<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapucino &#187; Internet</title>
	<atom:link href="http://www.kapucino.org/tag/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kapucino.org</link>
	<description>Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sebuah Kisah Tentang Mengajar</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/11/04/sebuah-kisah-tentang-mengajar/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/11/04/sebuah-kisah-tentang-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 10:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/2007/11/04/sebuah-kisah-tentang-mengajar/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, seorang teman, lewat percakapan YM™, meminta saya untuk dibuatkan sebuah blog. Bukan blog untuk dirinya, karena dia sendiri sudah memiliki blog yang cukup item di kalangan penggemar pantatitem™. Blog yang dimaksud disini adalah blog sebagai media informasi &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/11/04/sebuah-kisah-tentang-mengajar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://kapucino.org/cewe_smu.jpg" alt="Ilustrasi Cewe SMU" align="left" height="251" hspace="5" vspace="5" width="294" />Beberapa hari lalu,  seorang teman, lewat percakapan YM™, meminta saya untuk dibuatkan sebuah blog. Bukan blog untuk dirinya, karena dia sendiri sudah memiliki blog yang cukup <em>item</em> di kalangan penggemar <a href="http://pantatitem.blogspot.com" title="Pantat Item - Imoth" target="_blank">pantatitem™</a>. Blog yang dimaksud disini adalah blog sebagai media informasi dan promosi aktifitas kegiatan pendidikan bagi anak-anak miskin dan putus sekolah.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Kok make kata promo, kayak ngarep duit banget??</em> Memang kata &#8220;promosi&#8221; sangat bersinggungan dengan label komersial, berbau pasar dan materi. Tetapi saya tidak menemukan larangan menggunakan kata promosi dalam kerangka mengenalkan kegiatan sosial. <em>So, Why not?</em>Lagi pula memang tujuan teman-teman saya untuk menunjukkan eksistensi kegiatan mereka, dan ingin menghimpun perhatian dari khalayak ramai online yang notabene cuma 9% dari penduduk Indonesia. Dalam opini saya, memang kita yang online ini <em>(saya dan anda yang sedang membaca postingan ini)</em> adalah kaum-kam intelektual yang mendapat rezeki lebih untuk menikmati pendidikan lebih baik. Dan apa salahnya membagi sedikit kapasitas akan kelebihan kita untuk 16,58% lain yang kurang beruntung <em>(Data BPS masyarakat miskin Indonesia hingga 2007 semester pertama).</em></p>
<p align="justify">Dan di sini teman saya tersebut meminta kapasitas saya yang kebetulan berlebih sedikit di Bandwith <em>(karena sebenarnya saya juga masih Fekir Benwit™) </em>untuk membuat media informasi online kegitatan tersebut lewat blog. Mungkin anda yang Blogger-blogger ini sudah tidak asing lagi dengan cerita <a href="http://bloggersforbangsari.blogspot.com/" title="Bloggersforbangsari" target="_blank">&#8220;Kambing Bangsari&#8221;</a>, yang dalam beberapa opini blogger menyelamatkan perlehatan si <a href="http://pestablogger.com" title="Pesta Blogger 2007" target="_blank">&#8220;Pesta&#8221;</a>. Sesungguhnya saya salut dengan konsistensi komunitas pendidikan di Bangsari, dan kami yang mungkin masih junior dalam kegiatan seperti ini butuh belajar banyak dari saudara-saudara di Bantarsari.</p>
<p align="justify">Lalu rencana blog ini bergulir, email saya dikirimi oleh si pantatitem™ PDF dan Doc file sebagai materi untuk blog tersebut.</p>
<p align="justify">Sebenarnya salah seorang yang paling <em>getol</em> dalam komunitas pendidikan ini adalah salah satu sahabat baik saya. <a href="http://mahkotalima.blogspot.com" title="Puti" target="_blank">Puti</a> namanya. Baru saja lulus 27 Oktober lalu, setelah 6,5 tahun bertarung di kampus <a href="http://www.kapucino.org/2007/04/09/kritik-untuk-kedatangan-jk-di-itb-sabtu-7-april/" title="Kampus gajah tiarap Post" target="_blank">Gajah Tiarap™</a>. Cewe ini seangkatan dengan saya, namun saya bernasib tidak lebih baik dari si Mbak ini <em>(a.k.a buruk a.k.a. DO .. *halah kok curhat..)</em>.</p>
<p align="justify">Perkenalan pertama di tahun ke-2 kampus Gajah Tiarap™ lewat sebuah kegiatan salah satu unit kajian sosial di sana. Kebetulan kita mengambil fokus yang sama yaitu mengenai pendidikan Indonesia. Lalu terpisah karena saya sendiri bermain dengan komunitas luar kampus yang masih bernuansa pendidikan alternatif juga, sedangkan si Mbak ini menemukan labuhan hatinya di salah satu sekolah setingkat SMP bagi anak-anak miskin di daerah Dago Atas, Bandung. Seiring berjalannya waktu, saya terhenti karena kurangnya kosistensi mungkin, dan banting setir ke wacana lain <em>(atau mungkin lebih tepatnya terseret kali yaa..haha..)</em>. Tapi si Mbak ini malah makin maju, integritasnya dengan sekolah itu membuat dia sempat beberapa kali <em>pontang panting</em> mengurusi Ujian Paket B untuk muridnya yang penuh akal-akalan dari Dinas Pendidikan.</p>
<p align="justify">Selain itu dengan beberapa rekan-rekan lainnya si Mbak ini maju terus dengan berbagai aktifitas pendidikan alternatif lainnya. Membuat komunitas belajar, seperti bimbingan belajar tepatnya, untuk anak-anak di kawasan Dago Pojok Bandung. Targetnya adalah membantu anak-anak miskin daerah sekitar untuk fokus dalam belajar karena terkadang mereka harus terpecah konsentrasinya untuk membantu orang tua. Dengan dukungan junior-junior di Kampus GT™, kegiatan ini masih berjalan sampai sekarang. Menumpang di salah satu rumah Seniman Bandung, Kang Jabaril. Lengkap dengan buku-buku bacaan seadanya. Dan syukurnya justru anak-anak yang datang kesana bukan hanya umur sekolah, bahkan anak di bawah umur sekolah pun hanya untuk sekedar mendengarkan dongeng pun mau bermain ke sawung belajar <strong>Taboo </strong>ini<strong>,</strong> begitu kami menyebutnya.</p>
<p align="justify">Dan sebelum saya hijrah ke Yogyakarta, satu lagi gerakan si Mbak ini, beliau melirik sebuah Madrasah di kawasan Dago Pojok juga yang dalam pandangan kami tidak layak disebut sekolah. Dalam sebuah lorong gang sempit dan hanya terdiri dari 3 kelas. Teman-teman yang selama ini <em>bareng</em> si Mbak pun tergerak untuk memulai ekspansi aktifitas disana, mereka mulai mengajar di senggang kuliah untuk Madrasah tersebut, sambil menyumbang sedikit kreasi untuk membuat sekolah itu menjadi lebih layak. Terkadang juga memberikan materi luar sekolah &#8211; terapan, di hari Sabtu layaknya outbound dan sejenisnya. Kegiatan mengajar di sini semakin difokuskan, karena kegiatan mengajar di SMP Dago Atas yang telah berlangsung 4 tahun tersebut akhirnya berhenti. Karena yayasan kehabisan biaya, dan tanah tempat sekolah itu berdiri harus dijual.</p>
<p align="justify">Ohya, masih ada lagi, haha.. bicara tentang si Mbak ini <em>emang</em> <em>ga</em> ada habis-habisnya. terakhir <em>banget</em> sebelum saya hijrah ke Yogya <em>(yep, pengulangan, emang deket-deket waktunya..), </em>si Mbak dan rekan-rekannya sudah selangkah lebih maju. Menggunakan <strong>subsidi silang</strong> antara kegiatan <em>non profit</em> dan <em>profit</em>nya. Kegiatan <em>profit</em>nya? Masih tidak jauh-jauh dari pendidikan alternatif. Yaitu mendalami <em>Telling Story</em> untuk TK-TK &#8220;kalangan atas&#8221; dan sekaligus mempersiapkan aktifitas <em>Home Schooling</em> yang juga buat kalangan atas. Lucu memang, dengan bekal yang sama tetapi bisa mengisi 2 pundi kosong berbeda bahan, satu tanah liat dan satu lagi dari <em>diamond.</em> Yang miskin ngumpul di kelas tidak layak, dan yang lainnya dalam ruangan ber-AC dan <em>Private. </em>Tetapi anda perlu tahu, justru mengalami 2 kondisi langit dan bumi ini, membuat kita akan menjadi &#8220;kaya&#8221;. Dan semoga bekal yang yang diberikan ke anak didik juga sama. Terbayang tidak, bagaimana memberikan materi pendidikan yang disisipkan penyadaran lingkungan sosial. Si kaya akan tahu dari cerita guru-nya bagaimana lingkungan nya tidak seratus persen &#8220;Emas Permata&#8221;, dan yang miskin juga diberikan pemahaman bahwa mereka juga memiliki hak mendapat pendidikan yang sama dengan yang gurunya ajarkan ke teman-teman mereka yang kaya. Toh, ilmu pengetahuan adalah sama bagi semua kalangan.</p>
