“Mbak…”, aku lebih memilih memberi awalan ini di depan namamu yang manis itu sekarang. Kau semakin bersinar di negeri orang, makin dewasa, semakin menjadi “wanita” dalam mimpi-mimpimu. Bahagia terlukis di setiap gambar-gambar mu. Namun gambar-gambar yang tak pernah kuasa aku bingkai lagi.
Rindu Memaki
32