Setahun

“Selalu ada kejutan dibalik tikungan kehidupan”, demikian Ndoro yang bijak itu berpesan selalu. Saya mungkin orang yang hafal dengan baik teori itu di kepala. Tetapi soal memahami dan memaknai, saya bukan lah seorang sufi yang baik untuk itu.

Setahun sudah perjalanan di kota Kesultanan ini. Dua belas purnama menjelang, dua semester hidup berakhir, entah saya menglami kemajuan atau kemunduran, atau malah stagnan. Tetapi harus saya terima, banyak hal yang sudah saya dapat. Tidak terlepas dari segala macam pencerahan ala Yogya yang ditawarkan bangunan, cerita, sejarah bahkan canda ala makhluk-makhluk ceria-nya. Termasuk anda, para bloger yang ada disekitar saya.

Tantangan tahun ke-2 di depan mata. Berjejal tantangan sudah menumpuk membayang, menggunung. Laksana merapi yang menunggu meletus setiap siklus geologisnya. Siapa yang tahu apa yang terjadi setahun kedepan? Seperti pertanyaan yang sama ketika pertama kali saya sampai di kota ini.

Dulu saya datang dengan kebodohan-kebodohan dan penyesalan. Berniat kabur dan tapa brata saja, tetapi tidak cukup menutup semua semangat baru yang ditawarkan dari laut selatan hingga puncak Suroloyo. Segala kejar cinta dan cita ternyata cuma bara lewat yang kurang nyala apinya. Nyalanya tidak cukup karena BBM yang terus membubung mungkin. Atau arang yang kurang banyak disematkan dalam panggangan.

Seorang teman berulang tahun malam ini, tetapi saya malah terpekur dengan pikir saya sendiri. Hidup serasa singkat, setahun tidak terasa memang, seperempat abad umur sudah lewati sejak dulu. Luka-luka lama tanpa disadari sudah ditimbun dalam-dalam di balik peti-peti cerita kehidupan sejarah.

Saya percaya hidup harus mengalir. Tetapi ternyata mengalir saja tidak cukup. Semua orang sudah maju selangkah, dua langkah, bahkan beribu langkah. Mereka seperti tidak sekedar mengalirkan saja hidup ini. Saya melihat mereka dan mungkin anda-anda seperti mengayuh dalam jeram-jeram terjal. Dan sama juga, “Tidak ada yang tahu tikungan terjal apa yang akan dihadapi di arus depan”, demikian saya bisa lengkapi quote sang lelananging jagad itu.

Seseorang berpesan pada saya, “banyak hal bisa terjadi dalam 2 tahun, Jal” . Oke. Saya berhitung sejak sekarang dalam dua tahun akan terjadi apa saja. Berhitung sekarang, kalkulasi ini dan itu. Tetapi bukan berarti bisa menolak segala kelokan tajam yang terjadi di depan. Selalu ada faktor yang ada di luar kuasa perhitungan kita sebagai manusia bukan?

“Hadapilah seperti “laki-laki”. Apapun yang harus diambil, lakukan dgn sungguh-sungguh. Itu saja kuncinya biar tidak sakit.” Pesan seorang teman lainnya, yang mengingat kan saya dengan lelaki hebat di nirwana sana. Pesan yang sangat maskulin sekali.

-o0o-

Ini bukan soal cinta, apalagi roman. Tetapi soal kegelisahan hidup kita yang memang selalu muncul kala ada “cinta” menggoda setiap hati yang gelisah. Kita butuh istirahat dari dunia cerita politik yang makin membuta menjelang tangan-tangan rakus berkuasa. Toh, saya dan anda juga manusia biasa, bukan?

