Warung Kapucino

Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda

Tuesday, April 29, 2008

Semoga Mendung Tidak Turun Sore Ini

Kapal-kapal nelayan beranjak ketika senja berakhir, sementara hidup di remang-remang halogen kota, dimulai dalam detak hasrat yang memuncak mengguncang nadir. Pacuan hidup menggeliat batas-batas kala dari 4 penjuru mata angin. Masing-masing dalam sendiri memikirkan waktu terbaik untuk berkata “Mari kita Selesaikan Malam ini..”

(more…)

posted by Leksa at 2:53 am  
 

Saturday, April 19, 2008

Kartini

Menyambut Hari Kartini,

saya persembahkan tulisan ini pada saudari-saudariku semua.

(more…)

posted by Leksa at 2:24 am  
 

Thursday, January 3, 2008

Leksa

LeksaBunuh saja aku
Silahkan ambil sukmaku kapanpun kau mau
Tapi jangan ragaku
Secuil nafas aku rasa sudah cukup

 

Dan aku pasti terbebas dari kotak kaca-mu

 

SC-E02, 3 Januari 2006 2007

 

 

 

 

 

 

 

update 4 Jan 2007 : Tahun di Edit

posted by Leksa at 10:35 pm  
 

Sunday, November 18, 2007

Solitude

Solitude

Dunia “rasa” meradang oleh peristiwa angkara pesanggrahan bubat jawa.

Dentuman “gundah” di hati Sang Maha Raja berubah “gulana” murka seketika

karena cita-cita Sang Maha Patih yang dititah akan kemerdekaan Nusantara

 

Kisah yang sama oleh Nietzsche yang gila

Dalam Zarasutra ia romantis bercerita..

dimanakah “rasa” yang bertarung dengan logika?

kemanakah intelektual menggiring cinta?

 

 

Hei manusia logika yang sombong oleh intelek..!!

Tidak cukup sekedar “OK”, okey?

posted by Leksa at 9:26 pm  
 

Friday, July 27, 2007

Jangan..

Malam berdenyut lemah saat ini,

namun sedegup napas datang

beraroma sama seperti rasa lama..

Dan berikhtiarlah sang logika…

“…sepertinya aku harus segera pergi!”

Leksa - 27 Juli 2007, 04.15 WIB

posted by Leksa at 4:15 am  
 
Next Page »

Back to Mini Black Theme by Leksa (just for a while, babe)
Powered by WordPress and a cup of Cappucino Float