Ramai dan Damai

Free“..tp skrg lo berubah..!!!”

 

Jleb..!! Seperti guntur di hening tengah malam, sunyi tapi menggelegar seketika sampai ke sisi paling sensitif diri gue. Sebaris kalimat dari sekian baris di layar monitor, dan cuma ini yang bikin gue terhenyak sekian detik.

Apa benar gue berubah? Yaa, gue emang percaya semua manusia pasti bisa berubah. Dan bahkan proses menjadi dewasa saja terkadang berimplikasi perubahan sikap seseorang yang mengalami proses itu. Tapi jujur, gue termasuk orang yang tidak ingin dibenci karena gue merubah diri, atau terubah. Gue selalu berharap yang berubah adalah proses gue untuk menjadi yang lebih baik. Bukan malah akhirnya menjadikan orang-orang terdekat gue, teman-teman lama gue membenci gue. Gue manusia normal, hadir dengan segala kekurangan dan ego tetapi tetap ingin merasa diterima.
“..lo ngaca!”
“..itu aja jwbn gue”

Semburan baris ini gue coba jawab dengan nada bercanda, “gue ngaca kok, setiap abis mandi..”. Tetapi sepertinya yang dibalik monitor ini terlalu kesal untuk mengerti candaan gue. Memang obrolan seperti ini terlalu sensitif untuk tengah malam. Bukan karena malam yang makin larut ditambah lagu-lagu oldies di PC ini yang melow mengalun. Memang ada suasana dan aura berbeda beberapa hari ini yang menyesakkan dan menganggu pikiran gue. Dan benar adanya, satu orang disana juga merasakannya. Sebuah suasana yang justru bagi gue adalah alam baru yang berbeda dari sebelumnya. Suasana ngeblog yang berbeda.

Dahulu,..sepertinya semua damai adanya. Walaupun gue tahu ga damai-damai amat. Karena gue suka berkeliling di antara satu blog ke blog lain. Sekedar membaca isi-isi pikiran orang yang tertuang di dalam blog. Sekedar mengetahui apa yang menarik dari kehidupan mereka. Tidak hanya berselancar ke blog-blog lokal di barat atau timur Indonesia Raya. Bahkan melanglang buana hingga ke blog-blog luar negara karena tuntutan kerjaan. Sedangkan untuk menikmati socialite blogger itu sendiri, gue punya komunitas dan teman-teman sendiri dalam ngeblog. Tidak jauh-jauh dari teman kampus dan temennya temen kampus. Mereka ada di Globroll gue sampai sekarang.

Beberapa yang gue inget banget maen ke blog ini, dan gue juga rutin maen ke blog nya :

 

  • Beni, manusia konyol dengan segala kebodohan hidup-nya antara kampus dan kost. Sekaligus partner curhat gue urusan wanita-wanita sekitar kita. Blognya udah lama ga update, mungkin karena “pekerjaan sosial”-nya yang terlalu sibuk ditambah pacar baru. Tapi tulisan-tulisannya menyisakan sedikit kenangan bego buat gue. Gue berharap ada kisah-kisah tolol lainnya yang lahir di dunianya yang baru.
  • Rime, cewe ini gue kenal di blognya, bukan kenal di kampus. Walau akhirnya dengan malu-malu gue berkenalan di kampus..halah..halah.. Berkeliling jawa? Indonesia? Atau sekedar melihat keganasan mahasiswi-mahasiswi biologi dalam membedah tikus? Blog Rime tempatnya. Walau beberapa saat ini dia terlalu sibuk dengan “bedah-membedah” TA, tapi masih sempat posting sebuah joke tentang anonimitas rektor Kampus GT™.
  • Ikram, seorang tukang kritik koran yang sekarang malah bekerja di koran. Junior yang lebih senior dari gue. Sempat merasakan masa-masa sulit yang sama dengan gue, dan jalannya berlabuh di JP – lebih baik dibanding gue.
  • Bodhi, mengaku rookie web designer yang terjebak dalam romantika kampus. Yang menurut gue sebenarnya malah lebih dari sekedar “Rookie” untuk design web-nya. Bahkan mungkin juga “Super Rookie” untuk urusan romantika. Quote Romantis terakhirnya buat gue, “Love Actually is all around, bos. Go find one”
  • Nieke, gabungan nenek sihir dan cinderella. Hmm.. yah, itu gambaran paling cocok menurut gue. Blog nya berisi dari Infotainment hingga kisah harian yang nyempil dengan kritik, udah terbayang begitu ceting dengan orangnya. Sekarang sedang berkontemplasi dengan skripsi dan ditambah perenungan mendalam mengenai dunia maya.
  • Ria, nah ini bocah juga punya kesan. Blognya nya yang Ijo tidak menggambarkan orangnya yang cinta alam. Lebih kepada cinta duit menurut gue. Kenapa? Karena dia lebih suka mencari “ikan” dengan “Pukat Harimau” ketimbang “mancing” di kali yang tenang. Berstatus Mahasiswi baru pindah di kampus BHMN.
  • Puti, kalo ini udah panjang lebar biografi hidupnya gue ceritakan di posting lalu.
  • Imoth, satu hal aneh dari sekian hal aneh lainnya yang dimiliki cewe ini. Kalo naruh komentar, ga pernah ada link ke blognya. Dan jangan kaget kalo ngeliat banner blog-nya itu-terutama untuk penggemar pantat. Design blog terbarunya masuk dalam list gue yang tertunda. Ohya, ini cewe adalah partner kerja gue di sebuah tempat yang “mengakunya” kantor berita resmi.
  • Dimsum, cowo ndut berkacamata. Berkutat antara kelulusan yang tertunda dan DOTA. Di cap Jagoan oleh banyak wanita dikampusnya. Tetapi menurut gue ini anak cukup sederhana dengan cita2nya, “Gue sih yang penting cewe kacamata..”, haha.. sama kitah, Bro..
  • Masih ada yang laen2, di globroll gue dan pengunjung2 setia lainnya yang tidak suka meninggalkan jejak.

