Blog dan Twitter Indonesia (Part 1)

Ketika mencari-cari di Google, saya menemukan beberapa data yang menarik. Ini bukan soal proposal dan jualan kecap. Tetapi bisa menjadi catatan menarik jika anda seorang blogger “yang peduli”, atau pun seorang pengguna twitter “yang sehat”.

Sebelumnya mungkin kita harus tahu dulu beberapa catatan umum dan penting. Berdasarkan data APJII Juni 2010, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 45 juta. Sementara pengguna Facebook per Agustus 2010 tercatat lebih dari 27 juta user dari Indonesia. Dan Indonesia mencatat rekor penetrasi twitter tertinggi dalam setahun ini (20,8%), dengan menduduki posisi ke-6 pengguna Twitter terbanyak (2,41%).

Pembahasan ini akan saya detailkan dalam 3 bagian. Dimana pada bagian akhir akan kita coba lihat seberapa besar aktifitas blogging dan kaitannya dengan penetrasi twitter akhir-akhir ini. Semoga akan ada sedikit kesimpulan dan manfaat yang bisa diperoleh.

 

Blog

Januari 2009, ketika pelaksanaan Wordcamp Indonesia pertama kali digelar, sempat disinggung bahwa pengguna WordPress.com dari Indonesia menempati posisi ke-dua setelah Inggris (sumber : tempointeraktif.com). Walaupun saat itu saya sempat hadir disana, tetapi saya tidak bisa mengkonfirmasi benarkah data yang diperoleh Tempo tersebut? Saat ini saya hanya bisa melacak ke belakang lewat statistik pengunjung dan pengguna bahasa Indonesia WordPress.com dibantu log data dari quantcast.com.

Pengunjung WordPress.com yang berasal dari Indonesia terdata memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Visitor bulanan WordPress.com dari Indonesia

Visitor bulanan WordPress.com berdasarkan impression

 

Data pengunjung wordpress.com dari Indonesia yang dikumpulkan quancast.com dimulai sejak Juli 2009. Terlihat dari data tersebut, secara kasar pengunjung wordpress.com berasal dari Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Setahun lalu ada 5 juta pengunjung perbulannya. Dan saat ini sudah menembus 12 juta pengunjung setiap bulannya dengan total pencapaian bacaan terhadap post dalam wordpress.com hingga 85,7 juta halaman sebulannya.

Selain itu, statistik terbaru menunjukkan penggunaan bahasa Indonesia dalam wordpress.com berada pada posisi ke 4 setelah bahasa Portugis. Padahal pada Wordcamp 2009, saya mengetahui bahasa Indonesia menempati posisi ke-3 setelah bahasa Inggris dan Spanyol. Memang mengalami penurunan dari segi persentase. Bahasa Portugis adalah bahasa resmi di Brazil. Pengguna wordpress dari Brazil sedang meningkat secara signifikan dalam 2 tahun terakhir. Tidak hanya di platform blog seperti WordPress.com, juga diberbagai jejaring social media.

WordPress.com language stats per June 2010

 

Data-data diatas baru bersumber dari platform wordpress.com yang memang sangat popular. Belum lagi jika kita melihat blogger multiply atau servis lokal seperti blogdetik. Termasuk platform blog sederhana yang sedang ngetrend saat ini seperti Tumblr dan Posterous.

Saya juga tidak melupakan blog-blog yang ditanam secara pribadi di dalam server/hosting pribadi. Seperti misal blog saya ini. Dari Quantcast juga saya memperoleh data engine blog untuk blog selfhosted tersebut, seperti MovableType sebesar 6,79% dan TypePad tercatat 1,32%. Sedangkan engine WordPress (wordpress.org) mencapai lebih dari 52%. Perhitungan ini mungkin tidak bisa dijadikan patokan yang valid, karena Quantcast merekam index URL beserta engine blognya secara terbatas.

Data engine blog dari Quancast dan Builtwith per September 2010

 

Jika melihat cara orang Indonesia memanfaatkan blog, saya bisa mengambil kesimpulan data serupa wordpress.com diatas, juga bisa ditemukan di platform lainnya, termasuk blog selfhosted.

Mungkin ada perbedaan mencolok untuk pengguna blog selfhosted, dimana jumlah publisher blog dengan tujuan monetizing PPC juga meningkat di Indonesia. Satu-satunya data tentang jumlah Adsense Publisher yang resmi dari Google adalah pada April 2010 lalu. Lewat blog resminya Google membocorkan bahwa mereka memiliki lebih dari 1 juta adsense publisher dalam berbagai program. Jika di pukul rata setiap publisher memiliki 1-5 blog monetized, berarti ada lebih dari 6 juta website yang dimonetized oleh adsense publisher seluruh dunia. Sayangnya dari informasi ini pun kita tidak dapat mengira-ngira berapa blog Indonesia yang digunakan untuk monetizing. Belum lagi mempertimbangkan monetizing dengan PPC lainnya, termasuk yang lokal seperti kumpulblogger.com.