<p align="justify">Yah&#8230;sekarang si Ibu Puti telah menjadi Mechanical Engineer, dan kemungkinan besar harus cabut dari kota Bandung untuk melanjutkan studinya. Saya selalu teringat di mana saya sering berpesan ke si Ibu ini untuk memikirkan regenerasi mengurusi kegiatan-kegiatannya tersebut. Karena kita manusia bertambah umur dan bertambah tanggung jawab <em>(hoho&#8230;tumben gue sadar&#8230;)</em>. Dan masih inget juga, saya pernah bilang, <em>&#8220;Put, suatu hari loe ngga cuman bikin ini itu seperti sekarang. Harus berkembang dan maju..!! Kalahkan tuh Sampoerna Foundation..&#8221;, </em>masih berapi-api saat itu saudara-saudara, heuhue&#8230;</p>
<p align="justify">Cuma kebetulan lagi inget akan kisah lalu saja.</p>
<p align="justify">Dan saya sendiri tercenung, ternyata sampai sekarang belum beres-beres mengurusi pendidikan saya sendiri. <em>*sigh&#8230;.</em></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>PS : Jangan protes gambarnya,.. itu kan anak sekolahan juga, lhoo.. </em></p>
<p align="justify"><em>haahaha.. *Ketawa Setan&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/11/04/sebuah-kisah-tentang-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gegap Gempita Pesta Blogger Dalam pestablogger.com</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/10/18/gegap-gempita-pesta-blogger-dalam-pestabloggercom/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/10/18/gegap-gempita-pesta-blogger-dalam-pestabloggercom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 23:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/2007/10/18/gegap-gempita-pesta-blogger-dalam-pestabloggercom/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Saya suka membagi pemikiran saya di dalam Blog&#8221;. Yap, mungkin cuma itu jika ada yang menanyakan kepada saya mengapa menulis blog. Anda bisa melihat Cloudy Tags saya yang sangat ribet dan campur aduk kayak sayur asem diatas. Itu hanya sekedar &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/10/18/gegap-gempita-pesta-blogger-dalam-pestabloggercom/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://blogs.timesunion.com/editors/wp-content/uploads/2006/04/danziger.jpg" alt="Illustration about Blog" align="left" hspace="5" vspace="5" width="300" /><strong>&#8220;Saya suka membagi pemikiran saya di dalam Blog&#8221;.</strong></p>
<p align="justify">Yap, mungkin cuma itu jika ada yang menanyakan kepada saya mengapa menulis blog. Anda bisa melihat <em>Cloudy Tags</em> saya yang sangat <em>ribet</em> dan campur aduk kayak sayur <em>asem </em>diatas<em>. </em>Itu hanya sekedar menunjukkan bahwa memang saya ingin membahas banyak hal dengan semua pembaca blog saya. Cuma sesimpel itu, tanpa embel-embel <em><strong>&#8220;I&#8217;m a Bloggerrr..&#8221;</strong></em> atau <em><strong>&#8220;Long life Citizen Journalism&#8230;&#8221;</strong>.</em></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Saya memulai menulis di Internet ketika Cybersastra.Net masih eksis. Sekedar sharing puisi dan gejolak pemikiran muda bersama para komunitas sastra online &#8211; yang notabene dulu juga sempat dianggap oleh sastrawan senior sebagai komunitas sastra <em>abal-abal</em>/puisi sampah &#8211; sastrawan yang tidak mendapat tempat. Paling tidak itu kesimpulan yang saya peroleh ketika berbincang dengan sesama rekan cybersastra pada saat pertemuan di Bandung &#8211; 2002-2003 . <em>(Apakabar Teh Sireum Hideung ? <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em>).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kemudian sempat juga membuat blog di <a href="http://blogger.com" target="_blank" title="Blogspot Free">Blogspot</a>. Sayangnya saya lalu menghilang dalam gemerlap dunia perkampusan (ya standar lah, gosip sana sini &#8211; nongkrong luar-dalam kampus dan pacaran..hehehe). Dan akibat lama tidak update, saya lupa <em>account</em> di blogspot tersebut. Maklum, karena masih suka gonta ganti email waktu itu, makhluk polos baru kenal Internet, semua email provider saya subscribe, semua feature internet saya coba(dari game sampai Adult Content.. hahaha).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kemudian, pernah mencoba menulis blog dari tawaran domain pribadi di leksanadra.com. Sekarang sudah mati, setahun lalu kalau tidak salah matinya. Dan kini saya menggunakan Kapucino.Org, yang kini sudah berumur setahun, walau post nya baru dimulai di bulan Desember 2006. Archives lama dari Kapucino bisa dilihat di <a href="http://blog-indonesia.com/blog.php?blogger=2631" target="_blank" title="Blog Indonesia">Blog-Indonesia.</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Nah, berarti saya memang bukan seorang senior blogger, setahun bukan lah waktu yang bisa dibilang <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=blogger+senior&amp;btnG=Telusuri+dengan+Google&amp;meta=cr%3DcountryID" target="_blank" title="Senior Blogger">senior blogger</a> &#8211; <em>dalam beberapa &#8220;kamus&#8221; blogger</em>. Tetapi saya pernah mengikuti <em>rame-rame</em> pembahasan mengenai blog dan <em>citizen journalism</em> &#8211; saya mengikuti kisah-kisah dari &#8220;jangan sembarang kopi paste&#8221;, <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/12/tgl/12/time/173959/idnews/496904/idkanal/10" target="_blank" title="Penahanan Blogger">penahanan polisi terhadap seorang blogger</a> hingga <em>cekcok </em>antara <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=roy+suryo+blogger&amp;btnG=Telusuri+dengan+Google&amp;meta=" target="_blank" title="Blogger dan Roy Suryo">blogger dan Roy Suryo</a>. Dalam pemahaman saya, kasus-kasus tersebut tidak memberikan unsur penekanan mendukung sesama blogger &#8220;<strong>Karena Kami Blogger</strong>&#8220;. Bagi saya bukan disana penekanannya, walaupun banyak senior blogger yang beropini dan menyuarakan gegap gempita bahwa sesama blogger harus bersatu, atau &#8220;<strong>mari-mari dukung teman kita sesama blogger</strong>&#8220;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Tujuan penegasan saya di atas adalah untuk menghindari <a href="http://en.wiktionary.org/wiki/patronize" target="_blank" title="Patronase"><em>patronase</em></a> dalam menulis/berpendapat atau mengikuti sebuah komunitas. Mungkin itu kalimat paling nyaman untuk mengungkapkan hal-hal diatas. Menjadi blogger bukan berarti sekonyong-konyong sekedar mengikuti trend, bahkan pendapat dan suara pun jadi <em>ngikut </em>trend. Sama halnya ketika kita berada dalam pergaulan sosial lainnya. Sebagai contoh, misalkan saya berada/tergabung dalam sebuah komunitas &#8211; lingkungan, jika memang alam pikiran saya berkata ada sesuatu hal yang tidak sesuai dan tidak benar, maka sepatutnya disuarakan. Bukan se-<em>abal-abal</em> malah mengikuti trend atau idol atau senior dalam komunitas saya tersebut.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Blog adalah sebuah media penulisan dalam internet dimana semua orang dapat menulis apa yang dirasa &#8211; dipikirkan dan beropini. Bebas iya, tetapi dalam kerangka bertanggung jawab. Bukankah dalam kehidupan <em>riil</em> juga kita selalu dituntun berpendapat bebas yang bertanggung jawab? <em>So,</em> tidak ada bedanya bukan? Pendapat saya ini jika melihat posisi penulis blog sebagai individu dan <em>human being.</em> Ternyata sama saja etika yang mengatur kita dalam media blog ataupun dalam etika di kehidupan nyata.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Lalu saya sedikit tergelitik, ketika dulu awal &#8211; pertengahan 2006 teman-teman saya di kampus, sesama rekan-rekan pers di dalam kampus sedang hangat-hangatnya membahas <em>citizen journalism</em>. Sampai mengundang pembicara-pembicara dari kalangan pers pula, dan bahkan berupaya mengadakan <em>event</em> yang lebih besar (walau akhirnya gagal, syukurlah..). Saya melihat ini sebagai euforia saja, dikarenakan rekan-rekan pers tersebut menyaksikan hangatya kasus dalam dunia perbloggeran sendiri pada saat itu. Dan kemudian mengambil asumsi pendek, &#8220;Jika kita menulis blog, maka kita bebas bersuara dan beropini&#8221;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Memang bebas <em>kok</em>, <em>ngga </em>ada yang larang. Sama juga bebasnya dengan mau menulis di koran-koran atau tabloid mereka. Sama bebasnya beropini dalam media-media selebaran mereka. Tidak ada bedanya. Hanya satu hal yang membedakan, TARGET PEMBACA tentu lebih luas dalam media Internet. Tetapi kemudian jika perbedaannya hanya itu, lalu apa bedanya dengan membuat situs website terhadap kantor pers mereka? Kenapa harus menjadi pers blog atau sejenisnya? Jika ingin berwarna diskusi dan bebas, ya silahkan saja ditambahkan media diskusi, tinggal tambahkan feature comment atau sekalian forum barangkali.