Di antara kantuk saya menunggu seorang sahabat dari Jakarta di Stasiun Tugu Yogyakarta minggu lalu, tiba-tiba HP saya berbunyi mengabarkan sebuah pesan masuk.
Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda
Di antara kantuk saya menunggu seorang sahabat dari Jakarta di Stasiun Tugu Yogyakarta minggu lalu, tiba-tiba HP saya berbunyi mengabarkan sebuah pesan masuk.
Adil atau fair. Mungkin sebuah istilah yang sangat basi. Dari kecil kita sudah diajarkan untuk berlaku adil oleh keluarga. Adil dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Permasalahannya kadang tidak semudah itu dalam memahami keadilan. Sekian tahun saya hidup, nilai-nilai keadilan ternyata justru semakin absurd terlihat.
Teronggok seperti tai. Walaupun bau tetapi memikat penasaran untuk dilihat oleh mata. Itulah cinta, sayang. Maka tidak heran jika ada orang yang mengatakan cinta itu sama dengan tai. Bahkan aku juga paling anti mengucapkan kalimat ini - “Aku Mencintai mu”. Karena bagiku, kalimat itu sangat mudah dipelesetkan menjadi “Aku Mencium Tai mu”.
Secara naluriah, manusia akan selalu berpolitik. Sudah merupakan aturan main yang mungkin sudah berasal dari sono-nya. Seorang anak kecil juga bisa berpolitik untuk mendapatkan uang jajan. Seorang murid berpolitik terhadap guru-gurunya. Seorang pedagang juga berpolitik terhadap pelanggannya. Seorang pejabat apalagi.
Tapi yang paling tidak menyenangkan adalah ketika manusia berpolitik untuk cinta.
Ah, seandainya manusia tidak difasilitasi dengan otak,
cuma hati yang berbicara….
NB : Forget the politic, back to Jogja adem city..
“Bersamaku kau tidak mendapatkan apa yang dinamakan bahagia. Dan bersamanya, impian bahagia-mu itu dapat tercipta… Itu sudah cukup.
Dan seketika bahagia-ku terlengkapi, melihat mu tersenyum lepas disana”
Menggurat asa seperti itu mungkin sudah pernah anda-anda lakukan. Saya percaya kok. ![]()
Selamat Hari Kasih Sayang bagi yang merayakan.
*teruntuk yang di sana sedang menjelang Ulang Tahun di bulan Kasih Sayang ini. Glad to see you happily after.
Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float