Saya kesal. Kesal karena melihat iklan-iklan pemilu di TV. Bayangkan saja, saya harus memotong kenikmatan siaran bola, atau film kartun pagi hari untuk menyaksikan sebuah iklan yang mengingatkan saya pada dukun yang sedang menghipnotis. Tiba-tiba diantara desahan bait-bait pidato berlatar gambar-gambar simpatik, terdengar suara rendah seorang wanita, yang bernada dingin, berirama menghipnotis. Mungkin buat yang paham supranatural atau psikologi klinis bisa melacak, ada ngga kira-kira unsur hipnotis didalamnya?
Itu soal suara dalam iklan yang menjengkelkan. Lain lagi isi pidato-nya. Satu iklan pidato isinya adalah memuja keberhasilan si S. Nah satu iklan pidato lainnya, mengatakan si S itu mengalami kegagalan luar binasa.
Saya jadi makin bingung, udah dihipnotis, ditambah-tambah harus mikir, siapa yang bohong sebenarnya?
Yang pasti bukan saya yg boong.
Suer..bukan saya lho.
*ikutan ga senang ama parade narsis parpol*
[Reply]
heeh jal aku ya ndak bohong lo
[Reply]
Itulah tayangan di televisi kita Mas. Isinya kalo gak iklan politik, ya, REG (SPASI)…
Emang bosenini banget sih. Aku sendiri juga sampai jengkel.
[Reply]
semuanya bohong
[Reply]
gimana kalo pertanyaannya dibalik; siapa yg benar?
[Reply]
bisa jadi semua berbohong, tapi bisa jadi juga semua jujur.. tergantung sudut pandangnya
saya sih suka nontonnya, untuk seru-seruan dan lucu-lucuan
)
[Reply]
Mari Mari sini yang mau buat iklan politik, iklan kampanye..hubungi saya
mari mari..tanjung kimpul duit kumpul..
[Reply]
tergantung, oom, frekuensi suaranya masuk tingkat gelombang apa. masing-masing gelombang punya fungsi sendiri-sendiri buat otak, soale. tapi berhubung saya jarang nonton tipi, saya sejauh ini belum terganggu sama mereka. cuma ya keterlaluan juga kalo mereka sampe ngganggu teman-teman saya
[Reply]
Sing ngawe blog iki sing ngapusi
[Reply]
There is a blog hosted at blogspot and I want to contact the owner. How can I? Thanks.
[Reply]
yang jelas bukan saya…
saya tidak boong
[Reply]
saya juga benci pada pelaku kebohongan.
tukang ngibul.
sekarang “a”, 2 dtik lagi “Q”
[Reply]