Sekedar ngasih tahu buat semua…
Kemungkinan gue gagal pindah ke kampus ini adalah 95% - 99,99% …
..
…
Kursi mahasiswa-nya udah over quota,
..
…
LEKSA - Berharap Gerhana Bulan terjadi di siang hari…??
Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda
Sekedar ngasih tahu buat semua…
Kemungkinan gue gagal pindah ke kampus ini adalah 95% - 99,99% …
..
…
Kursi mahasiswa-nya udah over quota,
..
…
LEKSA - Berharap Gerhana Bulan terjadi di siang hari…??
Walau gue sempat agak frustasi kemarin, tetapi hari ini ada sedikit angin segar.
Pagi-pagi, seperti biasa gue bareng temen alumni SMU yang kebetulan di kampus ini kuliahnya, nongkrong2 bentar. Sambil coba mendiskusikan cara2 alternatif dalam urusan transfer kuliah gue. Selain itu kita juga ngobrol2 ringan tentang SMU dan alumni2 lainnya.
Dan rencana hari ini untuk force ke TU jurusan agar dapat bertemu otoritas selain Pak Kajur yang keluar kota (ternyata ada janjian di Pongkor..Hello ITB,..), gue berencana mau ke SekJur. Tetapi rencana batal, dan feeling gue bilang, gue harus ketemu seseorang yang gue kenal di kampus ini terlebih dahulu. Dia seorang yang biasa, lulusan kampus ini yang kebetulan lulus sebagai mahasiswa abadi, dan bekerja sebagai pegawai di kampus ini. Si Mas ini bukan panitia PMB, tetapi paling ngga beliau kenal dengan keluarga besar kampus ini - dan semoga bisa dibawa ke otoritas lainnya di kampus ini dalam rangka urusan gue. Kenapa gue berpikir demikian? Gue melihat kampus ini punya style kekeluargaan yang akrab, kampus kecil tapi dengan totokromo Yogya-nya ini sepertinya sampai pegawai warnet kampus pun bisa bercanda bersama seorang dosen senior atau bos-nya.
Ya sudah, gue maen ke si Mas. Obrolan ringan, dan memang beliau tahu urusan gue di sini adalah untuk apa, karena kita udah kontak2 sebelumnya. Seharusnya ketemu senin, tetapi karena kebetulan beliau sedang terkena musibah hari Minggu lalu, sang istri tercinta keguguran kandungannya. Pasangan muda yang resmi Maret 2007 lalu ini masih kondisi berduka, dan gue sendiri sebenarnya jadi ga enak untuk merepotkan beliau. Tetapi beliau sendiri yang sangat bersemangat membantu, jadinya gue ikut aja.
Dia berusaha menghubungkan gue dengan pejabat rektorat bagian akademik. Sepanjang perjalanan sampai ke ruang-ruang kantor rektor, tegur sapa dan prolog2 ringan keluar dari si Mas dan pegawai2 disini, begitu juga dengan mahasiswa yang berseliweran. Sepertinya kok jadi budaya tersendiri untuk saling bertegur sapa walo sekedar bertanya apa kabar hari ini.
Sayangnya kita ga bertemu dengan orang yang dimaksud, karena berhubung sedang rapat. Ya sudah, kita kembali ke tempat si Mas, bersebelahan dengan ruang PMB. Dan dari hasil obrolan2 kita berencana untuk malamnya tembak langsung ke salah seorang dosen senior di sini, mantan Kajur dan juga lulusan pertama Pertambangan kampus ini. Kebetulan si Mas kenal dengan anak beliau dan juga kenal dengan si Bapak Dosen.
Malamnya..Lebih tepat setelah Maghrib…
Sambil menikmati bulan purnama yang indah di Jogja, gue nugguin si Mas yang janji jemput. Walau berada di kota, di jalan Kaliurang, tetep aja Bulan Purnama di sini terlihat bulat jelas dan terang benderang. Proyeksi ke mata gue hingga berukuran 2 cm. Sehingga pas gerhana INDAAAH BANGEETT… Orang2 yang jalan kaki dan dipinggir jalan juga banyak yang terkesima, takbir begema di seluruh pelosok mesjid. Momen yang paling bagus adalah ketika Bulan tertutup penuh dengan hanya sedikit cahaya di bagian bawah, seperti sebuah cincin permata (Gue bakal post gambarnya disini nanti..) . Entah kenapa kok ada perasaan beda yang muncul saat itu, seperti merasa ada momen baik yang datang, sekaligus tiba2 teringat seseorang yang cocok dideskripsikan dengan visual gerhana bulan cincin ini. Haha.. melow deehh… Biar lah ga papa… Ga selamanya yang indah itu harus di miliki, terkadang memang sesuatu yang sangat indah itu hanya sekedar untuk dinikmati keindahannya.
