<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapucino &#187; korupsi</title>
	<atom:link href="http://www.kapucino.org/tag/korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kapucino.org</link>
	<description>Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Soeharto</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2008/01/29/soeharto/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2008/01/29/soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 20:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[D'touch]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/2008/01/29/soeharto/</guid>
		<description><![CDATA[Basi banget membahas Eyang satu ini. Jasadnya juga sudah beristirahat di Astana Giri Bangun. Tetapi apa salah nya kalau saya menulis tentang beliau? Terserah orang-orang mau bilang &#8220;capee deeehh..Soeharto lagee, Soeharto lage..&#8221;. Kalau bagi saya justru penting meramaikan wacana ini. &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2008/01/29/soeharto/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://aycu10.webshots.com/image/40369/2005117084964658911_rs.jpg" alt="Mercusuar Pandansari Yogya" align="left" height="320" hspace="7" width="240" />Basi <em>banget </em>membahas Eyang satu ini. Jasadnya juga sudah beristirahat di Astana Giri Bangun. Tetapi apa salah nya kalau saya menulis tentang beliau? Terserah orang-orang mau bilang <em>&#8220;capee deeehh..Soeharto lagee, Soeharto lage..&#8221;. </em>Kalau bagi saya justru penting meramaikan wacana ini. Karena mengingatkan saya dan pembaca blog ini, bagaimana seharusnya menyikapi berita hingar bingar perihal Soeharto, sejak beliau langser hingga meninggalkan kita semua 2 hari lalu. <em>&#8220;Pamali tau mengungkit-ngungkit kisah orang yang sudah ngga ada&#8221;</em>. <em>Halahh&#8230; </em>Lebih baik pamali daripada beliau di &#8220;alam sana&#8221; meninggalkan tanggungan dan menjadi arwah penasaran.</p>
<p align="justify">Bahwa sesungguhnya manusia sakit itu adalah biasa. Bahkan kematian adalah keniscayaan dari hukum dunia yang fana. Tidak ada kehebatan, apalagi sampai patut untuk dilebih-lebihkan mengenai itu. Tetapi kemarin-kemarin, suatu kewajaran tersebut justru menjadi suatu hal yang luar biasa untuk Soeharto. Mengalahkan keluarbiasaan bencana banjir di Timur Jawa, atau melambungnya harga kedelai karena langka di pasaran nasional.</p>
<p align="justify">Kenapa semua orang ribut-ribut membahas soal kasus kejahatan Soeharto? Sejak almarhum mendapat Surat Keputusan Penghentian Proses Penyidikan (SKP3) atas kasus-kasus pidananya, sebenarnya polemik mulai berkembang.  Keputusan spekulatif dari Kejaksaan Agung di Mei 2006 itu  melengkapi jalan panjang pengusutan kasus perdata Soeharto hingga ajalnya menjelang. Kesempatan besar untuk mengusut 7 yayasannya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kerugian negara juga kemudian tersendat. Namun anehnya dalam rentang waktu satu setengah tahun, dengan kondisi kesehatan yang turun naik, tidak terlihat itikad baik dari autoritas hukum Indonesia maupun pihak Soeharto CS untuk menyelesaikan sisa-sisa dari sekian banyak catatan kejahatan negara beliau. Masih lekat dalam ingatan saya bagaimana menggemanya kemeriahan Reformasi 1998 untuk mengusut segala penyimpangan KKN Soeharto, yang ini mendasari munculnya TAP MPR No. 11 Tahun 1998. TAP MPR tersebut adalah acuan dasar hukum tertinggi yang terus mendorong setiap organ hukum kita bergerak mengusut segala kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, terutama sebagai kekuatan hukum untuk menyidak kasus KKN yang dilakukan oleh pejabat negara.</p>