Mereka adalah orang-orang yang nempel di kepala gue ketika tulisan ini turun. Dan dengan asumsi yang hampir sama, seseorang di balik monitor itu mulai menjelaskan alasan gue berubah. Dari temen-temen di atas yang telah jarang singgah di blog ini, hingga ada nya temen2 baru yang mulai rajin naruh komentar di blog ini.

Aha.. akhirnya gue mengerti maksudnya apa. Ya, gue akui ada komunitas baru, socialite baru, atau kehidupan sosial baru yang gue jalani saat-saat ini. Tetapi seperti yang gue sampaikan kepada seseorang di balik monitor tersebut, gue ga pernah berharap untuk berubah menjadi yang lebih buruk. Gue mengalami transisi yang luar biasa di masa-masa 4-5 bulan kebelakang. Dari sekedar transisi lokasi, kehidupan sosial, hingga mungkin perenungan-perenungan. Namun sekali lagi, tidak ada seorang pun yang berharap berubah untuk menjadi manusia yang lebih buruk bukan?

Gue berubah karena postingan-postingan gue yang ikut ngeramein hiruk pikuk Blogosphere? Ya, memang 5-6 post kebelakang berlangsung demikian. Tetapi tidak serutin itu. Tidak pula terus-terusan. Walau memang gue masih berkutat pada masalah yang sama. Dan jika atas dasar asumsi postingan itu gue dianggap berubah, yaaa gue bisa mengerti. Blog gue tidak pernah gue set harus menjadi bersahaja, atau menjadi centil, atau menjadi playboy atau bahkan sok idealis. Blog ini benar-benar menjadi gudang uneg-uneg, kegelisahan, ide-ide dan semua lainnya yang gue pengen tulis dan tulis lagi. Mungkin saja kegelisahan yang gue dapat karena memasuki aura baru blogosphere ala Yogya, membawa gue pada hiruk pikuk yang entah apa. Walau pun dari dulu gue mengerti adanya model blogosphere yang hiruk pikuk seperti ini, tapi memang memilih cenderung diam.

“Tolong ingatkan gw, jika memang terlihat gue mengejar per-kasus dan berusaha popular layaknya ingin menjadi seleb dunia maya. Gw hanya berkomentar pada cerita dan kisah yang gue suka dari teman-teman baru. Walau sekedar nyampah atau bercanda, itu bukti gue suka dengan postingan tersebut”, sebuah penutup dari panjangnya baris-baris YM.

Dan ternyata memang blog semakin rumit bagi semua orang. Kegelisahan gue terjawab dari obrolan dengan teman lama tersebut. Entah mungkin dia merasa gue benar-benar berubah, entah mungkin dia lagi sumpek akan semakin rumitnya menjadi seorang blogger. Entahlah….

Sebuah fenomena indah pasca Pesta Blogger yang gemerlap. Dimana makin banyak orang yang belum kenal blog, bahkan yang sudah lama kenal blog malah terjebak pada sebuah problematika sosial baru.

Ya,.. mungkin untuk kedepannya gue akan keluar dari postingan-postingan bertopik Blogosphere, biar para “ahli-ahli” yang mengurusnya. Gue menulis uneg-uneg yang lain saja. Masih banyak problematika lainnya di Indonesia yang bisa gue angkat untuk dibaca, dan semoga bisa dibenahi karena tulisan-tulisan sumbang gue,.. gue tetap percaya disanalah kekuatan blog sesungguhnya.

Dan lagipula, ada baiknya buat gue untuk diam dari hiruk pikuk ini. Supaya tidak kaget-kaget lagi dengan sebuah BUZZ YM tengah malam dari teman-teman wanita lama lainnya, yang berteriak dengan huruf kapital besar-besar “IJAALLL, LOE UDAH BERUBAH..!!”

BUNGKAM!!!

Istock IllustrationGue bingung ama orang2,… ada orang nulis aneh2 dibenci. Dari tulisan agamalah, tulisan anti agama lah, agnostik, atheis, kapitalis, apatis, sosialis, komunis, seksis,bugils, nudis, kudis, kismis, gebleg, mbledug, doar..doar… !! What The F**K… you ‘re doing!

Suka2 orang lah. Wong kalo dia nulis itu sesuai dengan isi kepalanya. Kalo manfaat sukur,.. kalo ngga ya komplain ajah langsung…
Ga sepakat ?? Ya itu dikasih ruang koment buat apa.. ?? Ngejunk?? nyampah.. numpang buang eek?? Mending situ balik kanan, nungging siap gue tendang tu pantat… ga usah ngeblog pusingin isi blog!!

Ngga usah make acara bungkam sana sini kek udah hebat ajah… Yang udah hebat ajah ga ngaku seleblog. Kalo mau jadi seleb, mending ikut audisi, maen sinetron dan baru buat blog. Cepet bekennya. Kalo jadi seleblog juga jangan muna. Ntar malah bikin pernyataan yang nelan ludah sendiri dan geblek nya diamini semua orang.. (ga usah gw bilang sapa seleblog nya..)

Tulisan ini cuman bete-nya gue karena pada ributin Blog si ADE . Ahh.. gue mah mending jadi detektif buat blog INI . Worth it untuk gw,.. dan semoga dapet manfaat dari nyelidikin ntuh blog.. hahaha… ..

