Dalam banyak komunitas di dunia maya, Detik sering dipelesetkan sebagai media yang “basbang”, yang juga berarti “Basi Banget”.
Tetapi tidak begitu menurut Artalyta alias Ayin, si tersangka dalam kasus penyuapan Kejaksaan Agung itu. Dalam sidang hari ini, dengan gaya menjawabnya yang berbelit-belit, ternyata Detik harus berterima kasih ke Artalyta.
“OK. Dari pembicaraan itu, Anda sepertinya tahu persis perkembangan kasus BLBI II. Anda tahu dari mana?” kata Andi (Hakim Andi bachtiar -red).
“Itu ada di detikcom, yang Mulia,” kata Artalyta.
Hebat! Bermodal membaca Detik saja, Ayin bisa tahu seluk beluk kasus BLBI II sedalam itu. Selamat buat Detik. Sekaligus selamat bekerja mengumpulkan arsip berita BLBI untuk di crosscheck dengan rekaman Ayin.
Tapi jika merujuk logical fallacy, sebenarnya pernyataan itu juga tidak menjawab pertanyaan Andi. Pintar sekali wanita satu ini berkelit-kelit dalam menjawab pertanyaan hakim.
Sepertinya Arya harus traktir saya untuk kemajuan Detik satu ini.
secara diriku adalah generasi detik dan bukan lagi generasi kompas. maaf ngiklan… kekekeke….
[sambil meratapi nasib pekerja kantoran]
Kok nggak menjawab, Jal?
“Anda tahu dari mana?”
“Dari detikcom.”
Bukannya seperti itu ya?
anjliiiit
*alya mode ON*
*langsung baca detik mulai hari ini, hihi*
keren juga ya detik….
ngikut jadi langganan detik ah…hehe
*ngakak*
Internet sudah jadi asupan agaknya :lol:
Err… t…tapi fenomena itu bukan monopoli Tante Artalyta yang pandai menjalin hubungan
macam mom-mom di MILFdengan petinggi negara itu tho?Saya juga melihat hal demikian ada di ranah blogosphere. Misalnya saja jawaban, “Silakan anda cek di wikipedia” dan “Merujuk ke wikipedia bla bla bla…” atau “Lho, itu kata wikipedia lho!” yang bertebaran di banyak diskusi. Silakan ganti wikipedia dengan apapun: encyclopedia britannica, misalnya. :D
Padahal semua itu tetap saja referensi belaka adanya, IMHO :)
Oh ya… saya juga numpang mengucapkan selamat pada wiki-wiki dan segala ensiklopedia yang mumpuni dan (bagi sejumlah homo sapiens kadung dianggap kebenaran mutlak) itu :))
detik apaan sih?
untung saja jawabannya bukan dari : Simbah Google !
Secara, saya yg salah satu mahasiswa UGM sangat tidak suka jika Plofesol saya dijadikan acuan oleh para penjahit itu.
UGM = Univesitas Google coM
.::he509x™::.
haha… betul mestinya jawabnya simbah google
Loh. bukannya itu jawaban nggak merepresentasikan apa2 yah? :D
ya ampun jek…
jadi kami (gw dan Nieke) bukanlah yg satu2nya lo todong traktiran?
hahahaha… :))
sayangilah uangmu, leksa..
arya itu wartawan bola.
should be proud to internet..
should be sad to justice
ternyata internet bisa bikin pinter…
*basbang*
@alle
*tendang aLe
@zam
detik itu adalah temennya kompas… :>
@tikabanget
hai tika? *winkwink*
eh, ini bukan blog saya ya…
*doh, dasar ciken apdet*
*ngabur*
kenapa Arya yang harus nraktir ya? relevansinya apa? :))
Becik ke detik olo ketoro :D
@tukangkopi : gimana kalo lu yg nraktir gue? :D
Akh ogah langganan detik :P
detik….detik proklamasi
slaen ituh juga pinter dandan kan? kekeke
saya sudah langganan detik dari dulu, detikinet aja siy.
Hahahaha…
Ayin emang top deh kalok berkelit! Kenapa divonis cuma 5 tahun ya, kurang banget tuh?
Tapi bagi pengguna internet awam, detik itu digemari lho.
maap, saya sudah jengah mbaca detik
*beralih ke kompas*
satu sisi kita patut bangga, ternyata koruptor2 negeri ini memang sudah melek teknologi. jadi penegak hukum harus bisa mengimbanginya. :)
BERTERIMAKASIHLAH PADA WORDPRESS
“Anda tahu dari mana?”
“Itu ada di Tabloid Bola, yang Mulia”
*beralih ke BOLA*