Berita ini masuk dalam beberapa media, dan dikomentari oleh beberapa pemerhati Pendidikan. Bagi gue pribadi keprihatinan yang muncul bukan pada sistem yang dipermasalahkan. Tetapi pada komentar seorang REKTOR dari peguruan tinggi ternama, bergelar Profesor Doktor! Memalukan! Walau gue tanpa gelar apa pun, namun berhadapan dengan orang ini, tidak akan ada rasa hormat sedikit pun dari gue.
Berita ini saya kutip dari Antara (sumber : Undip Pangkas Jumlah Mahasiswa Baru Jalur SPMB ), ini kutipan yang memalukan tersebut :
Rektor Undip, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, Sp. And., di Semarang, Rabu malam, menjelaskan, semula Undip menerima mahasiswa baru dari jalur SPMB sebanyak 3.500 orang atau 70 persen dari sekitar 5.000 mahasiswa baru dari jalur reguler, namun nanti dipangkas menjadi 50 persen atau tinggal sekitar 2.500 orang.
Pemangkasan ini menurut Susilo, dilandasi kenyataan bahwa sebagian besar perguruan tinggi (PT) terkemuka, seperti UGM dan IPB juga melakukan ujian masuk sendiri sebelum SPMB diselenggarakan, dengan tujuan memperoleh bibit terbaik lapis kedua setelah siswa kelas tiga SMA terbaik (top ranking) disedot PT luar negeri.
“Kalau Undip hanya mengandalkan jalur SPMB, maka hanya mendapat siswa dengan `grade` (lapisan) ketiga. Kalau masukannya sampah, maka yang keluar juga sampah,” kata Susilo. Penyelenggaraan ujian masuk yang diadakan sendiri Undip disebut Ujian Masuk Mandiri (UMM). Continue reading →