<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapucino &#187; wanita</title>
	<atom:link href="http://www.kapucino.org/tag/wanita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kapucino.org</link>
	<description>Cuma Segelas Kopi Dengan Rasa Berbeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kartini</title>
		<link>http://www.kapucino.org/2008/04/19/kartini/</link>
		<comments>http://www.kapucino.org/2008/04/19/kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 19:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leksa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapucino]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kapucino.org/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut Hari Kartini, saya persembahkan tulisan ini pada saudari-saudariku semua. BERSATULAH PELACUR-PELACUR KOTA JAKARTA Pelacur-pelacur kota Jakarta Dari kelas tinggi dan kelas rendah Telah diganyang Telah diharu-biru. Mereka kecut Keder Terhina dan tersipu-sipu Sesalkan mana yangmesti kau sesalkan Tapi jangan &#8230; <a href="http://www.kapucino.org/2008/04/19/kartini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v241/68/23/661293665/n661293665_511585_4709.jpg" alt="" width="290" height="219" />Menyambut Hari Kartini,</p>
<p style="text-align: justify;">saya persembahkan tulisan ini pada saudari-saudariku semua.</p>
<p><span id="more-299"></span><br />
</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><span style="font-size:16px;font-weight:bold;">BERSATULAH PELACUR-PELACUR KOTA JAKARTA</span></p>
<p style="text-align: left;">Pelacur-pelacur kota Jakarta<br />
Dari kelas tinggi dan kelas rendah<br />
Telah diganyang<br />
Telah diharu-biru.<br />
Mereka kecut<br />
Keder<br />
Terhina dan tersipu-sipu<br />
Sesalkan mana yangmesti kau sesalkan<br />
Tapi jangan kau kleat putus asa.<br />
Dan relakan dirimu sebagi korban</p>
<p style="text-align: left;">Wahai, pelacur-pelacur kota Jakarta.<br />
Sekarang bangkitlah.<br />
Sanggul kembali rambutmu.<br />
Kerna setelah menyesal<br />
Datanglah kini giliranmu<br />
bukan untuk membela diri melulu<br />
Tapi untuk lancarkan serangan.<br />
Kerna:<br />
Sesalkan mana yangmesti kau sesalkan<br />
Tapi jangan rela kau dibikin korban.</p>
<p style="text-align: left;">Sarinah.<br />
Katakan kepada mereka<br />
Bagaimana kau dipanggil ke kantor mentri<br />
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu<br />
Tentang perjuangan nusa bangsa<br />
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal<br />
Ia sebut kau inspirasi revolusi<br />
Sambil ia buka kutangmu</p>
<p style="text-align: left;">Dan kau, Dasima<br />
Kabarkan kepada rakyat<br />
Bagaimana pemimpin revolusi<br />
Secara bergiliran memelukmu<br />
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi<br />
Sambil celananya basah<br />
Dan tubuhnya lemas<br />
Terkapai disampingmu.<br />
Ototnya keburu tak berdaya.</p>
<p style="text-align: left;">Politisi dan pegawai tinggi<br />
Adalah caluk yang rapi.<br />
Konggres-konggres dan konperensi<br />
Tak pernah berjalan tanpa kalian.<br />
Kalian tak pernah bisa bilang “tidak”<br />
Lantaran kelaparan yang menakutkan<br />
Kemiskinan yang mengekang<br />
Dan telah lama sia-sia mencari kerja.<br />
Ijazah sekolah tanpa guna.<br />
Para kepala jawatan<br />
Akan membuka kesempatan<br />
Kalau kau buka paha.<br />
Sedang di luar pemerintahan<br />
Perusahaan-perusahaan macet<br />
Lapangan kerja tak ada.</p>
<p style="text-align: left;">Revolusi para pemimpin<br />
Adalah revolusi dewa-dewa.<br />
Mereka berjuang untuk surga<br />
Dan tidak untuk bumi.<br />
Revolusi dewa-dewa<br />
Tak pernah menghasilkan<br />
Lebih banyak lapangan kerja<br />
Bagi rakyatnya.<br />
Kalian adalah sebagian kaum penganggur<br />
Yang mereka ciptakan.<br />
Namun<br />
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan<br />
Tapi jangan kau klewat putus asa<br />
Dan kau rela dibikin korban.</p>
<p style="text-align: left;">Pelacur-pelacur kota Jakarta<br />
Berhentilah tersipu-sipu.<br />
Ketika kubaca di Koran<br />
bagaimana badut-badut mengganyang kalian<br />
menuduh kalian sumber bencana Negara<br />
aku jadi murka.<br />
Kalian adalah temanku.<br />
Ini tak bisa dibiarkan.<br />
Astaga.<br />
Mulut-mulut badut.<br />
Mulut-mulut yang latah.<br />
Bahkan seks mereka perpolitikan.<br />
Saudari-saudariku.<br />
Membubarkan kalian<br />
Tidak semudah membubarkan partai politik.<br />
Mereka harus beri kalian kerja.<br />
Mereka harus pulihkan darjat kalian.<br />
Mereka harus ikut memikul kesalahan.</p>
<p style="text-align: left;">Saudarai-saudariku. Bersatulah.<br />
Ambilah galah.<br />
Kibarkan kutang-kutangmu di ujungnya.<br />
Araklah keliling kota<br />
Sebagai panji-panji yang telah mereka nodai.<br />
Kini giliranmu menuntut.<br />
Katakanlah kepada mereka:<br />
Menganjurkan mengganyang pelacuran<br />
Tanpa menganjurkan<br />
Mengawini bekas pelacur<br />
Adalah omong kosong.</p>
<p style="text-align: left;">Pelacur-pelacur kota Jakarta.<br />
Saudari-saudariku.<br />
Jangan melulu keder pada lelaki.<br />
Dengan mudah<br />
Kalian bisa telanjangi kaum palsu.<br />
Naikkan taripmu dua kali<br />
Dan mereka akan klabakan.<br />
Mogoklah satu bulan<br />
Dan mereka kan puyeng<br />
Lalu mereka akan berjina<br />
Dengan isteri saudaranya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>(Rendra)</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>NB :</strong></p>
<p style="text-align: left;"><em>Dan teruntukmu dibalik bisu malam, </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>percayalah kartini-ku, temanku itu pun sama busuknya dengan politisi tengik, karena ia memang calon politisi.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kapucino.org/2008/04/19/kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

