Leak dan Framing Media

Dalam bukunya Real Peace (1983), Nixon menuliskan sebuah quote terkenal “Short of changing human nature, therefore, the only way to achieve a practical, livable peace in a world of competing nations is to take the profit out of war”. Dan quote itu cukup membuktikan kiprah luar biasanya dalam penghentian pengembangan senjata nuklir balistik dengan Uni Soviet yang dikenal dengan nama SALT (Strategic Arms Limitation Talks) 1969. Bersama Leonid Brezhnev dari Uni Soviet, Nixon mengumumkan akhir dari perang dingin yang melibatkan kebrutalan spionase antara kedua negara.

Continue reading →

Sepakbola Londo

Siapa jago anda di Piala EURO 2008?

Bagi saya sepakbola memang punya nuansa kenikmatan tersendiri. Dari jajaran klub dunia, saya pernah mengidolakan Parma Italia dengan Nesta-nya, kemudian AC Milan bersama Sheva dan Nesta. Dan sekarang ketika sepak bola Italia sudah tidak menarik lagi (bagi saya), beralih ke EPL yang semakin susah ditonton. Saya mengidolakan salah satu tim hebat yang bisa mengalahkan AC Milan dengan mental Juara di Champion 2005, Liverpool.

Sayang Inggris gagal total lolos ke babak utama Euro tahun ini. Tetapi tidak mengapa. Masih ada Belanda. Yap, negeri “Londo” yang pernah menjajah Indonesia. Bukan karena saya anti Timnas Indonesia dan PSSI-nya. Tetapi memang permainan generasi muda Belanda memberikan tontonan yang luar biasa buat saya.

Walaupun harapan penampilan apik di Piala Dunia 2006 tidak tercapai, namun saya percaya Belanda punya banyak kesempatan menjadi juara dunia nantinya, dimana saat-saat ini negara kampiun sepakbola lainnya di dunia sedang berbenah dalam regenerasi tim. Belanda satu langkah lebih maju dalam hal regenerasi tim nasionalnya. Dua pertandingan lewat di EURO 2008 menjadi jawaban. Mempercundangi Italia di bawah asuhan Donadoni dengan skor 3-0, dan 4-1 membantai Les Bleus. Keduanya adalah finalis piala dunia lalu.

Pertanyaan aneh yang menghinggapi saya ketika mengidolakan Belanda sejak Piala Dunia 2006 lalu. Jika dan hanya jika negara-negara jajahan Inggris bisa besar dengan sepakbola-nya, lalu mengapa Indonesia yang juga bekas jajahan Belanda tidak bisa seperti mereka?

Lalu teman saya berteriak lewat YM
“Ya mo gimana, ketua PSSI nya saja koruptor. Ada yang salah dengan manajemen PSSI kita!!”

Ah, selalu. Lari-larinya pembenaran selalu ke level itu.

Jadi, kapan kita bisa bikin liputan Sepakbola Indonesia sekelas ini, Ar?

Catatan :

Melihat Robben, Van Persie dan Sneider seperti menyaksikan Trio Belanda masa lalu. Salah satunya menjadi arsitek Belanda yang botak dan dingin itu, Marco Van Basten.

UPDATE:

Maaf, ternyata kolom komentar lupa saya buka. Ah, padahal saya ingin bertemu para fans tim-tim negara lain. Momen seperti EURO begini paling seru untuk saling “manghujat” lewat dreamteam masing-masing.. hehehe…

Dilarang Mengaji

Almarhum kakek saya adalah seorang muslim yang dalam sudut pandang saya bukanlah orang hebat atau orang penting sama sekali. Cuma seorang tua yang menjadi kakek buat cucu-cucunya. Soal memahami islam, beliau memang punya ruang tersendiri dalam keluarga besar kami. Alih-alih jumlah kitab kuning yang tersimpan rapi di lemari-nya, atau soal doa-doa rajah, atau soal adat ini itu, bahkan memilih nama dan tanggal baik pun dilakoninya selama hidup. Dari sekian banyak waktu saya bersamanya karena memang beliau tinggal bersama saya, ada satu hal tentang beliau yang masih teringat baik di kepala saya.

Continue reading →