“..tp skrg lo berubah..!!!”
Jleb..!! Seperti guntur di hening tengah malam, sunyi tapi menggelegar seketika sampai ke sisi paling sensitif diri gue. Sebaris kalimat dari sekian baris di layar monitor, dan cuma ini yang bikin gue terhenyak sekian detik.
Apa benar gue berubah? Yaa, gue emang percaya semua manusia pasti bisa berubah. Dan bahkan proses menjadi dewasa saja terkadang berimplikasi perubahan sikap seseorang yang mengalami proses itu. Tapi jujur, gue termasuk orang yang tidak ingin dibenci karena gue merubah diri, atau terubah. Gue selalu berharap yang berubah adalah proses gue untuk menjadi yang lebih baik. Bukan malah akhirnya menjadikan orang-orang terdekat gue, teman-teman lama gue membenci gue. Gue manusia normal, hadir dengan segala kekurangan dan ego tetapi tetap ingin merasa diterima.
“..lo ngaca!”
“..itu aja jwbn gue”
Semburan baris ini gue coba jawab dengan nada bercanda, “gue ngaca kok, setiap abis mandi..”. Tetapi sepertinya yang dibalik monitor ini terlalu kesal untuk mengerti candaan gue. Memang obrolan seperti ini terlalu sensitif untuk tengah malam. Bukan karena malam yang makin larut ditambah lagu-lagu oldies di PC ini yang melow mengalun. Memang ada suasana dan aura berbeda beberapa hari ini yang menyesakkan dan menganggu pikiran gue. Dan benar adanya, satu orang disana juga merasakannya. Sebuah suasana yang justru bagi gue adalah alam baru yang berbeda dari sebelumnya. Suasana ngeblog yang berbeda.
Dahulu,..sepertinya semua damai adanya. Walaupun gue tahu ga damai-damai amat. Karena gue suka berkeliling di antara satu blog ke blog lain. Sekedar membaca isi-isi pikiran orang yang tertuang di dalam blog. Sekedar mengetahui apa yang menarik dari kehidupan mereka. Tidak hanya berselancar ke blog-blog lokal di barat atau timur Indonesia Raya. Bahkan melanglang buana hingga ke blog-blog luar negara karena tuntutan kerjaan. Sedangkan untuk menikmati socialite blogger itu sendiri, gue punya komunitas dan teman-teman sendiri dalam ngeblog. Tidak jauh-jauh dari teman kampus dan temennya temen kampus. Mereka ada di Globroll gue sampai sekarang.
Beberapa yang gue inget banget maen ke blog ini, dan gue juga rutin maen ke blog nya :
- Beni, manusia konyol dengan segala kebodohan hidup-nya antara kampus dan kost. Sekaligus partner curhat gue urusan wanita-wanita sekitar kita. Blognya udah lama ga update, mungkin karena “pekerjaan sosial”-nya yang terlalu sibuk ditambah pacar baru. Tapi tulisan-tulisannya menyisakan sedikit kenangan bego buat gue. Gue berharap ada kisah-kisah tolol lainnya yang lahir di dunianya yang baru.
- Rime, cewe ini gue kenal di blognya, bukan kenal di kampus. Walau akhirnya dengan malu-malu gue berkenalan di kampus..halah..halah.. Berkeliling jawa? Indonesia? Atau sekedar melihat keganasan mahasiswi-mahasiswi biologi dalam membedah tikus? Blog Rime tempatnya. Walau beberapa saat ini dia terlalu sibuk dengan “bedah-membedah” TA, tapi masih sempat posting sebuah joke tentang anonimitas rektor Kampus GT™.
- Ikram, seorang tukang kritik koran yang sekarang malah bekerja di koran. Junior yang lebih senior dari gue. Sempat merasakan masa-masa sulit yang sama dengan gue, dan jalannya berlabuh di JP – lebih baik dibanding gue.
- Bodhi, mengaku rookie web designer yang terjebak dalam romantika kampus. Yang menurut gue sebenarnya malah lebih dari sekedar “Rookie” untuk design web-nya. Bahkan mungkin juga “Super Rookie” untuk urusan romantika. Quote Romantis terakhirnya buat gue, “Love Actually is all around, bos. Go find one”
- Nieke, gabungan nenek sihir dan cinderella. Hmm.. yah, itu gambaran paling cocok menurut gue. Blog nya berisi dari Infotainment hingga kisah harian yang nyempil dengan kritik, udah terbayang begitu ceting dengan orangnya. Sekarang sedang berkontemplasi dengan skripsi dan ditambah perenungan mendalam mengenai dunia maya.
- Ria, nah ini bocah juga punya kesan. Blognya nya yang Ijo tidak menggambarkan orangnya yang cinta alam. Lebih kepada cinta duit menurut gue. Kenapa? Karena dia lebih suka mencari “ikan” dengan “Pukat Harimau” ketimbang “mancing” di kali yang tenang. Berstatus Mahasiswi baru
pindahdi kampus BHMN. - Puti, kalo ini udah panjang lebar biografi hidupnya gue ceritakan di posting lalu.