<p align="justify">Mengingat prelude diatas membuat saya berpikir, apakah sedemikian lemahnya hukum kita sehingga bisa dijadikan komoditas politik. Suara-suara sumbang sudah <em>mendehem</em> jauh-jauh hari untuk berhati-hati akan kekuatan kroni-kroni Soeharto dan orde baru.  Karena sebenarnya Soeharto sendiri bisa jadi adalah komoditas politik dari kroni-kroni nya sendiri, yang sampai saat ini berlindung, bersembunyi dan terus mengatur strategi untuk menyelamatkan diri.</p>
<p align="justify">Lalu isu berkembang menjadi tawaran <em>win win solution</em> dari kejaksaan kepada Soeharto cs. Tepatnya sejak almarhum kembali masuk ke Rumah Sakit Pertamina karena kondisi kesehatannya yang cenderung menurun, dan bahkan sempat beberapa kali divonis kritis.  Semua orang panik di awal Tahun Tikus ini. Pemerintah seperti kebakaran jenggot, mengingatkan saya pada saya sendiri yang suka dikejar deadline karena menunda-nunda pekerjaan. Media-media raksasa negeri ini juga tidak mau kehilangan moment. Seperti seragam &#8211; serempak kontan menyambut kondisi kritisnya beliau sebagai lahan menggenjot rating.</p>
<p align="justify">Saya sendiri sampai bosan menunggu kapan beliau akan meninggal saat itu. Karena tiap hari ada saja berita-berita, entah di koran atau televisi yang seolah-olah menciptakan keprihatinan dan ketakutan akan kehilangan sesosok agung bagi negeri ini. Media memang lahan yang basah untuk menciptakan opini publik. Seperti dejavu, saya jadi teringat bagaimana dulu <a href="http://ndorokakung.com/2008/01/27/seragam-pecas-ndahe/" title="Memang satu pakar media ini paling tahu arti Seragam " target="_blank">keseragaman mainstream media-media</a> kita di jaman Soeharto saat masih berkuasa.</p>
<p align="justify">Dan opini-opini yang bermunculan kemudian, membulat menjadi sebuah isu &#8220;memaafkan&#8221;. Setingan yang luar biasa, mengingatkan saya juga terhadap strategi BIN dan BAIS di zaman orde baru sebagai Prajurit Khusus Perang Fikiran ala Soeharto. Memang hanya beliau, yang sanggup membuat setingan berkelas serupa ini. Tidak heran jika gelar <a href="http://intelindonesia.blogspot.com/2008/01/selamat-jalan-bapak-intelijen-indonesia.html" title="Daulat Bapak Intelijen Indonesia oleh Senopati Wirang" target="_blank">Bapak Intelijen Indonesia</a> patut disandang oleh almarhum.</p>
<p align="justify">Dan setelah beliau mengakhiri hidupnya, dikubur dan tenang malam di Astana Giri Bangun, apa yang tertinggal dari hingar bingar tersebut? Malam ini saya hanya melihat di televisi menayangkan berita <em>tahlilan</em> di Pendopo Ndalem Kalitan Solo.</p>
<p align="justify">Padahal saya berharap ada sebuah jamuan Open House ala Pejabat-Pejabat Negara/Daerah di hari Idul Fitri, lengkap dengan ucapan pembuka Open House dari pejabat-pejabat itu biasanya, <em>&#8220;Saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada semua hadirin dan masyarakat yang hadir di Open House kami&#8221;</em> &#8211; dan masyarakat pun menyerbu semua panganan yang belum tentu mereka tahu itu adalah hasil gaji atau korupsi.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>*Gambar mercusuar diambil dari <a href="http://ekowanz.info/2008/01/28/gado-gado-2008/" title="Ekowanz's Blog" target="_blank">Ekowanz.info</a>. Sebuah editan sephia photo mercusuar, yang gagah namun sangat hening pada akhirnya.