<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapucino &#187; logical fallacy</title>
	<atom:link href="http://www.kapucino.org/tag/logical-fallacy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kapucino.org</link>
	<description>Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>&quot;Itu ada di Detikcom, Yang Mulia&quot;</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2008/06/30/itu-ada-di-detikcom-yang-mulia/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2008/06/30/itu-ada-di-detikcom-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Detik]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak komunitas di dunia maya, Detik sering dipelesetkan sebagai media yang &#8220;basbang&#8221;, yang juga berarti &#8220;Basi Banget&#8221;. Tetapi tidak begitu menurut Artalyta alias Ayin, si tersangka dalam kasus penyuapan Kejaksaan Agung itu. Dalam sidang hari ini, dengan gaya menjawabnya &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2008/06/30/itu-ada-di-detikcom-yang-mulia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam banyak komunitas di dunia maya, <a title="Detik Online Portal News" href="http://www.detik.com" target="_blank">Detik</a> sering dipelesetkan sebagai  media yang &#8220;basbang&#8221;, yang juga berarti &#8220;Basi Banget&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi tidak begitu menurut Artalyta alias Ayin, si tersangka dalam <a title="Live Report Sidang Artalyta" href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/30/time/124157/idnews/964817/idkanal/10" target="_blank">kasus penyuapan Kejaksaan Agung</a> itu. Dalam sidang hari ini, dengan gaya menjawabnya yang berbelit-belit, ternyata Detik harus berterima kasih ke Artalyta.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><em>&#8220;OK. Dari pembicaraan itu, Anda sepertinya tahu persis perkembangan kasus BLBI II. Anda tahu dari mana?&#8221; kata Andi (Hakim Andi bachtiar -red).<br />
&#8220;Itu ada di detikcom, yang Mulia,&#8221; kata Artalyta.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hebat! <a title="pernyataan Ayin " href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/30/time/132757/idnews/964849/idkanal/10" target="_blank">Bermodal membaca Detik</a> saja, Ayin bisa tahu seluk beluk kasus BLBI II sedalam itu. Selamat buat Detik. Sekaligus selamat bekerja mengumpulkan arsip berita BLBI untuk di crosscheck dengan rekaman Ayin.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jika merujuk logical fallacy, sebenarnya pernyataan itu juga tidak menjawab pertanyaan Andi. Pintar sekali wanita satu ini berkelit-kelit dalam menjawab pertanyaan hakim.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya <a title="Arya Detik" href="http://aryaperdhana.wordpress.com" target="_blank">Arya</a> harus traktir saya untuk kemajuan Detik satu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2008/06/30/itu-ada-di-detikcom-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

