Warung Kapucino

Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda

Monday, September 17, 2007

Menyogok Tuhan Di Bulan Puasa?

Maaf buat semua kalo blog ini jadi riweuh kembali. Tetapi karena emang sedang uji coba juga untuk beberapa feature. Termasuk untuk memasukkan info Gempa dan Tsunami dari USGS.gov dan NOAA.gov. Tujuan gue sih cuman mau exist doang (hallahhhh…) .. Tapi ada niat baik kok, karena dengan kondisi Indo yang sekarang terus menerus digoyang gempa, gue coba untuk sajikan info terbaru gempa di Indo dari USGS. Sekaligus berita Tsunami terbaru dari Indian Pacific Monitoring NOAA. Walaupun pas gempa Bengkulu kemarin pemerintah kita dan NOAA sempat berselisih paham. Sampai2 BMG dan pemerintah meminta NOAA me-review ulang warning yang sudah di keluarkan.

Ah kuasa Tuhan dalam menentukan bencana. Manusia hanya bisa mempelajari dan menduga-duga.

BeTeWe Eniwe…

Bulan puasa nih, udah puasa yang (lupa ke berapa) di Yogya. Sepi euy. Intinya gue kesepian disini. Emang sih nuansa kota ini cocok banget buat dijadiin waktu buat ber-kontemplasi dan refleksi.

Tapi gue kesepian, asli kesepian. Temen2 baru disini yaa mungkin belom ada aja yang cucok dan sekepala ama gue. Tapi itulah konsekuensi ketika kita berada di komunitas yang baru. Menjadi manusia dewasa kan bukan berarti harus menerima segala sesuatu sesuai apa yang kita mau. Tetapi juga bagaimana mengerti kondisi sosial dan watak psikologi massa dimana pun kita berada. Gue berusaha memahami itu sekarang, karena dari dulu cuman dapat teori nya saja.

Terus tentang puasa..

Nah ini menarik. Gue dari dulu juga selalu berpuasa. Memanfaatkan momen indah ini setiap detik nya. karena aura dan nuansa yang ditawarkan memang luar biasa. Tetapi terkadang gue sering berpikiran seolah-olah gue seperti berpolitik dengan Tuhan.

Kenapa? Gue berpuasa anda berpuasa, mesjid menjadi penuh, doa-doa berseliweran dilangit lebih banyak daripada hari biasa, lantunan ayat suci terdengar hingga pelosok kota, ngabuburit sore yang ramai dengan pacar sambil nyari bukaan puasa, acara TV penuh tawaran berkah rejeki materi dan doa, tempat2 hiburan ditutup lewat aturan yang memaksa, dan para wanita malam harus sembunyi-sembunyi mencari nafkahnya (wew.. ini masuk juga yah…hahaha).

Seolah-olah manusia muslim di muka bumi berada pada satu momen yang benar2 memanfaatkan Ramadhan ini. Dalam istilah gue MENYOGOK TUHAN. Iya,.. Seperti layaknya manusia di kehidupan aslinya, jika ada kesempatan bisa menyogok, kenapa harus bersusah-susah mengikuti jalur yang ada? Wong jalan pintas diberikan dengan kesempatan menyogok, melobi dan kawan-kawannya.

Emang kita dasar manusia, udah sifat dasar kali ya, dan mungkin Ramadhan tercipta juga sebagai refleksi bahwa ibadah ini adalah dari manusia, untuk manusia dan oleh manusia.

Sempat terpikir juga, apakah Ramadhan emang tercipta dari Atas sono? atau manusia meng-create si Ramadhan dan ibadah puasa ini?, mengingat emang sifat manusia ya alaminya ya kayak gini….

Hmmff…. Menyogok Tuhan di Bulan Puasa? Mungkin saya berpikir demikian. Terserah persepsi anda-anda para pembaca.

Regards,

By Leksa on the missing Its Journey.

posted by Leksa at 3:31 am  
 

Wednesday, September 5, 2007

I Posted This Music Just For “You”,…

Pas lagi googling lagu ini buat download, eh malah nemu versi Accoustic Indo-nya di Youtube. Keren juga..

