Anggaran Menye-Menye
Seberapa banyak dari masyarakat negeri ini sadar jika anggaran pendidikan mereka sudah ditetapkan oleh konsttitusi sebesar 20%? Sejak ditetapkan tahun 2003 sampai sekarang, apakah pernah angka tersebut tercapai dalam APBN kita?
Dan beberapa hari lalu, kembali jatah anggaran Sisdiknas dipotong. Dengan alasan ancaman defisit akibat kondisi ekonomi dunia, sebesar 10% anggaran pendidikan tahun ini kembali dipotong dalam Perubahan APBN.
Anggaran Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen pengemban tugas utama di bidang pendidikan dalam pemerintahan, hanya sebesar Rp 45,9 triliun tahun lalu dan itupun belum mencapai 20 persen sesuai amanat konstitusi. Sedangkan, setelah APBN-P tahun 2008 yang disahkan hari ini, anggaran Departemen Pendidikan Nasional dari Rp 49,7 triliun terpotong hingga tersisa Rp 44,7 triliun.
APBN tahun lalu saja hanya menganggarkan 11,8% dari total APBN. Dan dengan perhitungan yang sama, APBN-P tahun ini turun menjadi 9,6% .
Memang efisiensi menjadi penting mengingat kondisi ekonomi dunia yang memburuk. Belum lagi jika berbicara korupsi yang terjadi, terutama ditubuh Diknas. Rahasia umum kalo kata saya mah. Seperti mengulang memori cerita lama jika berbicara korupsi di berbagai institusi pendidikan negara ini.
Kita boleh menangis menye-menye menyadari bahwa belum pernah persentase itu tercapai dalam sejarah APBN kita. Lalu buat apa juga dulu dibuat angka itu? Bukankah Undang-Undang di negara hukum ini punya kekuatan luar biasa untuk mengatur segala kehidupan warganya? Bahkan sampai urusan moral saja diatur oleh Undang-undang?
Saya jadi teringat salah satu petikan lagu Bang Iwan,
Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mauTegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Dan kalau anda melihat berita-berita media akhir ini, lebih banyak bercerita tentang kaum-kaum oportunis yang bersiap-siap untuk 2009. Berita tentang defisit anggaran, kemiskinan, bahkan berita perihal pemotongan anggaran ini saja hanya masuk dalam kolom kecil -hampir tidak terbaca. Kalah oleh headline-headline besar soal rebutan kursi.
Tags: DPR, Kapucino, pendidikan, sosial
April 17th, 2008 at 6:52 am
menurut saya, pendidikan adalah investasi terbaik. menurunkan anggaran pendidikan terasa janggal di era pasar bebas.
April 17th, 2008 at 7:32 am
we never learned. gak kapok2, bodoh dan dibodohin terus, dan akan terus bodoh kalo para pembuat kebijakan juga bodoh. woalah, mbulet wae
April 17th, 2008 at 8:24 am
jadi maksud maneh, pilih cagub yang ngasih janji pendidikan gratis?
April 17th, 2008 at 8:51 am
puantes sekarang muaahaaall….
April 17th, 2008 at 9:47 am
Emang, kalo sudah gratis dijamin hasilnya lebih baik?
April 17th, 2008 at 10:09 am
“round in round in a conversation always end where it begins” - Kelly Osbourne-Shut Up
April 17th, 2008 at 10:17 am
lagi-lagi pembodohan bangsa secara sengaja
mungiin targetnya 190 taun mendatang negara ini bakal dijual murah!
April 17th, 2008 at 10:18 am
maap, mestinya 10 taun mendatang
*tlalu smangat*
April 17th, 2008 at 10:30 am
gw mo oportunis aja lah sekarang..males mikirin tetek bengek politik & pemerintahan. cari duit banyak-banyak biar bisa punya banyak adik asuh.AMIN..
April 17th, 2008 at 12:42 pm
tp kang dilapangan juga ada yg ganjil loh..ketika anggaran sudah 20% para pemakainyapun bingung buat dipakai apa anggaran tersebut
April 17th, 2008 at 3:03 pm
Ada yang salah dengan penyelenggaraan bernegara di sini…
Selalu salah.