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><img src="http://www.kapucino.org/wp-content/uploads/2007/10/button-pb-005.jpg" alt="Pestablogger" align="left" height="90" hspace="5" vspace="5" width="178" />Oke, itu sebuah asumsi saya dari dulu. Dan kemudian yang membuat saya menjadi bingung saat ini &#8211; terdorong oleh mas <a href="http://kramput.blogspot.com" target="_blank" title="Ikram">ikram</a> yang mendadak tengah malam mengajak diskusi tentang <a href="http://www.pestablogger.com" target="_blank" title="Pestablogger">PESTABLOGGER</a>&#8220;. Beliau menanyakan pendapat saya tentang kegiatan tersebut. Jawaban opini dan pemikiran sadar-bawah sadar saya dari dulu, yang namanya blog <em>ya</em> yang seperti saya ceritakan di atas. Tapi kemudian si Mas Ganteng Kacamata ini mulai menyinggung isi dari situs pestablogger.com. Memang dasar tukang kritik, paling bisa melihat celah sekecil itu (haha..<em>Negation in your Bloody Header, bro..</em> ). Ikram secara pendek mengungkapkan <em>&#8220;cm aneh aja kalo setiap pemberitaan di koran, mereka upload di pestablogger.com &#8211; karena bukannya blog itu new media? &#8211; yg berlawanan sm old media?&#8221;<br />
</em></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Yeah</em>,.. kembali perdebatan panjang dan perenungan disini. <a href="http://enda.goblogmedia.com/new-media-vs-old-media.html" target="_blank" title="New Media vs Old Media">Seorang senior blogger dahulu pernah mem-<em>boosting </em>tentang ini. </a>Bahkan anda bakal menemukan file PDF tentang tips trick menghadapi media baru (salam Mas Enda..). Sebagai <em>&#8220;junior blogger&#8221; </em>yang lebih junior dari Ikram, saya seperti diospek ulang hehehe&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Yap</em>, sangat masuk akal ungkapan Ikram di atas. Coba lihat situs pestablogger sendiri yang selalu mengangkat post tentang pemberitaan acara Pesta Blogger di koran-koran. Jika dan hanya jika <em><strong>Old dan New media</strong></em> tidak saling butuh seperti yang diungkapkan Enda (dan mungkin juga blogger lain berpendapat sama), lalu kenapa pestablogger sendiri mendapat sponsor dan partner dari 3 <em>Old Media</em>?</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dalam opini saya sendiri (kembali &#8211; apa yang ada di pikiran saya), jika karena kasus <a href="http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/06/time/111827/idnews/356018/idkanal/10" target="_blank" title="Priyadi tentang kasus Kompas vs Basuki Suhardiman">Kompas dan Basuki Suhardiman</a> (<em>salam dari Yogya, Pak Bas.. <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em> ) yang awalnya di<em>boost</em> oleh Priyadi dalam post <a href="http://priyadi.net/archives/2005/05/03/satria-kepencet-whistleblower-anonimitas-dan-kompas/">Satria Kepencet, Whistleblower, Anonimitas dan Kompas</a>, kemudian menyebabkan muncul dikhotomi antara Old dan New Media, maka ini bukanlah suatu hal yang bijak. Kenapa? Alasan-alasan dan uraian saya diawal terkait dengan ini. Analogi paling buruk dari pembatasan tersebut, jika Kompas adalah Old Media &#8211; &#8220;butuh uang untuk tinta&#8221;, maka begitu pula dengan semua media cetak pers.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Bagi saya sendiri, kasus yang di<em>-blow-up</em> tersebut tidak lebih dari suara bebas yang bertanggung jawab, yang berusaha menyampaikan kebenaran dari versinya. Terlepas dari adanya isu-isu lain dibelakang yang menyusul <em>blow-up</em> tersebut.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Jika pun ingin memberikan label berbeda antara blog dan media cetak, maka bagi saya hanya lebih baik sebatas bahwa sang penulis blog &#8220;hanya&#8221; terikat oleh etika-nya dalam menyampaikan informasi yang sesuai dan runtut dengan jalan pikirannya &#8211; dan mungkin disertai fakta yang akurat. Berbeda dengan media cetak yang terikat aturan jurnalisme yang baku, teratur dalam manajemen dan memperhitungkan pasar komersial. Atau singkatnya blog adalah suara bebas yang bertanggung jawab dan media cetak adalah media informasi resmi bagi masyarakat. Dan silahkan masyarakat memilih asupan informasi mana yang baik bagi mereka.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kalau pembagian media &#8220;Old vs New Media yang tidak saling butuh&#8221; masih berlaku, <em>ntar</em> blunder <em>deh</em> kayak sekarang, malah kerjasama sekarang <em>kan</em>? Belum lagi sekarang beberapa media cetak sudah memberi fasilitas terbitan online, lengkap dengan milist, forum dan media untuk berkomentar.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Akhir kalimat dari saya sebagai seorang <em>&#8220;Blogger Junior&#8221;</em>, SELAMAT BERPESTA BLOGGER bagi anda yang merayakan. <em>(Udah kayak ucapan merayakan Idul Fitri ajah&#8230;hehehe)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/10/18/gegap-gempita-pesta-blogger-dalam-pestabloggercom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Who Is The Best Web Host Right Now?</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/09/28/who-is-the-best-web-host-right-now/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/09/28/who-is-the-best-web-host-right-now/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 17:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/09/28/who-is-the-best-web-host-right-now/</guid>
		<description><![CDATA[Did you know much about your favorite Web Hosting Provider? Or do you just love it because usually use them for all your websites? Do you want to see the review of the web hosting provider, but no idea how &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/09/28/who-is-the-best-web-host-right-now/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://webhostinggeeks.com/images/webhostinggeeks-logo.gif" class="reflect rheight50 ropacity40" align="top" width="320" /></p>
<p>Did you know much about your favorite <a href="http://www.webhostinggeeks.com/" title="Web hosting" target="_blank">Web Hosting</a> Provider? Or do <span> </span>you just love it because usually use them for all your websites? Do you want to see the review of the web hosting provider, but no idea how to find a lot hosting provider on the internet?</p>
<p>Webhostinggeeks.com, one of best <a href="http://www.webhostinggeeks.com/" title="web hosting reviews">web hosting reviews</a> thats give such opinion and comments for the Web Hosting Provider. Its just not from the site administrator, or the author from the Webhostinggeeks.com&#8217;s staffs. Purely from the member, customer and web master that usually use hosting on their work.</p>
<p>Thereâ€™s so much going on in hosting review service in the internet. Today weâ€™re in a new golden age of web hosting business &#8211; that no one site can possibly keep up with it. But if you like great, pithy reviews, and a chance to discuss, and even see the best ranking of the hosting business right now, Webhostinggeeks.com does a good job of it. Good for the loyal customer or the Hosting Criticsm â€“ wannabe.</p>
