1908

Standard

iseng MaiaSaya merasa aneh pagi ini. Entah bagaimana bisa-bisanya saya membuka blog janda menggoda itu di pembuka Mei tahun ini. MENGGODA? Hmm, bisa jadi. Paling tidak masih lebih menggoda daripada blog kebangetan ituh jika dilihat dari jumlah komentarnya.

Setahu saya angka 1908 adalah angka “keramat” yang berhubungan dengan bulan Mei. Dasar rejeki saya. Kalau sudah wangsit, memang ga akan kemana-kemana. Semoga Mei ini menjadi Mei yang indah buat saya, dan juga anda.

Btw, Selamat Hari Buruh buat semua.

Tulislah Apa Yang Ingin Kau Tulis

Standard

Kala jenuh dengan pekerjaan dan kode-kode, biasanya saya merehatkan diri dengan membuka blog reader saya, situs-situs media, blogwalking, browsing-browsing tulisan -dari wikipedia sampai situs-situs yang berbau hoax.

Tetapi kegiatan rehat seperti ini justru kadang malah menambah pengetahuan saya, lebih banyak dari sekedar mengejar bahan untuk kerjaan, artikel, kuliah atau karena butuh suatu bahan tulisan yang mendesak. Rehat bagi saya adalah melepaskan lelah dan memahami sesuatu tanpa beban, hanya untuk sekedar dipahami. Dan justru membuat saya lebih mengingat dan bisa mengapresiasikannya detik demi detik.

Continue reading

Berhaji dan Mabrur

Standard

Dulu ibu saya pernah bilang “Jadi haji itu paling berat bukan ketika berusaha bisa naik haji, tetapi ketika sudah selesai berhaji”. Seperti itu jadi ukuran yang benar adanya. Sama halnya ketika ibadah puasa ramadhan yang diadakan tiap tahun itu. Ada 3 tahapan khusus selama 30 hari berpuasa, dengan tingkatan yang berbeda. Diharapkan seorang muslim bisa mencapai tahap tertinggi, yaitu taqwa. Dan pertanyaannya adalah, apakah kita bisa menjadi takwa hingga ramadhan berikutnya? Atau jangan-jangan karena Ramadhan setiap tahun adanya, maka maksud sesungguhnya adalah “dosa – hapus – dosa lagi – hapus lagi – dan seterusnya”.

Apalagi berhaji mungkin. Yang dikata naik haji haruslah benar-benar menuju pada takwa, menghapus dosa, mencium hajar aswat. Tetapi saya malah melihat dengan kondisi ekonomi yang mungkin semakin mapan di negeri ini, sepertinya berwisata religi bukanlah halangan lagi. Artis-artis juga bisa umrah dan haji berkali-kali, tetapi berita gosip putus cerai selingkuhnya pun bisa berulang kali di televisi.

Continue reading

Ketololan

Standard

ijal

Tidak saya pungkiri, sejak SMU saya menggemari segala sesuatu berbau sosial budaya dan sejarah. Selepas SMU, saya nekat mengambil sebuah formulir masuk untuk kelas Seni, tanpa kursus-kursus persiapan, hanya dengan tekad “ah apa salahnya dicoba”, dan parahnya lagi hanya bermodal bisa menggambar seorang anak TK dengan dua gunung dan pematang sawah. Mimpi sih tidak bulat untuk kesana, juga disusupi sifat standar seorang lulusan SMU, “Segala kesempatan dicoba”. Sayangnya karena “manut” terhadap permintaan ibu yang saya cinta, formulir tersebut tidak pernah saya kembalikan dan test masuk juga tidak pernah saya lakukan.

Continue reading

Fly Me To The Moon

Standard

Apakah salah jika seorang bloger menulis atau memposting sesuatu yang renyah-renyah? Cap menjadi seorang penulis serius? Ah.. saya tidak hidup dengan label-label. Apalagi dilabelkan oleh orang lain.

Seperti lagu ini, membawa saya pada nuansa rileks dan santai, tanpa perlu “Fly” dengan mariyuana.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/vVFa2iuKmFw" width="290" height="250" wmode="transparent" /]

 

Saya percaya postingan blog yang renyah juga dapat berefek sama.

Campaign atau Kampanye?

Standard

Cuma lagi iseng. Udah nemu iklan kampanye yang sama 2 kali di Internet, dan sekali di jalan.

Stop Using Plastic

Sepengetahuan saya sampah plastik paling banyak dipakai mbok-mbok di pasar rakyat, dan pembantu-pembantu rumah tangga.

Semoga mereka cukup ngerti bahasa bule walau sekedar dari telenovela-telenovela bilingual kita :D

 

*gambar menumpang di Hosting si Matt, make akun om didut .

Berkurangulang Tahun

Standard

Kalau sudah masuk tahun yang baru, biasanya saya kepikiran sebentar lagi akan berulang tahun. Kalau dulu masih sekolah dan kuliah di sana, selalu mikir siapa yang akan saya traktir, berapa pleton dan bakal makan-makan dimana.

Tetapi kalau sekarang, justru malah mikir lain. Keinget emak pernah ngomong di telepon, “Dek, sayang umur…” . Yah, begitulah kalau beliau sudah nyinggung2 soal kuliah saya yang ga kelar-kelar. Benar juga sih, wong umur ini sebenarnya bukan bertambah kok. Malah kalau dipikir-pikir seharusnya umur itu berkurang.

Terus disusul pertanyaan lanjutan yang biasanya datang dari gerombolan Tante dan sepupu-sepupu saya, “sudah ngapain aja selama sekian tahun? Kerja sekarang dimana? Calon mu siapa?” Huayahh… mabok-mabok tewas dengan sejuta asa

Ulang tahun saya masih lama. Tapi kok ya serem ngebayangin kalau hari itu tiba :| .

Eh btw, hari ini ada yang ulang tahun? Setahu saya si nona bermuka Sunda ini yang berulang tahun (seriuss emang bermuka sunda, gw pernah ketemu di angkot Sadang Serang – Bandung kok.. :)) ) .

miyabi pose

Met Ultah Maria Ozawa :D