*Plakkk!! “kepret siah..” , digampar Anto -

Mikir Jorok…

Kemarin tengah malam gw terjaga..!! Karena pengen b***r..

Sambil b***r,.. sebuah pikiran busuk mengganggu otak gw…gara-gara “panas dingin” opini2 untuk si “Pesta”.

…..

Astofirulloohhh,..Apakah ITU adalah begitu..??!!Doohh,.. jangan2 gue juga bagian dari ITU selama ini..!!

semoga gue salahh…

….

Jika benar ITU adalah begitu, sepertinya gue bakal memilih hiatus dari ITU..

hmm..ahh.. paling cuman pikiran jorok gue karena b***r

au ah glap,… langsung lelap lagi sambil mikir si “dia”..

Eh,..  udah ce**k blom yah..?? ahh…Grookk…

——-

———

“Apakah Blogger (red-ITU) menjadi sebuah KELAS (red-Begitu) baru dalam masyarakat kita? “

Ternyata masih ada Adrenalin di badan gue…

Setelah ber-poesing2 ria dengan diskusi PB2007, riweuh2 pemilu IA-ITB (btw, 2 calon yg gue tau tetep make blog sebagai media info dan kampanye.. hay hay hay :p), ditambah temen yang lieur karena berkasus perdata polisi karena kasus pencemaran nama baik (hope you okey bro..), hingga sumpek sama maki2an ala Indonesia – Malaysia.

Hmff…

Tapi senengya diantara seliweran diskusi konsultasi sok berbobot itu, sebuah SMS masuk menanyakan

“Tiket bandung – yogya berapa?”

What The F***t™!!! (minjem istilah zazi hihi..)

Setelah beberapa balesan SMS sok2an, nanye2 alesan ga mutu teunan,.. balesan What The F***t™ kedua muncul

“Kan lo g bs k bdg :p”

Eniwei, btw , dan bussway..sendok garpu makan malam terpaksa diletakkan, dan nomor SMS di call untuk kepastian…

bla..bla… na..na..kresekk..sekk…. Ah,..loe mah bisa nya bikin geer doang..!!”, umpatan bernada kecewa dan sedikit bingung keluar dari mulut gue yang penuh ati ampela bakar…

Yaaa..

post aneh ga mutu ini.. Dont tek serius if yu don andersten..

But its for sure, for a while my adrenalin came close to the head because of it..

Thanks for remembering me that i have it,..

——-

*Pesan Sponsor : Blog dapat berefek buruk bila digunakan sebagai boosting, flamming, killing, campaigning, curhating, ceting dan keriting…

So, this post categorized as CAMPAIGNING..

tik tok..tik tok..

"Rethinking"

RETHINKING…

 

Banner Plesetan Malaysia as MalingsiaSaya meminjam kata di atas dari sebuah post di blog yang rutin saya kunjungi dalam melihat perspektif berbeda untuk permasalahan yang terjadi di negeri ini. Terlepas apapun dan siapapun blog berlabel Intel itu hadir, tetapi saya menyukai tulisan-tulisan dan perspektif yang disampaikan penulisnya.

Namun di sini “rethinking” yang akan saya coba ungkapkan adalah persepsi saya terhadap ramainya cacian dan makian yang terjadi saat ini di antara 2 negara tetangga, Indonesia dan Malaysia.

Sejujurnya saya sumpek dengan komentar-komentar, baik itu dalam forum online, obrolan bersama teman-teman saya dan juga ramainya media massa yang mengangkat konflik “riweuh” ini karena isinya cuman buah menjelek-jelekan dan memancing emosi serta makian.

Saya berani mengungkapkan rasa “sumpek” ini kepada rekan-rekan yang membaca. Benar-benar sumpek. Apakah saya sendiri tidak cinta dengan negeri ini? Indonesia? Justru karena saya mencintainya saya mencoba rekan-rekan untuk me“rethingking” ulang pemahaman anda terhadap konflik kita dengan negara tetangga Malaysia, maupun konflik batin dengan negara-negara lainnya.

Dalam persepsi kita bangsa Indonesia, Malaysia mencuri lagu dan beberapa objek budaya kita. Jika boleh saya katakan atribut budaya yang kita ributkan dengan Malaysia adalah sebagai objek. Karena kita manusia yang menggunakan atributnya adalah subjek-nya. Seberapa patut si subyek memanfaatkan ke-maha-an objek tersebut? Terlepas dari nilai kebenaran mutlak siapa pemilik yang “haq” dari berbagai objek budaya tersebut, karena jika bicara penelusuran hak milik, maka yang bermain adalah persepsi kita terhadap nilai kebenaran yang absurd oleh sejarah manusia.

Indonesia sendiri sudah dari dulu memliki ahli-ahli sejarah dan budaya yang memetakan berbagai atribut sosial kebudayaan dan kekayaan adat istiadat di seluruh pelosok negeri ini. Sebut saja Prof. T. Jacob, seorang Guru Besar Antropolog Ragawi dan juga ahli ilmu sosial dan perdamaian di negeri ini (“Selamat jalan, Pak.. Semoga harum pemikiran anda tetap hidup di hati negeri ini…”) atau K.R.T. Hardjonagoro yang didaulat sebagai pelopor batik Indonesia di masa Bung Karno.

Apakah saya tahu tentang 2 ahli sejarah dan budaya tersebut? Apakah saya pernah membaca buku-buku mereka tentang kekayaan budaya negeri ini? Padahal mereka hanya sebagian kecil dari banyaknya ahli yang berkontribusi menyumbangkan pemikiran atas pembangunan sosial budaya di negeri ini. Saya TIDAK mengenal banyak dari karya-karya mereka dan pemikiran mereka. Hanya sedikit kepedulian saya hingga tiba waktunya sekarang saya semakin sumpek dengan ramainya maki-makian yang berseliweran saat ini.

