Bulan Mei adalah Bulan Penting? Meibi yes,..Meibi No!

Entah kenapa gue merasa bulan Mei menjadi bulan yang penting, mendadak terkenal dalam benak gue. Sepertinya bakal ada hal-hal menarik di bulan Mei ini bagi gue. Itu sudah gue rasakan dari pertengahan April lalu.

Mungkin karena bulan Mei adalah bulan akhir dari masa kuliah. Bisa juga karena di bulan Mei memiliki agenda-agenda yang dinanti-nanti banyak pihak. Dari Semmifinal Liga Champion, hingga rencana reshuffle Kabinet SBY. Seolah-olah orang-orang dibuat penasaran akan banyak hal di bulan ini. Dan kemudian bertanya “kira-kira bagaimana yaa?” , seperti teman gue menanyakan mungkin ga ya Manchester United akan Treble di musim ini. Dan gue sih ngejawab ringan, “Meibi Yes, Meibi No!” :D

Continue reading

Seberapa Besar Saham Asing Dalam Telekomunikasi Indonesia?

Sebenarnya ini adalah bentuk keprihatinan terhadap besarnya infiltrasi asing dalam objek vital bangsa.

Telekomunikasi adalah objek vital bangsa yang tidak usah dipertanyakan lagi. Karena menurut apa yang gue baca2, ada 4 objek vital suatu bangsa yang berpengaruh terhadap kemandirian bangsa tersebut. Pertambangan – Migas, Pendidikan, Pertanian/Perternakan dan Telekomunikasi.

Dan teman2 bisa melihat sejauh apa pengaruh asing terhadap objek2 vital ini di Indonesia. Dan sekarang gue sekedar sharing data yang gue dapat untuk objek vital telekomunikasi.

Continue reading

Sedikit Cuap-cuap Tentang Pendidikan Tinggi Indonesia

Postingan ini sebenarnya jawaban atas komentar Mas Odi di Kalau Masukannya Sampah, Maka Yang Keluar Juga Sampah.
Sebelumnya terima kasih kunjungannya, Mas Odi,..Salam kenal dari saya :)
Saya hanya orang ke-3 dari sumber Informasi media. Dan saya sendiri tidak mengkonfirmasi ke Prof Soes.. Jika mengikuti aturan main dalam dunia Jurnalistik, tentunya hal postingan saya tersebut hanya menjadi isu atau fitnah..

Namun saya mencoba mengambil sebuah kesimpulan dari informasi2 yang saya terima (seperti prinsip blog saya ini, sebagai sudut pandang yang berbeda..) Continue reading

Adopsi Nilai Kebenaran

Seberapa besar kita Cinta Tanah Air Indonesia ? :D

Pertanyaan retorika dan klasik pula. Tetapi jika dilemparkan pertanyaan tersebut, apa yang akan akan saya jawab? Saya Tidak Tahu. Karena muncul kembali sebuah pertanyaan di hati kecil, Apakah benar ada yang namanya Indonesia?

Dan pertanyaan hati kecil saya memuncak pada pertanyaan, apa nilai kebenaran untuk membenarkan Indonesia?

Membingungkan memang. Siapa yang sangka nilai kebenaran pun masih saya pertanyakan untuk urusan sekedar “Apakah ini Indonesia?”. Tetapi saya percaya dengan sebuah quote,… “Kebenaran adalah siapapun yang membenarkan”

Continue reading

IPDNMania.wordpress.com, Rekayasa atau bukan?

Ini hanya postingan kecil tentang salah satu blog yang membuat saya gusar. IPDNMania.wordpress.com adalah blog yang terlihat dari isi postingannya seperti tulisan lepas yang merupakan pembelaan terhadap kecaman masyarakat terhadap kasus-kasus kekerasan di IPDN. Dalam postingan sebelomnya (Kami Adalah Putra Putri Terbaik Bangsa.. ), saya berpendapat bahwa blog tersebut berasal dari pihak IPDN sendiri. Entah itu pradja aktif, alumni atau simpatisan IPDN. Namun sekarang saya berpendapat lain. Blog tersebut hanyalah rekayasa! :( Continue reading

Kami Adalah Putra Putri Terbaik Bangsa..

Heuhuehue… Ketawa dulu… :D

Pertama-tama, label diatas adalah sumber inspirasi gue dari blog IPDNMania . Namun kemudian gue tersadar, ternyata gue mendapat 2 kali label yang sama selama gue hidup :)

Pertama, doktrin di SMU gue, mengatakan bahwa gue, dan temen2 almameter SMU gw adalah Putra Putri Terbaik Bangsa.

Kedua, di Kampus Gajah duduk ini. Lebih seram lagi doktrin nya. “Selamat Datang Putra Putri Terbaik Bangsa”, terpampang jelas ketika gue mendaftar di ITB. Dengan latar putih dan tulisan merah. Heuheuehu…

Ga tahu gue apakah semua almameter anda2 juga mendoktrin-kan seperti ini? Arogansi? Atau semacam Spirit Building?

