Skip to content

Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak
“Hujan Bulan Juni”)

Selamat Menikmati Bulan Juni yang penuh cinta. Bulan Juni yang penuh nista. Dan bulan-bulan lain yang menunggu derita.

Categories: Coretan, Kapucino.

Tags: ,

Comment Feed

13 Responses

  1. derita :o
    ohh,,,tidakkk

  2. bulan juni katanya bulan perkawinan. june bride.. :D

    *bulan ini ada 3 kondangan*

  3. Sapardi Joko Damono menggetarkan!
    ada beberapa yang berpesan, katanya, kita mesti optimis dengan masa depan, terutama masa depan negeri ini, tapi entah kenapa, semakin hari semakin susah untuk sekedar menarik nafas selanjutnya di negeri ini.

  4. derita opo jal? wis ayo gojek kere di jumintenan wae :D

  5. hayah, jal. ayolaahhh..hidup ini indah!

  6. karena pertengahan barangkali, membicarakan hujan sudah lewat, membicarakan kemarau belum lagi datang :P
    dilema, eh?
    tetapi, bila memang hujan datang pun kemarau, apa yang akan dilakukan? bagaimana kalau madah syukur sahaja? :mrgreen:

  7. kene kene…. melu aku golek ciu ae…

    *tolah-toleh, mundur teratur*

  8. @kumandigital : aku nyari lapen versi 2.0 ga nemu… saran, dab…

  9. cinta bulan juni. bulan lainnya? :(

  10. rep nikah dab…????

  11. jal, nggolek ombenan, samping k24 jakal.. ada warung di pojokan..
    sluurrrrpp…
    indah dunia.. :-) )

  12. SDD… Love his poems…

    Salam kenal

  13. mantap…..jd teringat kampung halaman

    hendraApril 30, 2010 @ 3:14 pm



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.