Kekuatan kepentingan golongan sangat dominan dalam dunia politik Indonesia, begitu yang saya tangkap sampai saat ini menjelang turunnya pemerintahan SBY-JK. Ini bukan masalah politik yang sehat lagi cerdas. Tetapi memang tarik ulur dalam kebijakan pemerintah terlihat berjalan plin plan, tentu karena kurang tegasnya SBY memanfaatkan hak eksekutif lembaganya dalam kebijakan sehingga membuka ruang politikus “cerdas” untuk menjejalkan isu kepentingan golongan mereka yang cadas. Continue reading
Category Archives: Opini
Curhat
Baru-baru ini, seseorang bertanya kepada saya,
Revolusioner (part 1) – Tentara
Revolusi. Sebuah kata yang paling menggigit. Bagi sebagian kaum tua, kata revolusi masih menjadi momok menakutkan, dengan cerita-cerita lama dan tekanan yang sesak di dalam dada tentang sebuah pengorbanan besar dari jargon revolusi. Menakutkan karena frame yang kuat terhadap kata revolusi sendiri. Frame yang telah lama dipaksakan tertelan untuk sekian generasi, bahwa revolusi adalah “darah”.
Sementara bagi kaum muda, revolusi menjadi momok karena terkesan serius ketinggalan zaman. Inpirasi tua tukang demo, sok aktifis, dan lebih buruknya tercium berbau paham terlarang. Dan mereka dalam kostum clubbing malam berseloroh “ihh…emang masih jaman ya?”
Presiden Penyair
Disaat pemilu di USA semakin memanas, nama Jimmy Carter dua kali sempat disebut-sebut. Pertama adalah isu akan adanya dukungan Jimmy Carter terhadap Obama. Di lain versi, konspirasi muncul dimana pernyataan “berandai-andai” bahwa keberpihakan Carter terhadap Obama adalah karena kemiripan mereka berdua dalam berpolitik. Isu versi lain yang lebih keras malah lebih buruk, “Obama akan sama buruknya dengan Carter”.
Anggaran Menye-Menye
Seberapa banyak dari masyarakat negeri ini sadar jika anggaran pendidikan mereka sudah ditetapkan oleh konsttitusi sebesar 20%? Sejak ditetapkan tahun 2003 sampai sekarang, apakah pernah angka tersebut tercapai dalam APBN kita?
"Titik-Titik" Harus Bicara
“Saya sendiri yakin sepenuhnya 1000 wakil rakyat yang bakal hilir mudik di gedung UFO itu adalah orang-orang yang sangat capable: membaca buku-buku berat, mengenal pemikiran para negarawan, ahli sejarah, dan ahli filsafat tentang negara. Yang paling penting: memahami penderitaan rakyat, meski berangkali memang belum pernah ke Natuna, Talaud dan Sangihe. Saya percaya sepenuh-penuhnya kepada mereka. Masalahnya, anda percaya atau tidak kepada saya? Hahahaha…”
Menjadi KEPARAT beronani!
Seorang sahabat yang jauh tetapi dekat di hati menitipkan pesan :
Tanggal : 04/8/2008 9:54 am
Subjek : ………………………..!!!!! ! ! ! ! ! ! ! ! !
Pesan : SAM LIKUM……!!!!!!
KEN ANGROK lakukan kudeta dan naik tahta pada usia +- 20 tahun mas…
AIRLANGGA bertahta atas garuda di usia 19 tahun…
TAN MALAKA udah memulai kekacauan diEropa umur 19 tahun, PAK DE….
bahkan SUKARNI yang akhirnya mau gak mau tak kagumi krn sealmamater(…hahaha) sudah mulai riweuh paciweuh di belantika sosial di angka 19 tahun……..OM”
yah sejumlah potret raja-raja (bisnisman) jawa (nusantara) besar dan sukses……….APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN DI USIA INI…..!!!!!!! KEPARRRAT”…,
Kalau saya? Sighh…sepertinya masih terus ber’onani’ menjelang renungan perak ini. Thanks Bro…!!!! Continue reading
SAPU JAGAT ala OTORITER!!
Postingan ini adalah makian saja kepada DEPKOMINFO dan kroni-kroninya!
Beberapa ISP, termasuk ISP salah satu warnet depan kost saya, ternyata memblok BLOG ini. Saya coba ekspansi ke beberapa warnet terdekat juga sama. Tetapi ada yang masih bisa mengakses, dari beberapa teman yang saya konfirm via YM.
Politik Wayang
Hampir sepuluh tahun saya berada di tanah Jawa. Makan dan minum dari tanah yang petaknya paling kecil dibanding 4 pulau besar lainnya di Indonesia. Padahal saya sendiri tidak pernah berpikir akan berdiam lama di pulau ini. Tetapi saya menikmatinya. Semakin lama saya menikmatinya, semakin mengolah pikir dan rasa. Proses dewasa dan sosial pribadi saya juga erat sekali dengan pulau wayang ini.
Belajar Adil
Adil atau fair. Mungkin sebuah istilah yang sangat basi. Dari kecil kita sudah diajarkan untuk berlaku adil oleh keluarga. Adil dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Permasalahannya kadang tidak semudah itu dalam memahami keadilan. Sekian tahun saya hidup, nilai-nilai keadilan ternyata justru semakin absurd terlihat.
Percakapan Beda Dunia
Kawan, aku kembali kepada cerita tentang kondisi yang memiriskan hati. Lebih tepatnya bukan kembali. Tetapi memang setiap saat, setiap hari, setiap aku membuka koran, internet, blog dan bahkan membuka mata dan telinga ini (dari dulu), seolah-olah angin sekitar aku mengabarkan bahwa negeri ini benar-benar berada dalam kerusakan. Dari kerusakan alam, kerusakan moral, kehancuran nilai kemanusiaan, rusaknya hukum yang adil sampai kerusakan bangunan sosial.
Menara Gading "The End"(Part Two)
Kita lanjutkan lagi cerita Menara Gading. Dan sepertinya saya perpendek saja cerita ini. Pendek dalam versi saya tentunya. Saya tumpahkan saja semua di postingan ini buat yang nagih cerita di Bandung ditulis segera. Dan saya pun kemudian bisa kembali menulis “lucu-lucuan” isi dari kepala ini.