Memang kepedulian terhadap sesuatu hal baru muncul ketika sesuatu yang buruk terjadi terhadap hal tersebut. Kita baru berkoar-koar memiliki dan marah ketika salah satu lagu kita dicuri. Kita baru teriak lantang ketika budaya kita diambil. Berkoar, marah dan teriak lantang menyalahkan pihak pencuri.

Tetapi pernah kah berpikir, kemana saja kita selama ini? Apakah kita sudah menjaga apa yang kita punya dengan baik? Apakah kita sudah merawat apa yang kita miliki dengan layak?

Saya terenyuh jika mereview bagaimana saya sendiri juga masih terkontaminasi dengan budaya barat dalam keseharian saya. Tetapi saya memahami itu sebagai sebuah kewajaran, sebagai human being yang berakulturasi dan berkontemplasi dengan sosial budaya di dalam kehidupan harfiahnya. Dan syukurlah saya tidak pernah menklaim bahwa budaya barat yang ada di bagian diri saya adalah jatidiri saya pribadi, apalagi sampai menklaimnya sebagai budaya sendiri.

Dalam dunia yang terus berkembang ke arah globalisasi saat ini, bukanlah waktunya berpikir manja untuk disuapi. Maksudnya adalah sudah sepatutnya kita sendiri merawat apa yang kita punya sebelum diambil oleh tangan-tangan asing. Bukan sekonyong-konyong malah bermental busuk untuk berkolaborasi memberikannya ke tangan asing. Ini berlaku untuk beberapa situasi dan kondisi di negeri ini .

Tidak perlu saya detailkan ungkapan kalimat tersebut diatas. Saya rasa rekan-rekan yang disini bisa memahami apa yang saya maksud.

Kemudian untuk kondisi yang lain lagi, ketika sudah tercuri baru berkoar teriak lantang dan memaki orang lain pencuri. Hey bung, selama ini kita kemana saja?! Apakah kita sendiri sudah cukup menjaga agar tidak tercuri?

Dunia semakin mengarah pada kehidupan persaingan bebas. Semua negara tentunya bersaing untuk semakin maju ke depan. Dan ini konsekuensi alami jika banyak kepentingan negara-negara yang semakin saling berpotongan satu sama lain.

Jepang mengembangkan teknologi Bioindustri yang luar biasa, bahkan terakhir mereka bisa mengembangkan industri Tempe dengan cara lebih advance, terus kita teriak bahwa kita kecurian lagi??!! memang kita kemana selama ini? Apakah kita telah menempatkan perhatian terhadap makanan lokal bergizi kita itu? Simpel nya lagi – Sudah layakkah perhatian pemerintah terhadap penelitian-penelitian anak bangsa ini?

Uncle Sam punya kepentingan terhadap negeri kita, jelas itu mah. Terus solusinya apakah dengan memaki USA karena mereka seenak perut begitu masuk-masuk dalam kebijakan ekonomi negeri kita? Yaa,.. justru sekarang seharusnya berpikir bagaimana kita membentengi diri agar tidak mudah dipotong-potong oleh mereka. Simpel kan?

Saya tidak menjelekkan rekan-rekan yang menjiwai budaya barat dalam kesehariannya. Saya tidak memaki rekan-rekan yang mengharu biru dengan dorama Korea atau anime-anime Jepang. Karena itu adalah kontemplasi teman-teman dalam memahami akulturasi budaya di era global sekarang. Sekonyong-konyong tidak juga mediskreditkan rekan-rekan yang sekedar pragmatis berlabel budaya lokal walau tidak paham maknanya.

Saya hanya berkeluh kesah untuk kita yang semakin lupa dengan cara menjaga apa yang kita miliki. Saya hanya bersedih terhadap mental kita yang tidak mau mengembangkan apa yang kita punya.

 

Ini adalah tulisan curahan hati disertai sedikit sekali fakta, “cuma segelas kopi dengan rasa berbeda”.

Sebuah opini lain tentang konflik Indonesia – Malaysia yang saya pilih untuk rekan-rekan simak adalah milik Mas Iman.

Selamat me”rethinking” untuk kita semua.

 

**Image ilustrasi diambil dari http://malingsia.blogspot.com, edited by Leksa

Sekedar Merayakan Eid

Ga usah merindu Romadhon tahun depan …
karena si Romadhon ga bakal rindu ama lu semua ..
Paling banter besok2 juga dah lupa kalo lu kangen Romadhon..

 

 

 

Jangan salahkan setan yang tukang goda,.. iya kalo bener dia yang
ngegoda elu bikin jahat,..Lhaa, kalo ternyata elu yang ngajak2 setan?
Kasian si setan disalahin mulu…

 

 

 

Mo lebaran?
ga perlu minta maaf,..
kata sancai, “Buat apa ada polisi, kalo ada kata maaf”
Setiap taon juga dari maren2 minta maaf..

 

 

 

Berharap suci kayak bayi baru lahir?
Ngga usah ngayal..
Mau suci kayak apa lagi,.. wong mandi junub dan berdoa tiap hari…

 

 

 

Lebih baik Mikir..
Besok2 jangan bikin salah2 lagi
Besok2 berbuat baik apa lagi..
Besok2 ga tergoda bikin jahat ama sapa2 lagi..