<p>Thatâ€™s more than enough reasons for both sides to take the offer of Webhostinggeeks.com to use the site as the stage for presenting their thoughts, pro or anti, publicize their loyality such discussion &#8211; in the process of recognizing or disputing what they like or dislike, the influence or effect of the Hosting Provider, Webmaster or small online businessman that are the object of their critique. Or at least, you can find the <a href="http://www.webhostinggeeks.com/freedomainnames.html" title="Free Domain Names" target="_blank">free domain names</a> offered from the best hosting without worry it will be down suddenly.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/09/28/who-is-the-best-web-host-right-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari 3 Stanza Indonesia Raya, Self-Appraising, Hingga Bibit-Bibit Self Kapitalisme</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/08/14/dari-3-stanza-indonesia-raya-self-appraising-hingga-bibit-bibit-self-kapitalisme/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/08/14/dari-3-stanza-indonesia-raya-self-appraising-hingga-bibit-bibit-self-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 08:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Post]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/08/14/dari-3-stanza-indonesia-raya-self-appraising-hingga-bibit-bibit-self-kapitalisme/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya tidak berani angkat bicara mengenai fenomena penemuan Om Roy atas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza. Walau saya sendiri dulu ketika masih penggalang di Pramuka, pernah dikenalkan dengan lagu Indonesia Raya 1 &#8211; 2 dan 3 stanza tersebut &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/08/14/dari-3-stanza-indonesia-raya-self-appraising-hingga-bibit-bibit-self-kapitalisme/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ryosaeba.files.wordpress.com/2006/08/blogger_talk_nonsense.jpg" title="Keep Your Mouth, Roy" alt="Keep Your Mouth, Roy" align="top" width="385" /></p>
<p>Sebenarnya saya tidak berani angkat bicara mengenai fenomena <a href="http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=37563&amp;Itemid=54" title="Konferensi Pers Roy Suryo" target="_blank">penemuan Om Roy atas Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza</a>. Walau saya sendiri dulu ketika masih penggalang di Pramuka, pernah dikenalkan dengan lagu Indonesia Raya 1 &#8211; 2 dan 3 stanza tersebut (<a href="http://kopipakegula.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya-merdeka-merdeka.html#links" title="Rime tentang Indonesia Raya 3 Stanza" target="_blank">Rima</a> juga mengakui hal yang sama dalam cerita di Blog nya). Bahkan di <a href="http://youtube.com" title="Youtube" target="_blank">Youtube</a> sendiri lagu ini sudah ada sebelum Om Roy ribut-ribut mengundang wartawan dalam Ad Hoc Konferensi Pers awal Agustus lalu.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Karena keterbatasan saya hanya sebagai blogger kelas rendahan, maka saya tidak membuat klarifikasi atas hal tersebut. Tetapi melihat fenomena yang terjadi saat ini dimana terlihat adanya kekhawatiran pembelokan sejarah oleh Om Roy, terlihat dari berdiam dirinya para media cetak yang kemarin-kemarin berkoar-koar akan &#8220;Nobelis Telematika&#8221; kita ini, maka saya melacak kembali apa yang terjadi sebenarnya terjadi di antara komunitas Blogger dan media massa. Kenapa? Apakah saya <em>sirik</em><u> dengan om Roy? Karena tidak bisa sehebat beliau mengumpulkan popularitas?</u> Jelas bukan! Alasan saya simple seperti yang pernah Aan (teman di PSIK ITB) sampaikan kepada saya 2 hari lalu, &#8220;Bagaimana jika terjadi pembelokan sejarah? Karena si om Roy ini yang memang sangat menguasai media pers konvensional (cetak, TV, dan Radio)!&#8221;</p>
<p>Dan beruntung, Mas <a href="http://ryosaeba.wordpress.com/2007/08/07/indonesia-raya-epilog/" title="Rio Saeba" target="_blank">Rio Saeba</a>, salah seorang senior Blogger Indonesia melengkapi epilog 3 stanza Indonesia Raya tersebut dengan rapi, mengungkapkan apa yang terjadi sesungguhnya. Saya ambil beberapa quote dari tulisan beliau :  <em>(lengkapnya silahkan lihat langsung ke situs yang bersangkutan)</em></p>
<blockquote><p><strong>VANDALISME DI ENTRI INDONESIA RAYA</strong><br />
<a href="http://ryosaeba.files.wordpress.com/2007/08/vandalisme-wikipedia.png" title="vandalisme di wikipedia"><img src="http://ryosaeba.files.wordpress.com/2007/08/vandalisme-wikipedia.thumbnail.png" alt="vandalisme di wikipedia" align="right" /></a>sejak saya menyarankan untuk melihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya">entri indonesia raya di wikipedia indonesia</a>, saya sudah mengkhawatirkan akan terjadi vandalisme terhadap entri tersebut, membuat seolah-olah pihak yang tadinya salah menjadi benar. dan ternyata <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indonesia_Raya&amp;diff=886922&amp;oldid=886914">kekhawatiran saya menjadi kenyataan</a>, ada yang menghapus dua stanza terakhir dari lagu indonesia raya. tindakan vandalisme dengan mengacak-acak lagu kebangsaan ini benar-benar sangat tidak patriotis, dan sangat berlawanan dengan pernyataan â€œ<em>ingin ikut memperkaya sejarah indonesia.</em>â€ ingin memperkaya atau ingin memelintir? saya pribadi menganggap yang melakukan hal ini bisa dkategorikan sebagai pengkhianat negara.</p></blockquote>
<p>Apakah ini yang kita harapkan? Merusak sejarah? Jelas bukan! Sejarah memang perspektif yang turunan pembuktiannya sangat kompleks dalam berbagai sudut pandang pelaku-nya. Tetapi sebagai bangsa yang mengaku menghargai sejarah dan pembuktiannya, sepatutnya kita selalu berkaca dan mengkilas balik atas segala sesuatu yang terjadi dan berlaku saat ini. Dan tindakan Roy Suryo yang terburu-buru men-klaim dalam konferensi pers sebagai penemu Indonesia Raya 3 Stanza (atau lebih tepatnya <em>hamba</em> akan popularitas), membuatnya lupa me-<em>crosscheck</em> dengan aturan main pembuktian sejarah. Dan inilah prilaku tidak menghargai perspektif pembuktian sejarah yang baku. Atau ungkapan lebih kerasnya, tidak mengerti sejarah.</p>
<blockquote><p><strong>APA YANG SEBENARNYA TERJADI?</strong><br />
di sini saya akan berusaha menuliskan apa sebenarnya yang terjadi berdasarkan pengamatan saya. semua ini tampaknya diawali dari tindakan roy suryo menyalin hasil pengumpulan salinan-salinan digital yang berhubungan dengan sejarah indonesia dari arsip tim airputih melalui sobat kentalnya, heru nugroho, yang sampai kemarin masih disangka oleh roy suryo sebagai ketua tim airputih.</p>
<p>dari salinan yang didapat, dia menemukan rekaman film propaganda jepang yang isinya antara lain dinyanyikannya lagu indonesia raya versi 3 stanza dan dengan tempo <em>con bravura</em>, berani/bersemangat, berbeda dengan lagu kebangsaan yang sesuai dengan <a href="http://web.archive.org/web/20070310231601/http://kambing.vlsm.org/bebas/v01/RI/pp/1958/pp-1958-044.txt">PP no 44/1958</a> dengan tempo <em>maestoso con bravura</em>.</p>
<p>berdasarkan <a href="http://ndorokakung.com/2007/08/05/indonesia-raya-pecas-ndahe/">wawancara dengan ndoro kakung</a>, ternyata roy suryo memang tidak tahu kalau sebenarnya lagu indonesia raya itu benar-benar terdiri dari 3 stanza:</p></blockquote>
<blockquote><p>Dia mengaku baru waktu itu tahu bahwa versi asli Indonesia Raya terdiri dari 3 stanza, dan bukan cuma satu seperti yang selama ini dinyanyikan dalam pelbagai kesempatan resmi.</p></blockquote>
<blockquote><p>karena memang roy suryo tidak tahu mengenai hal ini, beliau menganggap ini merupakan sebuah penemuan besar (tentunya bagi beliau sendiri), dan lalu bersepakat dengan pihak airputih bahwa mereka akan mengumumkan hal ini di hari senin tanggal 6 agustus 2007.</p>
<p>tapi rupanya roy suryo melanggar kesepakatan tersebut, dan mendahului membuat sendiri <em>ad hoc</em> <a href="http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=37563&amp;Itemid=54">konferensi pers di jogja</a>, mengumumkan penemuannya tersebut. dalam konferensi pers tersebut beliau tampaknya â€œ<em>menuntun</em>â€ para wartawan sehingga terjadi kesimpulan bahwa beliau menemukan pita seluloid asli dari rekaman tersebut di leiden (entah museum, perpustakaan atau universitas) belanda. tampaknya kata â€œpita seluloidâ€ ini berasal dari hasil pengamatan rekaman video tersebut yang memang terlihat <em>vintage</em>, ditambah adanya tulisan menuju kemerdekaan di bulan 9 tahun 2064 (tahun jepang, yang berarti tahun julian 1944), namun saya masih belum berhasil menemukan dari mana kata â€œleidenâ€ berasal.</p>
<p>setelah konferensi pers di atas, dimulailah segala kontroversi. hal pertama yang dipertanyakan adalah mengapa roy suryo baru tahu kalau ternyata lagu indonesia raya itu memang terdiri dari tiga stanza. hal kedua yang menguatkan kesan bahwa versi 3 stanza ini merupakan â€œpenemuan baruâ€ adalah pada saat upacara atau acara kenegaraan, lagu kebangsaan yang dinyanyikan memang cuma satu stanza. ini bisa dijelaskan bahwa memang menyanyikan cuma satu stanza sudah sesuai dengan PP no 44/1958 bab I pasal 2 ayat 2, dan di dalam peraturan pemerintah itu pun versi 3 stanza juga dikenali. masalahnya adalah PP no 44/1958 ini memang jarang diketahui oleh orang banyak.</p>
