For Sale
9808

Tags: Kapucino, politik, reformasi
This entry was posted
on Thursday, May 15th, 2008 at 8:08 am and is filed under Coretan, Kapucino, Opini.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
May 15th, 2008 at 8:17 am
jadi inget puncak reformasi sekaligus akhir dari kejahatan terselubung
May 15th, 2008 at 9:34 am
…………….
May 15th, 2008 at 11:15 am
Kemahalan.
Indonesia hanya mampu mencicil, ntah kapan lunasnya..
May 15th, 2008 at 11:17 am
utang dulu, jal
May 15th, 2008 at 11:22 am
ada yang mo beli emang?
May 15th, 2008 at 1:04 pm
kata Laksamana Sukardi..apa bedanya dibeli asing ma dibeli aseng…*lagi2 mengutip Kwik*
May 15th, 2008 at 5:02 pm
Gimana kalo pake acara lelang?
Ada yg mo nawar dengan harga tinggi?
May 15th, 2008 at 6:55 pm
pasti bosan dengan “polemik” 98-08.. hehehehehehe
May 15th, 2008 at 10:36 pm
soul nya dah lenyap!
apalagi cuman gambar sisa, apa masih laku!
May 16th, 2008 at 7:36 am
….
Gambarnya itu…
Sudah jatuh hargakah? Diskonkah?
Bisa naik lagikah nanti nilainya? Masih bertahankah republik ini 2-3 tahun lagi?
Berapa harga semangat sekarang? Berapa pula harga yang dilabel utk perlawanan seperti tahun 1998?
Ah… entahlah. Cuma bisa bersyukur dengan miris bahwa hari ini masih hidup dan mengantongi KTP (Merah Putih) sebagai WNI….
*stalker mode ON*
BTW: baru tahu kenapa leksa bisa bahasa aceh
*stalker mode OFF*
May 16th, 2008 at 8:16 pm
hey, NYUK!
*dadah2 ke alex*
May 22nd, 2008 at 2:37 pm
ga kerasa udah 10 tahun ya…
*saya juga sudah bosan*
May 25th, 2008 at 9:39 pm
Bukan mau komentarin event ini, cuma mau ngomentari gambar yang situ taro. Keren deh digituin.. Heheh.. sori kalo OOT..
June 10th, 2008 at 8:05 am
[…] tidak dengan 100 Tahun Kebangkitan Nasional dimana (konon) fatalis menjadi penyakit (?) atau atau 10 Tahun Reformasi yang “dijual”, saya juga tidak mengatakan pasti. Toh ini cuma spontanitas pikiran saya sendiri yang keluar tanpa […]