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2008/01/29/soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detail Dagelan disingkat DD</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/12/18/detail-dagelan-disingkat-dd/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/12/18/detail-dagelan-disingkat-dd/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 20:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/2007/12/18/detail-dagelan-disingkat-dd/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah diminta seorang client untuk Dumping (menumpahkan) data ke dalam sebuah account hosting. Accountnya sendiri cuman shared hosting (akun bagi-bagi dalam satu server). Dan begitu tahu task nya harus men-dumping 7GB data dalam bentuk CSV (data dalam bentuk text &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/12/18/detail-dagelan-disingkat-dd/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/4105490/2/istockphoto_4105490_spotlight_lame_duck.jpg" align="left" hspace="7" width="270" />Saya pernah diminta seorang client untuk <em>Dumping</em> (menumpahkan) data ke dalam sebuah account hosting. Accountnya sendiri cuman shared hosting (akun bagi-bagi dalam satu server). Dan begitu tahu <em>task</em> nya harus men-dumping 7GB data dalam bentuk CSV (data dalam bentuk text berasal dari excel), mata saya pun muter2 seperti ikon smiley YM. Bayangkan, satu file notepad 100 baris itu cuma berapa KB? Lha ini, Tujuh Giga bok! Mana server abal-abal pula. Saya jelaskan kalau dia butuh <em>resources</em> yang lebih untuk kebutuhan ini. Malah keras kepala, dan dia minta saya tidak usah ikut campur dalam aplikasi web atau apapun yang direncanakan. Akhirnya saya tegaskan kerjaan saya cuma dumping saja &#8211; <em>ngga</em> lebih. Dan dia sepakat,  masalah aplikasi gampang bisa dia buat sendiri, katanya.</p>
<p align="justify">Untungnya si admin server memberikan koneksi SSH, akses khusus server yang memberi hak akses lebih ke dalam server. Mulailah kerjaan saya membuat file eksekusi untuk men-dumping data tersebut. Eksekusi file dijalankan di malam hari, sambil berharap si server di US itu ngga <em>matek</em> karena kerjaan aneh ini.</p>
<p align="justify">Kalau bicara masalah detail sebuah kontrak pekerjaan, sepertinya memang sering berada dalam ranah diam-diam. Kalau menerima pekerjaan yang saya sendiri sebagai Bos di dalamnya, saya tidak lupa selalu meminta detail dari client hingga sekecil-kecilnya. Sampai termasuk bagian-bagian yang butuh improvisasi dari saya sendiri. Karena tidak mau dibelakang hari malah menerima komplain karena kurang ini itu.</p>
<p align="justify">Itu baru posisi <em>subcon</em> atau <em>outsource</em>. Belum lagi kalau sebuah detail <em>project</em> yang ditangani secara kasak kusuk oleh tangan pertama dan pemerintah. Sering tidak jelas detailnya apa, tidak jarang salah asuhan terjadi disini. Si pembeli mintanya apa, si broker persepsi nya entah gimana. Walhasil, jika ada masalah, sering yang menjadi korban adalah si eksekutor <em>project</em> sendiri. Mungkin karena itu muncul namanya jasa konsultan, supaya ada pihak yang selalu me<em>monitoring</em> dan memberi masukan terhadap kelangsungan pekerjaan.</p>
<p align="justify"><a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/06/time/175117/idnews/863292/idkanal/398" title="Sudah Pada Tahu Lah" target="_blank">Kasus serupa tapi tak sama</a> mungkin terjadi dalam sepekan ini. Sebagai <a href="http://catatan-johan.blogspot.com/2007/12/banyak-orang-berkata-175m-buat-apa-aja.html"><em>developer</em></a> yang dikontrak, mereka itu cuma mengerjakan sesuai dengan pesanan. Mengenai diskusi-diskusi si broker dan pembeli a.k.a pemerintah, itu bukan urusan mereka. Tetapi kondisinya jadi berbeda ketika muncul sorotan publik, si developer-lah yang menjadi kambing hitam pertama karena mereka langsung yang terlibat dengan <a href="http://www.my-indonesia.info" title="Indonesia Tourism Site" target="_blank">product yang dipermasalahkan</a>.</p>
