Mari Coblos

Gajah ImutSudah 2 hari ini riuh ramai tentang Pemilu Ketua Ikatan Alumni Kampus GT™. Ramai sampai masuk Detik segala. Konsolidasi menggila dari para tim sukses kandidiat digelar di kawasan Jakarta-Bandung. Paling tidak itu kabar yang saya terima dari teman-teman di Bandung. Belum lagi iseng-iseng candaan YM, forum, milist, dan blog seputar “Jadi loe megang sapa nih?”. Megang apa toh? Kepala mereka?

Hari ini malah 3 sms masuk dari 3 tim sukses berbeda dalam HP saya berisi “asupan semangat” untuk memilih calon-calon ketua tersebut. Ada yang memakai SMS massal, ada pula yang dengan ramahnya menggunakan nama panggilan saya, “Rekan Ijal, untuk IA-ITB yang lebih baik mari bla..bla..bla..”

Sebenarnya saya sendiri tidak layak angkat bicara masalah IA2an ini. Saya kuliah disana juga tidak selesai. Walaupun kabarnya menurut AD/ART-nya status saya dianggap alumni. Saya belum baca AD/ART yang menerangkan bagian itu. Tetapi dari proses pemilu saat ini, memang mendukung untuk alumni tanpa ijazah mendapatkan hak suara. 3 cara pendaftaran pemilih yaitu,

 

  1. Memilki kartu anggota (keren lah, Credit Card Mandiri-Visa),
  2. Mendaftar lewat formulir calon pemilih dengan menyertakan Ijazah Kelulusan (saya adanya surat pengunduran diri..),
  3. Mendaftar lewat formulir calon pemilih dengan rekomendasi 2 alumni anggota IA sebagai penjamin (nah, yang ini peluang saya mendapat hak suara, begitu kabarnya..)

Karena adanya cara ke-3 ini, maka 5 petarung tersebut bersama tim suksesnya berlomba-lomba untuk mengejar alumni-alumni yang males mendaftar sebagai anggota, atau alumni yang males buka-buka tumpukan ijazah, atau alumni yang ijazahnya dijadiin jaminan utang. Oh ya termasuk juga model alumni seperti saya yang tidak ada ijazah, mungkin.

Hatta Rajasa sang Menteri contohnya, tim sukses nya menyediakan layanan daftar via email. Tinggal scan KTP, kirim via email. Terus nanti akan direview oleh tim sukses mereka, dan mereka akan daftarkan dengan 2 penjamin/rekomendasi dari mereka. Praktis dan benar-benar memanfaatkan IT dengan baik.

Ada juga si calon muda Zaid (angkatan ’96.. hebat semangatnya), teman saya yang juga alumni muda tak terdaftar, ditawarkan oleh tim suksesnya untuk menyerahkan fotokopi KTP. Dan nanti diurus proses pendaftaran sebagai pemilih. Cara keren menggaet kaum alumni muda.

Dan saya rasa sama saja dengan calon-calon lainnya. Disana ada Hengky a.k.a Triharyo Indrawan (Kepala BUMN REKIN), ada Ibu Betty Alisjahbana (CEO IBM Indonesia). Ada Boyke Minarno (setahu saya bapak ini Founder RPE Group Jakarta).

Tidak tahu apakah nantinya ketua terpilih akan membuat si GT™ kembali akan menjadi “Gajah Duduk”. Atau bisa menjadi “Gajah Terbang” sekalian. Tentunya semua orang punya harapan lebih baik di masa depan. Karena sudah jadi rahasia umum, si Ketua sebelumnya cuma bikin makan hati, IA -ITB hanya sebagai ajang lompatan ke kursi lebih tinggi di pemerintahan Indonesia Raya. Ujung-ujungnya malah tersangkut kasus korupsi tanker Pertamina.