<p>hal ketiga yang makin menimbulkan pertanyaan adalah orang-orang pemerintahan sendiri (dan juga beberapa wakil rakyat) ternyata sama awamnya, tidak tahu bahwa memang seharusnya lagu indonesia raya itu terdiri dari tiga stanza. ini makin memperburuk keadaan karena masyarakat awam tidak tahu mana yang bisa dipercaya, pihak yang tidak tahu soal 3 stanza (dan diperkuat oleh beberapa orang pemerintahan dan wakil rakyat) atau pihak yang tahu tentang 3 stanza.</p>
<p>ketika orang-orang yang mengetahui bahwa lagu indonesia raya memang terdiri dari 3 stanza mulai menyuarakan pendapatnya, roy suryo berusaha meredam hal ini dengan menyatakan bahwa mereka adalah <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/06/time/074213/idnews/813523/idkanal/10">pahlawan kesiangan</a>. lalu kemudian ketika tokoh pengamat sejarah des alwi angkat bicara, lagi-lagi roy suryo berusaha meredamnya dengan menyatakan bahwa des alwi <a href="http://ndorokakung.com/2007/08/05/indonesia-raya-pecas-ndahe/">menyembunyikan dokumen negara dan punya kepentingan ekonomi</a>. dan akhirnya ketika pihak airputih angkat bicara, roy suryo menganggap yang angkat bicara dari airputih adalah tingkatnya sederajat <a href="http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/06/time/175559/idnews/813929/idkanal/398">tukang kebun</a>, dan tidak layak dikutip.</p>
<p>kontroversi ini ditutup dengan dua pernyataan dari pihak airputih, bahwa ternyata pengumuman soal penemuan itu seharusnya dilakukan secara bersama antara roy suryo dan airputih, dan catatan tentang <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl%20/07/time/091059/idnews/814082/idkanal/398">kepingan sejarah indonesia dalam bentuk digital</a>, yang sayangnya oleh pihak tertentu hanya dipergunakan sebagai alat untuk mencari popularitas.</p></blockquote>
<p>Bukan hanya perspektif pembuktian sejarah yang dilanggar oleh Om Roy, tetapi juga dalam hal menelusur perundang-undangan Indonesia. Apakah pantas orang seperti ini masih diakui sebagai ahlinya Telematika Indonesia? Atau lebih kerennya penasihat Presiden untuk urusan Telematika? Seharusnya beliau sadar, dengan posisi-nya yang demikian penting dalam kacamata publik (asumsi saya karena beliau rutin <em>koar-koar</em> di Metro TV dan berbagai media cetak/elektronik lainnya), 91% rakyat Indonesia berarti telah tertipu, karena sampai saat ini <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/16/time/155524/idnews/720923/idkanal/328" title="Pengguna Internet di Indonesia" target="_blank">pengguna Internet di Indonesia yang masih 9%</a> dari  seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Memang susah jika kita berkoar-koar dalam media blog, atau kasarnya mau mengalahkan paradigma Jurnalisme Konvensional. Media sudah menjadi sebuah sistem kapitalisme tersendiri, baik dari segi konten, kebutuhan politik hingga atribut penguasa. Mengekang kebebasan berbicara akan kebenaran dan mengakomodir informasi yang &#8220;menyamankan&#8221; aliran dana dalam kantong-kantong borjuis dan penguasa adalah indikasi kapitalisme yang tidak sehat. Tidak ada bedanya dengan menyorongkan sebuah konsep satu suara untuk menyuarakan satu kepentingan. Dan bahkan ini pun berlaku dalam kampus yang notabene lulusannya banyak mengkritik Roy Suryo.</p>
<p>Ya, aneh bukan?.. Saya menyorot hal ini dan melihat keterkaitannya ketika mendengar konsep membangun <a href="http://www.itb.ac.id/news/1755" title="Campus Channel ITB diresmikan" target="_blank"><strong>Campus Channel</strong></a>. Sebagai salah seorang yang terlibat dalam Media Pers Kampus, usulan ini memang bukan hal baru. Sudah beberapa kali didengung-dengungkan sejak 2-3 tahun lalu. Saya membaca 2-3 proposal yang sama untuk ide ini. Namum untuk konsep Campus Channel ini saya memang melewatkannya karena berbagai kesibukan. Dan setelah melacak dari teman-teman di kampus, ide dan visi misi nya ternyata tidak jauh berbeda. Saya akui bahwa visi dan misi yang dibangun adalah bagus. Tetapi penerapannya dalam sebuah komunitas media pers mahasiswa yang bebas menyuarakan kebenaran tidak dipersiapkan dengan baik, atau malah belum dipertimbangkan.</p>
<p>Jika hanya mengejar sebuah  penerapan teknologi New Broadcaster yang terintegrasi, maka ini bukan lagi sebuah teknologi baru. Sudah banyak dikembangkan teknologi News Broadcaster oleh berbagai media online di dunia maya. Dengan memanfaatkan teknologi feed, streaming dan podcaster yang berkembang pesat saat ini, membangun sebuah integrasi media dalam satu kesatuan bukanlah hal yang baru. Dan Campus Channel mengusahakan juga hal tersebut. Namun perlu disadari ITB sendiri bukan sekedar menerapkan teknologi dari sisi &#8220;pertunjukan&#8221;. Dalam uji coba pertamanya beberapa waktu lalu, integrasi tersebut berlangsung sejak peliputan dengan manajemen lapangan yang solid dan peralatan yang <em>high tech</em>, hingga hasil akhirnya juga terintegrasi dengan baik dan dapat dinikmati pemirsa kampus. Sesungguhnya saya memberi salut dengan teknologi ini.</p>
<p>Sayangnya, dari sang koordinator penanggung jawab Uji Coba Campus Channel ini, menjelaskan kemungkinan komersialisasi terhadap Campus Channel tersebut. Apa yang dimaksud komersialisasi disini? Di dalam lingkungan kampus sendiri? Kekhawatiran saya langsung muncul akan bibit kapitalisme baru setelah cengkraman Kapitalisme Pendidikan berjalan di ITB sejak aturan BHMN 4 tahun lalu.</p>
<p>Pernyataan tersebut membuat saya khawatir. Siapa yang punya investasi, maka informasi nya lah yang berhak tampil dan diterima massa. Lalu kemanakah kebebasan Media-media Pers Kampus? Kebenaran pun akan menjadi absurd nantinya.</p>
<p>Padahal ide, visi dan misi Campus Channel ini sendiri adalah dengan mengundang berbagai pihak media dalam Kampus ITB yang berkontribusi bersama membangun jaringan tersebut menjadi solid dan kontinyu. Mereka mau berkontribusi karena demi kemajuan Media-Media Pers Kampus ITB, mengembangkan kreatifitas dan yang terpenting belajar menyuarakan kebenaran. Bukan hanya sebagai (maaf)<em> kacung</em> yang mensuplai berita terhadap kemegahan Campus Channel, tetapi dapat disensor sewaktu-waktu layaknya Tuhan men-cap halal dan haram. Kembali pertanyaan yang sama, jadi siapakah yang memanfaatkan kondisi ini? Apakah ini sekedar ajang Self Appraising sang koordinator yang notabene Kepala Kapntor Berita? Atau sebuah menara gading baru dari ITB untuk unjuk gigi?</p>
<p>Jika saya dikatakan membunuh karakter sang Koordinator Kantor Berita dalam tulisan ini, mungkin <a href="http://kramput.blogspot.com/2007/08/swawawancara.html" title="Ikram Menyebutnya Swawawancara" target="_blank">Ikram</a> punya bukti yang lebih &#8220;nyaman&#8221; terhadap ini. Karena <em>Personal Attitude sang Koordinator</em> juga-lah yang membuat saya menarik kesimpulan ini. Apakah me-wawancara diri sendiri adalah bagian dari Self Appraising diri-nya?</p>
<blockquote><p>  Bagi Armein Campus Channel adalah &#8220;panggung&#8221; baru dalam komunitas ITB. &#8220;Kita mau membangun suatu &#8220;panggung&#8221; di mana orang â€“siapapun ituâ€“ bisa tampil dan mengekspresikan kemampuannya,&#8221; katanya, &#8220;Dengan panggung ini terbentuk budaya suka berkontribusi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas komunitas ITB.&#8221; Dalam waktu dekat, Campus Channel bersama dengan PPTIK akan memasang instalasi unit TV dan speaker di beberapa titik pusat massa kampus ITB. Siaran percobaan direncanakan dilakukan pada 27 Agustus 2007. <strong><span style="background-color: #ffff99">Ditanya apakah akan bersifat komersial, Krisna, Kepala Kantor Berita ITB menjawab,</span> &#8220;Bisa jadi. Tapi yang jelas, itu kami pikirkan nanti. Sekarang kami semua sedang fokus pada sosialisasi ke organisasiâ€“organisasi yang ada di ITB serta penyediaan konten yang kontinu.&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>Self Appraising, Roy Suryo atau Pendukung Kapitalisme Media? Sepertinya saya harus mencoba untuk menulis ulang definisi Kapitalisme Global dan memasukkan unsur Self Appraising di dalamnya, kemudian me-numpahkannya kembali dalam Basbang sebagai Self-Kapitalisme.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/08/14/dari-3-stanza-indonesia-raya-self-appraising-hingga-bibit-bibit-self-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gara-gara Luna Maya..</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/08/13/gara-gara-luna-maya/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/08/13/gara-gara-luna-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 20:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Post]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/08/13/gara-gara-luna-maya/</guid>