<p align="justify">Tidak ada yang tahu sebenarnya dana gemuk itu benar-benar sebuah kegemukan yang sehat, atau malah kegemukan dengan cacing dan angin. Hanya si <a href="http://www.dpr.go.id" title="Ngakunya wakil Rakyat" target="_blank">pembuat anggaran</a> yang tahu, dan tentunya Yang Maha Kuasa. Rakyat sendiri akhirnya hanya menjadi penonton yang menikmati <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.comment/tahun/2007/bulan/12/tgl/17/time/164607/idnews/868298/idkanal/398" title="Kata Pak Menteri ga bener itu 17.5M" target="_blank">dagelan (lagi dan lagi)</a> dari pemerintah.</p>
<p align="justify">Akhirnya saya mengucapkan selamat bekerja buat <a href="http://www.ard4art.com/2007/12/14/menanggapi-soal-comments-para-kawan2-pemerhati-it-tentang-wwwmy-indonesiainfo/" title="Mas Ardi" target="_blank">Mas Ardi</a> dan rekan-rekan. Semoga semangat anda-anda tetap ada untuk hasil terbaik bagi kemajuan pariwisata Indonesia.</p>
<p align="justify">&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Oh ya lanjutan kisah saya diatas. Setelah data selesai di<em>dumping</em> semua, gantian yang mumet adalah si empunya web <em>geblek</em> itu. Karena kelihatannya dia mau membuat semacam <em>business directory list </em>kalau melihat data-datanya. Istilah awamnya menuliskan sekian ribu juta data dalam kategori-kategori dalam selembar halaman web. Ya ngga masalah sih &#8211; mungkin saja dibuat. Tetapi ini dalam kelas <em>shared hosting</em> abal-abal dengan memori <em>limited edition</em>.</p>
<p align="justify">Pokoknya tugas saya selesai, <em>tak</em> tinggal tidur nyenyak ngebayangin si empunya maki-maki sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/12/18/detail-dagelan-disingkat-dd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oh My-Indonesia &#8230; Oh My-God</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 15:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[CS-Shiit!]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ngga habis pikir. Masih aja ada yang kejam dengan kondisi Bangsa yang semakin sulit. Pantaskah situs ini berbudget 17.5 Miliar ? &#160; Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik Direktorat Sarana Promosi Depbudpar mengatakan dana untuk pengembangan situs ini pada 2006 &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><a href="http://www.my-indonesia.info" target="_blank" title="My-Indonesia Website"><img src="http://www.kapucino.org/wp-content/uploads/2007/12/myindonesia.jpg" alt="My-Indonesia Website" /></a><br />
Ngga habis pikir. Masih aja ada <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/09/tgl/29/time/131916/idnews/451442/idkanal/399" title="Kisah Usang Mentawai Online">yang kejam</a> dengan kondisi Bangsa yang semakin sulit.</p>
<p align="justify">Pantaskah situs ini <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/06/time/175117/idnews/863292/idkanal/398" title="Situs Pariwisata Indonesia Sedot Rp 17,5 Miliar" target="_blank">berbudget 17.5 Miliar</a> ?</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik Direktorat Sarana Promosi Depbudpar mengatakan dana untuk pengembangan situs ini pada 2006 mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan pada 2007, dana yang disiapkan mencapai Rp 5,5 miliar.</em></p>
<p align="justify"><em>&#8220;Untuk 2008 disiapkan investasi Rp 10 miliar. Itu dana untuk pengembangan situs dan promosi. Dana itu didapatkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-red),&#8221; ujar Ratna. </em></p>