 

 

 

— Sekedar Merayakan Eid by Leksa —–

Ini POST GA PENTING..Cuman hasil refleksi gue tentang wanita…

Perhatian, post ini mungkin sama sekali ga penting buat anda. Dan bisa juga sekaligus membuat situ pusing, terutama wanita2. Kalo mau komen, dah gue kasih ruang nya.. Bebazz.. Aturan gue berlaku disini..

 

Ini terpikir di kepala gue setelah baca postingan Superbed di Junker Paradiso Rileks. Si Bet bilang, “napa yah cewe2 sekarang cenderung Identik? Identik aka sama aka mirip aka sejenis (ya iyalah, sama2 betina) aka similar…

 

Terus setelah gue pikir2 benar juga…

 

Makin, semakin, dan kebanyakan wanita-wanita sekarang memilih untuk berpenampilan sama, berpakaian sama, memiliki style yang sama, berwawasan yang sama, berdandan yang sama, bergosip yang sama???

 

Kalo istilah si Bet (gue tambahin, yang italic itu gue):

  • rambut berponi (iya nih, minimal diwarnain lah biar kayak blonde2, walo aslinya item, dikasih merah2, kayak Fe2O3..)
  • baju ketat, nonjolin buah dada .. (bahan dari kain yang ngaret gitu,… biasanya paling sopan juga kaos luar tipis bahan ngaret, dengan daleman baju bertali dibatasan dada..)
  • celana mengerucut menyempit di bagian bawah berwarna warni (ngerucut menyempit, diatasnya perbatasan tali kolor ama kaos..)
  • tas samping cem ibu2 mau belanja ke pasar (walo ga belanja apapun..)
  • sepatu cem lampu aladin (ada suara pletak pletok nya juga..)…
  • Dandanan wajah minimalis sih, walo tetep aja terlihat bibir mengkilat dan sekitar mata kayak dispidol..
  • Attitude, gaya jalan dan gaya bicara juga mirip2. Malah wawasan dan goisipnya juga mirip!!

Yap,.. coba perhatikan.. Identik dengan penampilan gitu. Terutama ABG dan Mahasiswi.. Kalo mau jujur, gue rada bosen liatnya. Jalan ke mana-mana (ga di Bandung atau Yogya) ketemu nya yang gitu-gitu lagi.

 

Sebagai Lelaki normal, wajar kalo gue tertarik ama wanita cantik dan manis, tapi jadi ilfill juga pas liat yang cantik dan manis kok penampilanya jadi kek gini. Jadi ga bisa bedain mana cewe biasa2 ajah ama yang emang cantik dan manis.

 

Tapi sekali lagi, gue bilang kebanyakan. Kalo anda bukan golongan kebanyakan ini, ya berarti anda bukan bagian yang gue bahas disini..

 

Pernah ngerasa jalan ke Mall, tapi mata loe melihat wanita2 seperti bermuka sama, berbody sama??

 

Gue pernah! Ngeri kayak di film2 horor Indo….

4 hari di Bandung…

Fiuhh…

akhirnya udah sampai Jogja lagi. 3 hari di Bandung tidak berarti banyak, tetapi memberi waktu yang buanyak untuk berberes-beres. Dari sekedar ngurus tabungan dan ATM, beres barang2 pindahan, hingga sekedar jadi media konsul buat temen2 disana. Termasuk obrolan yang menghasilkan duit, yup sepertinya gue harus berpikir sedikit pragmatis materialis untuk kedepan-depannya. Kalo istilah Mas Wira, “urusan perut” tetep menjadi alasan yang harus diperhitungkan selama kita berjuang jadi manusia bermanfaat.

Gue belum tahu mau cerita apa. Kalau selama di Bandung kemarin memang lebih banyak ngehabisin waktu ama temen2 dekat. Ketemu dengan cewe2 bio yang biasa jadi temen maen2 disana, ketemu ama Rendy juga yang lagi lieur mau beli server lokal di gedung Cyber apa ngga, ketemu dengan Puti (semoga sukses seminar-nya ya Put..) juga yang lagi pusing karena murid didikannya ga lulus ujian paket B. Dan juga ketemu ama Mbak Anug, gue punya utang ama si Mbak ini mau ngobrolin tentang majalah pendidikan guru,.. eh malah obrolan ngerembet urusan gosip seputar pacaran,..hahaha…

Hari pertama ketemu anak2 di Tiben dan MG. Lelaki2 tongkrongan yang kebanyakan pikiran…hahaha.. Dan secara mengagetkan disambut ama si Dati dan Mita Pemred Persma. Make acara2 teriak segala, gue baru juga sebulan setengah ke Jogja.

Si Ani malah ga ada di Bandung. Katanya mau bubar bareng hari Kamis, Sial… Bocah satu ini kabarnya mau ke jogja nyusul gue buat penelitian perhiasannya. Tetapi dasar cewe ga jelas, urusan pacar ga jelas kebawa2 ampe urusan kerjaan juga ga jelas.. (piss, Ni..)

Pas buka puasa Kamis, diajak makan Pisa Hat Dago ama gerombolan Bona dan pasukan Bio-nya. Yang gue inget, masih ada seorang mbak di Pisa Hat yang ga ganti2 dari dulu gue tahu Pisa Hat Dago. Masih kerja disitu aja dia. Terus dapet cerita sii Bona beli laptop baru,.. berarti gw ga perlu ganti buku cerpen nya..Dan anehnya dapet kabar lain, si Teteh Nuri ini malah ngundurin Wisudanya. Seett dah… Nur, ga usahlah setia kali ama lacur2-mu itu… hehehe.. Ini cewe sempat2nya ngajak gue jogging sore make Jeans, aya-aya wae.. tapi beruntung juga ketemu ama si Hanna Item pas jogging, jadi berceritalah kita (Met Ultah ya Neng, jangan salahkan gue yang ga dateng, salahkan Hari itu yang salah ngasih jadwal.. Udah kepala dua, dewasa ya Nduukk,..artinya umur makin berkurang ..). Eh tapi ngomong2 gue ga ketemu Diva dan pacarnya…Kemana tuh pasangan?