		<description><![CDATA[Ini cuman post singkat.. Gara-gara di post sebelumnya, gue menceritakan hubungan artis favorit dan pantat, traffic blog gue meningkat drastis. Pengalaman yang sama gue dapat waktu masih memakai blog lama, waktu itu gue mem-posting tentang 3GP pejabat DPR. Blog ini &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/08/13/gara-gara-luna-maya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cuman post singkat..</p>
<p>Gara-gara di <a href="http://kapucino.org/2007/07/30/saya-nge-fans-situ-sebab-situ//" title="Saya Nge-fans Situ Sebab Situ Kenapa Yaa?" target="_blank">post sebelumnya</a>, gue menceritakan hubungan artis favorit dan pantat, traffic blog gue meningkat drastis. Pengalaman yang sama gue dapat waktu masih memakai blog lama, waktu itu gue mem-<em>posting  </em>tentang 3GP pejabat DPR.</p>
<p>Blog ini sebenarnya bercerita macem-macem. Dari curhat hingga biang kentut. Tetapi lumayan juga, gue bisa memantau seberapa besar ketertarikan orang-orang dalam men<em>searching </em><a href="http://www.google.com" title="Google" target="_blank">Google</a> dan buat apa Search Engine itu digunakan.</p>
<p>Alhasil, seminggu ini terbukti, bahwa keyword atas nama Artis dan Gambar Artis masih jadi favorit. Ya minimal dalam lingkungan web blog Kapucino ini, dari sekian banyak cerita dan berita serta opini, ternyata begitu SEKALI SAJA gue mempost tentang artis, langsung kunjungan nya meningkat.</p>
<p>Ini <a href="http://www.kapucino.org/analytic/" title="Mint of Kapucino" target="_blank">buktinya (klik aja kalo mau lihat..)</a>.</p>
<p>Gue menggunakan script <strong>Mint</strong> untuk blog gue sebagai <em>analytic record</em> .</p>
<p>Data traffick dan rangking lainnya :</p>
<p><a href="http://www.alexa.com/data/details/traffic_details?q=&amp;url=http://kapucino.org" title="Alexa Stat" target="_blank"><img src="http://xsltcache.alexa.com/site_stats/gif/s/a/d3d3LmthcHVjaW5vLm9yZw==/s.gif" title="Alexa for Kapucino" alt="Alexa for Kapucino" align="top" height="95" width="120" /></a></p>
<p><a href="http://kapucino.org/wp-content/uploads/2007/08/seostatsphp.png" title="SEO Stat"><img src="http://kapucino.org/wp-content/uploads/2007/08/seostatsphp.png" alt="SEO Stat" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/08/13/gara-gara-luna-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Celebrity on The Online Video</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/08/01/celebrity-on-the-online-video/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/08/01/celebrity-on-the-online-video/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 14:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/08/01/celebrity-on-the-online-video/</guid>
		<description><![CDATA[Would you like to see a celebrity in another life behind the scene? Try click Celebkings. It has huge collection of movie and clip of the hottest celebrity! Today â€“ when I review it, showed me : - 7,121 Video &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/08/01/celebrity-on-the-online-video/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Would you like to see a celebrity in another life behind the scene? Try click <a href="http://www.celebkings.com/" title="Celebkings" target="_blank">C<strong><span style="background: #ffff66 none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial"></span></strong>elebkings</a>. It has huge collection of movie and clip of the hottest celebrity! Today â€“ when I review it, showed me :</p>
<p>- 7,121 Video Clips</p>
<p>- 2,193 Celebrities</p>
<p>- 1,545 Movie Titles</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>And in the front page showed the new hot celeb movie. For example, when I review it, it showed me Anna Falchi, Born: <st1 w:st="on"></st1><st1 w:st="on">Tampere</st1>,  <st1 w:st="on">Finland</st1>, Age: 35, <span class="today-celeb-video-clips">Video Clips: 5, </span>Birthday: April 22nd 1972.</p>
<p>There are previous and description for a particular video. Users have an option to download the movie in different format, such as windows media, apple quicktime or ipod video, or they can watch it online (flash player required)<o></o></p>
<p>Access for the video is secure. But you wont regret it. You have to provide a correct information of username and password. Youâ€™ll also need to input the word shown in the capcha image. Once youâ€™re authenticated, youâ€™ll have access to the whole database of nude clips! You can browse by name on the top of the page or you can select a category on the left navigation bar. <o></o></p>
<p>This site is suitable also for the webmaster that want to find content for their adult site. Just register, and the process would be awesome quickly. And you ready to show the <a href="http://www.celebkings.com/home" title="Nude Celebrity" target="_blank">Nude Celebrity</a> in your site..Sounds Good&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/08/01/celebrity-on-the-online-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Choosing a Good Merchant Accounts for Your Ecommerce</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/07/25/choosing-a-good-merchant-accounts-for-your-ecommerce/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/07/25/choosing-a-good-merchant-accounts-for-your-ecommerce/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 10:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/07/25/choosing-a-good-merchant-accounts-for-your-ecommerce/</guid>
		<description><![CDATA[In the ecommerce world was known the name â€œMerchant Accountâ€ or often also called Merchant Services. A perpetrator online business must know the requirement of this service so their online business would service the customer well. Because the customer&#8217;s belief &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/07/25/choosing-a-good-merchant-accounts-for-your-ecommerce/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kapucino.org/wp-content/uploads/2007/07/mg.jpg" title="Illustration of Merchant Account"><img src="http://kapucino.org/wp-content/uploads/2007/07/mg.jpg" title="Illustration of Merchant Account" alt="Illustration of Merchant Account" align="left" hspace="7" width="250" /></a>In the ecommerce world was known the name â€œMerchant Accountâ€ or often also called Merchant Services. A perpetrator online business must know the requirement of this service so their online business would service the customer well. Because the customer&#8217;s belief depended in their process order satisfaction, from the order step until the product or service being delivered for them.<br />
And the most payment implement is Credit Card, so as the existence credit card in business online and offline became a important fitur obligatory.<br />
The key for this is strategy that was competent in choosing the service provider credit card processing.<br />
<span id="more-59"></span><br />
<strong>FIDS</strong> (First Data Independent Sales, Inc), some provider the US sale service that moved in Credit Cart Processing, has been tested in the activity of this offline service. With the Ecommerce technological expansion in the Internet, this company spread his wings as far as the world cyber by offering various fiture interesting to the user and the prospective user service. <a href="http://www.cardservicesales.com" target="_blank" title="Merchant Account and Credit Card Processing">Merchant accounts</a> that was offered by FIDS is the combination from offline and online service. With the experience in the sale service since 1988, FIDS give the service payment gateway for ecommerce that was proper for the service offline to store option, retail oreder, Phone/Mail, order through to the provisions of the product to support this service. For Ecommerce, FIDS provided setup/programming for Ecommerce.<br />
