Kumbakarna dan Cuek

hampir Purnama di PandansariLakon Rama – Sinta memang selalu menarik jika kita bicara tentang hitam dan putih, karena memang cerita Ramayana lebih jelas “who is the bad or good guys” nya, dibandingkan Mahabharata. Dalam cerita Ramayana, mungkin anda masih ingat bagaimana 2 adik Rahwana justru sangat berbeda dengan sang kakaknya itu. Wibisana dan Kumbakarna sama-sama menyadari bahwa sang Kakak luar biasa jahatnya. Rahwana itu memang raja tega. Anaknya sendiri saja dipenggal -Sondara dan Sondari, yang mirip Rama dan Lesmana- hanya karena ingin menipu Dewi Sinta.

Continue reading

Skenario Pribadi Berjudul BBM-update

TowerKekuatan kepentingan golongan sangat dominan dalam dunia politik Indonesia, begitu yang saya tangkap sampai saat ini menjelang turunnya pemerintahan SBY-JK. Ini bukan masalah politik yang sehat lagi cerdas. Tetapi memang tarik ulur dalam kebijakan pemerintah terlihat berjalan plin plan, tentu karena kurang tegasnya SBY memanfaatkan hak eksekutif lembaganya dalam kebijakan sehingga membuka ruang politikus “cerdas” untuk menjejalkan isu kepentingan golongan mereka yang cadas. Continue reading

1908

iseng MaiaSaya merasa aneh pagi ini. Entah bagaimana bisa-bisanya saya membuka blog janda menggoda itu di pembuka Mei tahun ini. MENGGODA? Hmm, bisa jadi. Paling tidak masih lebih menggoda daripada blog kebangetan ituh jika dilihat dari jumlah komentarnya.

Setahu saya angka 1908 adalah angka “keramat” yang berhubungan dengan bulan Mei. Dasar rejeki saya. Kalau sudah wangsit, memang ga akan kemana-kemana. Semoga Mei ini menjadi Mei yang indah buat saya, dan juga anda.

Btw, Selamat Hari Buruh buat semua.

Magic Works

Semua penggemar Harry Potter pasti tahu sebuah kisah persahabatan unik antara Hermione dan Ron. Ditambah bumbu-bumbu asmara ala anak muda juga tentunya. Tokoh Ron Weasley, sudah terlihat akhil baliq dan mulai ada “rasa” terhadap Hermione sejak buku atau film ke-3, The Prisoner of Azkaban. Tetapi bumbu asmara keduanya baru terasa pedas di seri ke-4 cerita tersebut, The Goblet of Fire.

Continue reading

Semoga Mendung Tidak Turun Sore Ini

Kapal-kapal nelayan beranjak ketika senja berakhir, sementara hidup di remang-remang halogen kota, dimulai dalam detak hasrat yang memuncak mengguncang nadir. Pacuan hidup menggeliat batas-batas kala dari 4 penjuru mata angin. Masing-masing dalam sendiri memikirkan waktu terbaik untuk berkata “Mari kita Selesaikan Malam ini..”

Continue reading

Revolusioner (part 1) – Tentara

Letjend (alm) Agus WirahadikusumaRevolusi. Sebuah kata yang paling menggigit. Bagi sebagian kaum tua, kata revolusi masih menjadi momok menakutkan, dengan cerita-cerita lama dan tekanan yang sesak di dalam dada tentang sebuah pengorbanan besar dari jargon revolusi. Menakutkan karena frame yang kuat terhadap kata revolusi sendiri. Frame yang telah lama dipaksakan tertelan untuk sekian generasi, bahwa revolusi adalah “darah”.

Sementara bagi kaum muda, revolusi menjadi momok karena terkesan serius ketinggalan zaman. Inpirasi tua tukang demo, sok aktifis, dan lebih buruknya tercium berbau paham terlarang. Dan mereka dalam kostum clubbing malam berseloroh “ihh…emang masih jaman ya?”

Continue reading

Tulislah Apa Yang Ingin Kau Tulis

Kala jenuh dengan pekerjaan dan kode-kode, biasanya saya merehatkan diri dengan membuka blog reader saya, situs-situs media, blogwalking, browsing-browsing tulisan -dari wikipedia sampai situs-situs yang berbau hoax.

Tetapi kegiatan rehat seperti ini justru kadang malah menambah pengetahuan saya, lebih banyak dari sekedar mengejar bahan untuk kerjaan, artikel, kuliah atau karena butuh suatu bahan tulisan yang mendesak. Rehat bagi saya adalah melepaskan lelah dan memahami sesuatu tanpa beban, hanya untuk sekedar dipahami. Dan justru membuat saya lebih mengingat dan bisa mengapresiasikannya detik demi detik.

Continue reading