Kembali kepada Blog IPDNMania . Gue ga tahu siapa pembuat dan pemilik blog ini. Namun dari postingan2 di dalamnya, sepertinya emang dibuat oleh kalangan IPDN sendiri, atau kalau gue boleh berasumsi dibuat oleh alumni mereka. Kenapa alumni? Karena postingan2 yang muncul cenderung surat menyurat, email atau diskusi yang SEPERTINYA terjadi dalam komunitas alumni. :) Continue reading

Kalau Masukannya Sampah, Maka Yang Keluar Juga Sampah

Berita ini masuk dalam beberapa media, dan dikomentari oleh beberapa pemerhati Pendidikan. Bagi gue pribadi keprihatinan yang muncul bukan pada sistem yang dipermasalahkan. Tetapi pada komentar seorang REKTOR dari peguruan tinggi ternama, bergelar Profesor Doktor! Memalukan! Walau gue tanpa gelar apa pun, namun berhadapan dengan orang ini, tidak akan ada rasa hormat sedikit pun dari gue.

Berita ini saya kutip dari Antara (sumber : Undip Pangkas Jumlah Mahasiswa Baru Jalur SPMB ), ini kutipan yang memalukan tersebut :

Rektor Undip, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, Sp. And., di Semarang, Rabu malam, menjelaskan, semula Undip menerima mahasiswa baru dari jalur SPMB sebanyak 3.500 orang atau 70 persen dari sekitar 5.000 mahasiswa baru dari jalur reguler, namun nanti dipangkas menjadi 50 persen atau tinggal sekitar 2.500 orang.

Pemangkasan ini menurut Susilo, dilandasi kenyataan bahwa sebagian besar perguruan tinggi (PT) terkemuka, seperti UGM dan IPB juga melakukan ujian masuk sendiri sebelum SPMB diselenggarakan, dengan tujuan memperoleh bibit terbaik lapis kedua setelah siswa kelas tiga SMA terbaik (top ranking) disedot PT luar negeri.

“Kalau Undip hanya mengandalkan jalur SPMB, maka hanya mendapat siswa dengan `grade` (lapisan) ketiga. Kalau masukannya sampah, maka yang keluar juga sampah,” kata Susilo. Penyelenggaraan ujian masuk yang diadakan sendiri Undip disebut Ujian Masuk Mandiri (UMM). Continue reading

Kritik Untuk Kedatangan JK di ITB, Sabtu 7 April

Sebenarnya gue ga tahu banyak apa saja yang telah dirugikan dengan kedatangan RI02 ini di kampus ITB. Namun setelah membaca dari Forum Internal Kampus (rileks.comlabs.itb.ac.id) dan www.itb.ac.id, gw baru nyadar ternyata kerugian secara lokal institusi di ITB cukup besar.

Sebagaimana posting gw sebelomnya (Dimana dan Kapan Teman2 Muda?), JK datang untuk memberi kuliah Umum. Gue koreksi, bahwa judul kuliah umum tersebut adalah “Penyelesaian Konflik secara Damai di Indonesia” bukan tentang Studi Pembangunan. Walaupun gue tetep yakin bahwa inti dari kedatangan tersebut adalah mengenai agenda SBY-JK dalam akselerasi pembangunan jangka panjang dan menengah yang gue tuturkan di posting sebelomnya.

Jika dalam posting sebelumnya gue lebih melihat pada agenda JK di kampus ITB, di posting saat ini gue menlihat pada kerugian secara lokal yang dialami Kampus ITB. Ternyata seorang JK bisa membuat kebesaran kampus Gajah Duduk menjadi “Tiarap” :) Continue reading

Dimana dan Kapan Teman2 Muda?

Hari ini kampus SEPI. .terhitung sejak gue bangun tidur dari PSIK. Gue terjebak dalam kampus ga bisa keluar. Wew..bukan ga sengaja, tetapi emang pengennya gini. Dengan harapan dari dalem bisa melihat lebih dekat apa yang akan terjadi di kampus ini. Walhasil, pagi2 ini sepi, cuman beberapa “hantu kampus” yang terlihat. Gue bareng Sawung dan Mas Oki akhirnya jalan keliling, SEPI hening.. ga ada sapapun… Seandainya sekarang kampus diambil alih militer, dengan lapang dada harus diterima kemenangan mereka. SECARA gitu lho, isinya ijo2 dan coklat2..Sementara yang mengakunya pemuda, agen of change pada berada di luar kampus teriak2… Naonn?? loe semua udah diluar kampus, malah berorasi ama aliansi lain2 yang ngga jelas. Kenapa ga bersuara sendiri dalam kampous ini. Karena pada hakekatnya Si Bapak kan Tamu di rumah kita.