<p align="justify"><strong>Mahal dimananya?  Design? Server? Aplikasi? atau Promosinya?</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>&#8220;Konten yang dijagokan dalam situs ini, ujar Ratna, mencakup beragam tempat tujuan wisata. &#8220;Kekuatannya adalah database tujuan yang beragam,&#8221; Ratna menambahkan.&#8221;</em></p>
<p align="justify"><strong>Databasenya belum lengkap lengkap lengkap lengkap sampai sekarang (katanya sampai 2007 udah berbudget 7.5M??). Mungkin untuk server, aplikasi dan design sahaja butuh waktu 2 tahun kali yak?</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Situs ini didukung oleh empat <em>server</em> yang berlokasi di empat benua, yaitu di Amerika Serikat (Benua Amerika), Singapura (Asia), Eropa, dan Australia. Lokasi <em>server</em> di empat benua itu dimaksudkan agar pengguna internet mancanegara yang mengakses situs ini secara otomatis dilayani oleh server terdekat.&#8221;</em></p>
<p align="justify"><strong>Emang harga Dedicated Server termahal saat ini dunia berapa sih?</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>&#8220;Selain itu, My-Indonesia.info menurut Ratna telah dioptimalkan sehingga pencarian kata kunci &#8216;indonesia info&#8217; atau &#8216;indonesia tourism&#8217; di mesin cari Google akan menempatkan situs itu pada posisi atas. Ratna mengatakan, pada 2006, 56 persen wisatawan yang datang ke Indonesia mencari informasi tujuan wisata dari internet. &#8220;</em></p>
<p align="justify"><strong>Yakin telah optimal? untuk KW <em>&#8220;Indonesia Info&#8221; </em>masih kalah ama situs Profil artis. Untuk KW<em> &#8220;Indonesia Tourism&#8221;</em> masih kalah ama situs pariwisata Jogja.com.</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dari sisi design sendiri, jujur gue berani bilang Katrok. Kenapa ga ngikutin trend style Web yang Glossy ala web2.0 yang lagi berkembang sekarang? (coba deh si Mbak Ratna jalan-jalan ke <a href="http://www.cssremix.com" title="CSSREMIX - Top Class Web Design" target="_blank">sini</a> atau <a href="http://www.feedmyapp.com" title="List of Stylish WEB 2.0 Standard Site" target="_blank">sini</a>).</p>
<p align="justify"> Untuk Aplikasi, seharusnya bisa pakai fitur-fitur <em>dynamic</em> dari layanan Google Maps kek (ini malah make peta dari flash yang cuman bisa lihat titik-titik merah doang..), atau aplikasi-aplikasi dengan genre web 2.0 dan social networking site. Nah ini,&#8230; RSS Feed aja gue ngga nemuin! Selain logo-logo Bookmark ini itu yang entah ada feednya atau tidak.</p>
<p align="justify">Untuk google map sendiri, sebenarnya gue rada <em>geuleuh</em>, kapan kita bisa bikin layer dan marker peta yang komplit kayak US ituh <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ? Seharusnya ada yang memulai dari sekian banyak developer di Indonesia rayah ini. Mumpung ada budget segitu, kenapa ga coba dimulai, menjadi perintis. Pasti juga akan mendapat sambutan meriah di kalangan developer website lainnya.</p>
<p align="justify">Sebagai tandingan situs sejenis dari negara tetangga, gue suka ama <a href="http://www.tourismthailand.org" title="Situs Pariwisata Thailand" target="_blank">situs pariwisata Thailand</a> nih. Cocok ama selera gue. <img src='http://www.kapucino.org/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':x' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Review lainnya yang sangat menarik dari sisi design dan content bisa dilihat di blog <a href="http://www.rayofshadow.com/blog/selamat-atas-diresmikannya-situs-my-indonesia-dot-info/" title="Rayofshadow's Blog - Visit Indonesia 2008 - my indonesia dot info" target="_blank">ini</a> . Thanks Om Ray buat reviewnya.</p>