Pembicaraan paling sering berkenaan dengan blog monetizing adalah soal kualitas konten blog. Diskusi tentang ini lebih sering menjadi debat kusir. Bahkan berujung pada identitas blog dan blogger itu sendiri. Dalam tulisan ini saya tinggalkan dulu pengkotakan ini. Alasannya cukup sederhana, karena kita melihat angka-angka ini nantinya dari jumlah data yang masif berdasarkan laporan robot atau crawler juga. Mereka tidak mengerti kualitas konten bukan? Selain itu, karena toh para publisher ini juga ada di negara-negara lain dalam prosentase dan attitude yang serupa; Make money with the content whenever it’s possible. Harus dipahami oleh semua netters bahwa kehadiran publisher -baik adsense, affiliate, dan program-program monetizing lainnya- adalah dinamika tersendiri dalam industri internet di dunia.

Bagaimana dengan blog-blog atau catatan online yang tersebar dalam web social network seperti “Note” Facebook? Saya tidak memasukkan mereka sebagai bagian dari blog, karena keterbatasannya diakses oleh public diluar social network tersebut. Gampangnya, Google pun tidak meng-indeks dengan baik “Note” Facebook.

Jumlah pengguna baru (juga lama) blog tidak tercatat secara terbuka. Kecuali pihak-pihak penyedia service berkenan merilis data pengguna service mereka. Kesimpulan awal kita disini adalah bahwa “pembaca” blog di Indonesia masih ada, dan jumlahnya juga terus meningkat dari bulan ke bulan. Sekali lagi saya tekankan “pembaca. Kenapa?  Kata pembaca lebih tepat digunakan jika dilihat dari hasil statistik yang hanya menunjukkan jumlah pengunjung blog dan pencapaian halamanpost yang terbaca.

Harus dibedakan antara pembaca dan pengguna blog. Pengguna blog adalah blogger aktif yang menghasilkan konten untuk blog mereka. Sementara, data statistik pengunjung atau halaman blog yang terbaca tersebut adalah sekumpulan angka yang dihasilkan dari jumlah pembaca. Kita tidak bisa menentukan secara pasti, apakah lebih banyak konten baru bermunculan? Atau justru hanya jumlah pembacanya yang bertambah secara signifikan? Dilihat dari trend data di atas, satu-satunya kepastian yang bisa saya simpulkan adalah BENAR bahwa penetrasi internet di Indonesia yang meningkat secara signifikan.

*Sesuai dengan laporan APJII, dalam setahun ini telah tercatat peningkatan pengguna internet lebih dari 15 juta orang (Agustus 2009 – Juni 2010) di Indonesia.

9 Comments

  1. Wah keren yah Indonesia bisa meningkat begitu tinggi

    Reply

  2. Soal bahasa Portugal, selain Brasil yang memakai tentu rakyat Portugal juga. Jadi bahasa itu dicatat 1 tapi donasi demografinya bisa 2. Sebenernya English bisa lebih banyak demografinya, tapi blogger lebih cenderung pake bahasa ibu :D

    Reply

  3. @hedi : Eh iya.. itu bener kang.
    Catatan bahasa itu memang pilihan user, bukan karena demografi.
    Jadi apa yg kang hedi bilang sangat masuk akal..saya juga setuju.

    Disini, saya melihat traffic data, dimana penetrasi internet, usernya juga memang sedang hip-hip nya di negara Sepakbola itu :D

    Reply

  4. tumben lo rajin ngumpulin statistik segala…

    Reply

  5. Saya pengguna blog. Tapi secara umum , dalam tangga perbadingan, cuma jadi spectator. :)

    Reply

    1. Pada dasarnya kita semua memang spectator, Paman.

      Cuma sayang saja, kalau semua jadi penonton, lalu siapa yang jadi pemainnya kan?
      :D

      Reply

      1. Nah masuklah kita ke dalam persoalan utama: dalam kemudahan berinternet ini, konten apa sajakah yang telah kita hasilkan? ;)

        Reply

  6. terus saya harus gimana nigh… hueran

    Reply

  7. [...] selesai trilogi saya tentang blog dan twitter Indonesia. Namun, saya merasa butuh menuliskan soal blog dan twitter (juga social media lainnya) dalam sudut [...]

    Reply

Leave a Reply