Buat pasukan Bio 2003 yang sedang TA. Semangat klien..!! Dan patut disadari juga lulus itu bukan ukuran, tanya tuh Bona… hahaha…

Walo gue sangat amat pengen lulus demi si Emak di sana.

Entah secara kebetulan ada acara, atau ngga. Tetapi gue bisa bersilaturahmi kembali ama si Rony, Clay dan Wimbo, temen yang udah lama banget ga ketemu. Sejak terpisah karena mereka ikut test AAU untuk ke-2 kalinya, gue cuman ketemu sekali pas maen ke jogja di tahun 2005. Udah merit ternyata si Roni, bojo ne ayu pulak. Arrghhh… jadi pengen…

Selain itu maunya ngurusin kerjaan ama si Beni Jelek. Buset ini manusia biayain gue ke Bandung, tapi dia sendiri baru dateng hari Sabtu. Ben maafkan gue, kita selesaikan “antara Anyer dan Jakarta, kita jatuh cinta..” eh maskudnya kita selesaikan antara Bogor dan Yogya. Karena masih ada 2 kerjaan lain serupa yang punya tenggat waktu bulan ini , dan gue jadinya nego minta ijin bisa gue kerjain di Yogya saja. Semoga ga ada hambatan berarti untuk urusan akses internet.

Jadi semoga saja ke depan nya udah ga gitu tergantung ama kota yang satu itu.

Semoga ga ada lagi yang terganjal di kota itu…

Semoga…

(Leksa, while listening “Just For You” – Richard Conciante..)

Menyogok Tuhan Di Bulan Puasa?

Maaf buat semua kalo blog ini jadi riweuh kembali. Tetapi karena emang sedang uji coba juga untuk beberapa feature. Termasuk untuk memasukkan info Gempa dan Tsunami dari USGS.gov dan NOAA.gov. Tujuan gue sih cuman mau exist doang (hallahhhh…) .. Tapi ada niat baik kok, karena dengan kondisi Indo yang sekarang terus menerus digoyang gempa, gue coba untuk sajikan info terbaru gempa di Indo dari USGS. Sekaligus berita Tsunami terbaru dari Indian Pacific Monitoring NOAA. Walaupun pas gempa Bengkulu kemarin pemerintah kita dan NOAA sempat berselisih paham. Sampai2 BMG dan pemerintah meminta NOAA me-review ulang warning yang sudah di keluarkan.

Ah kuasa Tuhan dalam menentukan bencana. Manusia hanya bisa mempelajari dan menduga-duga.

BeTeWe Eniwe…

Bulan puasa nih, udah puasa yang (lupa ke berapa) di Yogya. Sepi euy. Intinya gue kesepian disini. Emang sih nuansa kota ini cocok banget buat dijadiin waktu buat ber-kontemplasi dan refleksi.

Tapi gue kesepian, asli kesepian. Temen2 baru disini yaa mungkin belom ada aja yang cucok dan sekepala ama gue. Tapi itulah konsekuensi ketika kita berada di komunitas yang baru. Menjadi manusia dewasa kan bukan berarti harus menerima segala sesuatu sesuai apa yang kita mau. Tetapi juga bagaimana mengerti kondisi sosial dan watak psikologi massa dimana pun kita berada. Gue berusaha memahami itu sekarang, karena dari dulu cuman dapat teori nya saja.

Terus tentang puasa..

Nah ini menarik. Gue dari dulu juga selalu berpuasa. Memanfaatkan momen indah ini setiap detik nya. karena aura dan nuansa yang ditawarkan memang luar biasa. Tetapi terkadang gue sering berpikiran seolah-olah gue seperti berpolitik dengan Tuhan.

Kenapa? Gue berpuasa anda berpuasa, mesjid menjadi penuh, doa-doa berseliweran dilangit lebih banyak daripada hari biasa, lantunan ayat suci terdengar hingga pelosok kota, ngabuburit sore yang ramai dengan pacar sambil nyari bukaan puasa, acara TV penuh tawaran berkah rejeki materi dan doa, tempat2 hiburan ditutup lewat aturan yang memaksa, dan para wanita malam harus sembunyi-sembunyi mencari nafkahnya (wew.. ini masuk juga yah…hahaha).

Seolah-olah manusia muslim di muka bumi berada pada satu momen yang benar2 memanfaatkan Ramadhan ini. Dalam istilah gue MENYOGOK TUHAN. Iya,.. Seperti layaknya manusia di kehidupan aslinya, jika ada kesempatan bisa menyogok, kenapa harus bersusah-susah mengikuti jalur yang ada? Wong jalan pintas diberikan dengan kesempatan menyogok, melobi dan kawan-kawannya.

Emang kita dasar manusia, udah sifat dasar kali ya, dan mungkin Ramadhan tercipta juga sebagai refleksi bahwa ibadah ini adalah dari manusia, untuk manusia dan oleh manusia.

Sempat terpikir juga, apakah Ramadhan emang tercipta dari Atas sono? atau manusia meng-create si Ramadhan dan ibadah puasa ini?, mengingat emang sifat manusia ya alaminya ya kayak gini….

Hmmff…. Menyogok Tuhan di Bulan Puasa? Mungkin saya berpikir demikian. Terserah persepsi anda-anda para pembaca.