Dan sekarang Tuan Rumah malah Berada pada RING 3- atau terluar dari pengamanan. Coba kalo didalem kampus nginep dari semalam, siapkan acara orasi yang bagus, performance art yang bagus, sekarang bisa rame2 dengan jarak kurang 100 meter dari RI02. Bahkan mungkin beliau diundang untuk “sepatah 2 patah kata bersama kita” Duhhh,.. ga ngerti gua dengan ide2 anak2 muda ini (gue udah tua kali yah ,..wekss.. :D )

Emang bener.. Saat ini JK sedang berada di kampus, gue dah denger kabar kedatangan si Bapak RI02 ini dari seminggu kemarin. Kabarnya sih beliau rencananya datang pada tanggal 28 Maret kemarin. Tetapi entah “MENGAPA” beliau dateng hari ini..Padahal hari ini pun ada Amin Rais dateng ke kampus GAJAH ini.

Agenda apa yang diusung 2 orang besar ini? Continue reading

Membangun Home Industry kita?? Or "It's just a Bussiness, Man.."

Well,..

Gue punya cerita nih. Belakangan hari ini kebetulan ada kerjaan offline. Bukan kerjaan sih. Kerjaan gue jelas depan kompi weks. Sebenarnya ada urusan offfline, gue ga tahu mau bilang ini sebagai apa. Menolong atau bisnis… tapi yang pasti this Woman is such of my GURU.. yeah.. dia emang cewe hebat!

Kakak gue satu ini emang damn so good dalam urusan nyari bisnis. Beberapa kali gue sepet “Ayo lahh kak,.. masak adek mu tak kau bagi2 rejeki..” Dan sekarang gue ketiban rejeki dari die,. gubrakss… sangat amat rejeki… :( Kayak kata spiderman : “More power you have, more responbility you got” Yeah.. thats me right now. Gue bener2 diuji ngurusin titipan dia ini.

Ceritanya gue diminta bantuin ngontrol suply konveksi dia di bandung. Bujubuneng ga ketulungan jumlah perbulannya. Jujur ajah karena pertama kali, gelagapan sendiri. Dan terpaksa deh gue butuh tutorial dari dia dulu. Ya, tapak demi setapak lah.. namanya juga belajar. Gue mulai usaha web developer ini juga dari null, ga ngerti sama sekali… Sepertinya urusan offline ddah merambah kehidupan gue (lhaa.. kul gue gimana.. ampoeen mamaaaa… :( )

Yang menarik ada disini, sesuai judul. Semua dari kita sadar akan kekuatan home industry. Sektor usaha kecil yang justru menjadi pondasi ekonomi di banyak negara. Coba sebutin apa aja home industry? gue juga bingung apa ajah. Tapi yang pasti dengan sekian banyak bisnis capital market yang bertebaran, justru pondasi mereka adalah di kekuatan home industri nya. Itu hasil percakapan gue ama Ivan. Sok ajah coba pikirkan, gimana anda mau berdagang index atau komoditi kalo tidak ada sektor riil bermain di level bawah? Bagaimana mau ada toko2 sebesar Giant dan Indomaret kalau tidak ada suplier buat dagangan mereka. Yeah,.. thats a power of the micro economic.

heheh.. itu teori yang dicekokin ama kakak gue. Partner nya jg cerita sama. . ya intinya gue dikuliahin, bagaiman idealisme Membangun Ekonomi Bangsa ini harus dimulai dari level bawah. Dari home industry kita! Hmmm.. otak gue sih ga kuku nerima asuman ilmu ideal kayak gini. Dah banyak gue telan pidato2 idealis dan ber-api2 dari kalangan2 kayak mereka. Apalgi pas pemilu kan? Padahal mereka yang berdasi dan berduit. Namun begitu sampai tataran teknis, semua jadi blunder , ngaco dan hidup masyarakat kita tetep aja melarat… Heheh… yang berdasi yang bicara, yang berjaket yang teriak2,… Dan yang miskin siapa? Tetep aja ada dan pasti bukan mereka.

SO,, sebelom pembicaraan lebih lanjut,.. si kakak dah sadar nih otak gue mumet dengan segala cerita ideal dari temennya. Hhehe.. iya secara dia ngerti gimana isi kepala gue. Well, dia ngebelokin deh pembicaraan ke arah lebih teknis mengenai bisnis ini.

Setelah diakhir2 pembicaraan teknikal, akhir nya gue nyeplos ajah dengan santai dan ga tahu malu…”Hmm… jadi sebenarnya , intinya, kita make level home industri dan bukan fix order ke perusahaan karena harga mereka lebih murah ya, Pak….”

Dan si Om gelagapan….

Dan gue di semprull ama si kakak setelah pertemuan… huahahahah…

Otak gue emang harus di cuci…

The real live really hard, Men..Its really Hard to play… :D

Menggaet Kaum Muda Untuk Berpolitik, Sudah Waktunya?

Ini sebenarnya cerita nyombong :p

Jadi gini, ntah gimana awalnya.. gue kenalan ama seorang muda umur 30-an :| (Ya, pokoknya kenalan ajah, dalam satu kesempatan..ga usah di jelasin). Nah kita ngobrol banyak tentang macem2. Sebenarnya ni orang lebih cenderung seperti DJ, atau seniman jalanan keren gitu. Tapi rupanya dia adalah salah satu “golongan muda” sebuah partai baru. Iyah.. Partai baru. Ga usah gue sebut partai apa.

Continue reading