34 Comments

  1. *met ultah momon ;) .. makasih makan2nya

    Reply

  2. renungan yang bagus ;)

    Reply

  3. Wah, iya, udah setahun aja!!!

    Reply

  4. Gua jadi inget setelah baca tulisan ini Jal! Hehehe.

    Reply

  5. tambah umur tambah tantangan

    Reply

  6. Brow, templatenya mbok diganti
    Item terus susah bacanya
    (Usul aja)
    *Ngabuurr …*

    Reply

  7. @Goong : siap Bro.. sedang disiapin.. maaf kalo ga nyaman..

    Reply

  8. huhuhu… kangen bersama kalian!!

    kangen gila-gilaan bareng kalian!!

    duh, aku baru beberapa bulan ning kene je..

    semoga aku betah turu ning kene, halah!

    Reply

  9. memilih itu mudah, yang susah menanggung konsekuensinya…

    Reply

  10. terus, kamu kapan ke jakarta, jal?

    *OOT*

    Reply

  11. Menjadi berani atau takut, perjalanan hidup akan kita alami juga. Lalu kenapa harus takut?

    Berjuang Kang ;)

    Reply

  12. pantesan jal, semalem kok berat banget ngeliat raut mukamu:D

    Reply

  13. @ nico,. muka ijal emang berat,.. gak usah diliat :D

    makan tongseng yuk jal!

    Reply

  14. piye yo Jal.. dijalani wae lah Jal..
    harus lincah, licin, dan luwes..

    Salam Super!
    *halaah*

    Reply

  15. buat momon: ati2 akan ada serangan fajar dari salah satu apel dari semarang, tunggu tanggal 26 juli ini, wekekeke

    **mencoba sebarkan hoax**

    Reply

  16. sebuah kekhawatiran yang sama tentang hidup masih juga mendera gw, jal…

    Reply

  17. Ada apa denganmu Jal, kenapa begitu kontemplatif :D

    Reply

  18. kabur?
    kok linknya ke aku?

    Reply

  19. wah siapa yg ulang tahun

    klo tau gitu gw lbh lama aja yah di jogja *ngarep padahal ga diundang* wahahahaha

    Reply

  20. wah itu fotonya bagus pengambilan sudut nya :)

    Reply

  21. tetep semangat aja bro….

    Reply

  22. Saya mo jawab kalimat terakhir aja: bukan!
    Btw, baru setahun di Jogja tapi dah bisa berkarya. Salut, Bos. Saya 8 tahun di sini cuma jadi gembel dan pengemis yg terus menadahkan tangan berharap pada kiriman. :(

    Reply

  23. Emang terkaman waktu terkadang bisa sangat mengerikan

    Reply

  24. mungkin, kita mesti tanya mas momon, berapa banyak tikungan yang sudah dilewati dalam kehidupan ini mas!

    Reply

  25. Eh, sudah setahun ya? Berarti sudah setahun jg kita berjumpa
    :D

    Reply

  26. eh iya Nots…
    ga kerasa :D

    Reply

  27. apanya yang udah setaun? *komen nyari gara2*

    jaaalll..apa kabaaarrr?? sorry baru bisa ke sini lg. bermasalah dengan koneksi, dan layout blogmu ini berat banget, suka ga bisa dibuka bahkan saat koneksi di tempatku lumayan normal.

    Reply

  28. wah… banyak yang udah setahun…
    saya sedikit lagi…
    eh masih lama deng..

    Reply

  29. @Goong : siap Bro.. sedang disiapin.. maaf kalo ga nyaman..

    Terima kasih sudah memperhatikan pembaca.
    Ditunggu new-themenya :D :D

    Reply

  30. Wah, jebul mas Leksa melankoli yoh?
    Seperti Kungfu Panda bilang:
    “Yesterday is history, Tomorrow is mistery but today is a gift”

    Reply

  31. jalan yang kita pilih mungkin sukar, gelap dan mendaki. tapi mudah-mudahan kita semua tetap dalam perdjoeangan… RSW

    Reply

  32. … membuatku rindu bertutur kata lewat aksara…

    Reply

Leave a Reply