Yang tahu lagu ini, sering dijadiin back OST di film2 drama. Dulu gue suka dengan musiknya, tetapi pas dah baca sekalilagi liriknya,..hmmm.. serasa terbang dan langsung ke hati…hehehe (wew… mellowww.. )

Okey.. Let’s Sing Together,… (sori buat yang buka dari dalem ITB, ga bisa menikmati,weks)

Thax to quemarry

[youtube:http://www.youtube.com/watch?v=yWTpOFXwvEM]

I cant stay now, Im just wait now
My hand they grow so impatient
Many things Ive got to do now
for the first ray of the morningThough she dreams in peacefull slumber
Sleep to me just doesnt come
When she wakes Ill try to tell her
Everything Ive to sayAnd the night so dark inside me
Makes me finally understand
Where the love that she has given
She can light the sky forever

Its the way she gives so freely
Its the way she takes my hand
Ill just ask the sunshine brightly
Got to see her smile again

Then Ill sing the song Ive written
And Ill make the whole world listen
In the silence just for you
Like no one has ever heard

And Ill wake up all the lovers
And Ill keep them back for hours
And well do the things weve wanted
The way that lovers do

Then well run to the street
And well start to dance like crazy
Though she wants only to feel joy
Its the love she give and need

And well take me tab of chorus
And well paint the street and building
Rainbow colors everyone
Though she wants colors to see

And well take all field of flowers
Make the street alive with spring
Make the place where lovers go
To love the way like lovers do

Then well fly to the sky
And we chose we trought the stars
And our stars will tell the whole world
The love we had, we are

The love we share is sweet
The love we know is real
That love is not a dream
but last a life time long

Because your love and mine we give
Without gleaming holdng in
And love that we have given
Return to ask the wind

Cause your love for me
Is not beginning and the end
Your love and mine is now
for me forever

posted by Leksa at 6:50 pm  
 

Tuesday, September 4, 2007

Dapet Kost Juga,.. Akhirnya..

  • 3 x 3, kamar baru, lantai keramik, cat putih
  • 10 menit jalan kaki ke arah kampus (jalan kaki ala gue..)
  • Ditengah keramaian lingkungan mahasiswa (deket perempatan, yang jadi daerah keramaian..)
  • Sebelah kirinya penyewaan DVD/CD (dah tak cek, lumayan lengkap dan update, ada Barat, Asia, Indonesia, Soft, Hard, JAV, bahkan kumpulan 3GP.. .lumayanlahh..heu3x…)
  • Sebelahnya kirinya lagi laundry kiloan + toko pulsa (Pulsa tanpa kecengan = Mubazir)
  • Sebelah kanannya  Rental dan service komputer
  • Sebelah kanannya lagi  warung burjo (Jadi teringat kontrakan gue di Bandung, sepertinya gue masih ada utang 15 rebu..hahaha..)
  • 10 meter ke  kiri langsung warnet (Ini penting buat gue, karena  sementara ga ada koneksi)
  • 10 meter ke kanan langsung wartel
  • Cuman 6 anak yang ngisi kost-nya (jadi bisa lebih kenal..)
  • Pas didepan kost2an putri 2 lantai  (kalo nongkrong sore/malam di teras depan, lumayan segerlahh..)
  • induk semang di rumah sebelah, bapak ibu dan 2 anak gadisnya (no comment…)

Yaa.. sukurlah dapet yang kayak gitu. Ini semua berkat pertolongan adik iparnya Wisnu, dan si Andrew temen SMU.

posted by Leksa at 11:55 am  
 

Friday, August 31, 2007

Hari Ke-5,.. Ndak gitu Penting Sih

Hari ke-5 …

Ngga gitu banyak hal penting yang gue kejar di kampus hari ini. Karena surat lulus seleksi udah di tangan dan gue lebih berminat jalan2 ngiderin kawasan sekitar kampus. Dan karena ini hari terakhir buat pendaftaran ulang bagi mahasiswa lama, maka gue memang memilih waktu yang sangat tepat buat jalan2.

Kenapa? Disekitar sini ada 3-4 kampus swasta lainnya. Sebagian sudah melewati minggu pertama kuliah. Dan untuk calon kampus gue sendiri, hari ini adalah hari terakhir pendaftaran ulang mahasiswa lama, yang artinya kampus ini kembali “menyala”. Emang dimana-mana yang namanya mahasiswa itu sama yah. Sukanya ngedaftar ulang di akhir-akhir…hehehe..

4 hari ke belakang, gue ga gitu melihat ada keramaian di kampus ini. Tapi, hari ini rame euy. Mulai lah terlihat “mutiara-mutiara” kampus berseliweran.. hueuehue…Yaa, walo di ITB juga saat ini “mutiara-mutiara” nya udah pinter berpenampilan. Tetapi kesan nya terasa beda aja di sini. Atau jangan2 karena gue terlalu lama menjadi kepompong yang ga menikmati kehidupan kampus kali ya? hahahaha.. What eva laahh…

