ah saya setuju itu sama momon….kadang juga merasa seperti ini aq..

    lha ๐Ÿ˜ฎ kok kebanyakan kita ngerasa seperti ini yo leks????….

    Reply

  13. whatever. i’m just proud to know someone like you.

    Reply

  14. lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ….

    Reply

  15. Selamatโ„ข!! ๐Ÿ˜€

    Gunakan waktumu dengan baik anak muda… ๐Ÿ˜›

    Reply

  16. OOT :
    Mas leksa mau bantuin skripsi saya?

    Reply

  17. Om, saya mau tanya!!

    Masak berangkat ke Australia untuk presentasi dengan membawa nama bangsa itu lebih mulia daripada melaut ke Aceh untuk mendongeng buat anak-anak?? Sama aja lah …

    Ndak ada yang tolol dan ndak ada yang salah.

    Reply

  18. Ah, saya masyih lamaaa… ๐Ÿ˜€

    Reply

  19. aku jg nerasa salah jurusan, jal..

    harusnya masuk AKADEMI PARIWISATA atau ARKEOLOGI dan SEJARAH!!

    wakakakak

    Reply

  20. pasti ada sisi pembelajaran dari sebuah kisah hidup khan..walau disisi lain dianggap sebuah kebodohan..( liat komennya zam he he )

    Reply

  21. hix… saya jadi nyesel bolos tadi pagi…

    Reply

  22. lhaaaaaaa….ayo belajar biar cepet lulus. begitu, bukan? ๐Ÿ˜€

    Reply

  23. Umur juga sudah hampir seperempat abad. Sejarah sudah tercipta. Dan sialnya junior saya…….

    asli, gw pikir kalimat terakhir lu adalah dan sialnya junior* saya masih nganggur saja.

    *merujuk ke daerah terlarang.

    hahahahah..
    piss tem… damai dihati =D
    eh kalo gitu gw juga ke bandung, tgl berapa sih?

    Reply

  24. setidaknya saat ini anda masih punya status Mahasiswa meski berpredikat “Highlander” ….. ketimbang status di KTP = Pengangguran.

    .::he509xโ„ข::.

    Reply

  25. @cyn : lha kamu lulus nya dah lama, wisuda nya aja yang dianggurin ๐Ÿ˜€

    @alle & kuman digital : Ga ada maksud menyginggung Lhooo ๐Ÿ˜

    @Herman Saksono : kalimat terakhir nya itu lhoo, Mon .. podo waee.. [-(

    @ikram : sama Bro… :D.. proud be your friend too..

    @iman brotoseno : butuh kedewasaan untuk bisa seperti itu Mas .. saya sepertinya masih kurang.. ๐Ÿ˜€

    @iphan : wes phan… jangan bolos2 lagi ..diduluin Rani ntar :p (bener ga namanya Rani..??)

    @mbok venus : ingetin anak nya Mbok ndiri tuuuhh [-(

    @benx : dasar otak loe *sekitar selangkangan … Pas wisuda maret, loe ke bdg aja.. ajak Anti!! ๐Ÿ˜€

    Reply

  26. modiaaaar!
    postingan ini muncul bulan februari yang merupakan bulan wisuda di ugm laknat tercintah…

    Reply

  27. intine masih kuliyah to? btw lulus itu sebenarnya sebuwah niyat atau keterpaksaan?

    mantap loh ke ACeh, beramal dan membuat anak2 tersenym

    Reply

  28. hei….semangatlah! kuliah 6 taon, gw tetep bangga :d karena banyak hal yang kita dapatkan dan orang lain tidak dapatkan. bukankah setiap orang itu spesial? dan gw yakin ga ada orang bodoh ๐Ÿ™‚ [kalo picik dan penjilat, emang banyak :p dan harus dilawan]

    Reply

  29. nyaris sama…hny berbeda warna…yah pasrah ajalah

    Reply

  30. tetep semangat aja menjalani sisa semester yang ada… degnan perjuangan sekuat tenaga… keberhasilan akan serasa luar biasa nantinya…… dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan pokoknya.. tetep fokus, tatap itu wisuda dengan hati yang pasti….

    Reply

  31. hehe, ga usah nyesel gitu…
    terkadang jalan untuk menuju kebenaran adalah harus melalui berbagai macam kesalahan…
    yg penting ga lupa bangun dan berlari lagi… ^_^

    Reply

  32. kadang kita memang musti membebaskan pikiran kita diluar kebiasaan, orang lain mungkin menilai kita tolol tapi suatu saat dia akan tahu bahwa dari ketololan itu akan ada manfaat yg dapat diberikan…. kira2 begitu kali jal ๐Ÿ˜› tetap semangat aja

    Reply

  33. ouch!!… Sakit bang bacanya.
    setidaknya si abang ini sempat ketemu aku…

    Reply

  34. Duh, pingin ik ngedongeng buat anak-anak.
    Eh bukan ding…pingin kumpul bareng anak-anak trus ikut ngedengerin dongengan.. ๐Ÿ˜€

    ayo, mas, semangat!! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    Reply

Leave a Reply