Regards,

By Leksa on the missing Its Journey.

I Posted This Music Just For "You",…

Pas lagi googling lagu ini buat download, eh malah nemu versi Accoustic Indo-nya di Youtube. Keren juga..

Yang tahu lagu ini, sering dijadiin back OST di film2 drama. Dulu gue suka dengan musiknya, tetapi pas dah baca sekalilagi liriknya,..hmmm.. serasa terbang dan langsung ke hati…hehehe (wew… mellowww.. )

Okey.. Let’s Sing Together,… (sori buat yang buka dari dalem ITB, ga bisa menikmati,weks)

Thax to quemarry

[youtube:http://www.youtube.com/watch?v=yWTpOFXwvEM]

I cant stay now, Im just wait now
My hand they grow so impatient
Many things Ive got to do now
for the first ray of the morningThough she dreams in peacefull slumber
Sleep to me just doesnt come
When she wakes Ill try to tell her
Everything Ive to sayAnd the night so dark inside me
Makes me finally understand
Where the love that she has given
She can light the sky forever

Its the way she gives so freely
Its the way she takes my hand
Ill just ask the sunshine brightly
Got to see her smile again

Then Ill sing the song Ive written
And Ill make the whole world listen
In the silence just for you
Like no one has ever heard

And Ill wake up all the lovers
And Ill keep them back for hours
And well do the things weve wanted
The way that lovers do

Then well run to the street
And well start to dance like crazy
Though she wants only to feel joy
Its the love she give and need

And well take me tab of chorus
And well paint the street and building
Rainbow colors everyone
Though she wants colors to see

And well take all field of flowers
Make the street alive with spring
Make the place where lovers go
To love the way like lovers do

Then well fly to the sky
And we chose we trought the stars
And our stars will tell the whole world
The love we had, we are

The love we share is sweet
The love we know is real
That love is not a dream
but last a life time long

Because your love and mine we give
Without gleaming holdng in
And love that we have given
Return to ask the wind

Cause your love for me
Is not beginning and the end
Your love and mine is now
for me forever

Dapet Kost Juga,.. Akhirnya..

  • 3 x 3, kamar baru, lantai keramik, cat putih
  • 10 menit jalan kaki ke arah kampus (jalan kaki ala gue..)
  • Ditengah keramaian lingkungan mahasiswa (deket perempatan, yang jadi daerah keramaian..)
  • Sebelah kirinya penyewaan DVD/CD (dah tak cek, lumayan lengkap dan update, ada Barat, Asia, Indonesia, Soft, Hard, JAV, bahkan kumpulan 3GP.. .lumayanlahh..heu3x…)
  • Sebelahnya kirinya lagi laundry kiloan + toko pulsa (Pulsa tanpa kecengan = Mubazir)
  • Sebelah kanannya  Rental dan service komputer
  • Sebelah kanannya lagi  warung burjo (Jadi teringat kontrakan gue di Bandung, sepertinya gue masih ada utang 15 rebu..hahaha..)
  • 10 meter ke  kiri langsung warnet (Ini penting buat gue, karena  sementara ga ada koneksi)
  • 10 meter ke kanan langsung wartel
  • Cuman 6 anak yang ngisi kost-nya (jadi bisa lebih kenal..)
  • Pas didepan kost2an putri 2 lantai  (kalo nongkrong sore/malam di teras depan, lumayan segerlahh..)
  • induk semang di rumah sebelah, bapak ibu dan 2 anak gadisnya (no comment…)

Yaa.. sukurlah dapet yang kayak gitu. Ini semua berkat pertolongan adik iparnya Wisnu, dan si Andrew temen SMU.

Hari ke-4,… Gue Nyogok Supaya Bisa Diterima??

Kalo udah bicara susahnya diterima masuk diperguruan tinggi, kadang muncul option seperti diatas. Apalagi bagi orang tua mahasiswa yang ingin banget anaknya diterima di PT tersebut.

Apa hubungannya dengan hari ke empat gue mengurus2 transferan gue? Hmm.. Sebenarnya gue udah bolak balik diantara 2 otoritas berbeda di kampus ini untuk membicarakan perihal proses transfer ini.

Dan seperti di post sebelumnya, nihil. Gue diminta test dengan kualifikasi seperti anak baru, bukan mahasiswa mengulang atau transfer yang direkomendasikan. Kenapa? Karena kursi udah full untuk jurusan tambang.

Dan tadi pagi gue test denganpersiapan minimal baca2 rumus malam sebelumnya. Bayar di loket, terus input data, terus validasi ke ruang test, dan langsung duduk depan komputer yang menyediakan 30 soal dalam 45 menit. Jreng..!!

Gue ingin nyelesein semuanya dengan benar, tetapi jujur aja, ga ngerti gue ama kimia SMU, dah lama banget gitu loch…

Dan karena kebetulan udah kenal ama mas2 ditempat test, saya minta diintipin hasilnya. Point gue kurang 7 sodara2..Sedikit lagi dari ambang batas passing grade terbaru yang terus naik, karena makin banyak nya peminat ini.

Dan.. dengan hati luka gue tercenung aja. Apakah selesai sampai disini? Terus mau gimana? Nunggu setahun? Atau ada opsi2 lain…??