<p align="justify">UPDATE :</p>
<p align="justify">Opini dari sisi server dan mesin belakang website ini ada di blog <a href="http://andri.cisco.or.id/blogs/index.php/2007/12/11/my-indonesiainfo-menelusuri-dalang-175-milyar/" title="Blog Andri -  my-indonesia.info, menelusuri dalang 17.5 milyar" target="_blank">Mas Andri.</a></p>
<p align="justify">Opini dari sisi Internet Marketing, <a href="http://seokita.com/index.php/2007/12/13/my-indonesiainfo-rp-10-milyar-lihat-deh/" title="SEOKita's blog" target="_blank">SEOKita</a>, <a href="http://www.brokencode.biz/2007/12/11/situs-mahal/" title="Brokencode - Situs Mahal" target="_blank">Brokencode</a> dan <a href="http://www.dexno.com/mongkey-business/kecurangan-yang-dilakukan-indocom-terhdap-situs-depbudpar.html" title="Kecurangan Yang Dilakukan Indocom Terhdap Situs Depbudpar" target="_blank">Dexno.</a></p>
<p align="justify">Komentar menarik dari yang pengalaman mbikin situs pemerintah <a href="http://www.edo.web.id/wp/2007/12/14/indonesia-30-dan-situs-pariwisata-indonesia/" title="Mas Edo - Air Putih" target="_blank">Mas Edo.</a></p>
<p align="justify">Supaya adil, ini <a href="http://detik.plinplan.com/2007/12/11/inilah-rincian-anggaran-situs-pariwisata-rp-17m/" title="Inilah Rincian Anggaran Situs Pariwisata-Rp 17M" target="_blank">tanggapan</a> dari pemilik-pengelola situs tersebut. Namun tetap belum rinci menurut gue. :-w</p>
<p align="justify">Jawaban menarik dari salah seorang developer situs tsb, patut dinikmati dengan secangkir kapucino dari <a href="http://www.ard4art.com/2007/12/14/menanggapi-soal-comments-para-kawan2-pemerhati-it-tentang-wwwmy-indonesiainfo/" title="Dari Mas Ardi, salah satu developer situs tsb" target="_blank">Mas Ardi</a> (selamat bekerja Mas.. :beer: ).</p>
<p align="justify"><em><strong>KESIMPULAN sementara :</strong></em></p>
<p align="justify">Tentu ini harus diusut,.. terutama angka 7.5M tersebut. Karena duit tersebut untuk 2 tahun mengembangkan web dengan hasil seperti ini. Harus dikritisi dimana efisiensinya. Karena duit segitu besar.. <em>apalagi buat saya</em> ..</p>
<p align="justify">Dan tentunya untuk kedepan,  dengan semakin banyaknya pakar, praktisi yang melirik dan membicarakan ini di blog, forum, milist, dan media-media lain, harapan saya sih pemerintah jadi mawas diri. Dan developer web ini sendiri makin serius memberikan hasil terbaik. Semogaaaaa&#8230;&#8230;. <em>(padahal developer web-nya ndiri cuma kuli, yang bandit noh Broker-nya.. [-( ). </em></p>
<p align="justify">Dan semoga juga, broker-broker proyek IT serupa tapi tak sama, diwaktu akan datang makin pinter untuk membuat proposal yang <em>make a sense</em>. Pemerintah mungkin GuoBlookk, tetapi yaa kita-kita ini toh yang harusnya mencerdaskan pemerintah. Jangan malah memanfaatkan kebodohan pemerintah tersebut, akhirnya sama-sama masa bodoh.</p>
<p align="justify">Perkembangan selanjutnya, ntar di post-post yang lain.</p>
<p align="justify">Saya sendiri mau kerja dulu, beresin proyek orang yang ga beres-beres,<em> </em><strike>sambil bermimpi kapan ketiban proyek pemerintah..</strike>.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>PS : Ini bukan karena gue sirik ga kebagian Job Lhoo.. Suerr..huekekee..!! Dan Opini-opini diatas adalah tanggung jawab pemiliknya masing-masing.  </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>79</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

