1908

iseng MaiaSaya merasa aneh pagi ini. Entah bagaimana bisa-bisanya saya membuka blog janda menggoda itu di pembuka Mei tahun ini. MENGGODA? Hmm, bisa jadi. Paling tidak masih lebih menggoda daripada blog kebangetan ituh jika dilihat dari jumlah komentarnya.

Setahu saya angka 1908 adalah angka “keramat” yang berhubungan dengan bulan Mei. Dasar rejeki saya. Kalau sudah wangsit, memang ga akan kemana-kemana. Semoga Mei ini menjadi Mei yang indah buat saya, dan juga anda.

Btw, Selamat Hari Buruh buat semua.

Revolusioner (part 1) – Tentara

Letjend (alm) Agus WirahadikusumaRevolusi. Sebuah kata yang paling menggigit. Bagi sebagian kaum tua, kata revolusi masih menjadi momok menakutkan, dengan cerita-cerita lama dan tekanan yang sesak di dalam dada tentang sebuah pengorbanan besar dari jargon revolusi. Menakutkan karena frame yang kuat terhadap kata revolusi sendiri. Frame yang telah lama dipaksakan tertelan untuk sekian generasi, bahwa revolusi adalah “darah”.

Sementara bagi kaum muda, revolusi menjadi momok karena terkesan serius ketinggalan zaman. Inpirasi tua tukang demo, sok aktifis, dan lebih buruknya tercium berbau paham terlarang. Dan mereka dalam kostum clubbing malam berseloroh “ihh…emang masih jaman ya?”

Continue reading

Tulislah Apa Yang Ingin Kau Tulis

Kala jenuh dengan pekerjaan dan kode-kode, biasanya saya merehatkan diri dengan membuka blog reader saya, situs-situs media, blogwalking, browsing-browsing tulisan -dari wikipedia sampai situs-situs yang berbau hoax.

Tetapi kegiatan rehat seperti ini justru kadang malah menambah pengetahuan saya, lebih banyak dari sekedar mengejar bahan untuk kerjaan, artikel, kuliah atau karena butuh suatu bahan tulisan yang mendesak. Rehat bagi saya adalah melepaskan lelah dan memahami sesuatu tanpa beban, hanya untuk sekedar dipahami. Dan justru membuat saya lebih mengingat dan bisa mengapresiasikannya detik demi detik.

Continue reading

Politik Wayang

Hampir sepuluh tahun saya berada di tanah Jawa. Makan dan minum dari tanah yang petaknya paling kecil dibanding 4 pulau besar lainnya di Indonesia. Padahal saya sendiri tidak pernah berpikir akan berdiam lama di pulau ini. Tetapi saya menikmatinya. Semakin lama saya menikmatinya, semakin mengolah pikir dan rasa. Proses dewasa dan sosial pribadi saya juga erat sekali dengan pulau wayang ini.

Continue reading

Percakapan Beda Dunia

Indonesia EnlightmentKawan, aku kembali kepada cerita tentang kondisi yang memiriskan hati. Lebih tepatnya bukan kembali. Tetapi memang setiap saat, setiap hari, setiap aku membuka koran, internet, blog dan bahkan membuka mata dan telinga ini (dari dulu), seolah-olah angin sekitar aku mengabarkan bahwa negeri ini benar-benar berada dalam kerusakan. Dari kerusakan alam, kerusakan moral, kehancuran nilai kemanusiaan, rusaknya hukum yang adil sampai kerusakan bangunan sosial.

Continue reading

Fly Me To The Moon

Apakah salah jika seorang bloger menulis atau memposting sesuatu yang renyah-renyah? Cap menjadi seorang penulis serius? Ah.. saya tidak hidup dengan label-label. Apalagi dilabelkan oleh orang lain.

Seperti lagu ini, membawa saya pada nuansa rileks dan santai, tanpa perlu “Fly” dengan mariyuana.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/vVFa2iuKmFw" width="290" height="250" wmode="transparent" /]

 

Saya percaya postingan blog yang renyah juga dapat berefek sama.

Soeharto Lagi..??

Pak HartoMemang Bapak Pembangunan satu ini mengundang banyak cerita dan kontroversi. Dari sejak beliau masih menjadi kadet TKR, hingga sudah berakhir di alam kubur. Saya membahas beliau 2 post belakang, dan komentar yang muncul pun cenderung muales ngebahas beliau. Kenapa males? Apa karena kasus beliau lebih tidak menarik dibanding menggilanya gosip bahwa Dian Sastro ngeblog? (hee.. ini bukan gosip! Saya udah ninggalin koment 10 kali disana .. huahahahahah)

Lucu memang. Bloger yang notabene diharapkan menjadi “Suara Baru Indonesia”, malah lebih suka kisruh dengan ramai-ramai dunia mereka sendiri. Seleb – nonseleb jadi gunjingan trekbek bersama, anonim yang menyerang saja diributin, bloger palsu juga dipermasalahkan, komentar bloger ngeyel juga dilempari bareng-bareng, style ngeblog curhat atau agamis atau atheis atau ngesex bisa berujung bunuh diri, dan seringnya nyampah dimana-mana dengan komentar pertamax – keduax – pertamina – minyak tanah.

Lha terus bloger itu bagaimana dong, Mas? Hahaha.. ndak tahu saya. Saya bukan dewa-dewinya alam per-bloger-an. Wong saya juga masih suka nganu-nganu seperti yang tertulis diatas itu kok. Tapi “paling tidak” saya punya mimpi bloger itu tidak menjadi Suara Baru sahaja seperti didengung-dengungkan dahulu kala di Oktober 2007 oleh bapak Menteri kita. Tetapi juga bersuara dengan NURANI.

Nurani situ teriak apa ya monggo tuliskan. Nurani situ bergundah-gulana dengan harga tempe, ya hayuk kita kita ngeblog di angkringan. Nurani situ patah hati, ya sinih sharing-sharing bersama ngurangi beban (eh ini curhat juga ya namanya..?? :) ) ). Terlebih lagi sangat bersyukur kalau nurani situ semua gatel pengen bikin sesuatu yang keliatan – bukan cuma nulis menghabiskan bandwith Indonesia Raya ini.

Lha saya kok jadi seperti bloger-bloger curhat yak.. ?? :) ) Ga papalah, saya bukan sedang sedih, atau bete ini. Curhat kan ga selalu pas lagi bete atau patah hati. Atau jangan-jangan karena SMS saya ndak pernah dibales-bales (huss.. itu bukan urusan situ!!). Sekarang ini saya curhat sambil ber-du-di-dam-dam dengan hati senang. Kok bisa??

Continue reading