Dan gue dijemput juga. Dengan motor kita menuju rumah dosen yang dituju. Agak jauh kalo dalam perkiraan gue. Ohya, gue sampai harus nyari pinjeman helm dulu ke tetangga kost temen gue.. hehehe.. bener2 gue adalah orang yang merepotkan orang lain..huks..
Sesampai di rumah dosen tersebut, si Bapak Dosen ternyata sedang bareng 3 mahasiswa pertambangannya. Awalnya gue pikir mereka adalah mahasiswa yang sedang bimbingan TA. Rupanya bukan. Mereka sedang mendiskusikan kerjaan mereka dengan si Bapak Dosen, proyekan-lah istilah umumnya. Heuhheu…
Ternyata si Bapak Dosen cukup ramah. Dan diluar dugaan, si Mas rupanya kenal dekat dengan beliau.. Ya mungkin karena anaknya temen main dan kerja si Mas. Saat itu gue dapat membayangkan hubungan pertemanan yang bagaimana antara si Mas dan anaknya si bapak. First impression sih,.. tapi ya gue ga pernah menjatuhkan penilaian pada pandangan pertama terhadap seseorang yang gue kenal. Umur beliau cukup tua, malah mungkin seumuran dengan seorang mantan guru besar pertambangan ITB yang gue kenal.
Karena situasi yang sedang tidak nyaman karena mereka sedang bekerja, terpaksa Si Mas dan saya tidak bisa lama2 berbasa-basi. Dengan ijin, “Pak, karena sepertinya bapak sedang sibuk, langsung aja pada tujuan kami kesini ya, Pak” obrolan rencana transfer kita paparkan. Di luar perkiraan, si Bapak seperti sudah tahu gue bakal dateng, dengan sigap dan senyum ramah menjawab apa2 saja langkah yang harus gue tempuh. Lalu beliau mengambil HP dan langsung mengambil keputusan untuk meng-sms SekJur, dan meminta-kan izin agar gue bisa bertemu besok pagi. What’s the healing story today for me…!! Alhamdulillaahh…
Y ahh… setelah obrolan basa basi tentang yang sedang beliau kerjakan saat ini, akhirnya kita pamit. Malam di jogja masih ramai, walau kita melewati Ring Road Utara. Udaranya terasa nyaman seperti hati gue saat ini.
Dan tantangan selanjutnya adalah bagaimana esok? Apakah sama lancarnya dengan hari ini?
Time is countdown…
..
…
Semoga pertolongan bebagai energi positif sang Gerhana masih tersisa esok pagi…
Ga ada yang penting. Malah rencana mengurus / menghadap ke KaJur calon kampus yang baru jadi tertunda, berhubung si Bapak keluar kota. Ah.. makin kritis aja semuanya. Besok mau coba dengan cara lain. Tapi paling tidak bersyukur, karena sekarang surat2 di bandung beres diurus ama Mas Wira bahkan Plus2 dengan rekomendasi (gilaa… salut buat si Mas..)
Hmmff.. alternatif lain dengan cara normal, mengikuti test Penerimaan Mahasiswa Baru. Dan memproses konversi SKS dari kampus lama ke kampus baru di hari2 berikutnya…
Tetapi semua bisa jadi blunder, karena KRS disini di verified tanggal 3 September!! Dan bisa jadi masalah lanjutan, karena urusan “duit” bisa membengkak diluar perkiraan akibat waktu mepet ini. Hmmfff…. memang waktu yang mepet tidak menyenangkan…
..
…
….
Atau gue harus menunggu setahun dulu???
Iya nih.. kalo bicara tentang kritis, mungkin ada 3 makna.. ( inilah jeleknya Bahasa Indonesia..). Pertama adalah kritis dalam arti “memiliki sifat kritik, mengemukakan opini berlawanan atau doyan protes”. Selain itu, ada juga arti kritis untuk “waktu yang sudah mepet, hampir selesai masa/waktunya” . Dan yang ke-3 adalah dalam arti “saat-saat yang berbahaya, dalam ancaman bahaya”… Ya..ya.. gue tahu gue asal dalam mendefinisikan arti kritis itu, tapi yaaa begitulah kira-kira artinya..
Gue nungguin meteor Perseid, tapi ga muncul-muncul. Kemungkinan karena kondisi lembah Siliwangi yang terlalu berkabut, atau karena pengaruh Bandung yang makin terpolusi oleh asap dan cahaya.
Ceritanya gue nungguin sambil beresin kerjaaan. Jam 1-an gue keluar, ketemu Sawung yang juga sedang liat-liat, mana tahu ada. Tapi ampe lebih setengah 3 pagi, ga ada satu pun yang bisa diindikasikan sebagai meteor. Padahal Sawung kan anak Astro.
Ya sudah jadinya gue cari di Google mana tahu ada yang ngeliat dan majang hasil penampakannya.
Dan ternyata Kaskus juga tempat mendapatkan resources terbaik untuk sharing segala macam.
Ini photo2nya :
Sumber : http://www.spaceweather.com/meteors/gallery_12aug07_page2.htm
Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float