Laksamana Sukardi“Mungkin ente Laks, bisa berkelit dengan ilmu hukum dan otak pintar ente. Tetapi rahasia umum tetap menjadi rahasia umum, Laks. Orang-orang yang terlibat dengan ente selama ini bisa menilai ente, dan jika Tuhan ada, maka dia juga Maha Tahu sekecil apapun kolusi korupsi yang ente buat…” (serasa ustadz gini gw..hahaha).

 

 

Alumni dari kampus yang dikata arogan. Ya, ini saya buat post ini, bukti kalau saya masih tersisa bibit arogan nya.. hahaha.. Kalau ngga percaya cek aja logo situs alumninya. Terbayang gambaran apa di benak anda?

Gajah Congkak Logo IA-ITB

Yah.. Inilah Lambang Situs IA Kampus GT™. Mungkin Menteri KDRI perlu mereview ulang logo yang lebih baik.

Lalu bicara harapan untuk calon-calon ketua IA yang akan datang. Sebenarnya apa dan bagaimana baiknya? Saya yakin semua calon memiliki ide-ide yang cemerlang. Ngga mungkin maen-maen, wong mereka ini lulusan Kampus GT™. Dan malah sekarang punya posisi-posisi penting dan kredibel di Indonesia Raya. Tetapi bukan itu hal yang terpenting. Bukan sekedar status mereka itu yang membuat mereka layak tentunya. Ada sebuah tanggung jawab sosial dalam membangun sebuah akselerasi alumni Kampus GT™ yang konon hebat-hebat itu untuk membangun bangsa ini. Karena miris jika mengingat kalau negara ini sudah cukup banyak dibodohi oleh orang-orang pinter. So, bagaimana calon-calon terhormat tersebut menyikapi ini?

“Bang Hatta mungkin? Kalau situ cukup konsisten dengan ide situ tentang Inovasi Radikal, saya yakin ITB bisa kasih gratis sekolah buat anak-anak pinter se-Indonesia suatu saat. Keren itu, bagi saya itu juga sebuah ide briliant. Tapi menurut saya, buat situ sih cukup dengan ngga maen catut IA untuk posisi 2009 saja sudah sebuah pencapaian besar.”

“Bang Zaid, ahh.. kau semangat kali pun Bang. Cem anak baru selesai Ospek aja ku liat. Tapi awak ni sepakat lah sama kau Bang. Memang kita-kita yang muda ni cuman jadi telor aja dari yang tua-tua selama ni, bang. Pokoknya semangat aja lah Bang yak..”

“Jeng Betty, aduhh jeengg.. Jeng Betty sangat keibuan sekali. Kok sampai malah bikin statement akan meninggalkan jabatan CEO IBM kalo terpilih ntar. Walah..walah.., jadi pengen saya punya mertua kayak situ. Eh, tapi jabatan CEO nya emang mau ganti yah..??

“Bang Hengky, Abang ini kuat juga support dari kaum alumni mudanya yak. Sampai bikin acara di cafe Bandung segala. Alumni muda gaol-gaol cerita-nya neeh, Bang??”

“Mas Boyke, wah kalo situ saya ndak kenal Mas. Cuman liat web situ ada dukungan dari BR. Sepertinya situ menjanjikan dengan ide entepreneurship-nya. Semoga lah yaah Mas,.. semoga bukan janji-janji lewat kayak si Om Laks dulu..”

Dan hari ini para alumni Kampus GT™ sedang mencoblos di beberapa lokasi Indonesia dan luar Indonesia. Lha, kok saya ndak ikutan? Saya beresin kuliah dulu, Dooeelzz..!! Berisik ah!!

 

 

 

Selamat mencoblos bagi rekan-rekan untuk IA ITB yang lebih baik bagi Tuhan, Bangsa dan Almameter, MERDEKA!

Update : Ya, selamat buat Bang Hatta yang menang dengan suara terbanyak.. Semoga Abang bisa membawa IA ke arah yang lebih baik…(dengan rasa khawatir dan ragu :-s )