Pas dalam kondisi bingung begitu, gue bertemu seorang ibu. Ibu tersebut adalah istri pensiunan tentara, yang mana putranya pengen banget masuk kampus ini. Namun beliau sendiri kesusahan dari segi dana. Dan beliau sekarang sedang mengusahakan bertemu dengan otoritas biro akademik yang juga mau gue temui lagi. Curhat lah si ibu panjang lebar dengan gue, cerita macem2 tentang susahnya mencari sekolah yang bagus bagi anaknya, selama kurang lebih 1 jam kita ngobrol menunggu si bapak selesai rapat. Gue melihat, begitu besar pengorbanan seorang ibu yang demi anaknya mau jauh2 datang dari jakarta untuk mengurus sekolah yang terbaik buat anaknya. Si ibu sempat cerita, jika di jakarta, dia tidak dapat lagi mensupport anaknya bersekolah, teramat sangat mahal untuk keluarganya. Ahh…jadi teringat ibunda gue nun jauh disana, walao dia ga pernah ngedampingin gue mengurus sekolah-sekolah gue sejak SMU, tetapi gue percaya seorang ibu sama di mana2, selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Setelah si Ibu menghadap, kemudian gue masuk keruang si bapak untuk kesekian kalinya, meminta beliau untuk bisa memberikan pertimbangan dari hasil test yang point-nya mepet begitu. Ohya, pas mau masuk gue ketemu si ibu dengan wajah yang ceria, gue harap dia dapat solusi terbaik buat putranya.

Obrolan gue dengan si bapak tetep seperti biasa, namun si bapak menawarkan option lain lagi yang baru gue tahu bisa dicoba. Gue kembali ke ruang PMB, ngobrol2 ama mas2 yang kerja disana hasil pembicaraan dari si bapak di Biro Akademik. Salah seorangnya itu ngasih petunjuk ke gue, kalo gue bisa diluluskan dengan saran tersebut. Jadi antara bobot test, besarnya sumbangan dan pilihan jurusan itu memiliki point2 berbeda. Dengan kata lain kalo gue test dengan sumbangan diatas minimal seharusnya, perhitungan dan pertimbangan untuk itu juga akan berbeda di dalam sistem. Karena sistemnya emang dirancang seperti itu – Input – test – result, begitu prosedurnya. Gue kira gue harus daftar lagi untuk test ulang. Tapi si Mas di PMB bilang ngga usah. Gw bisa dibantu (karena kasian liat gue bolak-balik heheh..) dengan langsung merubah validasi input. Kalo gw udah sepakat untuk bayar diatas minimal sumbangan, diitung2in ama beliau berapa minimal sumbangan tambahan yang harus gue capai agar ambang batas lulus seleksi tercapai. Dan alakazam keluarlah jumlah sumbangan yang baru… Dan kalo gue setuju maka akan segera dikeluarkan surat keterangan lulus seleksi. Dan selanjutnya menandatangani blanko perjanjian untuk kesediaan membayar.

Gue kontak dulu keluarga dirumah, .. pertimbangannya gue bisa aja nunggu setahun kerja lagi seperti biasa, sambil ngumpulin duit. Dan kemudian daftar di gelombang pertama untuk tahun ajaran depan. Tetapi si emak ku tercinta ga mau ditunda2 lagi, lagian dengan pertimbangan jurusan ini makin banyak peminatnya dari tahun ke tahun, bisa jadi tahun depan sumbangan minimalnya akan deket-deket juga ama jumlah sumbangan yang sekarang harus gue bayar.

Ya sudah, izin didapat, dan gue juga bulat ini bisa gue lunaskan. Gue kembali ke ruang Panitia PMB dan menyetujui untuk dikenakan sumbangan minimal sekian tersebut.

Yaaa… Begitulah sodara2…

Jadi bukan gue nyumbang lebih karena gue nyogok si panitia atau biro akademiknya. Gue cuman mengikuti sistem yang mereka miliki. Karena sebuah Institusi Swasta yang mandiri seperti ini kan harus membayar sendiri kegiatannya, dan subsidi silang adalah jalan keluar bagi mereka disini.

Layaknya seperti USM ITB lah, yang bayar 45 juta (atau lebih..) itu. Kalo mereka diperlakukan sama, ya buat apa bayar 45 juta. Mending test SPMB aja. Tetapi justru mereka diuntungkan dengan test tersendiri, yang pada intinya berkurangnya persaingan, membesarnya peluang untuk diterima. Plus mendapat antrian kursi terdepan untuk menentukan pilihan jurusan nantinya dibanding yang SPMB.

Sangat kapitalis memang sistem pendidikan seperti ini. Tetapi gue percaya ada ruang-ruang khusus yang disediakan untuk berlaku adil dan membuka kesempatan berpendidikan bagi semua kok. Karena mereka masih harus memberikan keringanan untuk beberapa pihak tertentu. Seperti misalnya bagi anak Pensiunan TNI atau aktif di kedinasan, kampus ini ngasih keringanan. Dan terlebih lagi bagi gue, jumlah biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa disini masih jauh dibawah dari kampus2 swasta lainnya. Dan juga banyak beasiswa yang bisa diurus untuk meringankan beban bagi golongan2 tertentu yang tidak mampu (gue berencana mengurus ini juga ke depan).

Namun kampus swasta tetap swasta. Biaya mandiri dan subsidi silang menjadi kebutuhan pokok untuk menjalankan sebuah institusi pendidikan sebesar ini.

Pengalaman baru tentang semua yang gue jalanin selama beberapa hari ini. Dari ngobrol-ngobrol dengan berbagai orang disini. Sedikit pemahaman baru tentang pendidikan yang adil dan merata. Membongkar cara pandang gue tentang apa itu membiayai pendidikan yang memang mahal. Muncul pertanyaan, jadi kapan nih kita bisa gratis bersekolah di negeri ini? Dikampus swasta aja masih mungkin hal itu terjadi, apalagi di kampus negeri gue rasa. Tul ngga?