Had a supply of experiences and these consistencies service, their service met Reviews Gold for Credit Card Processing Business in 2007.<br />
In my parameter, and sometime occasionally became the ecommerce consultant to my clients, there was the important parameter that must be seen in chose merchant account or payment gateway.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>1. How It Works<o></o></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Internet Merchant Account &#8211; A Merchant Account is an account with a financial institution or bank, which enables you to accept credit card payments from your clients. The payment gateway actually transmits the billing information to the internet merchant account provider. Unfortunately, most local banks do not provide internet merchant account capability.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">The main reason why most local financial institutions or banks do not want to provide online merchant accounts is because transactions conducted over the Internet are totally different from face to face transactions where a signature is required to authorize the purchase. This makes online transactions prone to credit card fraud. Fraud protection should be one of your primary considerations when choosing an internet merchant account provider.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Web Site &#8211; Regardless of which merchant provider and gateway service you choose, your web site will need to integrate with your service providers. Most providers include detailed web integration instructions.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>2. How Much Does It Cost ?<o></o></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Understanding the total costs of your merchant provider can be tricky. Remember my Google example &#8211; there are more merchant account providers than there are people looking for internet merchant accounts so ask questions and be picky! Typically, an internet merchant account will have three types of costs:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* Up Front Application Fees</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* On Going Fixed Fee</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* Discount Rate</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* Fixed Transaction Fee</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* Termination Fees</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span>    </span>* Miscellaneous Fees</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">For simple conclusion, putting it all together. Simple formula to help you calculate your monthly charges:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Total Charges = Statement Fee + Number of Transactions x (Average <st1 w:st="on"></st1><st1 w:st="on">Sale</st1> x Discount Rate + Fixed Transaction Fee) + (Number of Chargebacks x Chargeback Fee)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">For example, let us see you sell widgets over the internet. The sales price for each widget is $10. You typically have 100 sales per month and about 5 people request refunds (chargebacks). For this example, let us assume you have signed up with Jones&amp;Jones internet merchant account services and have the following terms:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Discount Rate &#8211; %2.5</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Statement Fee &#8211; $10</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Fixed Transaction Fee &#8211; $0.30</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Chargeback Fee &#8211; $15</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Using my formula above, your monthly Jones&amp;Jones charges will be:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Total Charges = 10 + 100 x (10 x .025 + 0.3) + (5 x 15) = $140</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">You can calculate your monthly sales revenue by multiplying your sales volume by your price:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Monthly Sales Revenue = 100 x $10 = $1000</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Your internet merchant provider is costing you 14% of your total sales.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>3. Making Your Decision<o></o></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Before you choose and internet merchant provider, understand all of the cost components. Use your current or projected sales data to forecast what your internet merchant account costs will be. Planning ahead can save you time and money.<span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> <o></o></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify"><o> </o></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o> </o></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/07/25/choosing-a-good-merchant-accounts-for-your-ecommerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keep Update Online dengan Google Gear</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/06/08/keep-update-online-dengan-google-gear/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/06/08/keep-update-online-dengan-google-gear/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 02:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/06/08/keep-update-online-dengan-google-gear/</guid>
		<description><![CDATA[Google kembali meluncurkan product baru yang dinamakan Google Gears. Ketika gue pertama kali mencoba untuk menggunakan produk ini, yang pertama kali ada diingatan gue adalah Offline Explorer atau program sejenis, yang memungkinkan kita untuk browsing secara offline. Dulu gue sering &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/06/08/keep-update-online-dengan-google-gear/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google kembali meluncurkan product baru yang dinamakan Google Gears. Ketika gue pertama kali mencoba untuk menggunakan produk ini, yang pertama kali ada diingatan gue adalah Offline Explorer atau program sejenis, yang memungkinkan kita untuk browsing secara offline. Dulu gue sering menggunakan produk ini untuk menghemat waktu online dan kadang-kadang nakalnya gue untuk sekedar meng-klon website bersangkutan..hahaha&#8230;</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Googleâ€™s VP of Engineering, Jeff Huber, mengumumkan rencana-rencana pengembangan Google dalam Acara Google Developer Day, 31 Mei 2007. Namun pengumuman paling menarik adalah tentang peluncuran produk Google terbaru, Google Gears, sebuah aplikasi open source berbasis plugin browser yang memungkinkan para developer untuk mengembangkan kapasitas aplikasi google secara offline maupun online.</p>
<p>Plugin yang berukuran 700K ini dapat didownload untuk Firefox 1.5+ dan Internet Explorer 6.0+. Saat ini plugin ini dapat menginstal 3 API, yaitu &#8220;Data Store Objects Creation&#8221; yang memungkinkan menyimpan informasi aplikasi daam komputer secara lokal. Kedua adalah aplikasi SQLite databse untuk manajemen data. Dan ke-tiga adalah bagian paling vital yaitu aplikasi yang memungkinkan AJAX/Javascript bisa men-sinkron-kan kedua bagian sebelumnya dalam browser (jika berlangsung secara offline). Masih ada aplikasi-aplikasi API pendukung lainnya yang bisa dilihat di situs Google Gears.</p>
<p>googreadgears.pngDemo pertama yang diluncurkan dalam aplikasi Google Gears ini adalah Google Readers. Kebetulan gue juga menggunakan google reader di dalam Google Page nya gue. Dengan fasilitas Google Gears, secara otomatis akan men-download subscription anda di Google Reader ke dalam PC, sehingga bisa dibaca dan dieksplorasi secara offline (atau juga online kalau memang sedang online).</p>
<p>Keunggulan dari Google Gears ini adalah kemampuannya mensinkronisasi segala aktifitas offline anda dengan server Google segera setelah anda online kembali. Memanfaatkan Asynchronous JavaScript API yang memotori aplikasi ini, memungkinkan segala perubahan, editing, sharing, maupun tagging ketika offline, akan disinkronisasikan kembali ketika online. Dalam arti, ada interaksi yang aktif antara PC user dan server Google, sama halnya dengan aplikasi Google Earth.</p>
