Di antara kantuk saya menunggu seorang sahabat dari Jakarta di Stasiun Tugu Yogyakarta minggu lalu, tiba-tiba HP saya berbunyi mengabarkan sebuah pesan masuk.
Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda
Di antara kantuk saya menunggu seorang sahabat dari Jakarta di Stasiun Tugu Yogyakarta minggu lalu, tiba-tiba HP saya berbunyi mengabarkan sebuah pesan masuk.
Seorang sahabat yang jauh tetapi dekat di hati menitipkan pesan :
Tanggal : 04/8/2008 9:54 am
Subjek : ………………………..!!!!! ! ! ! ! ! ! ! ! !
Pesan : SAM LIKUM……!!!!!!
KEN ANGROK lakukan kudeta dan naik tahta pada usia +- 20 tahun mas…
AIRLANGGA bertahta atas garuda di usia 19 tahun…
TAN MALAKA udah memulai kekacauan diEropa umur 19 tahun, PAK DE….
bahkan SUKARNI yang akhirnya mau gak mau tak kagumi krn sealmamater(…hahaha) sudah mulai riweuh paciweuh di belantika sosial di angka 19 tahun……..OM”
yah sejumlah potret raja-raja (bisnisman) jawa (nusantara) besar dan sukses……….APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN DI USIA INI…..!!!!!!! KEPARRRAT”…,
Kalau saya? Sighh…sepertinya masih terus ber’onani’ menjelang renungan perak ini. Thanks Bro…!!!! (more…)
Adil atau fair. Mungkin sebuah istilah yang sangat basi. Dari kecil kita sudah diajarkan untuk berlaku adil oleh keluarga. Adil dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Permasalahannya kadang tidak semudah itu dalam memahami keadilan. Sekian tahun saya hidup, nilai-nilai keadilan ternyata justru semakin absurd terlihat.
Teronggok seperti tai. Walaupun bau tetapi memikat penasaran untuk dilihat oleh mata. Itulah cinta, sayang. Maka tidak heran jika ada orang yang mengatakan cinta itu sama dengan tai. Bahkan aku juga paling anti mengucapkan kalimat ini - “Aku Mencintai mu”. Karena bagiku, kalimat itu sangat mudah dipelesetkan menjadi “Aku Mencium Tai mu”.
Kawan, aku kembali kepada cerita tentang kondisi yang memiriskan hati. Lebih tepatnya bukan kembali. Tetapi memang setiap saat, setiap hari, setiap aku membuka koran, internet, blog dan bahkan membuka mata dan telinga ini (dari dulu), seolah-olah angin sekitar aku mengabarkan bahwa negeri ini benar-benar berada dalam kerusakan. Dari kerusakan alam, kerusakan moral, kehancuran nilai kemanusiaan, rusaknya hukum yang adil sampai kerusakan bangunan sosial.
Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float