Terus setelah jumaatan gue rencananya nyari kost2an di sekitar sini. Hmm… susah juga ternyata nyari kost2 disini. Walaupun info yang gue dapet dari seorang teman anak yogya bahwa “nyari kost di Yogya tuh kayak nyari telor di pasar”, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Dari seorang bapak kost yang gue temui, malah curhat dia udah nambah bangunan 2 petak lagi tahun ini, tetapi tetep para pencari kost masih saja banyak yang dateng. Kabarnya, 4-5 kampus sekitar sini pada menambah kuota kursi mahasiswanya. Malah ada yang memperbesar hingga 2.5 kali lipat!! Buhsett…

Gue mencari kost hari ini tanpa terencana sih. Tetapi berkat bantuan Wisnu temen gw di STT Telkom, dia mengontak adik dari calon bininya. Calon adik iparnya itu alumnus baru yang masih menjadi “Pengacara” di kawasan sini.. heuheu… Jadilah gue janjian ketemu dengan orangnya. Dan ternyata ia adalah seorang WANITA… Terus berniat ngebantuin gue ngider nyari kost-an sekitar sini make motornya die…Wew…

Untuk urusan kayak gini, gue percayakan aja pada penguasa daerah setempat lah. Daripada gue sotoy sana sini, lebih baek bawa preman daerah bersangkutan kan??.

Kita ngider2 ampe maghrib dan berlanjut makan malam, dan terus gue malah diantar sampai ke kost temen gue (kebalik ya,.. harusnya gue yg nganter di… :p ).

Hasilnya?? Tidak ada kost yang cucok untuk gue (itupun nemu 2 doang yang kosong dari lebih 20-an yg gue samperin..).

Tetapi tetep hari ini bermanfaat… Berkenalan dengan cah ayu pertama di Yogya… huahahahaha…

posted by Leksa at 10:49 pm  
 

Thursday, August 30, 2007

Hari ke-4,… Gue Nyogok Supaya Bisa Diterima??

Kalo udah bicara susahnya diterima masuk diperguruan tinggi, kadang muncul option seperti diatas. Apalagi bagi orang tua mahasiswa yang ingin banget anaknya diterima di PT tersebut.

Apa hubungannya dengan hari ke empat gue mengurus2 transferan gue? Hmm.. Sebenarnya gue udah bolak balik diantara 2 otoritas berbeda di kampus ini untuk membicarakan perihal proses transfer ini.

Dan seperti di post sebelumnya, nihil. Gue diminta test dengan kualifikasi seperti anak baru, bukan mahasiswa mengulang atau transfer yang direkomendasikan. Kenapa? Karena kursi udah full untuk jurusan tambang.

Dan tadi pagi gue test denganpersiapan minimal baca2 rumus malam sebelumnya. Bayar di loket, terus input data, terus validasi ke ruang test, dan langsung duduk depan komputer yang menyediakan 30 soal dalam 45 menit. Jreng..!!

Gue ingin nyelesein semuanya dengan benar, tetapi jujur aja, ga ngerti gue ama kimia SMU, dah lama banget gitu loch…

Dan karena kebetulan udah kenal ama mas2 ditempat test, saya minta diintipin hasilnya. Point gue kurang 7 sodara2..Sedikit lagi dari ambang batas passing grade terbaru yang terus naik, karena makin banyak nya peminat ini.

Dan.. dengan hati luka gue tercenung aja. Apakah selesai sampai disini? Terus mau gimana? Nunggu setahun? Atau ada opsi2 lain…??

Pas dalam kondisi bingung begitu, gue bertemu seorang ibu. Ibu tersebut adalah istri pensiunan tentara, yang mana putranya pengen banget masuk kampus ini. Namun beliau sendiri kesusahan dari segi dana. Dan beliau sekarang sedang mengusahakan bertemu dengan otoritas biro akademik yang juga mau gue temui lagi. Curhat lah si ibu panjang lebar dengan gue, cerita macem2 tentang susahnya mencari sekolah yang bagus bagi anaknya, selama kurang lebih 1 jam kita ngobrol menunggu si bapak selesai rapat. Gue melihat, begitu besar pengorbanan seorang ibu yang demi anaknya mau jauh2 datang dari jakarta untuk mengurus sekolah yang terbaik buat anaknya. Si ibu sempat cerita, jika di jakarta, dia tidak dapat lagi mensupport anaknya bersekolah, teramat sangat mahal untuk keluarganya. Ahh…jadi teringat ibunda gue nun jauh disana, walao dia ga pernah ngedampingin gue mengurus sekolah-sekolah gue sejak SMU, tetapi gue percaya seorang ibu sama di mana2, selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Setelah si Ibu menghadap, kemudian gue masuk keruang si bapak untuk kesekian kalinya, meminta beliau untuk bisa memberikan pertimbangan dari hasil test yang point-nya mepet begitu. Ohya, pas mau masuk gue ketemu si ibu dengan wajah yang ceria, gue harap dia dapat solusi terbaik buat putranya.