April 17th, 2008 at 3:47 pm
udah baca bukunya eko prasetyo dan terra bajraghosa yg PENGUMUMAN TDK ADA SEKOLAH MURAH ??
tak pinjemin deh….
April 17th, 2008 at 3:53 pm
ganti leot yah mas?
agak masih berantakan..padahal leot saya juga masih berantakan..
April 17th, 2008 at 5:36 pm
@tukangkopi : jawaban pragmatis Bro…
kalo untuk jadi kakak asuh, ga musti nunggu loe jadi kapitalis sejati ngumpul modal.. believe me
@didut : belom nyampe Kang,.. memang di 2005-2006 sempat gede, tetapi tetep ga nyampe,..sampai2 ada BOS, dengan banyak cerita buruk dibelakang. Pertanyaannya, masak kita harus nunggu Perbaikan moral aparat/institusi dulu baru perhatian ama Pendidikan?
@Stey : IE suck,. emang di IE ada problem, CSS ga kebaca
maaf..
April 17th, 2008 at 6:26 pm
@iwan awaludin : Saya tidak bilang gratis akan lebih baik.. Masalah kualitas pendidikan harus kita akui berhubungan dengan besarnya dana,..tetapi masalah pendidikan bermutu bukanlah selalu soal dana… ada integritas dan passion yang berbeda disitu… itu yang saya pelajari…
Terutama masalah keberpihakan Pemerintah,.. ini yang saya gugat…
April 17th, 2008 at 6:29 pm
@balibul : di Aceh dulu ada yang janjiin pendidikan gratis kalo dia jadi **** .. alhasil?? sorry kang,.. kalo janjinya pas kampanye saya ga percaya,..
April 17th, 2008 at 6:36 pm
padahal pendidikan adalah salah satu cara halal sebagai sarana untuk keluar dari kemiskinan struktural…..
April 17th, 2008 at 8:20 pm
nasib..nasib…huulah
April 17th, 2008 at 8:22 pm
Welcome, foolishness!
April 17th, 2008 at 9:04 pm
ttg pendidikan di indonesia yaa boz? hummm, saya sih jadi miris setelah baca laskar pelangi. saya pribadi merasa bahwa andrea hirata memang agak lebai alias berlebihan. tapi saya setuju dengan buku-bukunya, walau baru baca satu yang pertama ini. gimana yaa? pantas aja ada kalimat “yang kaya tambah kaya yang miskin makin miskin”
sulit saya berkomentar boz, sulit…
*jenis orang yang kalo komentar bisa panjang kali lebar sama dengan luas di kali tinggi jadi volume, hahaha… nice wrote dude!*
April 18th, 2008 at 12:36 am
@cewe tulen : lhaa… kalo pernyataan itu benar, gimana dengan org tak bergelar kayak gue
… untuk bahasan itu, kita musti ke Djandelo Cafe dulu .. hahahaha…
April 18th, 2008 at 3:13 am
anggaran nyang 20% ntu dari APBN kah atau 20% dari anggaran nyang buat DIKNAS..
April 18th, 2008 at 4:54 am
@taqi : UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003
yang isinya jelas dalam pasal 49 ayat (1):
“Dana pendidikan selain gaji
pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan
minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)”
nanti akan saya postkan drama yang terjadi seputar hal ini sejak rancangan anggaran 2008 dibuat sebelum Perubahan…
Benar2 drama di dalamnya melibatkan MA.. :
April 18th, 2008 at 10:20 am
bener jal, gak harus nunggu jadi kapitalis sejati buat jadi kakak asuh. udah dimulai kok..tapi butuh resource yang lebih banyak untuk membantu lebih banyak..nggak bisa mengharap pemerintah
April 18th, 2008 at 11:35 am
@tukangkopi : yaudah,. berarti bukan opor tumis namanya itu Dul..

gue tau loe kek gimana kok, Bro..
April 18th, 2008 at 12:27 pm
ga banyak yang sadar bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. jadi ya gitu deh, 20 persen omong2 doang