Kapal-kapal nelayan beranjak ketika senja berakhir, sementara hidup di remang-remang halogen kota, dimulai dalam detak hasrat yang memuncak mengguncang nadir. Pacuan hidup menggeliat batas-batas kala dari 4 penjuru mata angin. Masing-masing dalam sendiri memikirkan waktu terbaik untuk berkata “Mari kita Selesaikan Malam ini..”
(more…)
posted by Leksa at 2:53 am
Menyambut Hari Kartini,
saya persembahkan tulisan ini pada saudari-saudariku semua.
(more…)
posted by Leksa at 2:24 am
Bunuh saja aku
Silahkan ambil sukmaku kapanpun kau mau
Tapi jangan ragaku
Secuil nafas aku rasa sudah cukup
Dan aku pasti terbebas dari kotak kaca-mu
SC-E02, 3 Januari 2006 2007
update 4 Jan 2007 : Tahun di Edit
posted by Leksa at 10:35 pm

Dunia “rasa” meradang oleh peristiwa angkara pesanggrahan bubat jawa.
Dentuman “gundah” di hati Sang Maha Raja berubah “gulana” murka seketika
karena cita-cita Sang Maha Patih yang dititah akan kemerdekaan Nusantara
Kisah yang sama oleh Nietzsche yang gila
Dalam Zarasutra ia romantis bercerita..
dimanakah “rasa” yang bertarung dengan logika?
kemanakah intelektual menggiring cinta?
Hei manusia logika yang sombong oleh intelek..!!
Tidak cukup sekedar “OK”, okey?
posted by Leksa at 9:26 pm
Malam berdenyut lemah saat ini,
namun sedegup napas datang
beraroma sama seperti rasa lama..
Dan berikhtiarlah sang logika…
“…sepertinya aku harus segera pergi!”
Leksa - 27 Juli 2007, 04.15 WIB
posted by Leksa at 4:15 am