Enlarge Your P*nis

Tulisan ini muncul sebagai bentuk dukungan saya, sekaligus keprihatinan saya. Jelas ketidakadilan terhadap kasus yang dialami Ibu Prita menjadi perhatian kita semua. Siapa yang tega melihat seorang ibu terpisah dari anaknya karena tersangkut kasus yang ambigu demikian?

Iya, saya mengatakan ambigu. Proses hukum yang terjadi memungkinkan adanya “debat pengadilan” yang sengkarut. Rumah Sakit Omni kuat dari segi tuntutan yang didukung pengacara coorporate yang lebih handal di banding Prita yang cuma seorang kala itu. Ditambah pasal-pasal karet dalam UU ITE yang memungkinakan kurangnya pemahaman akan UU ITE oleh Jaksa dan Hakim.

Apapun hasil proses persidangan, yang tertinggal adalah sebuah empati bagaimana seorang Ibu akan berpisah dari anaknya karena “kalah debat”.

TAPI,

Saya lebih empati dengan para pendukung yang kebablasan. Belum lagi buat pihak-pihak yang berkepentingan entah atas nama kekuasaan, atau apapun lah itu. Akibatnya? Jelas ada kerugian yang lebih besar lagi buat kita, bahkan bagi publik sendiri.

Contoh kasus saja, hari ini. Rumah sakit Omni kebanjiran email, membuat jalur komunikasi mereka terganggu. Kok bisa?

BEGINI,

Saya yakin hari ini RS Omni kelabakan dengan email mereka. Bukan cuma mereka, saya sendiri juga repot mengurusi spammer setiap hari.

Dulu saya ingat, sebelum UU-ITE disahkan, bahkan jauh sebelum blog ramai membahas Undang-undang sengkarut itu, Pak Pri pernah memposting, berkomentar bahkan berkampanye soal pentingnya aturan main SPAM dalam UU-ITE.

Dan sepertinya anggota dewan cukup bijak mengabulkan perihal satu ini.

Pasal 32
(1)
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

Pasal 33
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Demikian bunyi butir diatas. Jadi tindakan SPAM yang merusak, justru menjadi tindak kejahatan dalam UU-ITE. Pasal-pasal diatas bisa saya anggap 2 diantara pasal-pasal UU ITE yang tidak sengkarut, yang justru melindungi kita sebagai pengguna, dan semua pihak yang terbantukan oleh fungsi kerja alat komunikasi, terutama internet.

Jika ada diantara saudara yang tidak mengerti SPAM, mungkin bisa cek email saudara. Saya sih lebih sering mengingatnya dengan 3 kata judul diatas.

Itu saja dari jangkauan pengetahuan saya apa dampak buruk dukungan kebablasan ini. Ibarat kata, kita sering merasa terganggu oleh kemacetan akibat demo-demo. Apalagi sampai merusak layanan publik. Nah, sekarang jika kita juga kebablasan dalam menyikapi kasus Ibu Prita, maka kita juga tidak ada bedanya dengan pendemo yang sering kita pisuhi.

Rumah Sakit Omni adalah sebuah layanan publik, yang memberikan bantuan, pertolongan kesehatan kepada masyarakat. Mereka setiap hari beroperasi dengan ratusan pasiennya. Mereka juga butuh alat komunikasi seperti email dan  internet. Lewat jalur itulah rumah sakit ini bisa berhubungan dengan para supplyer obat-obata, menagtur skedul dengan pihak dokter,  berkorespondensi dengan luar rumah sakit dan komunikasi dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan operasional.

Ah, saya jadi sentimentil.

Tapi tak apa-apa, toh beberapa hari ini semua orang memang cenderung sentimentil.