<p>Saat ini masih berjalan dalam versi beta. Sekaligus mengumpulkan feedback dari para developer program-program aplikasi komputer, sehingga dapat meyakinkan bahwa Google Gears akan menjadi tools developer program open source yang sangat powerful.<br />
Mungkin bagi pengguna internet luar negeri (kita harus bedakan User Internet luar negeri dan Indonesia), internet adalah salaha satu kebutuhan hidup yang murah. Sehingga penggunaan produk seperti ini hanyalah masalah efektivitas dan efesiensi waktu. Tetapi bagi pengguna Indonesia, yang notabene harga internet adalah sebuah kemewahan gaya hidup, dimana sebagian besar user-nya masih ada di warnet-warnet, produk ini tentunya belum begitu berpengaruh.</p>
<p>Sedikit tips dari gue bagi user di tanah air, jika menggunakan Google Gears ini (atau produk serupa dengan ini), gunakan akses internet yang billing-nya berbasiskan waktu (jam), bukan perhitungan berdasarkan Rp/byte. Karena bagaimana pun, tetep saja proses donloa/upload memakan banyak bandwith. Kebayang aja kalo make biling Rp/kb,.. bisa modar siah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/06/08/keep-update-online-dengan-google-gear/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yahoo Messenger via WEB Browser, Tapi Hati2..</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/05/04/yahoo-messenger-via-web-browser-tapi-hati2/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/05/04/yahoo-messenger-via-web-browser-tapi-hati2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 09:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kompi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/2007/05/04/yahoo-messenger-via-web-browser-tapi-hati2/</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini gue dapat info dari si Benx, YM bisa diakses via Web Browser. Linknya http://webmessenger.yahoo.com. RUArrrR Biassaahh&#8230; Sangat dinamis, sangat simple. Serasa memiliki YM di dalam browser (ya iyaa laahh..). Tapi, gue mau ngasih caution buat temen2 yang yang &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/05/04/yahoo-messenger-via-web-browser-tapi-hati2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang ini gue dapat info dari si <a href="http://benxjelek.blogspot.com">Benx</a>, YM bisa diakses via Web Browser. Linknya <a href="http://webmessenger.yahoo.com">http://webmessenger.yahoo.com.</a> RUArrrR Biassaahh&#8230; Sangat dinamis, sangat simple. Serasa memiliki YM di dalam browser (ya iyaa laahh..).</p>
<p>Tapi, gue mau ngasih caution buat temen2 yang yang menggunakan YM via Browser ini. Kalo anda menggunakan akses internet di LAN/atau lewat network kantor-kampus, maka bisa2 anda tiba2 login ke akun milik orang lain dalam network anda.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p>Pengalaman gw nih, pas make ke-2 kalinya. Halaman pertama link tersebut memberikan halaman login memasukan username dan password layaknya email yahoo. Selesai klik &#8220;login&#8221;  masuk ke halaman AJAX yahoo (melihat tampilannya yang dinamis tersebut, gue mengasumsikan menggunakan AJAX &#8211; Flash.. maybe.. :p ). Anehnya pas gue check friendlist,..kok ga ada yang gue kenal.. Tapi jelas anak ITB, karena ada group &#8220;ITB&#8221;-nya (di YM gw aja ga pernah ngelompokin dengan nama ITB ..,.. dasar mahasiswa ga ada bangga2nya ama almameter..)..</p>
<p>LHAA..ternyata setelah lihat user-nya, bukan punya gue. :p Sepertinya punya seorang cewe, kelihatan dari nick nya.. Untung gue laki2  baik, jadi langsung logout. (hihihi&#8230;huahahaha.. :ngakak devil: ).</p>
<p>Jadi gini, kemungkinan itu ada masalah dengan cache dari server network lokal ITB (maaf temen2 admin, kalo saya salah.. maaf Pak Bas..  <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ). Karena sesuatu prosedur (yg gw ga tahu napa, cuma tahu dikit2..) , browser itu masih menangkap file2 hasil browser yang masih tersimpan di cache. Cache biasa digunakan sebagai penyimpan temporary untuk file2 hasil browsing. Tujuan cache awalnya sebenarnya untuk mempercepat proses akses, security dan sekaligus mengurangi beban server network tersebut.</p>
<p>Sebenarnya kejadian begini sudah gue alami dari dulu di komputer-komputer dalam ITB. KADANG gue sedang mengakses web yang membutuhkan login, tiba2 setelah masuk ke dalamnya kok malah ke akun orang laen.  Biasanya sih  Email Yahoo seperti ini, untung gue ga pernah make email YAHOO (GMAIL never Die.. heheh..yeahh&#8230; <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Gmail ga pernah kejadian begini, karena mereka menggunakan secure access + AJAX interface untuk akses user.</p>
<p>Namun kalo akses web login seperti email dan lain2, masih mendingan dari pada YM via browser ini. Karena setelah masuk ke akun orang di email yahoo contohnya, kalo gue iseng mau baca2 dan lihat2 atau eksekusi lainnya, pasti gue harus klik. Nah ketika klik ini, otomatis reload, dan cache di clearing, sehingga gue masuk ke akun gue sebenarnya. Ohya tambahan, gue pastikan bukan email seseorang yang lupa logout di PC/Laptop gw ini. Karena gue hafal bener sapa2 yang make PC/Laptop ini. <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sedangkan YM via browser ini, ketika gue login tadi, masuk ke akun orang laen, eh semuanya sudah seperti berada dalam YM . Tinggal send message ke orang yang di tuju. Jadi deh. . . But, gue blom cek tadi apakah bakal reload apa ngga? Gue kan laki2 baik yang tidak sombong dan jahat mengutak-atik milik orang ..( hihihi..huahaha.. :ngakak gendoruwo: )..</p>
<p>Yah, demikianlahh&#8230; info dari gue. Semoga lebih berhati-hati yooo&#8230; Jangan lupa ADD ID gue,.. &#8220;sheera_36&#8243; (caution : khusus wanita2,..buat cow2, antri dibelakang.. :p )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/05/04/yahoo-messenger-via-web-browser-tapi-hati2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Om Google Sudah Minus Kacamatanya..</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/04/22/om-google-sudah-minus-kacamatanya/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/04/22/om-google-sudah-minus-kacamatanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2007 21:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kapucino.org/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini dean laptop&#8230; Gue sedang asik ngider2 di Google, tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada menambang google dengan sebatang rokok &#8211; segelas kopi, setelah bosan mengoprek2 barisan huruf di Notepad. Gue bisa make si Om Google ini untuk &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/04/22/om-google-sudah-minus-kacamatanya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini dean laptop&#8230;</p>
<p>Gue sedang asik ngider2 di <a href="http://www.google.com">Google</a>, tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada menambang google dengan sebatang rokok &#8211; segelas kopi, setelah bosan mengoprek2 barisan huruf di Notepad.</p>
<p>Gue bisa make si Om Google ini untuk berbagai kebutuhan, menggali informasi. Proses google mining yang standar gue pakai dalam mencari kebutuhan untuk kerjaan. Gunakan link primer dari google, menggali link sekunder hingga tersier. Bahkan menemukan kelemahan website lainnya pun menjadi mungkin. Tetapi buat apa menemukan kelemahan website lain, jika kita tidak ada kepentingan terhadapnya?</p>
<p>Namun gue rada kecewa dengan perkembangan google yang semakin besar. More power you have, more power you get, salah satu tagsline di film Spiderman yang gue percaya berlaku umum. Saat ini google sudah demikian besar, keterlibatannya dengan berbagai kepentingan, baik bisnis hingga politik menjadi sorotan penting. Ruang tanpa batas Om Google mulai terbatas.  Berbagai pengembangan tool dalam google, batasan2 data, ikatan kerjasama dengan penyelia data, dan teguran2 pemerintah seperti menjadi kubah raksasa yang mewah. Kubah raksasa, tetapi tetap sebuah kubah <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/04/22/om-google-sudah-minus-kacamatanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