Obrolan gue dengan si bapak tetep seperti biasa, namun si bapak menawarkan option lain lagi yang baru gue tahu bisa dicoba. Gue kembali ke ruang PMB, ngobrol2 ama mas2 yang kerja disana hasil pembicaraan dari si bapak di Biro Akademik. Salah seorangnya itu ngasih petunjuk ke gue, kalo gue bisa diluluskan dengan saran tersebut. Jadi antara bobot test, besarnya sumbangan dan pilihan jurusan itu memiliki point2 berbeda. Dengan kata lain kalo gue test dengan sumbangan diatas minimal seharusnya, perhitungan dan pertimbangan untuk itu juga akan berbeda di dalam sistem. Karena sistemnya emang dirancang seperti itu - Input - test - result, begitu prosedurnya. Gue kira gue harus daftar lagi untuk test ulang. Tapi si Mas di PMB bilang ngga usah. Gw bisa dibantu (karena kasian liat gue bolak-balik heheh..) dengan langsung merubah validasi input. Kalo gw udah sepakat untuk bayar diatas minimal sumbangan, diitung2in ama beliau berapa minimal sumbangan tambahan yang harus gue capai agar ambang batas lulus seleksi tercapai. Dan alakazam keluarlah jumlah sumbangan yang baru… Dan kalo gue setuju maka akan segera dikeluarkan surat keterangan lulus seleksi. Dan selanjutnya menandatangani blanko perjanjian untuk kesediaan membayar.

Gue kontak dulu keluarga dirumah, .. pertimbangannya gue bisa aja nunggu setahun kerja lagi seperti biasa, sambil ngumpulin duit. Dan kemudian daftar di gelombang pertama untuk tahun ajaran depan. Tetapi si emak ku tercinta ga mau ditunda2 lagi, lagian dengan pertimbangan jurusan ini makin banyak peminatnya dari tahun ke tahun, bisa jadi tahun depan sumbangan minimalnya akan deket-deket juga ama jumlah sumbangan yang sekarang harus gue bayar.

Ya sudah, izin didapat, dan gue juga bulat ini bisa gue lunaskan. Gue kembali ke ruang Panitia PMB dan menyetujui untuk dikenakan sumbangan minimal sekian tersebut.

Yaaa… Begitulah sodara2…

Jadi bukan gue nyumbang lebih karena gue nyogok si panitia atau biro akademiknya. Gue cuman mengikuti sistem yang mereka miliki. Karena sebuah Institusi Swasta yang mandiri seperti ini kan harus membayar sendiri kegiatannya, dan subsidi silang adalah jalan keluar bagi mereka disini.

Layaknya seperti USM ITB lah, yang bayar 45 juta (atau lebih..) itu. Kalo mereka diperlakukan sama, ya buat apa bayar 45 juta. Mending test SPMB aja. Tetapi justru mereka diuntungkan dengan test tersendiri, yang pada intinya berkurangnya persaingan, membesarnya peluang untuk diterima. Plus mendapat antrian kursi terdepan untuk menentukan pilihan jurusan nantinya dibanding yang SPMB.

Sangat kapitalis memang sistem pendidikan seperti ini. Tetapi gue percaya ada ruang-ruang khusus yang disediakan untuk berlaku adil dan membuka kesempatan berpendidikan bagi semua kok. Karena mereka masih harus memberikan keringanan untuk beberapa pihak tertentu. Seperti misalnya bagi anak Pensiunan TNI atau aktif di kedinasan, kampus ini ngasih keringanan. Dan terlebih lagi bagi gue, jumlah biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa disini masih jauh dibawah dari kampus2 swasta lainnya. Dan juga banyak beasiswa yang bisa diurus untuk meringankan beban bagi golongan2 tertentu yang tidak mampu (gue berencana mengurus ini juga ke depan).

Namun kampus swasta tetap swasta. Biaya mandiri dan subsidi silang menjadi kebutuhan pokok untuk menjalankan sebuah institusi pendidikan sebesar ini.

Pengalaman baru tentang semua yang gue jalanin selama beberapa hari ini. Dari ngobrol-ngobrol dengan berbagai orang disini. Sedikit pemahaman baru tentang pendidikan yang adil dan merata. Membongkar cara pandang gue tentang apa itu membiayai pendidikan yang memang mahal. Muncul pertanyaan, jadi kapan nih kita bisa gratis bersekolah di negeri ini? Dikampus swasta aja masih mungkin hal itu terjadi, apalagi di kampus negeri gue rasa. Tul ngga?

posted by Leksa at 7:17 pm  
 
« Previous PageNext Page »

Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float