- Imoth, satu hal aneh dari sekian hal aneh lainnya yang dimiliki cewe ini. Kalo naruh komentar, ga pernah ada link ke blognya. Dan jangan kaget kalo ngeliat banner blog-nya itu-terutama untuk penggemar pantat. Design blog terbarunya masuk dalam list gue yang tertunda. Ohya, ini cewe adalah partner kerja gue di sebuah tempat yang “mengakunya” kantor berita resmi.
- Dimsum, cowo ndut berkacamata. Berkutat antara kelulusan yang tertunda dan DOTA. Di cap Jagoan oleh banyak wanita dikampusnya. Tetapi menurut gue ini anak cukup sederhana dengan cita2nya, “Gue sih yang penting cewe kacamata..”, haha.. sama kitah, Bro..
- Masih ada yang laen2, di globroll gue dan pengunjung2 setia lainnya yang tidak suka meninggalkan jejak.
Mereka adalah orang-orang yang nempel di kepala gue ketika tulisan ini turun. Dan dengan asumsi yang hampir sama, seseorang di balik monitor itu mulai menjelaskan alasan gue berubah. Dari temen-temen di atas yang telah jarang singgah di blog ini, hingga ada nya temen2 baru yang mulai rajin naruh komentar di blog ini.
Aha.. akhirnya gue mengerti maksudnya apa. Ya, gue akui ada komunitas baru, socialite baru, atau kehidupan sosial baru yang gue jalani saat-saat ini. Tetapi seperti yang gue sampaikan kepada seseorang di balik monitor tersebut, gue ga pernah berharap untuk berubah menjadi yang lebih buruk. Gue mengalami transisi yang luar biasa di masa-masa 4-5 bulan kebelakang. Dari sekedar transisi lokasi, kehidupan sosial, hingga mungkin perenungan-perenungan. Namun sekali lagi, tidak ada seorang pun yang berharap berubah untuk menjadi manusia yang lebih buruk bukan?
Gue berubah karena postingan-postingan gue yang ikut ngeramein hiruk pikuk Blogosphere? Ya, memang 5-6 post kebelakang berlangsung demikian. Tetapi tidak serutin itu. Tidak pula terus-terusan. Walau memang gue masih berkutat pada masalah yang sama. Dan jika atas dasar asumsi postingan itu gue dianggap berubah, yaaa gue bisa mengerti. Blog gue tidak pernah gue set harus menjadi bersahaja, atau menjadi centil, atau menjadi playboy atau bahkan sok idealis. Blog ini benar-benar menjadi gudang uneg-uneg, kegelisahan, ide-ide dan semua lainnya yang gue pengen tulis dan tulis lagi. Mungkin saja kegelisahan yang gue dapat karena memasuki aura baru blogosphere ala Yogya, membawa gue pada hiruk pikuk yang entah apa. Walau pun dari dulu gue mengerti adanya model blogosphere yang hiruk pikuk seperti ini, tapi memang memilih cenderung diam.
“Tolong ingatkan gw, jika memang terlihat gue mengejar per-kasus dan berusaha popular layaknya ingin menjadi seleb dunia maya. Gw hanya berkomentar pada cerita dan kisah yang gue suka dari teman-teman baru. Walau sekedar nyampah atau bercanda, itu bukti gue suka dengan postingan tersebut”, sebuah penutup dari panjangnya baris-baris YM.
Dan ternyata memang blog semakin rumit bagi semua orang. Kegelisahan gue terjawab dari obrolan dengan teman lama tersebut. Entah mungkin dia merasa gue benar-benar berubah, entah mungkin dia lagi sumpek akan semakin rumitnya menjadi seorang blogger. Entahlah….
Sebuah fenomena indah pasca Pesta Blogger yang gemerlap. Dimana makin banyak orang yang belum kenal blog, bahkan yang sudah lama kenal blog malah terjebak pada sebuah problematika sosial baru.
Ya,.. mungkin untuk kedepannya gue akan keluar dari postingan-postingan bertopik Blogosphere, biar para “ahli-ahli” yang mengurusnya. Gue menulis uneg-uneg yang lain saja. Masih banyak problematika lainnya di Indonesia yang bisa gue angkat untuk dibaca, dan semoga bisa dibenahi karena tulisan-tulisan sumbang gue,.. gue tetap percaya disanalah kekuatan blog sesungguhnya.
Dan lagipula, ada baiknya buat gue untuk diam dari hiruk pikuk ini. Supaya tidak kaget-kaget lagi dengan sebuah BUZZ YM tengah malam dari teman-teman wanita lama lainnya, yang berteriak dengan huruf kapital besar-besar “IJAALLL, LOE UDAH BERUBAH..!!”
Saya meminjam kata di atas dari sebuah